Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
membujuk


__ADS_3

Matahari bersinar cerah masuk melalui celah jendela kamar, Aska menggeliat perlahan merasa tak bisa menggerakan tangannya yang terasa kebas, tubuhnya terkunci mungkin efek perkelahian kemarin itu fikirnya. ia membuka matanya perlahan mengerjap namun betapa terkejutnya ia ketika matanya membulat sempurna, Nayla sedang tertidur pulas memeluknya ia serasa bermimpi jantungnya berdetak dengan sangat kencang ia kesulitan kesulitan bernafas karena terlalu bahagia, ia terdiam membatu menikmati pelukan Nayla ini adalah kesampatan yang tak boleh terlewatkan.


Nayla mulai menggeliat mengumpulkan nyawanya membuka perlahan matanya, ia terkejut melihat tubuh lelaki yang berada disampingnnya ia melepaskan pelukannya dengan cepat dari tubuh Aska lalu kembali teringat ucapan Dika Untuk untuk mencoba menerima Aska. ia kembali memeluk erat tubuh Aska, Aska yang berfikir keras dengan perubahan sikap Nayla semalam ia masih ingat bagaimana bule Jerman ini pergi dari Kamar meninggalkannya sekarang berubah memelukknya erat .


Nayla bangun dari tidurnya ia masih duduk dikasur, Aska menyipitkan matanya sedikit mengintip tentang apa yang akan dilakukan Nayla, saat ia melihat Nayla bergerak Aska kembali memejamkan rapat matanya berpura-pura tertidur, ia merasa ada pergerakan dia atas kasur ia mengira Nayla telah beranjak dari tempat tidur namun saat ia membuka matanya bibir Nayla telah mendarat di pipinya ia membulatkan matanya sesaat lalu dengan cepat pura-pura tertidur lagi wajah memerah, nafasnya tak beraturan, rasanya tubuhnya membeku hingga saat Nayla keluar ia memegang terus pipi bekas ciuman Nayla. mimpi apa aku semalam itu fikirnya


Siang hari setelah selesai berkumpul untuk makan siang bersama. mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Aska berada di ruang santai keluarga duduk termenung memikirkan berubahan sikap Nayla yang tiba-tiba berubah. Ia terus berfikir hingga Dika datang membawa beberapa minuman bersoda yang dibawa dari arah dapur.


"Aska ada hal penting ingin yang ingin aku bicarakan padamu" Ujar Dika duduk disamping Aska menawarinya satu kaleng minuman bersoda yang lalu di sambut oleh Aska


"Katakanlah" Aska membuka minumannya lalu menengaknya.


"Masalah hubunganmu dengan Nayla" Ucap Dika santai menatap Aska.


Aska mengernyitkan dahinya menatap Dika tajam.


"Aku rasa pamanmu mulai mencurigai hubunganmu dengan Nayla" Dika menengaggak minumannya.


"Itu tidak mungkin dia tahu kita sudah hidup bersama bertahun-tahun dan yang ia tahu aku menganggap Nayla adikku " Jelas Aska.


"Aku rasa tidak begitu, penyerangan kemarin terjadi pasti ada hubungannya dengan Nayla, karena ia melihat Nayla, anak buahnya seperti curiga Nayla tidak ke Jerman!."Jelas Dika memberi tahukan kesimpulannya.


Aska menarik nafas panjang berfikir sejenak


"Baiklah kali ini aku akan lebih berhati-hati lagi, kejadian seperti ini tak akan terulang lagi aku akan menyuruh Aldy menambah pengaman pengawal dan memperketat keamanan untuk kami kamu tenang saja, aku akan melindungi adikmu dengan nyawaku." Jelas Aska meyakinkan Dika menepuk bahu sahabatnya itu


"Aku tahu kamu akan menjaganya, tapi sampai kapan kau hanya bertahan, kau tidak melakukan apapun untuk pernikahan ini, kau lupa tujuanmu menikah?" Jelas Dika.


"Apa maksudmu" Tanya Aska mengernyitkan dahinya wajahnya penasaran.


"Aska kau butuh anak" Ujar Dika singkat.


"Anak" Aska membelalakan matanya mendengar ucap Dika ia terdiam tak pernah sedikit pun ia mengungkit masalah anak, dalam pernikahannya walaupun ia sangat menginkannya, baginya memiliki Nayla sudah cukup baginya.


"Ia anak, kalian harus memiliki anak" Timpal Dika


"Tapi aku tak akan menuntutnya untuk memberiku anak, lagi pula ia pasti belum siap" Ujar Aska.


"Aska kau harus bergerak cepat, sebelum pamanmu tahu hubungan kalian dan kesempatan ini harus kau gunakan sebaik-baiknya"Jelas Dika


"Aku tidak akan memaksanya melakukan itu" Aska menolak


"Sampai kapan kau menunggunya sudah berbulan-bulan kalian menikah, belum ada tanda-tanda ia mencintaimu" Ujar Dika.


"Sudahlan biarlah seperti ini aku tidak akan melakukannya, jika dia tidak ingin" Tolak Aska


"Bodoh ......kau tenang saja aku telah membujuknya semalam, ia akan melakukannya" Ujar dika kembali menengak minumannya.


"Kau pasti menekannya lagi" Tebak Aska dengan tatapan tajam.


Dika lalu meletakkan kaleng minumannya dengan kasar dilantai


"Jangan menyangkal Aska itu harapanmu kan, kau sangat menginginkannya dan ini kesempatanmu memilikinya" Jelas Dika seringai diwajahnya, sebenarnya Dika hanya ingin agar hubungan Aska dan Nayla berkembang ke tahap selanjutnya. ia ingin memberikan sedikit kebahagian dengan sahabatnya itu dengan memberikan haknya sebagai suami walaupun hanya sekali.


Pantas saja sikapnya berubah padaku ia memeluk, menciumku ternyata itu perintah Dika, aku tak mau ia terpaksa melakunya aku takut melukai hatinya dan kembali bersikap dingin dan menghindariku sama seperti ketika aku mengambil ciuman pertamanya, walaupun sebenarnya aku sangat ingin melakukannya menyalurkan hasrat yang telah lama kupendam batin Aska


"Kau gila kau memaksanya menyerahkan dirinya padaku ! ingat dia adikmu sendiri" Bentak Aska suaranya mulai meninggi


"Kau yang gila .......Siapa suruh kau memaksa untuk menikah dengannya dari dulu aku dan Endy menyarankanmu untuk mencari wanita lain kau malah menghabiskan waktu menunggunya, begitu banyak wanita di luar sana yang sempurna dan menginginkanmu kau malah tergila-gila pada bocah yang hanya menggangapmu kakak" Ujar Dika mengungkapkan fakta menyakitkan.


"Dika hentikan" Bentak Aska mencengkeram minuman kaleng bersoda Aska.


"Jika dulu kau menikah dengan wanita lain mungkin sekarang kau sudah memiliki banyak anak" Jelas Dika mengingatkan Aska bahwa ia salah telah memilih Nayla.


"Tidak mungkin aku menikah dengan wanita lain seumur hidupku aku hanya mencintai satu orang gadis dan itu adikmu" Ucap Aska lirih tertunduk.


"Kalian akan melakukannya malam ini, aku akan membicarakan dengan Nayla" Tegas Dika


"Malam ini" Aska menelan salivanya.


"Ia malam ini, kau siapkan saja tenagamu, aku harap Nayla segera hamil, beri aku keponakan, adik ipar" Dika menggoda Aska mengangkat alisnya lalu kembali minum.


Aska terdiam memikirkan yang akan dia rencanakan malam nanti dengan Nayla, sebuah malam pertama yang telah dia dambakan sebernanya ia tak menafik apa yang dikatakan Dika ia sangat mengingikan itu dari Nayla, ia lelaki normal yang punya hasrat apa lagi pada orang yang telah ia tunggu setelah sekian lama namun ia tak pernah membayangkan, ia akan melakukannya dibawah tekan seperti ini.

__ADS_1


Endy keluar dari kamar berjalan menuju kedua sahabatnya lalu ikut bergabung dengan duduk diruang santai, ia meraih minuman kaleng bersoda yang ada dihadapannya


"Kalian sedang membahas apa?" Membuka kaleng bersoda lalu menengaknya.


"Malam ini Nayla dan Aska akan melakukan malam pertamanya" Jelas Dika santai menatap kearah Endy, ia ingin tahu reaksi Endy


Benar saja Endy tersedak menyemprotkan minuman yang dia tengak, terkejut mendengar ucapan Dika ia lalu terbatuk memukul dadanya.


"Kenapa"Tanya Dika dengan seringai diwajah


"memang tuh bule Jerman mau" Tanya Endy menatap tajam kearah Aska.


"Tenang saja, aku sudah bicara padanya" Jelas Dika.


"Gimana perasaanmu" Tanya Dika


"Sakit sih "Endy memegang dadanya" Tapi ini demi Aska itu sudah menjadi hak, aku hanya mau kalian juga mengerti jangan menyuruhku memberi jarak pada Nayla karena aku ngak bisa, biarlah aku tetap menjadi kakak tersayangnya" Ujar Endy dengan tatapan sendu.


Nayla berjalan melalui mereka tersenyum manis menuju dapur seperti ada sedang sesuatu yang membuatnya senang, tak beberapa lama kemudian ia keluar dari dapur membawa nampan yang diatasnya berjajar beberapa gelas kopi, Nayla berjalan melalui mereka membuat mereka bersitatap saat Nayla tak menawarkan kopi itu pada mereka, membuat mereka sedikit kesal pada bule Jerman itu. namun saat terdengar petikan gitar dari teras rumah, mereka akhirnya tahu itu adalah Aldy dan teman-teman pengawal Aska yang disering disebut Nayla geng pemuda tanpa masa depan.


sampai habis nyawaku


sampai habis usia maukah dirimu


jadi teman hidupku


Bidadari tak bersayap


"Ah... lagu mereka, sangat mengenai perasaanku jika aku ingin mengutarakan isi hatiku lebih baik aku memakai lagu ini" Jelas Endy ekor matanya mengarah ke Aska.


"Kenapa lagi Aldy menyanyi lagu itu akan kupotong gajinya jika mereka bernyanyi sembarangan" Batin Aska gemas dengan lagu geng yang selalu bernyanyi dan menyingung perasaan mereka.


"Endy kau menyindirku" Aska membulatkan Matanya menatap Endy.


"Opps....kau merasa tersindir......ha......haa.."Endy menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu terkekeh .


"Apa susahnya sih bilang cinta sama bule Jerman itu,kau membuatnya semua menjadi rumit"jelas Endy


"Endy biar aku yang mencintainya, aku tak perlu mengungkapkannya" Jelas Aska


yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari Aska tepat mengenai wajahnya.


"Aduh....coba saja aku punya kesempatan mengejarnya sudah pasti ia akan menjadi milikku" Jelas Endy dengan percaya diri dengan membusungkan dadanya


kering air mataku


mengingat tentangmu


tentang kita yang tak jodoh


t2 tak jodoh


Aska tertawa keras mendengar lagu geng pemuda masa depan sedangkan Dika tersenyum pipinya menggembung menahan tawa mengalihkan wajah tak mau Endy melihatnya tertawa.


"Endy lagunya pas sekali denganmu," Aska tertawa terpingkal-pingkal memegang Perutnya, lucu dengan nasib Endy yang tak mendapatkan cinta dari Nayla.


"Sialaan kamu" Umpan Endy giliran Endy yang melempar Aska bantal.


"Ngenes banget ya Endy, ngak jodoh" Ejek Aska terkekeh.


"Itu karena aku ngalah aja sama kamu, jadi dia nikah sama kamu" Ujar Endy memasang wajah masam melihat sahabat yang menertawakannya


"Hentikan bercandannya kalian fokus rencana untuk malam nanti, kalian seperti anak kecil saja itu hanya lagu" Ujar Dika menjadi penengah dua pemuda ini.


aku mentari tapi tak menghangatkamu


aku pelangi tak memberi warna dihidupmu


selalu itu yang kau ucapkan padaku


sebagai kekasih yang tak dianggap


aku habis mencoba mengalah

__ADS_1


kekasih tak dianggap


kali ini Endy yang tertawa keras mendengar lagu geng pemuda masa depan dan Dika wajahnya sudah memerah menahan tawa.


"Aska lagunya cocok banget sama kamu tinggal ganti dikit aja suami tak dianggap "Endy terus tertawa.


"Sialan Aldy kupotong gajinya 30 persen, endy berhenti tertawa" Teriak Aska.


"Nyesek ya Aska" Ejek Endy memegang dadanya


"Endy" teriak Aska mendekat ke Endy lalu menaruh kepala Endy dibawah ketiaknya menjepit kepala itu dengan lengannya


"Ampun ngak?" Tanya Aska.


"Aduh Aska lepaskan" Endy berontak.


"Ini karena kau menertawakan nasib percintaanku" kesal Aska


"Aska lepaskan," TeriaK Endy.


"Hentikan kalian, itu hanya lagu" Jelas Dika santai melihat pergulatan mereka yang konyol." Jangan seperti anak kecil hanya karena nyanyian geng pemuda masa depan itu, berantem hanya karena masalah sepele. Sudah hentikan! tingkah kalian kekanak-kanakan sekali." ucap Dika kembali menasehati dua sahabatnya yang bergumul. Hingga sebuah lagu dari luar kembali terlantun indah. Yang Membuat mulut Dika seketika terbungkam dan membulatkan matanya.


"Kasih.....sampai kapan kau gantung


cerita cintamumu memberi harapan


hingga mungkin ku tak sanggup lagi "


gantung.


Endy dan Aska masih bergumul, duduk bersila berhadapan, saling mencekik leher yang ada didepannya, Perkelahian itu terhenti dan mengendorkan tangan yang ada di leher, lalu tercengang sejenak saling pandang dan tersenyum devil penuh arti, mendengar lagu geng pemuda masa depan, kemudian mereka berdua kompak menghadapkan pandangannya pada Dika lalu tertawa keras.


"Ha......Ha....Ha.......


"kayaknya mending nyesek" Ucap Aska menatap Endy mencari pembenaran dan dukungan dari pemuda yang ada di hadapannya.


"Mending ngenes ya Aska dari pada di gantung" Ucap Endy tertawa menyindir Dika yang telah berpacaran bertahun-tahun namun Caren tak kunjung mau menikah dengannya dengan alasan tak jelas.


"Hahahaha Dika.... Gantung." kompak Endy dan Aska.


Dika yang tadi hanya terus menasehati dua sahabatnya karena tersinggung dengan lagu dan diam-diam menertawakan percintaan mereka. sekarang juga mulai kesal karena kisah percintaannya juga masuk menjadi deretan lagu sepenggal geng pemuda masa depan,


"Kalian berdua........awas kalian .....Aska usir pengawalmu dari sini" Dika bangun dari duduknya kesal merasa tersindir dan emosi saat sahabatnya ikut menertawakannya dia juga akan ikut bergumul dengan sahabatnya.


"Dika itu hanya sebuah lagu, gantung" Kompak Aska dan Endy mengucapkannya lalu tertawa.


"Aska kabur" Ucap Endy berdiri


"Ayo lari Endy yang digantung tersindir" Ucap Aska yang juga berdiri menghindari amukan Dika.


Aska dan Endy berlari keluar meninggalkan Dika yang masih kesal menuju teras rumah di lihatnya Nayla duduk tenang seperti sedang menyaksikan pertunjukan dihadapan berapa orang, menyanyi lalu Endy dan Aska berlomba duduk disamping Nayla .


melihat Aska berada diteras Aldy dan geng pemuda masa depan menghentikan lagunya.


"Aldy wajah tuan Aska memancarkan aura potong gaji, firasatku mengatakan akan potong gaji lagi ini kali ini" Jelas orang yang dibelakang Aldy.


.


.


.


. Ayo kalian pilih yang mana dari nasib tiga cowok ini yang paling menyedihkan.


Aska: nyesek. Sangat mencintai nayla bertahun tahun-tahun, Udah nikah tapi ngak dianggap suami hanya bisa memendam cinta.🤧


Endy: ngenes. punya peluang mengejar cinta nayla dan membuatnya cinta tapi sayang ngak bakal jodoh di ikhlasin untuk sahabatnya..😓


Dika: gantung. pacaran bertahun-tahun tapi sang pacar ngak mau di ajak nikah entah apa sebabnya.😱


Atau yang satu lagi nih: geng pemuda masa depan yang telah melihat Aura potong gaji dari sang bos. Mana banyak cicilan lagi.😭😭😭😭 Punya bos sama temannya tega gampang banget tersinggung. Percintaannya yang menyedihkan malah nyalain lagu sepenggal mereka.🤧🤧🤧🤧Merekakan hanya menghibur diri, pusing jadi pengawal mulu. pembaca aja terhibur dengan lagunya sampai tertawa kenapa 3 pemuda ini tidak. malah potong gaji. pembaca aja selalu menunggu lagu hits mereka.


.

__ADS_1


Like,coment,favorit,vote ya........


__ADS_2