Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
ngambek


__ADS_3

Malam telah berganti siang matahari telah naik bersinar dengan cerah, Nayla dan Aska masih berada dalam kamar tidur berpelukan dibawah selimut, dan tertidur saat dini hari setelah bergadang semalaman. Nayla menggeliat perlahan dalam pelukan Aska mengumpulkan nyawanya, tubuhnya terasa remuk seluruh tenaganya terkuras habis karena melayani Aska semalaman, ia membuka matanya perlahan terkejut saat matanya terbuka sempurna Aska sedang menatap wajahnya lekat membuatnya menjadi canggung.


"Pagi Nay" Sapa Aska tersenyum lebar penuh kebahagiaan mengeratkan pelukannya yang hingga saat ini belum tertidur karena tak mau kehilangan moment berdua dengan Nayla


Nayla hanya terdiam memasang wajah datar ia bersiap untuk beranjak dari tempat tidur namun semakin ia bergerak Aska semakin mengeratkan pelukannya.


"Kak Aska lepaskan" Protes Nayla


"Sebentar lagi Nay, tetap disini" Tahan Aska membenamkan kepala Nayla didadanya.


"Waktu kakak sudah habis, ini sudah siang" Berontak Nayla dalam pelukan Aska.


Aska tetap tak melepaskan pelukannya ia masih ingin bersama Nayla rasanya semalam tak cukup untuknya berdua dengan Nayla, rasanya waktu sangat cepat berlalu.


"Kak Aska, Nayla mohon" Suara Nayla lirih matanya mulai berkaca-kaca.


Aska melonggarkan pelukannya, membiarkan Nayla untuk bangun, dia melihat ekor mata Nayla yang basah ia menjadi tak tega, Nayla menggumpulkan selimut didadanya menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun, saat ia hendak beranjak Aska menahannya.


"Tunggu dulu Nay" Aska menarik sebelah tangannya mencegahnya pergi dari tempat tidur .


Nayla terdiam kembali duduk ia menekuk lututnya membunyikan wajahnya dilutut lalu menangis terisak "Hiks.....Hiks......." Mengeluarkan segala rasa sedihnya yang semalam sudah ia tahan dengan susah payah, akhirnya keluar juga, walaupun ia yang memaksa Aska melakukannya tetap saja ia sangat sedih, tugas dari kakaknya sangat berat untuknya. Aska yang mendengar suara tangisan Nayla lalu dengan cepat terduduk.


"Kamu kenapa Nay?" Tanya Aska memeluk Nayla menyenderkan kepala Nayla didadanya.


Nayla terus terisak dalam pelukan Aska sedangkan Aska hanya terdiam menunggu gadis yang dicintainya ini puas meluapkan segala kesedihannya ia mengerti Nayla, ada rasa bersalah dalam dirinya ialah penyebab tangisan itu.


"Nay sudah kehilangan hal yang paling berharga, kebanggaan Nay sebagai seorang gadis" Jelas Nayla terisak air matanya mengalir deras.


"Kamu menyesal melakukannya" Tanya Aska mengusap kepala Nayla


"Nay cuma merasa ngak ada harganya lagi"


Aska melepaskan pelukannya mengarahkan pandangannya pada Nayla ia menangkup wajah Nayla dengan kedua tangannya

__ADS_1


"Nay jangan bilang begitu, tidak akan ada yang berubah kamu akan selalu menjadi yang paling berharga untuk kakak, paling penting dalam hidup kakak, apa pun yang terjadi kakak akan selalu disampingmu, sudah jangan menangis lagi" Aska mengusap pipi Nayla yang basah karena air mata.


"Nay, kakak mohon setelah ini jangan berubah ya......jangan menjauhiku, kakak sedih jika kamu menghindariku dan bersikaplah seperti dulu memintalah apapun, bermanja-manjalah, merengeklah seperti dulu yang sering kamu lakukan, kakak rindu kamu yang dulu yang selalu ceria, manja" Jelas Aska yang sangat takut Nayla manjauhinya sama seperti kejadiaan saat ia mengambil ciuman pertamanya.


"Nayla akan mencobanya" Ujar lirih dan mendapatkan ciuman di keningnya oleh Aska.


*****


Dika berada di dapur duduk dimeja makan sambil mengaduk kopi pandangannya kedepan namun tatapannya kosong fikirannya sedang melayang memikirkan Endy,


Endy datang menarik kursi yang berada disebelah Dika lalu duduk dengan wajah lesu dan tak punya semangat dari kantung matanya terlihat jelas bahwa lelaki ini tak tidur semalam.


"Bagaimana perasaanmu? kamu sudah baikan?" Tanya Dika lalu mengesap kopinya, ia membahas kejadian semalam saat Endy tiba-tiba pergi saat mendengar erangan Nayla.


"ini semua karenamu, kenapa juga kau mengajakku menjaga orang yang lagi malam pertama" Jelas Endy kesal pada Dika padahal sebenarnya ia juga sedang memastikan hatinya sampai sejauh apa dia siap merelakan keduannya bersama.


"Aku hanya ingin melihat seberapa tegarnya kau melihat kebersamaan Nayla dan Aska dan itu juga bukti jika kamu harus move on, cari pengganti Nayla, ia sudah milik Aska seutuhnya" Jelas Dika santai meminum kopinya


Endy menarik nafas ia memutar bola mata malas.


Nayla masuk kedalam dapur terdiam tanpa menyapa mereka ,Dika dan Endy hanya saling bertatapan, Nayla lalu membuka kulkas mengambil bahan makanan ia akan memasak. Endy hanya terdiam memperhatikan gerak-gerik Nayla bola matanya bergerak mengikuti langkah Nayla.


"Kenapa bule Jerman apa dia marah?" Tanya Endy berbisik tatapanya masih kearah Nayla matanya terpusat pada leher putih bule Jerman yang merah, banyak bekas kecupan, kemudian membuang pandangannya.


Dika hanya mengangkat bahunya, dia juga tidak tahu membaca raut wajah Nayla. Aska masuk ke dalam dapur ia telah rapi, wajah tampannya bersinar walaupun ia tidak tidur semalaman, berbeda dengan wajah suram Endy yang tak tidur semalaman ia melihat Endy dan Dika memperhatikan Nayla


"Apa yang kalian lihat?" Tanya Aska menuju kulkas mengambil air dingin lalu duduk berhadapan dengan Endy, menuang minuman ke gelas lalu menengaknya.


"Tidak .....cie.....cie.. Yang habis malam pertama wajahnya bersinar, Aska akhirnya kau malam pertama juga." Goda Endy membuat seisi ruangan menjadi canggung dan sukses mendapatkan tatapan tajam dari ketiganya


Aska membulatkan matanya melihat kearah Endy, sorot matanya mengatakan jangan bahas masalah malam partama.


"Aska wajahmu memerah jangan malu-malu" Goda Endy lagi ia menikmati wajah Aska yang bersemu

__ADS_1


"Endy diam" Bisik Dika menyikut perut Endy sambil tersenyum kecut ke arah Nayla


"Aska berapa ronde semalam?" Endy terus saja menggoda Aska ala pengantin baru


"Endy hentikan" Aska menendang kaki Endy dari bawah meja


Aska dan Dika tahu Nayla pasti tidak nyaman membahas masalah semalam apalagi sekarang melihat wajah Nayla mulai kesal.


"Kalian pasti melakukannya semalamankan? hebat Aska banyak sekali bekas kecupan dileher Nayla" Ucap Endy tersenyum licik.


Dika membelalakan matanya berdiri, membekap mulut Endy dengan kedua tangannya yang semakin tidak terkendali agar ia berhenti bicara, lalu tersenyum pelik kearah Nayla.


Nayla yang mendengar ocehan Endy tiada henti menjadi geram dan emosi.


Prak.......Nayla membanting peralatan masaknya dengan keras, membuat ketiga pemuda itu tersentak kaget. Nayla melangkahkan kakinya akan meninggalkan dapur kemudian berkata.


"Aku tak mau memasak lagi hari ini" Bentak Nayla dengan suara lantang berlalu berjalan menghentak kan kakinya meninggalkan mereka bertiga.


Dika, Endy,dan Aska terdiam membisu melihat kemarahan Nayla, tak berani dengan bule Jerman yang mengeluarkan jurus andalannya.


"Nah kan jurusnya keluar lagi, kau membuat bule Jerman marah" Ucap Aska lemas bersandar disandaran kursi.


"Ini semua karenamu" Ucap Dika melepaskan tangannya dari mulut Endy lalu mengejar adiknya"Nay .......Nayla...." Panggil Dika.


"Kau harus tanggung jawab kau membuat Nayla marah, kau membuatku kelaparan hari ini " Ucap Aska kesal menendang kaki Endy dengan keras dari bawah meja.


"Aw......Aska aku kan hanya bercanda" Endy mengelus kakinya dibawah meja.


Akhirnya jurus Nayla keluar lagi itu adalah kata-kata yang sangat ditakuti Aska dari Nayla karena sudah dipastikan ia akan kelaparan.


.


.

__ADS_1


.


.like,coment, vote Y.


__ADS_2