Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
3 kebahagiaan


__ADS_3

Hari demi hari berjalan begitu indah, waktu berputar begitu cepat. Kebahagiaan terus mengisi hidup mereka. Nayla dan Aska sedang menanti buah hati mereka yang tak lama lagi terlahir kedunia yang akan membawa kebahagian dan kecerian mereka. Dika dan Aulia sedang terus berusaha menanti agar tuhan juga memberika anugreh berupa kehamilan untuk Aulia. Sedangkan Endy semakin memantapkan hatinya pada wanita pilihan hatianya.


Siang dirumah Dika.


Dika dan Aulia sedang menyantap makan siang tiba-tiba Aulia merasa tak enak dengan perutnya. Ia merasa mual dengan cepat ia berlari masuk kedalam kamar mandi untuk memuntahkan seluruh isi perutnya.


Dika yang melihat istrinya menjadi khawatir lalu mengekori ke kamar mandi. Ia memperhatikan Aulia memuntahkan kembali makanannya baru saja masuk kedalam lambungnya telah beberapa hari ia merasa tak enak badan.


"Kamu kenapa?" tanya Dika memasang wajah cemas mengurut tenguk leher Aulia, ia cemas melihat keadaan istri tercintanya.


"Ngak tahu, tiba-tiba saja lia mual, kepala ku terasa berat" keluh Aulia berbalik setelah membersihkan wajahnya, Aulia kemudian berbalik ia terlihat pucat.


"Kita kedokter ya" ucap Dika memapah istrinya keluar kamar mandi.


"Ngak perlu mungkin cuma masuk angin saja" tolak Aulia.


"Masuk angin gimana, aku akan memanggil dokter datang kerumah ini, aku ngak mau kamu sakit, aku khawatir." Jelas Dika memaksa.


Dika menggendong tubuh istrinya yang lemah menuju kamar membaringkanya ia sangat khawatir melihat kondisi istrinya yang lemah. Sudah beberapa hari ia melihat istrinya berbeda terlihat seperti tak bersemangat.ia akan menelpon dokter untuk memeriksakan kondisi Aulia.


Beberapa saat kemudian dokter wanita yang dihubungi Dika telah datang, dokter langganan yang sering mereka panggil merawat mereka.


Dokter mulai mendiagnosa memeriksa Aulia yang berbaring di tempat tidur Dika berada dibelakang memberi jarak membiarkan dokter wanita itu memeriksa istrinya. Dokter memeriksa Aulia sesekali bertanya pertaanya yang tak dimengertinya oleh lelaki seperti Dika yang tak mengerti dunia wanita mengenai masalah datang bulan yang menurutnya tak ada hubungannya dengan sebuah penyakit.


Setelah beberapa saat Dokter berbalik menatapnya mengalungkan stetoskopnya dileher tanda ia telah selesai memeriksa.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter? dia sakit apa?" tanya Dika penasaran.


Dokter tersenyum lalu menjawab dengan ramah.ia melihat raut cemas diwajah lelaki ini.


"Dia tidak apa-apa pak hanya istri bapak lemah karena kondisinya sedang hamil muda" jelas dokter tentang keadaan wanita itu.


Dika tersenyum melihat Aulia yang juga tersenyum padanya,


"Hamil dokter?" Meyakinkan jika ia tak salah dengar.


"Ia selamat ya pak" Dokter memberi selamat pada Dika yang raut wajah cemasnya berubah hilang berganti kebahagiaan. ia sangat bahagia kehamilan Aulia adalah hal yang paling ia nantikan dalam rumah tangganya.


Dika lalu mendekat kearah istrinya yang berbaring ditempat tidur melihat ekor matanya perempuan ini basah terharu akan menjadi ibu.


"Lia kamu hamil" ucap Dika memegang tangan istrinya lalu mengecup punggung tangannya.


"Baiklah saya permisi" Pamit dokter setelah memberi arahan untuk menjaga kandungan.


"Terimah kasih banyak dokter" Dika mengantar dokter wanita itu keluar rumah hingga didepan pintu kemudian masuk kembali setelah melihat bayangan dokter itu telah hilang, Ia akan meluapkan kebahagiaannya setelah berbulan-bulan menikah akhirnya Aulia mengandung buah cinta mereka.


"Lia kita akan jadi orang tua, kita akan punya anak aku sangat bahagia, kita akan punya anak" ucap Dika mengecup seluruh bagian wajah istrinya lalu memeluknya.


"Ia Lia juga bahagia, bapak pasti senang akan punya cucu " ucap Aulia bahagia ia akan memberikan cucu pertama pada bapaknya. ia membayangkan pasti bapaknya sangat bahagia mendengar kebahagian ini.


Dika melepaskan pelukkannya beralih mengelus perut istrinya.


"Ini akan menjadi kabar bahagia untuk semuanya, kita harus memberitahukan mereka semua" ucapnya tersenyum bangga.


Aulia mengangguk tanda setuju.


Kebahagiaan rumah tangga Dika dan Aulia semakin sempurna dengan adanya anak yang akan mengisi hari-hari mereka.Anak yang akan menjadi harapan sebagai sumber kebahagian mereka yang akan dicurahkannya seluruh kasih dan sayang.


****


Disebuah restoran wanita cantik duduk sendiri menunggu dengan gelisah sebuah restoran mewah dengan ruangan yang terdapat hanya meja yang ada dihadapannya dan dua kursi. tak ada orang lain ditempat itu. Ia terus menatap ke arah pintu masuk sesekali menatap jam yag ada di tangannya sambil menggerutu karena telah membuatnya lama menunggu. rencananya gadis ini akan bertemu dengan lelaki yang mengarahkannya untuk menunggu ditempat ini. hingga akhirnya setelah lama menunggu lelaki tampan masuk kedalam dengan tergesa-gesa masuk berjalan dengan cepat.


"Endy kau terlambat setengah jam" ucap Gadis cantik itu agak kesal karena lelak ini telah membuatnya menunggu.


"Ia maaf tadi ambil pesanan, dulu baru kemari" ucap Endy dengan nafas terengah-engah.lalu duduk dikusri kosong yang tersisa satu.


"Pesanan apa sih, lama banget" gadis ini melipat tangan didada mengerucutkan bibirnya, masih kesal.

__ADS_1


"Pesan ini" Endy lalu mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari saku celananya kemudian membukanya memperlihatkan isinya yang ternyata cincin cantik dengan bertahtahkan berlian yang khusus untuk ia siapkan untuk gadis yang ada didepannya.


Gadis cantik ini tersenyum remeh melihat cincin yang diperlihatkan oleh Endy lalu mendengus.


"Endy cincin lagi, cincin yang ditanganku itu sudah terlalu banyak darimu lihat tanganku sudah seperti mbah dukun" keluh gadis cantik ini memperlihatkan jari yang hampir penuh dengan cincin pemberian playboy ini. Sudah tak tahu dimana ia akan sematkan cincin pemberian buaya darat ini.


Gadis ini lalu menaruh telapak tanganya dimeja kemudian mulai menunjuk satu persatu moment saat buaya darat ini memberikannya.


"Lihat ini, cincin ini yang kamu berikan untuk mengikat agar aku terus menunggumu, yang ini untuk memastikan kau menetapkan hatimu padaku, ini untuk keyakinanmu memilihku menjadi istrimu, yang ini agar aku terus menunggumu hingga sahabatmu Dika menikah, yang ini agar aku menunnggumu sampai Nayla lahiran" jelas Gadis menunjuk cincinya satu persatu. lalu mengerucutkan bibir. kemudian kembali berucap


"Memangnya segitu mengerikannya menikah denganku, hingga kau butuh waktu bertahun-tahun mengulur waktu untuk memutuskan dan terus saja memberiku cincin untuk selalu menuggumu, apa kau juga harus bersemedi dulu, agar kau mendapatkan jawaban atas keragu-keraguanmu" Oceh gadis ini yang telah lama menunggu lelaki ini untuk memantapkan hatinya dan iapun selalu sabar menunggu.


"Aku serius Serena ini cincin yang terakhir untukmu, ini cincin pernikahan kita." jelas Endy kali ini ia ingin serius menjalani hubungan dengan Serena gadis yang selalu setia menunggunya, memaklumi setiap tingkangkahnya yang selalu mempermainkan perasaan para gadis.


Serena terbelalak menutup mulutnya seperti sedang kaget dan terpukau bagaimana senang wanita dilamar, padahal ia hanya bercanda, ia dan Endy begitu dekat, sikap mereka sama seperti sahabat pada umumnya tak ada kata romantis diantara mereka berdua.


"Kau serius mengajakku menikah, kau benar dari bertapa dibukit mana hingga akhirnya kau mendapatkan wangsit untuk melamarku" Serena terkekeh ia merasa ragu karena lelaki ini selalu ragu dengan perasaannya hingga menbuat menunggu bertahun-tahun.


"Kau ini aku serius" Endy berdecak kesal.


"Kau yakin" tanya Serena mengernyitkan dahinya. ia sangat mencintai lelaki ini, namun Endy tak memiliki sedikitpun perasaan padanya.


"Mau tidak" tanya Endy seperti tak serius mengajak Serena melangkah kepelaminan.


"Hei..Ndy kau ini melamarku atau mengancamku sih, memohonlah itu juga ngak akan membuat harga dirimu jatuh, sama seperti lelaki lain yang melamar seorang gadis"


"Cepat mau tidak"


"Kenapa kau bisa romantis dengan gadis lain tapi bersamaku" protes Serena. karena ia mengaggap Serena teman wanita terbaik karena itulah Endy susah untuk mencintai gadis ini ia hanya menggangapnya teman.


"Karena itu semua palsu, hanya kau yang tahu baik buruknya aku dan diantara kita sejak kapan kita romantis" jelas Endy.


"Ya baiklah....Serena mau kah kau menikah denganku, menjalani kehidupan bersamaku" Endy mulai serius.


"Bagaimana persaamu padaku, apa kau telah yakin" tanya Serena ia akan menunggu Endy sampai kapanpun ia tak ingin Endy menikahinya karena tekanan sebab itu ia selalu bersikap biasa saja walau sebenarnya hatinya kecewa.


"Ia aku yakin, aku mulai mencintaimu, kerena tak ada wanita yang tulus mencintaiku sepertimu" jelas Endy mengakui perasaannya.


"Baiklah karena aku kasian padamu, karena tidak ada gadis lain yang mau menikah denganmu jadi aku menerimamu" Canda Serena.


"Kau ini, aku benar-benar mencintaimu" ungkap Endy yang kini bisa move on dari bule Jerman mata hatinya telah terbuka, ia telah jatuh cinta melihat ketulusan Serena yang tulus menunggunya dan menerima semua prilaku buruknya.


****


Endy, Aska dan Dika akan bertemu membagi kabar baik masing-masing. Mereka janjian untuk berkumpul ditempat biasa rumah Dika. Mereka bertiga duduk berkumpul dengan wajah bahagia sudah tak sabar menceritakan kabar baik masing-masing.


Dika memulai pembicaraannya itu.


"Aku punya kabar baik untuk kalian"Dika tersenyum menatap sahabat yang berada didepannya.


"Aku juga punya kabar baik" Timpal Endy juga tersenyum tak sabar mengungkapkan kebahagiannya lebi dulu.


"Aku juga ini sangat membahagiakan telah lama kalian tunggu, aku dulu yang menyampaikannya" Aska tersenyum menepuk dada dengan bangga.


"Ngak ada yang lebih bahagia dari punyaku" Dika mengankat telapak tanganya mencegah Aska bicara.


"Ngak Aku dulu ini penting" jelas Endy sahabatnya pasti senang jika ia akan menikah.


" Ngak, aku dulu ini penting" Aska kekeh ia yang mengucapkan kabar bahagia lebih dulu dan ini sangat penting.


"Ngak Punyaku dulu" Dika tak mau kalah kabar kehamilan istrinya adalah yang sangat ditunggu.


"Dengar punyaku dulu" Endy


Akhirnya bukan kabar bahagia yang mereka keluarkan malahan perdebatan sengit mengenai kabar siapa yang paling mengejutkan


"Baiklah" Endy mulai putus asa dan lelah hampir satu jam mereka berdebat.

__ADS_1


"Gimana kalau kita gamreng aja" saran Endy.


"Oke" kompak Aska dan Endy.


Mereka mulai mengibaskan telapak tangan mereka bermain seperti anak kecil seperti anak kecil.


Gamreng...


Sudut bibir Dika tertarik.


"Ye..aku menang" teriak Dika senang


"Apa kabar baikmu? tanya Endy melipat tangan didada disusul Aska memasang wajah datar, kabar bahagianya belum bisa ia ungkapkan.


Dika berdiri menjelaskan, begini kalian akan punya keponakan lagi, Lia hamil sekarang" ucapnya Dika berteriak antusiaas membuat sahabatnya tersentak lalu kompak berdiri memberi selamat.


"Benarkah brother, selamat ya kau akan menjadi ayah, kami akan punya keponakan" Aska berdiri mendekat lalu memeluk kakak iparnya.


"Akhirnya hamil juga tuh anak pak Samad padahal aku deg-deg kan, kirai kamu mandul ka" Canda Endy kemudian terkekeh


"Sialan kau ini" ucapnya kesal lalu memukul kepala sahabatnya.


"Aduh" Endy mengaduh mengusap kepalanya.


"Ya ialah ... kerjamu cuma berkurung bersama istrimu dirumah tapi ngak hamil juga, liat tuh Aska asal dekat dengan Nayla bentar banget tekdung lagi." Canda Endy.


"Endy" teriak Dika mengepalkan tangan gemas pada sahabatnya yang membadingkannya dengan Aska.


"Ia, brother selamat, aku akan punya dua keponakan bule Jerman" Endy memeluk Dika.


Kabar bahagia Dika telah terungkap sekarang giliran kabar bahagia yang lain. kali ini Endy yang langsung menyela lebih dulu.


"Aku dulu" Sela Endy yang langsung berdiri mendahului Aska. Aska hanya berdecak kesal melihat Endy mendahuluinya.


" Aku ingin memberitahukan jika aku sedang mempersiapkan pernikahanku dengan Serena, aku akan menikahinya bulan depan" jelas Endy bahagia yang mulai merancang masa depannya setelah melihat kedua sahabatnya bahagia. ini memeng sudah menjadi janjinya ia tidak akan menikah sebelum sahabatnya bahagia.


"Benarkah, akhirnya kamu akan menikah aku turut bahagia, kami akan sudah punya anak kau bahkan baru mau mempersiapkan pernikahanmu" Kini giliran Dika yang mengejek Endy.


"Kau tenang saja Dika, aku akan kejar ketertinggalan kamu, aku akan cepat punya anak" jelas penuh percaya diri


"Selamat untukmu, kami akan membantumu untuk menyiapkan semuanya, akhinya Serena juga" Ucap Aska.


Mereka kembali duduk setelah saling mengucapkan selamat, saling tersenyum dua kabar itu telah membuat mereka sejenak terlupa jika Aska belum menyampaikan kabar bahagia.


"Aska kamu kamu bilang apa" tanya Endy yang duduk disebelahnya.


"Ya ampun lupa aku ingin memberi tahumu" Aska menepuk jidatnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan" tanya Dika penasaran


"Aku ingin bilang Nayla dirumah sakit dia akan melahirkan hari ini" jelas Aska panik ia sebenarnya diperintah Nayla untuk menjemput kakak iparnya untuk menemani dirumah sakit akan terasa nyaman jika ada sesama wanita yang mengerti mereka, bukan dikelilinging oleh 3 lelaki yang selalu berdebat heboh.


"Apa?" Kompak Endy dan Dika berdiri terkejut dan mulai panik senyuman yang tadi diwajah mereka seketika sirna.


"Dia menyuruhku menjemput Aulia"


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi" hardik Dika padahal mereka yang memberikan Aska kesempatan untuk bicara.


"Aku dari tadi bilang aku dulu kabarku ini penting tapi kalian bilang kabar kalian lebih penting" ucap Aska membela diri.


"Sudahla ayo cepat kita pergi" titah Dika


Akhirnya mereka semua pergi menuju rumah sakit dimana Nayla akan melahirkan dan tinggal menunggu Aska membawa kakak dan kakak iparnya setelah itu operasi sesar pun akan segera dimulai. Aulia yang lemah memutuskan untuk ikut walaupun kondisinya tidak memungkinkan ia ingin mendampingi Nayla.


.


.

__ADS_1


.


.Like, coment vote...


__ADS_2