Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
membalas


__ADS_3

Aska dan Dika memacu kendaraan dengan cepat menuju rumah Aska, tidak memakan waktu lama Max telah meringkus dan telah memberi kabar jika dia telah mendapatkan paman Yuga. Dika ikut dengan Aska karena ia tak mau Aska menjadi lemah dan akhirnya melepaskan pamannya, ia ingin semua ini berakhir dan bisa membalas perbuatan paman Yuga atas apa yang telah ia lakukan pada Aldy dan Nayla.


Tak lama beberapa saat kemudian merekapun sampai mobil terparkir didepan rumah Aska, sejenak mereka terdiam Aska menarik nafas dalam memikirkan apa ia sanggup melukai pamannya, namun saat teringat kondisi Nayla yang mengenaskan dan terbaring dirumah sakit membuatnya amarahnya kembali memuncak, ia turun dari mobil dengan cepat ia melangkahkan kakinya disusul Dika yang berjalan dibelakangnya mereka berjalan keruang bawah tanah tempat saksi penderitaan Nayla dan Aldy.


Aska sampai didepan ruangan ia masuk kedalam, disana ia melihat pamannya dalam kondisi terikat duduk di kursi dikelilingi anak buah Max, tanpa kata-kata Aska kemudian maju.


"Aska... Maafkan paman ampuni paman" Ucap lelaki itu gemetar ketakutan melihat Aska berjalan mendekat dengan tatapan marah.


Buk.....Buk.....Buk......" Tanpa kata-kata Aska lalu melayangkan pukulan bertubi-tubi kearah paman Aska.


Semua orang yang didalam ruangan itu terdiam tanpa kata menyaksikan Aska terus menghajar pamannya Dika dan Maxpun hanya berdiri berdampingan melihat Aska menghajar paman Yuga seperti harimau menerkam mangsa.


"Aska ampuni paman ......Maafkan paman" Ucap paman yuga nafasnya tersengal saat aska mengangkat tanggannya ingin menghajarnya kembali pamannya, namun ia merasa iba dengan rintihan pamannya.


Aska menghentikan pukulannya ia menurunkan kepalan tangannya, ia berdiri tegak lagi-lagi ia tak berdaya.


"Aska ampuni paman .......Hiks...Hiks..." Paman Yuga terisak wajah tertunduk memohon.


Aska berdiri dihadapan pamannya yang gemetar ketakutan, ia memasukkan tangannya disaku celana"Paman aku telah banyak diam selama ini, kau mencoba membunuhku, aku hanya diam. karena aku menggapmu keluargaku" Ucap Aska tertunduk dadanya terasa sesak orang yang ia anggap keluarga tidak pernah menggapnya keluarga.


"Maafkan aku Aska " Dengan suara terendah memohon ampun namun Aska masih memasang wajah mematikan.


"Kau tahu paman dengan semua yang kumiliki, harta, kekuasan apapun bisa kulakukan, membunuh siapapun bisa aku lakukan,apalagi hanya untuk membunuhmu orang rendahan sepertimu, aku hanya cukup menjentikan jariku, jika aku mau kau sudah berakhir dari dulu, sama seperti ini lihatlah dengan mudah kau berada dihadapanku, dalam keadaannya menyedihkan" Aska dengan tatapan tajam dan seringai jahat diwajahnya.


Paman Yuga terdiam ia tak bisa berkata-kata ia menyesali perbuatanya.

__ADS_1


Aska mendekat berjongkok dihadapan pamannya yang telah berbaring dilantai "seharusnya kau pakai akal fikiranmu" Bentak Aska menunjuk kening paman Yuga wajah pamannya telah dia buat babak belur dan dia telah kehilangan rasa hormat pada pamannya.


"Ia aku salah aska......ampuni aku " Akui paman Yuga tubuhnya bergetar mengeliat dilantai dengan tangan dan kaki terikat.


"Selama ini aku diam karena aku mengasihi keluargamu, aku tak ingin anak dan istrimu menderita, terpuruk dan kesepian karena kehilangan orang tua" Jelas Aska dengan suara bergetar ia merasa sedih membuka kenangan ketika ia kehilangan orang tua.


"Sama seperti yang aku rasakan saat orang tuaku meninggal rasanya sedih, kesepian" Itu adalah perasaan Aska saat orang tuanya meninggal ia menjadi terpuruk dan tak terkendali ia menghabiskan waktu bersenang-senang diclub malam bersama Dika dan Endy yang sama juga yatim piatu walaupun mereka selalu terlihat ceria namun tetap tak ada yang bisa menggantikan kasih sayang orang tua. Hati mereka tetaplah kesepian saat pulang kerumah tak ada yang menyambutmu, bicara dengan hangat, itulah perasaan sebenarnya ketiga lelaki ini.


"Lihatlah apa yang telah kau lakukan, kau melukainya orang yang paling berharga dalam hidupku, aku sangat mencintainya, dan kau bahkan membuatku kehilangan calon anakku dan mungkin dia juga........." Suara tercekat ia tak mampu meneruskan kata-katanya ia tak bisa membayangkan jika Nayla pergi dari sisinya.


Buk .....Buk....Buk....Kembali emosi memikirkan nasib Nayla dan menghajar pamannya


"Kau telah membunuh calon anakku dan merusak mimpiku untuk memiliki keluarga kecil yang lengkap dan bahagia, aku tak ingin harta, aku hanya ingin hidup damai bersama isrtiku, tapi kau melukainnya" Ujar Aska sambil memukul pamannya.


Buk...Buk....Impian Aska hancur yang ia inginkan hanya sederhana yaitu memiliki sebuah keluarga emosinya terus meledak pamannya telah mulai lemas.


"Aska berikan paman kesempatan, aku tidak akan mengganggumu lagi" Paman Yuga terus meminta pengampunan dan belas kasih Aska.


"Tidak! Lihatlah aku telah memberikanmu waktu untuk berubah bertahun-tahun aku menunggumu berubah, kau telah membuat kesabaranku habis, kau terlalu silau dengan harta kau tak peduli dengan keluarga kau tidak berfikir tak ada yang tak ada yang paling penting selain keluarga" Ujar Aska terus mengingatkan kesalahan pamannya kemudian melepaskan cengkeramannya di baju pamannya, membuat pamanya jatuh kembali berbaring di lantai.


"Karena kau tak peduli dengan keluargamu lihatlah apa yang akan ku lakukan" Aska kembali menyeringai.


Aska merogoh saku celananya mencoba menelpon seseorang saat telpon telah tersambung ia mulai bicara


"Pak Chan aku ingin kau mengirim istri dan anak paman Yuga kedesa terpencil dan hapus semua nama Dirga dibelakang nama anak-anak mereka, aku tidak mau akan ada Dirga-Dirga lain yang melakukan sama seperti pamanku" Aska menyeringai memutus telponnya.

__ADS_1


Suara tangisan paman Yuga meledak mendengar perintah Aska.


"Aska jangan lakukan itu kasihani mereka, mereka adalah keluargamu" Pinta paman Yuga


Aska kembali jongkok mengcengkram dagu pamannya.


"Apa pernah kau sedikitpun kasihan padaku, ketika kau terus membuat hidupku tidak normal dan selalu dihantui ketakutan apa kau mengasihiku" Bentak aska


"itu adalah hukuman untuk keluargamu karena ulahmu dan aku sudah tak ingin berhubungan dengan kalian lagi, aku ingin hidup tenang dengan istriku, membangun keluarga kecil yang damai dan aku tak mau, ada penggangu lagi." Aska melepaskam cengkramannya.


"Aska ampuni paman. Paman akan membawa keluargaku pergi jauh dari hidupmu, kami tidak akan mengganggu lagi." Mohon paman Yuga meminta belas kasih.


"Aku tak percaya padamu, kau juga pernah melakukan ini dihadapan kakek. Tapi lihat kau masih melakukannya dan maaf paman bukan hanya aku yang kau sakiti tapi disini juga ada hati seorang kakak yang telah kau hancurkan " Ucap Aska mundur perlahan menjauh. Ia merasa tak ada lagi yang perlu dia ucapakan lagi.


"Dika" Ucap Aska mengalihkan pandangannya kesembarangan arah memberi isyarat Dika lalu meraih pistol disaku celananya lalu mengarahkannya kepaman Aska.


Dor......


Suara tembakan berbunyi nyaring peluru itu tepat menembus kepala paman Yuga lelaki itu tersungkur bersimbah darah dilantai dalam keadaan tengkurap, darah merembes dilantai, nyawa paman Yuga telah berakhir di tangan Dika, ini pembalasan karena telah mengganggu adiknya dan ia tahu Aska pasti tak sanggunp melakukan itu pada pamannya.


Sedangkan Aska hanya menutup matanya menarik nafas lega, bebannya selama ini telah pergi bersama kepergian paman Yuga kealam abadi, walaupun ia merasa lega tetap saja dilubuk hati paling dalam ia sangat merasa sedih pamanya berakhir dalam keadaan seperi ini.


aku telah menghabisinya Nay, bertahanlah, kita akan memulai hidup baru, kita akan bahagia aku janji, sekarang aku akan bebas mengatakan aku mencintaimu setiap waktu aku akan membuka hatimu dengan cintaku, akan kubuktikan cintaku padamu, aku tidak akan menahan perasaanku lagi .Batin Aska


Karena pamannya ia tak bisa mengungkapkan cintanya pada Nayla yang ia simpan bertahun-tahun dan tak bisa menunjukkan cintanya pada Nayla karena semua gadis yang mendekatinya akan mendapatkan teror dari anak buah pamannya.

__ADS_1


"Andai dari dulu kau melakukan itu semua ini pasti tidak akan terjadi" Ujar Max menghampiri mereka.


Aska dan Dika menatap tubuh paman Yuga dengan penuh harapan, kepergian pamannya semua akan menjadi lebih baik kehidupan yang tenang dan bahagia akan mereka raih hanya tinggal menunggu dan berharap Nayla bangun dan menghiasi kehidupan mereka.


__ADS_2