
Bintang bertaburan di langit malam telah larut dingin malam merasuk kedalam jiwa. Sebuah mobil sedan putih terlihat masuk ke dalam gerbang rumah Dirga, dia adalah Aska pemuda gila kerja yang selalu pulang saat larut malam. Aska turun dari mobil setelah supir membuka kan pintu mobilnya berjalan memasuki rumah yang disambut oleh orang yang mengurusnya sejak kecil dia adalah bibi May selalu setia dengan kegiatan malamnya menyambut tuannya .
"Selamat malam tuan" Sapa bibi May berdiri di depan pintu dengan senyum menggembang.
"Malam bibi May" Sapa Aska tersenyum hangat membuka jas yang ia kenakan lalu memberikannya pada bibi May, lalu ia menghempaskan tubuhnya ke sofa untuk melepaskan sedikit penatnya.
"Apa yang dia lakukan hari ini bibi May?apa dia makan dengan baik? Dia tidak bekerja terlalu beratkan?" Tanya Aska khawatir tentang keadaan istrinya, selama Nayla masuk ke dalam rumah ini dan menjadi istrinya tak ada sehari pun ia tak bertanya kabar Nayla pada bibi May saat pulang dari bekerja. Bibi May pun secara sigap memberikan laporan tentang kegiatan Nayla di rumah ini.
"Dia sangat sibuk belajar tuan, selama seminggu ini bahkan ia tak pernah lagi ke taman bunga. dan untuk makan dia hanya turun kebawah saat waktu makan tiba, tapi akhir-akhir ini dia juga ia sering terlupa untuk makan dan saat terlupa kami akan mengantarkan makanan untuknya" Jelas bibi May secara detail.
"Perhatikan waktu makannya bibi May jangan sampai ia melewatkan makannya, dia suka lupa waktu jika belajar, aku tak mau dia jatuh sakit nanti, tolong jaga dia untukku bibi May" Jelas Aska meminta seolah yang dia perhatikan itu masih anak-anak yang tak tahu yang mana benar dan salah.
"Anda tidak perlu khawatir tuan saya akan menjaga adik anda ......eh istri anda ." Ralat bibi May sedang menggoda Aska.
__ADS_1
"Bibi May cinta itu tak pandang perbedaan mau dia terlihat seperti adikku, aku tidak peduli aku mencintai istri kecilku itu" Jelas Aska bangga.
"Ia tuan saya juga tahu anda tergila-gila padanya, baiklah tuan selamat malam, selamat beristirahat " Ujar bibi May.
Aska lalu pergi meninggalkan bibi May menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamar masuk perlahan langsung menuju tempat tidur untuk melihat Nayla. saat ia sangat lelah melihat wajah Nayla tertidur adalah cara ampuh menghilangkan lelahnya namun saat ia berada di samping ranjang, gadis itu tak ada disana hanya ada guling pemisah mereka yang terletak di tengah ranjang.
Melihat istrinya tak ada di kamar, Aska menarik nafas dalam lalu menghembusakannya perlahan ia merasa saat ini tubuhnya terasa remuk, ia membalik tubuhnya menyeret kakinya mencari Nayla sebenarnya ia telah menebak dimana Nayla gadis itu pasti sedang berada diruang baca. Aska lalu menuju ruang baca masuk ke dalam melangkah perlahan ia melihat Nayla sedang tertidur pulas dilantai beralaskan karpet dengan buku terbekap didadanya, disampingnya penuh dengan kertas coretan dan buku yang berserekan dilantai. Aska duduk bersimpuh memberesakan semua buku dan kertas yang berserakan di lantai menyusunnya dengan rapi kemudian menaruhnya di meja dan kembali lagi disamping Nayla, duduk memperhatikan wajah itu mengusap pipinya, menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantiknyanya, melihat Nayla tertidur dilantai dalam keadaan seperti itu rasa iba dihati Aska menyeruak sejak mengambil ciuman pertamanya, gadis ini menjadi lebih giat belajar, setiap hari terus belajar tak mengenal lelah, tidur disembarangan tempat dengan buku terbekap didada terkadang ia tertidur disofa kamar, disofa ruang baca sekarang dilantai, hampir setiap hari juga Aska akan menggendongnya ke tempat tidur.
"Maafkan aku Nay, kau harus bekerja keras seperti ini, sebenarnya walau kau gagal pun ,aku juga tidak akan memaksamu untuk malam pertama denganku ,aku hanya mengalihkan perhatianmu agar kau tak berhubungan lagi dengan Endy " Gumam Aska.
Aska menarik nafas dalam ia sangat lelah, ia memutar kepalanya untuk meregangkan otot-otot yang tegang, ia seperti tak punya tenaga jika biasanya dia akan menggendong tubuh Nayla kembali kekamar menyelimutinya, sekarang ia tak mampu, ia merasa sangat lemah. Aska merebahkan tubuhnya di samping Nayla ia ingin istirahat sejenak memulihkan tenaganya nanti saat tenaganya telah kembali dan tubuhnya kembali segar ia akan menggendong Nayla kembali ke kamar itu fikirnya.
Aska berbaring di samping Nayla memiringkan tubuhnya, wajah mereka bertemu ,ia memeluk tubuh itu mengecup keningnya ,lalu bermain dengan wajah Nayla, ia menekan hidung Nayla dengan telunjuknya meraba pipinya mencubit dengan gemas, garis bibirnya tertarik naik dia seperti sedang bermain boneka, yang bebas dia sentuh tak bergerak sedikit pun, ia melihat bibir mungil Nayla mengusapnya dengan telunjuk tangannya ia teringat bibir manis itu ketika ciuman pertama mereka, ia ingin merasakan bibir itu sekali lagi, ia memajukkan kepalannya menempelkan bibirnya, ia kembali memberikan kecupan dibibir itu sekarang dia melakukan apa yang dia inginkan karena cuma tidur lah kesempatan itu ada setelah melayangkan kecupan ia melihat kembali wajahnya setiap melihat wajah Nayla hatinya akan terus bertanya-tanya.
__ADS_1
"Apakah kelak kau bisa membuka hatimu untukku Nay? kapan kau bisa mencintaiku? sampai kapan aku menunggumu? andai kau tahu betapa sesaknya dadaku mencintaimu seperti ini, sikap dinginmu padaku, kau tak pernah tersenyum lagi padaku, tak ingin disentuh olehku, jangan perlakukan aku seperti ini hatiku sakit. jika kau hanya menganggapku kakakmu
tak masalah bagiku tapi kembalilah ceria seperti dulu jangan menghindariku, maafkan aku jika cintaku membuatmu menderita .....aku juga tak berdaya dengan rasa ini, aku hanya ingin terus bersamamu baik kau memandangku sebagai kakakmu atau suamimu." Batin Aska.
Setelah lama bermain dengan wajah itu dan tersenyum sendiri tanpa sadar kantuk mulai menyerang, ia memejamkan matanya, ia sudah tak dapat menahan kantuk, tak perduli jika dia sedang tidur dilantai yang dingin dan hanya beralaskan karpet, ia memeluk tubuh Nayla erat untuk saling menghangatkan tubuh mereka. ini adalah pertama kalinya ia tidur dengan Nayla tanpa guling tanpa pemisah, entah apa yang akan terjadi jika besok pagi Nayla terbangun Aska berada disampingnya dan memeluknya.
.
.
.
.
__ADS_1
.Like,Coment,Vote Ya.......