Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
kebahagiaan


__ADS_3

Nayla duduk nyaman bersandar di puncak tempat tidur, disampingnya Aska duduk dikursi memegang handphone ia menatap layarnya lekat, wajahnya serius sesekali mengeser layar ponselnya .


"Nay menurut informasi yang kakak baca di internet katanya orang hamil itu ngidam dan pengen sesuatu, kamu pengen makan sesuatu ngak?" Tanya Aska menatap Nayla lembut ia masih memegang handphonenya.


Nayla menggelengkan kepalanya perlahan


"Nay ngak pengen makan apapun" Nayla menarik sudut bibirnya melihat Aska sangat bahagia dan antusias dengan kehamilannya.


"Ayo dong Nay kamu ngidam! kamu mau makan apa?" Paksa Aska bersemangat menunggu permintaan ngidam Nayla.


"Ngak ada kak, bukannya itu bagus Nay jadi ngak ngerepotin kakak" Tersenyum tipis sejak Aska kembali disampingnya, suasana hatinya juga membaik ia selalu tersenyum dan bersikap manis.


"Di sini tertulis bahwa orang hamil senang makan yang asam seperti mangga, senang makan yang manis seperti cokelat dan yang dingin seperti es cream" Jelas Aska panjang lebar menyuruh Nayla memilih salah satunya.


"Kok, kakak yang jadi pengen makan es cream ya, kaya enak nih!" Tersenyum pelik malu di hadapan Nayla, ia mengaruk kepalanya yang tak gatal merasa tak enak dengan Nayla kenapa ia yang jadi pengen ice cream.


nayla mengernyitkan dahinya lalu kembali tersenyum merasa lucu dari tadi ia menawarkan kepada Nayla kenapa sekarang dia yang menginginkan makan itu.


Aska meraih telepon rumah mengangkat gagang telepon menaruhnya ditelinganya.


"Bibi May suruh pelayan mengantarkan es cream ke kamarku" Aska lalu menutup teleponnya kembali duduk disamping Nayla. Ia tak pernah meninggalkan Nayla, selalu berada disamping istrinya ia bahkan tak kekantor hanya untuk menjaganya.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu pelayan masuk membawa nampan yang dia atasnya satu cup besar es cream berjalan menuju Aska, Aska mengambil es cream dari pelayan. Pelayan tertunduk lalu pergi setelahnya.


Aska membuka cup eskrim wajahnya berbinar seperti anak kecil, Aska mulai menyendok ice creammya lalu memberikan suapan pertama pada Nayla, namun ia menolak menggelengkan kepalanya.


"Kak aja yang makan" Ucap Nayla.


Nayla menarik nafas pelan melihat tingkah Aska yang menggemaskan seperti anak kecil siapa yang hamil siapa yang manja, Aska terus menyuap es creamnya.


"Nay tolong suapi kakak ya " Mohon Aska memajukan cup es cream memberikan Nayla sendok untuk menyuapinya.


Nayla duduk tegak meraih cup es yang diberikan untuknya, ia meraih sendok dari Aska lalu mulai menyuapi.


"aaaa" Aska membuka mulutnya menikmati lelehan es cream dilidahnya, kemudian mengusap puncak kepala Nayla yang sekarang lebih patuh pada perkataan Aska perubahan sikap Nayla yang hangat membuatnya bertambah bahagia dengan kehamilan Nayla.


Nayla terus menyuapi Aska hingga tak terasa es cream cup besar itu tinggal setengah.


"Nay kayaknya mangga muda enak juga loh" Celoteh Aska


"Ini es cream cup besar aja udah sisa setengah kak, masih ingin makan mangga, nanti kakak bisa sakit perut" Nayla memperingatkan Aska ia tersenyum manis dihadapan Aska.


membuat hati Aska berdesir menatap senyuman diwajah Nayla sudah lama ia tak melihat senyuman itu . Aska terpukau dihadapan Nayla dan Nayla pun terdiam melihat Aska yang memperhatikkanya mata mereka bertemu Aska memajukan wajahnya ingin mengecup bibir merah yang telah membuat jantungnya berdetak tak karuan wajah Aska terus mendekat Nayla tak menghindarinya, aska memiringkan kepalanya, ia merasa mendapatakan ijin dari nayla yang tak menolakknya bibir Aska hampir bertemu hanya berjarak satu jari, lalu terhenti saat suara teriakan Endy dan Dika menyeruak keseluruh ruangan.


"Nay kami datang "


Aska menghentikan pergerakkannya ia gagal mencium Nayla wajahnya berubah masam."ah menggangu saja" Gumam Aska dalam hati


"Nay kami datang" Teriak heboh Dika dan Endy masuk kedalam kamar berlari seperti berlomba untuk segera bertemu. Nayla menepuk jidatnya melihat tingkah mereka berdua Dika masuk membawa banyak balon berwarna pink yang mengambang di udara, sebelah tangannya memegang boneka kecil sedangkan Endy membawa boneka beruang besar, sebesar ukuran tubuhnya sebelah tangannya memenang banyak paper bag belanjaan.


Mereka lalu duduk dipinggir tempat tidur tertawa bahagia melihat Nayla seperti tak melihat Aska yang juga duduk di antara mereka.


"Bagaimana kabarmu Nay?" Tanya Dika dengan raut wajah senang masih memegang boneka dan balonnya ia terihat lucu. Image mereka sebagai laki-laki keren hilang karena balon dan boneka.


Kakak Nay baik-baik saja "Nayla terkekeh melihat melihat dua lelaki yang tak kalah anehnya dengan Aska.


"Apa mualnya sudah hilang," Tanya Endy terus tersenyum.


"Masih kak Endy " Jawab Nayla


Mereka tertawa bahagia tak menghiraukan ada Aska dari tadi berada disamping mereka sedang memasang wajah masam sebab gagal mencium nayla, karena kehadiran mereka. Padahal itu kesempatan emas, tinggal sedikit lagi Aska mengacak rambutnya frustasi, namun tak ada yang menghiraukannya semua sibuk dengan kehamilan Nayla .


"Kenapa kalian lama sekali" Tegur Aska menyendok es cream yang mulai mencair menyuapi kemulutnya wajanya masam.

__ADS_1


"Kami mampir belanja perlengkapan bayi tadi" Ujar Endy masih sibuk dengan Nayla tak ada yang menghiraukan Aska


Setelah sekian lama Endy dan Dika akhirnya mengarahkan pandanganya memperhatikan Aska . Mereka berdua mengernyitkan dahinya melihat tingkah Aska.


"Aska sejak kapan kau menyukai es cream" Tanya Endy heran ia tahu Aska pemilih dalam makanan.


Aska mengangkat bahunya "Entahlah semenjak Nayla hamil, aku suka makan ice cream, trauma makananku juga sedikit berkurang karena kehamilan Nayla"Ujar Aska masih menyendok esnya.


"Baguslah kalau begitu " Ujar Dika memegang bahu Aska lalu perhatian mereka kembali pada Nayla, Dika memberikan balon pink yang ada ditangannya itu ke Nayla. Gadis itu terus tertawa karena mereka berdua. Ia dihadiai balon seperti anak kecil.


"Sekarang aku ingin mangga muda" Aska meletakkan cup es cream kelantai meraih tisu melap mulutnya.


"Tenang saja sobat suruh aja bibi May menyiapkan mangga muda untukmu banyak dimana mana juga ada ada" Memegang sebelah bahu Aska kembali memusatkan perhatiannya pada Nayla tersenyum manis.


"Tapi aku ingin punya Pak Samad" Ucap Aska dengan nada datar.


Dika, Nayla dan Endy kompak mengarahkan pandangannya kepada Aska


"Pak Samad " Kompak lagi mereka mengucapkan.


"Yang di rumahnya sebelah pohon berigin tua besar" Jelas Endy menjelaskan letak pohon mangga pak samad yang berada tepat disebelah pohon angker,dulu Nayla selalu ketakutan jika melewati depan rumah itu ketika agenda malam jumatnya dengan Endy


"Ia aku mau kalian memetiknya pada malam jumat " Ucap Aska lagi santai


"Kau gila ya....mangga ...pak Samad, lewat didepan rumahnya saja membuat merinding, kau mau mangga yang dipetik disamping pohon beringin angker malam jumat pula,ya... kami bukan pulang membawa mangga tapi kuntilanak untukmu "Endy dengan tegas menolak.


"Ayolah kalian sahabat terbaikku " Mohon Aska memegang tangan Endy.


"Ngak....ngak....Kamu ngak maukan Nay, mangga pak Samad, kamu tahukan Nay ada kuntilanak penunuggu dipohon beringin pak Samad kan" Tanya Endy bergidik ngeri mengarahkan pandanganngannya pada Nayla


Aska, Dika, Endy kompak mengarahkan pandangannya kepada Nayla tersenyum menggelengkan kepalanya perlahan.


"Itu kan Nayla aja ngak mau, yang ngidam itu Nayla bukan kamu" Endy menarik nafas lega dengan jawaban Nayla.


Aska menepis tangan Endy dengan kasar mengerucutkan bibirnya, melipat tangannya didada, memasang wajah cemberut karena permintaanya tidak dikabulkan, seperti anak kecil yang ngambek namun tak ada yang menghiraukannya.


"Ini untuk kamu Nay" Endy memberikan boneka besar itu pada Nayla membuat tubuh Nayla tertutupi oleh boneka beruang besar pemberian Endy.


"Kak bonekanya terlalu besar, Nayla aja ngeri lihatnya, gimana anak ini?" Nayla memegang perutnya lalu menyingkirkannya dengan susah payah.


"Tuh....kan aku bilang apa, bonekanya yang ini aja imut" Dika memberikan boneka kecil pilihannnya, Nayla memeluk boneka itu tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya. Melihat tingkah ketiga pemuda ini yang berubah menjadi menggemaskan ingin rasanya ia mencubit pipi mereka satu persatu bahkan kakaknya yang bijak pun berubah menjadi kekanakan karena kehamilan ini.


"Jangan senang dulu Dika aku belum kalah" Endy meraih paperbag yang tadi ia bawa meletakannya dipanggkuanya kemudian merogoh isi di dalamnya lalu mengeluarkan baju bayi.


"Nay coba lihat kami bawa apa, lucukan " Endy memperlihatkan baju bayi perempuan pilihannya berwarna pink dengan renda-renda sangat menggemaskan


"Wah kak Endy lucu banget, Nay jadi gemas" Nayla terlihat senang memegang baju dari Endy


Dika tak mau kalah ia juga merogoh paperbagnya memperlihatkan isinya.


"Nay ini pilihan kakak, lebih imutkan dari punya Endy kan?" Pamer Dika baju bayi berwarna pink dengan motif polkadot tak kalah lucunya.


Aska menarik kedua sudut garis bibirnya melihat baju bayi pilihan kedua sahabatnya raut wajah kesalnya hilang membayangkan kelak anak memakai baju bayi itu .


Dika dan Endy kembali bersaing mereka seperti bettle, bersaing pilihan siapa yang terbaik mulai topi hingga sepatu bayi mereka pamerkan dan menyuruh Nayla memilih yang terbaik dari pilihan mereka membuat Nayla hanya geleng-geleng kepala, namun aneh dari tadi semua yang mereka bawa semuanya perlengkapan untuk anak bayi perempuan.


"Kakak ..Nay lihat dari tadi kenapa semua perlengakapan untuk anak perempuan " Tanya Nayla mengernyitkan dahinya.


"Karena kami bertiga menginginkan anak perempuan" Timpal Endy.


" Nay pingin anak laki-laki biar nanti kalian tidak bisa mengaturnya sesuka hati, dia akan menghajar kalian untukku" Ujar Nayla penuh dendam, lagian kenapa kalian mau anak cewek" Tanya Nayla


"Karena satu bule Jerman ngak cukup kami bagi bagi, kami semua menginkanmu, jadi kakak berharap kamu melahirkan bule Jerman yang cantik sama sepertimu " Endy mengungkapkan alasannya, Nayla adalah kesayangan mereka bertiga semua mengharapkan kehadiran nayla disampingnya. baik sebagai istri, adik, sahabat yang terkadang membuat mereka rebutan dekat dengan Nayla

__ADS_1


"Ntar lahiran jodohin sama kakak ya! " Canda Endy


"Kau sudah tua rentah dan bau tanah anakku baru menginjak remaja" Protes Aska wajahnya kesal.


"Kenapa kau saja menunggu Nayla dari kecil, kenapa aku tak bisa menunggu anakmu dari kandungan" Canda Endy namun menggungkap fakta.


Aska menginjak kaki Endy dan membulatkan matanya, membuat Endy meringis.....aw.....


"Ih....ngak bakalan kamu berjodoh dengannya, kamu sudah disurga sebelum anak ini dewasa" Timpal Dika


"Dika ....Ucapanmu kaya gado-gado karetnya dua ...pedes......." Ucap endy menutup mulutnya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya membuatnya lebih dramatis, Nayla terkekeh melihat tingkah mereka betiga.


"Kakak Dika juga mau anak perempuan?" Tanya Nayla mengarahkan pandangannya pada Dika


"Ia Nay, kakak takut jika anakmu laki-laki ia akan bandel sama seperti kami" Melihat kearah sahabatnya.


"Bagaimana nanti jika dia juga suka pergi ke club malam? jadi Dj lagi, dia akan mengikuti jejak paman dan ayahnya" Dika mengarahkan ekor matanya ke Aska


Aska menatap Dika tajam, sedikit tersinggung ucapan Dika namun masuk dihatinya tidak bisa dipungkiri anaknya akan kelak terjun diclub malam karena itu juga merupakan salah satu bidang bisnis yang mereka bertiga sukai


"Kak Aska juga ingin anak perempuan? bukannya kakak butuh anak laki-laki untuk pewaris" Tanya Nayla heran


"Kalau kakak sih apa aja Nay, tapi kalau anak kita perempuan pasti cantik sama sepertimu dan karena kamu ngak mau disentuh, dipeluk maka anak perempuan kitalah nanti yang akan kakak sayang-sayang, kakak bebas memeluk dan mencium anakku, aku akan tidur dengan anakku nanti" Jelas Aska asal lalu mengangkat alisnya tersenyum namun menurut Nayla itu ancaman.


Nayla tertunduk raut wajahnya berubah datar entah mengapa ia tak suka mendengar kata yang keluar dari mulut Aska ada rasa cemburu dalam hatinya, membayangkan anaknya akan mengambil semua perhatian dan kasih sayang Aska.


Endy kembali merogoh paper bag selanjutnya ia mengeluarkan beberapa buah buku yang judulnya berbeda-beda namun initinya kumpulan nama bayi dan memperlihatkannya ke Nayla, Aska dan Dika masing-masing mengambil satu buku yang dibeli Endy.


"Nay nanti nama anak perempuan kamu Rayna ya" Endy tersenyum senang" itu gabungan nama kita berdua Randy dan Nayla" Jelas Endy yang bernama lengkap Randy Pahlevi


Nayla terkekeh mendengar gabungan namanya dengan Endy, namun Aska langsung menendang kaki Endy dengan kuat


"Memangnya itu anakmu!" Aska ketus suaranya meninggi memegang buku yang tertutup


""aw....." Endy meringis


"Kau lupa ya sesuai perjanjian, aku punya hak memberikan nama pada anakmu, perjanjiannya kan siapapun di antara kita yang akan memiliki anak masing-masing dari kita menyumbang satu nama" Jelas Endy melipat tangan didada mengingatkan Aska


"Ia aku ingat soal perjanjian nama itu, tapi jangan gabungan namamu dengan Nayla memangnya itu anakmu" Teriak Aska emosi dari tadi sahabatnya ini membuatnya kesal.


Nayla hanya terkekeh melihat tingkah mereka bertiga yang dari tadi berdebat tiada henti.


"Sudah jangan berdebat apa pun namanya aku mau nama belakangnya Sanders nama keluarga kami" Ujar Dika santai membaca buku nama.


Aska mengarahkan pandangannya ke Dika kembali protes.


"Ngak bisa gitu dong Dika, dibelakang namanya harus Dirga dia akan jadi pewaris keluarga Dirga." Jelas Aska, kali ini lawan debatnya berganti dengan Dika


"Nama Sanders juga penting bagi kami itu kenang-kenangan nama ayah kami, kami memakai nama Sanders dibelakang nama Radika Sanders dan Kimberly Nayla Sanders, jadi nama belakangnya juga harus Sanders seperti kami, dia memiliki darah keluarga Sanders" Jelas Dika kekeh.


"Ngak bisa dibelakang namanya harus Dirga sama seperti nama belakangku" Aska juga tetap pada pendiriannya.


"Sanders "Dika melototkan matanya.


"Dirga" Aska menatap tajam.


Aska dan Dika berdebat masalah nama belakang, Nayla hanya menepuk jidatnya, sesekali mengelengkan kepalanya, melihat mereka bertiga dari tadi berdebat terus, masalah anak dalam kandungan Nayla, mereka telah terpecah tidak kompak lagi, Nayla sudah membayangkan bagaimana anaknya kelak akan merasakan sama sepertinya menjadi boneka ketiga lelaki ini.


.


.


.

__ADS_1


.


.terima kasih like ,coment,vote.


__ADS_2