Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
Extra part


__ADS_3

Mentari pagi telah menyambut sinar hangatnya masuk melalui celah jendela menyilaukan mata membuat tidur nyenyak sesosok lelaki yang berbaring di ranjang king size tersadar, mulai menggeliat, perlahan membuka kelopak mata sayu.


Saat pandangan telah terbuka sempurna, lelaki itu menarik sudut bibir ketika manik matanya menangkap raut wajah cantik terlelap di dalam dekapannya.


Ya Tuhan, sungguh anugerah terindah, yang telah ia terima. Wajah itu selalu menyambut paginya untuk melalui hari-hari penuh kebahagiaan. Wajah teduh yang terlelap sungguh menggemaskan membuat rasa cinta itu semakin bertambah berkali-kali lipat setiap hari.


Ya, lelaki ini adalah Aska dan perempuan yang berada dalam pelukannya adalah Nayla istri tercintanya. Perasannya terus saja membuncah, degup jantung bahagia selalu berdetak saat berada di samping istri, bahkan waktu yang telah bergulir panjang pun tak mengikis cintanya pada perempuan cantik berwajah bule itu.


Aska mengeratkan pelukaannya, menciumi wajah cantik itu dengan ciuman bertubi-tubi. Membuat tidur lelap Nayla terganggu, dia merasa sulit bernapas karena pelukan posesif suaminya.


Nayla perlahan membuka kelopak matanya.


“Pagi sayang!” sapa Aska dengan senyuman menatap wajah Nayla lekat sembari merapikan surai rambut yang menutupi wajah cantik itu.


“Pagi papa Al,” balas Nayla dengan suara serak khas bangun tidur, menggeliat perlahan, agar pelukan suaminya sedikit mengendur. Namun yang terjadi belitan tangan Aska semakin mengetat, bersama dengan cumbuan yang ia layangkan di wajah istrinya.


Ah, dia selalu menginginkan tubuh istrinya, rasa tak pernah puas bak candu baginya.


Nayla yang sangat tahu kebiasaan suaminya, menggeliat. Merasa tak nyaman.


“Sayang jangan!” tolaknya dengan nada suara pelan menggeliat mencoba menghindari cumbuan Aska.


“Kenapa sayang? Aku menginginkannya sayang,” bisik Aska kini tangannya telah bergerliya menyentuh bagian sensitif istrinya.


“Papa Al, jangan,” tolaknya semakin menggeliat.


“Sayang sudah tegang banget,” ucap Aska dengan napas mulai memburu menggesekkan bagian tubuhnya yang mengeras bukti. Sungguh dia sudah dalam keadaan tegang.


“Tahan sayang!”


“Ngak bisa.”


“Al.”


“Kenapa Al?”


“Semalam dia masuk ke kamar ini, dan meminta tidur bersama,” jelas Nayla berbisik pelan.


Mendengar ucapan istrinya, Aska membulatkan matanya, menghentikan cumbuannya, tercengang dengan ucapan Nayla.


Apa ... Al! Anak mereka ada di kamar ini!


Aska kemudian meninggikan setengah badan atasnya, menatap ke arah samping di balik tubuh istrinya. Ah, Dan benar saja ada anak lelaki yang berbaring di samping Nayla.


“Astaga,” decak Aska seketika lunglai, mengusap wajahnya frustrasi, saat tubuhnya menegang putranya malah menjadi penghalang.


Anak lelaki itu mulai tersadar membuka matanya, tangannya terulur memeluk tubuh perempuan yang telah melahirkannya, dekapan itu sangat terasa hangat.


“Al, kenapa tidur di sini?” sosor Aska.

__ADS_1


“Al ingin tidur peluk mommy,” ucap anak lelaki itu manja semakin memeluk tubuh Nayla.


“Al, kamu itu udah delapan tahun, masa masih tidur sama mommy terus,” decak Aska, seakan tak ingin berbagi perhatian dengan putranya.


“Biar Al sayang mommy,” kata anak lelaki tampan berusia delapan tahun itu.


Nayla hanya tersenyum saat putra kesayangannya itu semakin mendekapnya.


“Al jauhkan tanganmu! Lepaskan pelukanmu. Ini istri daddy!” protes Aska, mencoba melepaskan tangan putranya di pinggang istrinya.


“Dia mommyku!” kekeh anak lelaki yang bernama Aldyan ini tak mau kalah.


Nayla yang berada di tengah dan dalam apitan suami dan putranya, hanya tertawa gemas melihat tingkah lucu ayah dan anak yang selalu berdebat untuk mendapatkan perhatiannya ibarat buah tak jatuh jauh dari pohonnya, Aska yang memang sejak dulu selalu manja pada pada Nayla sekarang Aldyan pun seperti itu pada Nayla sangat ketergantungan. Uhh, Sungguh lucu ayah dan anak ini.


“Sudah, jangan berdebat ini masih pagi. Ya Tuhan sampai kapan daddy dan anak ini akan berhenti manja,” gerutu Nayla.


“Mommy peluk Al,” ucapnya Aldyan manja menarik tangan Nayla melingkar di tubuhnya.


“Peluk Daddy saja Mommy,” timpal Aska.


“Sudah, Ayo bangun ini weekend,” ujar Nayla mengingatkan.


“Iya mommy, ini weekend. Yeee, Kita akan piknik dengan Satria, Kenzi dan Elgi,” sorak hore Aldyan.


Netra mata Aldyan berbinar senang, dengan cepat bangun.


“Al, mandi ya terus siap-siap, mommy siapkan sarapan, habis sarapan kita berangkat,” jelas Nayla berganti posisi menjadi duduk di kasur.


“Al mandi dulu mommy,” Aldyan mengangguk, mengecup pipi Nayla sekilas lalu turun dari kasur untuk bersiap, berlari kecil keluar kamar.


Nayla tersenyum melihat anak lelakinya yang telah menghilang dari balik pintu, uh tingkahnya sangat manis. Aldyan sangat mirip dengan ayahnya wajah tampannya, serta menuruni tubuh tinggi dari sang ayah, sempurna, akan tetapi jangan lupa sikap dingin, pelit bicaranya juga sama seperti Aska, Aldyan hanya nyaman dengan beberapa orang, dan akan sangat manja jika bersama Nayla sang ibu. Benar-benar copyan Aska.


Nayla juga hendak beranjak dari kasur, namun terhenti saat pergelangan tangannya di cekal oleh Aska.


“Ada apa?” tanya Nayla berbalik menatap Aska.


“Al sudah ngak ada, kita teruskan yang tadi,” kata Aska dengan memasang wajah memohon, masih dengan gairah yang masih belum surut.


“Daddy Al, kita harus bersiap juga, kita terlambat, nanti mereka mengoceh kalau kita terlambat,” alibi Nayla tentang aktivitas yang selalu mereka habiskan saat hari libur, berkumpul bersama keluarga Dika sang kakak dan keluarga Endy.


Aska terdiam sejenak berpikir, Dan benar Dika dan Endy, dua sahabatnya itu akan mengoceh kalau sampai mereka terlambat.


Aska menghela napas berat pasrah melepaskan istrinya, “Semuanya mengganggu!” decak Aska wajahnya memberengut.


Nayla melipat bibirnya kuat menahan tawa melihat kegalauan suaminya bak anak kecil saat meninggalkan suaminya.


Setelah beberapa saat bersiap kini mereka telah berkumpul di meja makan menyantap sarapan pagi, beberapa pelayan melayani keluarga ini. Aska menatap putra tampannya yang duduk di samping Nayla, terlihat mengacuhkan makanannya dan malah sibuk dengan sebuah ponsel di tangan.


“Al cepat habiskan jangan bermain ponsel,” tutur Aska mengingatkan.

__ADS_1


“Nanti kita terlambat sayang.” Nayla menimpali mengusap lembut kepala putranya.


“Sebentar daddy, Al Cuma ngirim pesan kalau Al akan bawa bola.” Jelasnya sembari mengutak-atik benda persegi itu.


Aska terdiam memaklumi, Aldyan sedang menghubungi sepupunya yang akan piknik bersama. tak lama ia mulai mengingat sesuatu.


“Oh, iya Al tolong sekalian, beritahu Daddy pesan minta dibawain mangga muda,” pinta Aska membuat kening Nayla yang mendengar pesan suaminya itu mengerut dalam. Mangga muda untuk apa suaminya memesan buah masam itu?


“Mangga?” ulang Nara menatap Aska lekat merasa aneh.


“Aku ingin sekali makan mangga muda, entah kenapa aku ingin makan mangga muda, rasanya pasti segar,” ujar Aska air liurnya seakan ingin menetes membayang buah berwarna hijau itu.


Nayla tertegun, astaga ... memesan mangga muda pada Dika! Itu berarti buah dari pohon pak Samad mertua kakaknya yang terkenal galak, meminta mangga muda itu berarti kakaknya yang akan mendapatkan titah dari pak Samad dan mengorbankan diri untuk memanjat pohon itu. karena Dika tak akan berani menggelak bahkan berkutik dari perintah pak Samad sang mertua. Ya Tuhan suaminya Akan menyusahkan hidup Dika.


“Sayang beli saja di luar banyak atau minta pelayan.” Nayla memberikan saran menunjuk pelayan, sebelum kakaknya menjadi kepayahan karena ulah suaminya ini.


“Aku hanya ingin mangga pak Samad.” Memasang wajah memohon.


Astaga ada apa dengan suaminya ini?


“Sayang tahu kan jika menyangkut mangga pak Samad, kak Dika pasti akan tersiksa, karena pasti kak Dika yang di suruh manjat mangga itu, dia pasti marah akan mengoceh nanti.”


“Sayang aku lagi ingin, biarkan saja kali ini Dika memanjat pohon,” memasang wajah tak berdosa akan menyusahkan hidup seorang menantu.


“Al, sudah beritahu?” tanya Aska menatap putranya.


“Sudah Daddy.”


Senyum terbit di wajah Aska, dia sangat bersemangat bak memenangkan undian. Sedangkan Nayla menghela napas kasar, menyiapkan diri sudah dapat di pastikan kakaknya akan mengoceh karena tertindas oleh sang mertua akibat ulah suami yang meminta makan mangga muda di kabulkan.


***


Hai Aku gabut, kangen ngetik jadi gini deh ..


Aku kangen banget sama mereka, jadi aku bikin extra part.


Ini keluarga Aska dan Nayla dulu, lain kali kita ketemu keluarga Dika dan Aulia sama mertua galaknya pak Samad, dan keluarga


endy menyusul. Tuh nama anak mereka udah di sebut ...


Oh iya kita tes like dulu yuk kalau banyak yang like aku bikin extra part lagi secepatnya ....


dan kalau like masih banyak kita bikin season dua dengan judul baru anak mereka.


maaf kalau banyak typo dan kata yang ngak jelas, kelamaan libur aku nih ....


jangan lupa ...


Like kalian

__ADS_1


Coment kalian


__ADS_2