
Siang hari dirumah Dika. Rumah itu terlihat sepi semenjak Nayla menikah jarang terlihat aktivitas rumah itu selalu tertutup. Endy berada diruang keluarga tertidur lelap setelah pulang dalam keadaan mabuk dari club malam, saat ditinggal menikah oleh Nayla hampir setiap hari ia pulang dalam keadaan mabuk melampiaskan perasaannya melalui alkohol.
"Dika.....Dika...."Suara panggilan seseorang membuatnya menggeliat perlahan.
"Dika....Dika....."Panggilan itu semakin keras terdengar ditelinga, membuatnya merasa terganggu ,Endy membuka matanya ia terbangun dengan wajah malas masih mengantuk, duduk menyenderkan tubuhnya di bawah sofa dengan kaki selonjoran, melihat kearah sumber suara ternyata yang berteriak adalah Caren.
"Dimana Dika ?" Tanya Caren duduk disebelah Endy.
"Ngak.. tahu, dikamarnya kali" Jawab Endy acuh ia masih mengantuk.
"Dikamarnya ngak ada" Caren mengedarkan pandangannya.
"Belum pulang kali dari club malam" Ucap Endy ketus.
"Oh"caren mengangguk.
"Tunggulah disini" Ujar Endy beranjak meninggalkan Caren namun, belum berdiri Caren menarik tangan Endy.
"Endy tunggu" Tahan Caren berhasil membuat tubuh sempoyongan Endy kembali terduduk.
"Ada apa lagi" Ucap Endy ketus
"Endy lihat dirimu kau menyedihkan sekali, ditinggal nikah oleh Nayla" Ujar Caren wajahnya sedih lalu tertunduk.
"Endy aku masih mencintaimu, aku masih mengharapkanmu" Ucap Caren lirih.
Endy menatap Caren tajam."Kau gila ya.....kau pacar sahabatku" Jelas Endy berubah kesal.
"Ini semua karenamu, kau melepaskan aku bersama dengan Dika, sekarang aku tidak bahagia, aku bersamanya hanya ingin melihatmu cemburu dan membuatmu menyadari besarnya cintamu padaku, namun siapa sangka kau malah melupakan aku menggantikanku dengan Nayla dan aku terjebak bertahun-tahun dalam hubungan dengan Dika."jelas Caren sedih.
"Caren ini sudah lama sekali ini sudah bertahun-tahun kenapa kau masih mencintaiku, aku bahkan sudah tak memiliki perasaan apa pau padamu, aku tidak mencintaimu lagi" Jelas Endy kesal.
"Kenapa kau selalu melepaskan orang yang kau cintai demi sahabatmu, lihat dirimu sekarang sangat menyedihkan" Caren mengungkap kenyataan.
"Jangan pedulikan aku, urus saja urusanmu" Endy ketus.
"Kau fikir setelah melepaskan Nayla dengan Aska, Nayla juga akan bahagia, kau hanya mengulangi kesalahan yang sama, seperti yang kau lakukan padaku melepaskanku untuk Dika" Caren meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Sudahlah....Nayla pasti bahagia bersama Aska, aku percaya padanya, hanya kau saja yang bodoh kau tak bisa melihat ketulusan Dika padamu" Jelas Endy
"Persahabatan, kau sudah berkorban banyak untuk mereka kau merelakan aku dan Nayla untuk sahabatmu dan akhirnya kau yang selalu patah hati."
Endy terdiam tak mampu berkata-kata yang dikatakan Caren benar ia memang selalu jatuh cinta pada wanita yang sama dengan sahabatnya, cinta pertamanya Caren ia relakan untuk Dika, setelah patah hatinya sembuh sekarang dia memberikan hatinya pada Nayla dan ia kembali merelakan cintanya untuk Aska dan patah hati kedua kalinya. Caren memeluk Endy yang tubuhnya membatu memikirkan semua masalah yang menyakitkan hatinya, ia menikmati pelukan caren ia memang membutuhkan sandaran saat ini Endy tak menolak dan membiarkan Caren memeluknya, hingga akhirnya suara langkah kaki terdengar .
Dika datang masuk kedalam rumah, tangannya terkepal,rahangnya mengeras melihat pemandangan yang ada dihadapannya calon istrinya sedang memeluk sahabatnya sendiri.
"Apa yang kalian lakukan" Ujar Dika kesal
Dengan cepat caren melepaskan pelukannya, ia berdiri menghampiri Dika.
"Dika aku bisa jelaskan semuanya"ujar Caren panik
Dika membalik badannya keluar rumah meninggalkan mereka berdua dengan segala amarannya kemudian Caren mengejarnya. Sedangkan Endy hanya terdiam ditempatnya fikirannya bertambah kacau.
*****
Nayla pulang ia sangat senang berada dalam mobil dengan senyum mengembang, melihat pemandangan dari kaca mobil sesekali melihat kebelakang melihat tiga mobil yang mengikutinya. Itu adalah Aldy dan geng pemuda masa depan yang ditugaskan menjaga Nayla. Nayla menyandarakan kepalanya memikirkan keanehan Aska setelah meminta disuapi ia meminta lagi diantar keluar rumah, sampai ia naik mobilnya dengan gandengan tangan pula, aneh fikirnya namun melihat sikap Aska yang manja tak terasa Nayla terus memikirkannya, berdekatan denganya membuatnya juga merasa nyaman dan mulai merindukannya jika ia tak ada.
"Kak Dika ....Kak Endy...." Teriak Nayla heboh memegang handle pintu yang ternyata tak terkunci ia pun masuk mencari kakaknya.
"Kak Dika ....Kak Endy....." Teriak Nayla terus terusan.
Hingga ia menemukan Endy duduk di ruangan keluarga terdiam dengan lamunannya memikirkan ucapan Caren dan kemarahan Dika. Hatinya sakit merasa bersalah pada Caren dulu ia yang memulai mengejar cinta Caren namun saat Caren jatuh cinta padanya ia tak menyatakan cintanya, karena ia tahu jika Dika juga mencintai Caren hingga akhirnya ia mundur, namun ia telah mengacaukan hati Caren membuatnya jatuh cinta padannya namun tak mengajaknya pacaran.
"Kak Endy dari tadi Nayla teriak juga" Seru Nayla langsung duduk disamping Endy menabrakkan bahunya.
"Nay kau datang" Ucap Endy tak percaya yang dihadapannya tepat sekali fikirnya saat hatinya kalut Nayla datang. Nayla selalu hadir saat hatinya terluka itu pun yang terjadi dulu saat ia patah hati karena Caren. Nayla masuk dihidupnya membawa kecerian.
"Nay" Endy memeluk erat.
"Kak Endy kenapa" Tanya Nayla heran tidak bereaksi dengan pelukan Endy baru kali ini dia melihat Endy sedih.
"Kakak lagi sedih Nay" Ucap Endy mengeratkan pelukannya.
"Kakak...Sedih.... Sedih kenapa......Club malam sepi ya? ....Pendapatan kakak kurang ya?, ngak bisa belanja dong...." Tebak Nayla asal
__ADS_1
"Kakak lagi patah hati Nay" Terus memeluk Nayla
"Patah hati ?" Nayla merasa aneh dengan pengakuan Endy sejak kapan Endy mengenal patah hati dalam hidupnya.
"Kakak ditinggal nikah dengan gadis yang kakak suka" Jelas Endy sedih meluapkan isi hatinya.
"Di tinggal nikah" LedekNayla dalam pelukan Endy
Ha...ha....ha..Nayla tertawa keras.
"Nay kakak lagi serius ini" Mengertakan pelukannya mencium aroma parfum Nayla yang menenangkan hatinya.
"Ia .....kakak sih playboy, kakak ketahuan selingkuhkan jadi ditinggal nikah, tuh playboy kena batunya kan! makanya pacar itu satu cewek aja, jangan banyak-banyak" Nayla membalas pelukakan Endy menepuk punggung Endy kembali terkekeh, membayangkan kesialan Endy.
"Bukan itu Nay" Sangkal endy.
"Oh.....kalau begitu pasti orang tuannya ngak setuju menikahkan anaknya dengan Dj pemabuk kaya kakak, dari dulu juga Nayla bilang jangan mabuk-mabukan lagi ngak ada orang tua yang mau menikahkan anaknya dengan pemabuk "tebak nayla diikuti omelan tentang kehidupan Endy
"Nay" Protes Endy
"Ia....Ia ...Maaf" Seru Nayla
"Nay kamunkan juga nikah sama mantan pemabuk, malahan parah banget suka muntah lagi " Jelas Endy.
"Kak Endy "Protes Nayla ingin melepaskan pelukan Endy.
"Ia.....Ia.....Maaf" Seru Endy.
Endy terus memeluk Nayla meluapkan seluruh perasaan yang membebani hatinya, belum selesai masalah perasaannya pada Nayla sekarang bertambah lagi perasaan bersalah pada Dika dan Caren.
.
.
..
huy readers jangan lupa yang baca tolong tinggalkan jejak like coment vote juga ya.
__ADS_1