
Dika, Nayla dan Endy masih sibuk mengobrol seru melepas rindu satu sama lain, bernostalgia tertawa bahagia tanpa Aska yang masih sibuk di ruang tamu dengan ponselnya mereka berfikir Aska sedang mengurus pekerjaannya.
"Kak Dika kita jalan-jalan yuk ..." Ajak Nayla menyandarkan kepalanya di bahu kakaknya
"Boleh juga tuh Nay selama kamu menikah dengan Aska, kak Endy juga ngak pernah jalan-jalan" Jawab Endy antusias.
"Ia kak Endy udah lama kita ngak jalan bersama" Nayla dan Endy berbincang heboh masalah ke Mall tertawa dengan rencanannya nanti.
"Boleh saja yang penting Aska memberimu izin" Dika menimpali sambil menatap tv
"Kak Dika, kakak saja yang sampaikan ke kak Aska, ayolah kak ini kesempatan penting untuk Nay, mumpung Nay diberi ijin keluar rumah" Rengek Nayla memegang tangan kakaknya erat
"Kau saja yang bilang padanya" Tolak Dika
"Kak Dika kalau Nayla yang izin, kak Aska ngak bakalan mau, dia cuma mau mendengarkan kakak" Jelas Nayla
"Ia Dika bujuk Aska" Timpal Endy, Endy dan Nayla mendekat ke hadapan Dika memasang wajah memelas.
"Kau saja yang bilang padanya" Dika balik menyuruh Endy, menunjuk Aska yang duduk diruang tamu memainkan handphonenya dengan telapak tanganya seperti sedang mempersilahkan seseorang.
Dika dan Endy berdebat kecil saling mendorong untuk bicara pada Aska namun tak ada yang mau hingga akhirnya kedua pria itu kompak melihat ke arah Nayla yang arti pandangannya hanya Nayla yang bisa melakukannya
"Ayolah Nay minta izin padanya kau ingin ke Mall kan kau bilang ingin melihat orang ramai memakai baju warna-warni" Jelas Endy memegang bahu Nayla
"Memangnya dia mau mendengarkanku" Ucap Nayla ragu-ragu.
"Mau Nay pergi saja, coba saja dulu" Ucap Dika
"Ia baiklah"
Nayla berdiri dan berjalan menghampiri Aska yang sibuk dengan ponselnya mengurus masalah laporan dari Aldy tadi. Nayla sudah berada di dekat Aska membalikkan wajahnya melihat Dika dan Endy mengkibaskan telapak tangannya tanda majulah coba dulu.
Nayla duduk disamping Aska.
"Kak Aska kita jalan ke Mall, Nay pengen ke Mall" Ajak Nayla dengan wajah malas dan suara datar.
"Ngak boleh" Jawab Aska singkat bahkan tidak memandang wajah Nayla hanya fokus melihat handphonenya.
"Kak Aska kita sudah ngak pernah jalan-jalan boleh ya?" pinta Nayla agak kesal
"Kakak bilang ngak boleh" Jawab Aska singkat. Aska bukannya tak mau tapi laporan Aldy mengatakan kalau mereka tak boleh keluar rumah dulu.
Nayla meninggalkan Aska sendiri ia berjalan tertunduk kearah Dika dan Endy menahan kekecewaan dari jalannya sudah terbaca bahwa ia gagal.
"Bagaimana tanya Endy penasaran" Padahal dari jauh ia sudah memperhatikan Aska sama sekali tak memperhatikannya.
"Gagal dia ngak mau, tuhkan Nay bilang juga ngak akan berhasil" Gurat wajah kecewa terlihat jelas.
"Apa kau merengek padanya, aku lihat tadi kau tak memohon padanya" Timpal Dika
"Ia Nay merengek seperti dulu ketika kau mengingikan sesuatu" Timpal Endy antusias sepakat dengan ide gila Dika.
Nayla terdiam membuka memori lamanya ketika dia menginginkan sesuatu ia akan merayu Aska dengan memasang wajah yang paling manis dan nada seceria mungkin.
"Kak Aska yang tampan beliin Nayla tas baru ya" Ucap Nayla tersenyum manis, tangan terdekap didada kelopak mata terbuka memainkan matanya.
"Ih ngak....." Lamunannya buyar ia menggelengkan kepalanya ia merinding.
__ADS_1
Dika dan Endy dengan susah payah ia meyakinkan Nayla agar mau merengek pada Aska, meyakinkannya jika ini pasti berhasil bahwa rencananya merengek pada Aska pasti berhasil.
"Ya ...baiklah aku aku mencobanya merengek, memohon padanya" Ucap Nayla ketus.
Nayla kembali berdiri melihat Aska dari jauh lalu melangkah mendekat dengan ragu-ragu kembali berbalik kebelakang, melihat tim suksenya yang memberikan semangat dari jauh dan menyuruh terus melangkah maju.
Nayla kembali duduk di samping Aska terdiam sejenak melihat Endy dan Dika heboh memberi kode tangan terkepal ke atas tanda semangat.
Nayla menarik nafas panjang memulai rencanannya.
"Kak Aska yang tampan...kita jalan-jalan yuk..." Ucap Nayla dengan wajah tersenyum dan wajah seceria mungkin hanya karena ingin jalan-jalan ia harus kehilangan harga dirinya.
Aska menarik sudut bibirnya mendengar Nayla sedang berusaha merayunya ia mendengar suara merengek itu setelah sekian lama. sebenarnya ia sangat gemas ingin sekali ia melihat wajah manis itu, ingin mengiyakan permintaan Nayla tapi apa ada situasi sedang bahaya sekarang mereka tidak boleh kemana-mana.
"Tidak boleh" Jawab Aska singkat dengan wajah datar masih fokus dengan ponselnya menahan diri untuk tidak melihat Nayla jika ia melihat senyum itu pertahannya akan goyah.
"Maaf Nay biar bagaimana pun kau bersikap manis kakak ngak akan luluh diluar sangat bahaya ada segerombolan orang yang sedang menungu kita" Gumam Aska dalam hati
"Nayla memutar mata malas ingin rasanya ia mencakar lelaki yang ada dihadapannya ini, lelaki yang begitu menyebalkan, ia kembali menghampiri Dika dan Endy dengan wajah masam kaki yang dihentak keras.
"Gagal tiang listrik itu tetap ngak mau padahal Nayla uda memasang wajah seceria mungkin" Ujar Nayla langsung melaporkan kegagalannya tanpa di tanya .
Kau payah Nay masa membujuk Aska saja kau tidak bisa" Ucap Endy menatap Nayla merendahkan kemampuannya.
"Kau tidak melakukanya dengan baik Nay" Dika juga menyalahkan Nayla
"Kakak aku sudah memasang wajah yang paling manis, merengek dihadapannya tapi dia tetap tidak mau" Ujar Nayla membela diri.
"Kau hanya merengek gunakan instingmu sebagai wanita goda dia" Ucap Dika kembali memberi ide yang lebih gila.
"Apa menggodanya"Nayla tercengang"Kakak aku tak mungkin melakukannya, merengek tadi saja sudah membuat harga diriku jatuh apalagi menggodanya aku lebih baik sujud menyebahnya dari pada menggodanya" Jelas Nayla mulai kesal.
Nayla terdiam berfikir kembali.
"Kau bilang padanya suamiku sayang" Saran dika yang langsung mendapat lemparan bantal dari Nayla
"ia Nay seperti film yang kita nonton di bioskop peluk dia lalu kerlingkan matamu" Ujar Endy yang menambahkan saran lebih gila
"Apalagi memakai kibas rambut pasti dia luluh" Dika dan Endy menatap kedepan dengan pandangan kosong membayangkan seorang yang wanita mengibasakan rambutnya lalu mengerlingkan matanya.
"Ahh ....tidak, lebih baik kita dirumah saja" Nayla menolak.
"Cobalah Nay kau pasti bisa" Dika dan Endy membujuk Nayla kedua laki-laki itu merangukul bahu Nayla yang duduk ditengah mereka.
"Kau sudah tidak pernah jalan-jalankan" Endy
"Ini kesempatan emas Nay" Tambah Dika.
Setelah sekian lama terhasut dan terbujuk Nayla akhirnya berubah fikiran ia ingin mencobanya kesepian telah membuatnya hilang akal
"Tapi dia bahkan tak melihatku" Jelas Nayla
"Pandai-pandai kau saja Nay menggodanya, gunakan instingmu sebagai wanita kau sering menontonkan di tv bagaimana caranya" Jelas Endy mendorong tubuh Nayla di ikuti Dika yang menyuruhnya untuk bangkit dari tempat duduk .
Nayla kembali berdiri melangkah perlahan terlihat ragu-ragu lalu melihat kebelakang terlihat Endy dan Dika berdiri mendekat mengepalkan tangan tanda semangat keringat dingin bercucuran memikirkan pesan Dika dan Endy. Sayang, suami, kerlingan mata dan kibasan rambut hingga akhinya sampailah ia didepan Aska
"Kak Aska" Panggil Nayla masih berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"Emh....."Hanya menatap ponselnya.
Nayla kembali melihat kebelakang kedua orang itu juga bertambah dekat ingin melihat pertunjukan yang ada didepannya Nayla menggoda Aska, sambil memberi semangat.
Nayla memutar otak keras agar Aska melihatnya ia akhirnya terniang sebuah adegan film dan mulai melancarkan aksinya ia membuka ikatan rambutnya membuat rambut panjangnya tergerai dengan gila ia lalu memulainya.
Nayla duduk dipangkuan Aska yang sedang memegang handphone lalu merangkul leher Aska dengan kedua tanganya, mengibaskan rambut panjangnya ke wajah Aska lalu berkata.
"Suamiku yang tampan boleh kita pergi ke Mall" Mengerlingakan mata kanannya ditambah bonus memajukkan bibirnya seperti ingin mengecup namun tak terkena wajah.
Deg.... jantung Aska serasa ingin keluar ,wajahnya memerah, tubuhnya membatu handphone yang dari tadi ia mainkan tanpa sadar jatuh dari genggamannya terbanting dengan keras.
"Boleh suamiku" Goda Nayla mencolek hidung Aska dengan telunjuk.
"Boleh...pergi saja" Reflek Aska menjawab seperti orang bodoh.
Nayla berdiri dari pangkuan Aska membalikkan badanya tersenyum pada Dika dan Endy, megang pipinya dengan telapak tangan bersikap manis, memepuk tangan perlahan dipipinya.
Dika dan Endy melihat tingkah Nayla membelalakan mata kemudian terkekeh telapak tangan mereka bertemu tos tanda keberhasilan mengerjai Nayla
"Dasar bule Jerman kena juga dia dikerjai " Ujar Endy.
"Apa ia benar-benar kesepian di sana, sampai dia menjadi gila seperti itu ....Ih aku jijik melihatnya apa dia adikku ..... aku tak menyangkah dia melakukannya ...dasar wanita pengoda ....." Ujar Dika
"Aska mungkin saja mimisan disana, kau tidak lihat wajahnya bodonhya masih membatu disana" Jelas Endy melihat Aska.
"Kak Endy, kak Dika Nay berhasil" Tersenyum puas"ayo kita pergi" Nayla beranjak keluar rumah
Dika dan Endy menghampiri Aska yang masih terpaku.
"Bagaimana sobat kau senang" Tanya Endy menggoda.
"Bodoh bagaimana kau luluh pada bocah seperti Nayla" Ujar Dika.
"handphonemu sampai rusak" Ujar Endy meraih handphone yang tergeletak dilantai
Aska menarik nafas panjang seperti sudah tak punya tenaga lagi tubuhnya lemas ia menyandarkan tubuhnya di sofa
"Siapa yang mengajarinya dan menyuruhnya menggodaku" Tanya Aska dengan tatapan tajam suaranya meninggi mencari kambing hitam padahal semua itu salahnya yang tak berdaya berhadapan dengan Nayla.
"Karena kalian aku akhirnya mengatakan ia, padahal situasinya sedang tidak aman saat ini, kata Aldy kita tidak boleh kemana-mana karena dari tadi ada orang yang mengikuti kami dan saat ini masih ada, tapi karena kalian kita harus ke Mall hari ini" Jelas Aska agak kesal
"Baiklah aku akan mengatakan pada Nayla bahwa jalan-jalannya dibatalkan"Ujar Dika berdiri ingin menemui Nayla
"Jangan ia pasti akan kecewa demi, jalan-jalan ini ia bahkan rela menggodaku padahal jangankan menggoda senyum pun jarang" Jelas Aska
"Baikklah kita akan jalan-jalan hari ini tapi buat senatural mungkin jangan sampai orang curiga dengan hubunganmu dengan Nayla" Jelas Dika
Mereka pun bersiap mengantarkan Nayla jalan-jalan walaupun mereka tahu mungkin dijalannya nanti akan mendapatkan masalah besar .
.
.
..
.Like,Coment,Favorit,vote......
__ADS_1