Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
bertengkar


__ADS_3

Aska dan Nayla berada di dalam mobil terdiam membisu tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka, wajah Aska masih tersirat kemarahan, Nayla tak berani menatap wajah itu tapi ia juga merasa bersalah karena menyalah gunakan kepercayaan Aska padanya, dia mengingat kembali pesan Aska yang melarangnya keluar rumah dan ia menginkari janjinya hanya karena menemani Endy lelaki patah hati itu. Ia hanya ingin menghiburnya mengurangi kesedihanya, sekarang ia akan menerima imbasnya mungkin Aska sudah tidak akan melepaskan ia untuk pulang kerumahnya sendiri lagi.


Aska memilih pulang kantor lebih awal ia ingin menyusul Nayla kerumah Dika, namun saat ia berada disana melihat rumah sepi tak ada seorang pun ia pun menghubungi Aldy tentang keberadaan Nayla yang ternyata sedang jalan berdua dengan Endy. Aska menjadi kesal bahkan geng pemuda tanpa masa depan terkena imbasnya Aska memotong gajinya lagi karena membiarkan Nayla jalan dengan Endy.


mobil telah terhenti didepan rumah Aska, Nayla membuka pintu mobil lalu bergegas masuk kedalam rumah menghindari Aska lalu masuk kedalam kamar,menyusul Nayla, Nayla duduk disofa siap dengan kemarahan Aska ia sadar kesalahannya .


"Nay kakak sudah bilang jangan keluar rumah" Tegur Aska agak kesal berdiri dihadapan Nayla


"Ia maaf ...Nay udah tolak kak Endy, tapi Nay ngak tega kasian dia lagi sedih" Alibi Nayla tertunduk seperti seorang anak kecil yang sedang dimarah.


Aska melipat tangannya di dada memutar bola mata jengah.


"Sedih ....sedih kenapa lagi dia"? Tanya Aska


"Katanya ia lagi patah hati, dia ditinggal nikah oleh wanita yang ia suka" Jelas Nayla masih menunduk tak mau melihat Aska yang menghakiminya.


"Nay kau sangat peduli kesedihan Endy. Kau tak peduli dengan perasaanku"Jelas Aska berjalan mendekati Nayla lalu berjongkok didepan Nayla


"Kak Aska" Ucap Nayla menatap Aska.


"Kau tahu betapa takutnya aku mengetahui kau tidak ada dirumahmu, aku sangat khawatir padamu, bagaimana jika mereka menyerangmu" Jelas Aska membayangkannya saja sudah membuatnya frustasi.


Maaf......Nay hanya menemani kak Endy sebentar agar sedihnya berkurang lagi pula kak Endy bukan orang lain dia sahabat kakak dia juga penting bagiku" Jelas Nayla.


"Penting bagimu" Aska menatap tajam nadanya mulai meninggi ia tak suka mendengar kata-kata Nayla" Mulai hari ini kakak ingin kamu menjaga jarak dengan Endy" Tegas Aska berdiri kembali. raut wajahnya marah.


"Memangnya kenapa? " Protes Nayla mulai kesal ia tak mau menjauhi Endy.


"Karena kakak ngak suka, dia ngak baik bagi rumah tangga kita " Ucap Aska kesal.

__ADS_1


"Kakak pasti membatasiku lagikan, kak Endy itu satu-satunya kakak yang bisa Nayla ajak bicara. Selalu jadi tempat Nay bertukar cerita. Sekarang kakak menyuruhku menjauhinya belum puas kakak mengatur hidupku dari dulu hingga sekarang aku tak punya teman, aku hanya punya kalian bertiga tak ada teman. Sekarang kakak masih mau menjauhkannya lagi dariku" Jelas Nayla emosi akhirnya ia meledak juga dari tadi ia menerima disalahkan tapi ketika ia harus menjauhi Endy ia tak bisa.


"'Hanya kak Endy yang ngerti Nay, dia tak seperti kalian berdua selalu menekanku mengatur hidupku, memaksakan kehendak kalian padaku, kak Endy mengerti diriku" Teriak Nayla urat lehernya tertarik


"Itu karena ia menyukaimu" Bentak Aska suarannya meninggi


"Kakak pasti bohongkan, itu hanya alasanmu, dari dulu kakak ngak suka ada orang yang mendekatiku, sama seperti yang sering kakak lakukan dulu, bahkan pada sahabat kakak sendiripun" Nayla mendengus jengah


"Nay kamu memang polos dan naif Endy itu menyukaimu, kau tak lihat apa pernah ia jalan dengan perempuan lain selain dirimu, agenda malam jumatmu dengannya, apa kau fikir itu bukan karena rasa sukanya dan wanita yang dia maksud meninggalkannya menikah adalah kamu" Aska membeberkan fakta sebenarnya tentang Endy.


Nayla terdiam memikirkan ucapan Aska ia mencoba mencerna penjelasan Aska yang menurutnya hanya mengada-ada. Ia masih tak percaya dengan Aska ia merasa Aska hanya membatasinya dan mengatur dirinya, dari dulu hingga sekarang Aska tak mengijinkan Nayla berteman dengan siapapun bahkan dengan teman wanita.


"Bagaimana kamu percaya sekarang jadi jauhi Endy" Tegas Aska


Nayla semakin emosi lalu tersenyum remeh.


"Nay" Teriak Aska geram suaranya memenuhi seluruh ruangan hatinya sakit mendengar pilihan Nayla tangannya terkepal, rasa cemburunya semakin besar.


"Menikah dengan kakak hanya membuatku menderita terkurung, kakak telah mengambil kebebasanku, masa depanku aku benci pernikahan ini" Nayla sudah tak bisa mengendalika emosinya ia ingin meluapkan semua isi hatinya.


"Nay hentikan " Bentak Aska ia tidak tahan dengan kata-kata Nayla.


"Aku tak ingin semua ini harta, kekayaan, aku hanya ingin kebebasan, aku masih muda untuk menjalani semua tanggung jawab ini pewaris, belajar dan belajar, aku tak menginginkan semua ini." Teriak Nayla putus asa air matanya mulai meleleh.


"Nay kenapa kau tak bisa mengerti, Aku hanya ingin memberikan semua yang kumiliki padamu, aku bisa memberikan semuanya tapi tidak kebebasanmu, aku takut kau dalam bahaya, karena itu aku selalu menjagamu, kamu ngak tahu perasaanku aku selalu takut jika hal itu menyangkut kamu, aku takut kamu ngak bahagia, aku melakukan ini semua untuk memperindah masa depanmu kau akan memiliki segalanya jika aku ngak ada nanti" Aska tertunduk tak berdaya.


"Kak hentikan aku tidak butuh semua itu, berhenti khawatir tentangku, aku merasa hanya beban untukmu, jangan peduli lagi padaku jangan menambah hutang budiku padamu" Cecar Nayla ia terus menyerang Aska dengan kata-kata.


"Nay kau bukan beban bagiku"

__ADS_1


"Lalu untuk apa semua kebaikan ini, kenapa kau memiliku menjadi istrimu, apa kakak mencintaiku?" Tanya Nayla ia ingin memastikan perasaan Aska.


Aska terdiam seribu bahasa tak sanggup menjawab pertanyaan Nayla.


"kumohon katakan kau mencintaiku, jika kau mengatakannya aku akan bertahan dengan semua ini diantara kita harus ada yang bahagia aku merasa bersalah padamu karena kau terjebak dalam pernikahan ini, aku hanya merasa menjadi bebanmu, dari dulu kau tak pernah bahagia sekarang menikah pun kau tak menemukan kebahagian. batin nayla


Nayla menunggu jawaban Aska namun lelaki itu hanya membatu ia tak bisa menjawab.


"Kakak tidak mencintaiku kan, kak Aska tak ada cinta antara kita, carilah wanita lain yang mencintaimu dan kakak cintai, kita sama-sama tak bahagia dengan pernikahan ini " ujar Nayla lirih


"Nay....sudah cukup" Aska berlalu pergi meninggalkan Nayla dengan kemarahan, ia takut tak bisa menahan dirinya amarahnya sudah memuncak kesabarannya tak lama lagi habis


"Kak Aska ...lepaskan aku, kita hanya saling menyakiti tidak ada kebahagian dalam rumah tangga kita lebih baik kita pisah, biarkan aku pulang kerumahku, Ceraikan aku!!!" Teriak Nayla pada Aska yang berjalan sudah mendekati pintu.


Aska yang mendengar kata perpisahan dari keluar dari mulut Nayla membuat tubuhnya bagai tersambar petir ia sangat terkejut dan hancur saat Nayla mengucapkan kata pisah.


"Nay"....brak......" Aska memukul pintu kamar dengan kencang membuat buku-buku tangannya berdarah dia sudah tidak bisa menahan amarahnya, ia keluar dari kamar lalu membanting pintu kamar dengan keras


Nayla tersentak kaget, air matanya terus menetes ia duduk lemah dilantai menekuk lututnya lalu menyembunyikan wajahnya menangis sepuasnya.


.


.


.


.


like,coment,vote Ya.

__ADS_1


__ADS_2