
Nayla masih berdiri di balkon rumah setelah memutuskan sambungan dari Endy, dia menatap jauh, menikmati pemandangan alam yang ada didepannya dengan fikiran yang terus pada Aska.
Dika yang melihat adiknya berdiri dibalkon dengan fikirannya. datang menghampirinya.
"Kau merindukannya Nay?" Tebak Dika menghampiri Nayla yang berdiri, sibuk dengan lamunannya, kemudian mendudukan tubuhnya dikursi.
"kakak" Nayla tersentak dari lamunannya.
Nayla membalikkan tubuhnya menghampiri kakaknya lalu duduk dikursi sebelah Dika.
"Kamu sedang memikirkannya kan?" Tanya Dika menatap adiknya dengan tatapan menyelidik.
"Nay tidak memikirkan apa pun" Kilah Nayla.
Nayla masih berusaha menyembunyikan perasaannya pada kakaknya.
"jangan bohong, kakak bisa melihat di mata kamu" Ucap Dika yang melihat adiknya menerima panggilan video call dengan Endy.
"Nay hidup kamu memang normal disini. Punya banyak teman, bergaul dengan siapapun, bebas kemana pun yang kamu mau, tapi itu semua kosong Nay hampa, bukan itu yang kita inginkan" Jelas Dika mencoba bicara dari hati kehati dengan Nayla kali ini ia akan mencoba membujuk untuk Nayla pulang.
Setelah sekian lama mengupayakan kesembuhan mental Nayla dengan terapi dan suasana baru yang mendukung, ia akhir perlahan membaik, Nayla mulai kembali menata hidupnya dan menerima semua kenyataan pahit dalam hidupnya sebagai ujian.
Nayla kembali menata hidupnya ia bergaul dengan siapapun yang ia suka, memiliki banyak teman, sekarang ia hidup dengan normal layaknya anak remaja seusianya, berteman dengan teman wanita atau pria, berkumpul dengan teman setia hari, belanja, banyak mengikuti kursus dan pelatihan, bekerja membantu kakaknya mengurus laporan di Club malam, ia sangat bahagia, semua yang dulu yang tak bisa ia lakukan, sekarang ia lakukan dulu ia hanya terkurung didalam rumah, belajar tak pernah merasakan punya teman dan hanya fokus mengurus ke tiga pemuda yang hidupnya hanya berputar untuk memanjakannya seperti seorang putri yang rapuh, tak ada yang ingin berteman dengannya karena takut dengan ancaman Aska yang seperti bodyguad selalu berasa disampingnya, walaupun mereka memberikan Nayla kemewahan namun bukan itu yang ia inginkan mimpinya hanya sederhana bebas melakukan apa pun yang ia suka.
Karena itulah rasanya ia tak ingin meninggalkan kehidupan normalnya, walaupun sebenarnya ia sangat merindukan suaminya, karena jika ia pulang pasti hidupnya kembali ke kehidupan awal, tidak punya teman dan hanya selalu berada disamping 3 pemuda itu, apalagi dengan semua yang telah terjadi padanya mereka pasti semakin menjaganya.
"Nay apa kau tidak ingin pulang, kau lihat tadikan, betapa kacaunya dia ngak ada kamu" Dika tahu bagaimana keadaan Aska karena ia tahu Aksa tak pernah berpisah dengan Nayla apalagi ia selalu mendapatkan keluhan dari Endy.
Nayla terdiam jauh di dalam lubuk hatinya, ia sebenarnya tahu penderitaanya selama ini tak sebanding denga Aska, Aska pasti juga sangat sedih, dia telah kehilang semuanya setelah penyerangan itu pamannya, sahabat baiknya, calon anaknya, dan sekarang istrinya pun ikut pergi darinya, jika ditanya siapa yang paling terluka tentang semua ini tentunya Aska adalah jawabanya.
__ADS_1
"Kak dari semua kesedihan yang Nay rasakan, bukan gagal menjadi ibu yang aku tangisi tapi pengorbanan Aldy, melihatnya pergi didepan mata gara-gara melindungiku, membuat aku merasa aku yang merenggut hidupnya, aku sangat merasa bersalah" Ungkap Nayla kenyatan menyakitkan yang membuatnya selama ini terus dihantui rasa bersalah.
"Nay setelah semua yang terjadi kakak ingin tanya saat Aldy kritis bersamamu dia tak mungkin memiliki pesan untukmu kan" Ujar Dika menatap tajam adiknya yamg berada disampinya.
Nayla tersentak membuka kembali memori yang selalu ingin ia lupakan, dan ia ingat pesan terakhir Aldy yaitu hidup bahagia dengan Aska dan membalas cintanya.
"Apa pesannya" Tanya Dika, ia juga sangat mengenal Aldy, ia pasti memberikan pesan untuk Nayla sebelum ia meninggal, pesan harapan semua orang, karena semasa hidupnya menjaga Aska, ia telah melihat besarnya perjuang tuannya untuk Nayla.
Nayla hanya terdiam
"Ia pasti menyuruhmu hidup bahagia dengan Aska kan, Nay jangan buat ia mati sia-sia, jalankan pesan terakhirnya?" Saran Dika untuk adiknya.
Nayla meneteskan air matanya mendengar ucapan kakaknya.
"Nay kenapa Aldy mengatakan hal seperti itu karena ia tahu, Aska sangat mencintaimu dari dulu ia melihat perjuangan Aska untuk mendapatkanmu" Jelas Dika mencoba membuka hati dan fikirannya untuk memikirkan perjuangan Aska.
"Nay tuhan memberikanmu kesempatan kedua untuk hidup, gunakan kesempatan hidup itu untuk membahagiakan Aska, hargai pengorbanan Aldy, dia telah mengorbankan nyawanya agar Aska bahagia.
"Kau tahu saat mengiyakan kau akan menikah dengannya, ia selalu berada disisimu memastikan kau aman, dia bahkan mengatar jemputmu ke sekolah walaupun sebenarnya ia presdir yang sangat sibuk, kau tahu Nay ini rahasia besar Aska berjuang mendapatkanmu, begitu banyak anak laki-laki yang ia hajar hanya agar mereka menjauhimu, berapa banyak perusahaan yang ia buat bangkrut hanya karena anak lelakinya menyukaimu, kau ingat pemuda yang menganggumu di kencan pertama kalian, sebelum menikah, pemuda itu sudah bangkrut karena Aska, itu semua perjuangan Aska,ia sangat mencintaimu kebodohannyan karena jatuh cinta padamu, tapi kerena cinta egoisnya itulah ia banyak menderita, kau bahkan tak bisa meresakan perasaannya" Ucap Dika mengungkap perjuang Aska
"Barang-barang mewahmu apa kau sadar, buka matamu dan ingat seluruh barangmu, apa ada yang sama dengan yang mereka punyai" Tanya Dika
Nayla menggeleng memang ia sadar tak ada barangnya yang sama dengan teman sekolahnya dan temannya sekolahnya juga suka iri jika melihatnya.
"Semua barang-barangmu itu edisi terbatas hanya beberapa yang memilikinya" Jelas Dika.
Nayla memikirkan semua kata-kata Dika, ia memang sering dihadiah barang mewah namun ia mengira itu pemberian dari kakaknya.
Dika mengarahkan pandangannya pada Nayla lalu memegang tangannya Erat.
__ADS_1
"Nay kita pulang ya! hidup kita ngak lengkap disini, kita sudah terbiasa hidup dengan mereka, aku merindukan sahabatku" Pinta Dika memohon, ia ingin kembali hidup dengan sahabatnya.
"Kita pulang ya Nay?" Matanya menatap sendu memohon.
Nayla tersenyum lebar lalu menganggukan kepalanya pelan.
"Ia kita akan pulang" Ucap Nayla.
"Benarkah?" Tanya Dika wajahnya berbinar kemudian berdiri memeluk adiknya, mengecup kening adiknya tersayang.
"ia kita akan pulang, hidup ini sudah bukan punya Nay lagi, ini adalah kesempatan kedua yang yang tuhan berikan untukku, Nay akan gunakan untuk membahagiakan kalian bertiga, Nay akan jadi adik yang baik untuk kak Dika dan kak Endy, menjadi istri yang baik untuk Kak Aska" Jelas Nayla tersenyum ke arah kakaknya yang terlihat bahagia.
"Jujur Nay kau mencintainya kan?" Tanya Dika menatap adiknya menunggu jawaban.
"Jujur kak setelah bergaul dengan banyak teman, mendengar ceritanya, Nay akhirnya tahu apa itu cinta, dulu Nay masih polos mengartikan perasaanku, aku kira saat jantung kita berdetak tak karuan jika berda didekatnya, itu berarti kita harus menjauhinya dan menghindarinya marah padanya agar jantung ini kembali berdetak dengan normal, dulu Nay juga berfikir dengan logika perbedaan kami bagai bumi dan langit usia, tinggi badan, kesukaan semua tak ada yang sama namun di situlah ternyata Nay tahu bahwa cinta tidak melihat dengan akal fikiran, tapi dengan hati dan perasan memandang itu semua, cinta tak memandang perbedaan,Nay ngak pernah berfikir jika kami akan bisa hidup bersama karena perbedaan itu. tapi dari semua penjelasan temanku, aku menjadi tahu bahwa Nay mencintai kak Aska dan Nay juga telah tahu,tak ada yang mencintaiku, melebihi cinta kak Aska" Ungkap Nayla perasaan yang yang cinta yang ia miliki untuk Aska.
"Ini semua salah kalian andai saja dulu aku punya banyak teman, aku ngak akan sepolos itu mengenal cinta" ucap Nayla mengerucutkan bibirnya.
Dika tersenyum puas mendengar pengakuan adiknya, akhirnya setelah berjuang sekian lama, Aska telah berhasil mendapatkan hati adiknya. Dika memeluk adiknya mengecup puncak kepala Nayla. Ia sangat senang akan pulang.
.
.
.
.
Like,coment,favorit,vote.....ya.
__ADS_1
Yang mau vote hari ini simpan aja dulu ya, vote untuk senin aja yah, buat ole-ole Nayla.
"