
Nayla dan Endy sedang melakukan video call tanpa sadar Aska berdiri di belakang Nayla dan akhirnya terlihat oleh Endy.
"Nay ada Aska di belakangmu" Beritahu Endy
"Mana, dia sekarang lagi dikantor" Lalu berbalik melihat kebelakang ia sangat terkejut lelaki itu berdiri dengan wajah penuh amarah siap membunuh, seperti sedang melihat perselingkuhan istrinya.
"Aska" Sapa endy panik wajahnya seperti orang terciduk berselingkuh.
"Endy" Aska masih memasang wajah kesal amarah sedang menguasainya sekarang, ia berusaha setenang mungkin. Aska membungkukan badannya memeluk Nayla yang bersandar di sandaran sofa dari belakang mengunci tubuh Nayla dengan satu lengannya dan mencengkeram bahunya agar wanita itu tidak bisa bergerak, meletakan wajah di bahu Nayla mempertemukan pipinya dengan dengan pipi Nayla lalu berbisik pelan di telinga Nayla.
"Jangan bergerak" Bisik Aska kemudian mengecup telinga itu.
Nayla paham maksud Aska ia sangat kenal wajah itu, jika expresi itu tersurat berarti dia sedang marah, wajah itu sering dia lihat jika ada lelaki yang mendekatinya.
"Kenapa kau menghubungi istriku?" Tanya Aska menekan kan kata istri memeluk Nayla ingin menunjukkkan kemesraannya pada Endy, kemesraan yang ditunjukan tidak sesuai raut wajah keduannya.
"Tidak aku hanya ingin tahu bagaimana kabarnya?" Jelas Endy sedikit khawatir melihat Nayla karena ia melihat wanita itu tak nyaman dan meliuk-liukan perlahan tubuhnya dari cengkeraman Aska yang terlalu kuat.
"Kabar kami baik, sangat baik" Tersenyum licik lalu mencium pipi Nayla menyusuri telinganya hingga lehernya tak melihat handphone hanya fokus ke kewajah Nayla dia ingin membuat Endy cemburu dan perlihatkan bahwa Nayla ada miliknya.
"Kak Aska" Nayla tersentak
Nayla membelalakan matanya ketika bibir Aska mendarat dengan mudah di pipinya serta menyusuri lehernya, wajahnya berubah menjadi merah jantungnya berdetak dengan kencang ia seperti tak bisa bernafas.
"Ada apa dengan kak Aska aku cuma video call dengan kak Endy, apa yang membuatnya begitu marah, kenapa aku jadi takut padanya, karena takut ini membuat jantungku berdetak kencang di pelukkannya," Gumam Nayla dalam hati.
__ADS_1
Aska sedang memamerkan kemesraannya pada Endy agar lelaki itu cemburu dan menggambarkan jika hubungan rumah tangganya baik-baik saja dan ternyata ia berhasil wajah lelaki yang berada di handphone Nayla berubah emosi tatapanya juga menjadi tajam, tangannya mencengkeram bantal yang ada dipangukuannya namun tak terlihat. Aska benar benar berhasil membuatnya cemburu
"Kau sudah pulang?tak biasanya kau pulang awal" Endy mencoba basa basi dengan sahabatnya padahal mereka ingin saling menyerang .
"Ya aku selalu terniang wajah istriku jadi aku pulang awal, karena aku merindukannya, ia kan sayang?" Mengeratkan pelukannya kini kedua tangannya mengunci tubuh Nayla pipi mereka sudah menempel seperti memakai perekat kemudian berbisik.
"Pergilah ke ruang buku tunggu aku disana" Bisik Aska melepaskan pelukkannya.
Nayla pun menarik nafas lega ketika lelaki itu melepaskan cengkeramannya lalu bergegas meninggalkan Aska yang masih menatap layar handphone, ia ingin bicara penting pada Endy
"Kak Endy pergi dulu ya" Pamit Nayla menatap handphone melambaikan tangannya.
Aska kemudian duduk di tempat Nayla duduk tadi.
"Kenapa kau masih menghubunginya, bukakan kah aku sudah memberikanmu waktu untuk melupakkannya?" Tanya Aska mulai langsung ke inti masalah tanpa basa basi lagi
"Aku tegaskan padamu dia itu istriku dia sudah menjadi milikku, jangan sampai kau mengacaukan persahabatan kita karena masalah ini kau mencintai istri sahabatmu" Aska memperingatkan dengan tatapan tajam.
"Aku tahu tapi aku hanya berbicara dengannya, tidak melakukan apa-apa?" Alibi Endy mencoba tenang sebenarnya ia tersinggung ucapan Aska.
"Berhentilah menghubunginya aku peringatkan padamu dia sekarang istriku dan kami telah bahagia sekarang, kehadirannmu menghubunginya masuk dalam hubungan kami kau sama layaknya seorang penggangu ,menjadi orang ketiga dalam rumah tangga kami, itu tidak baik." Jelas Aska emosi merendahkan Endy memancing emosinya.
"Apa ....orang ketiga, Aska aku bukan orang ketiga, kau tenang saja aku berhubungan selayaknya kakak adik denganya, aku tidak sedang mengejarnya, kenapa kau takut ya?" Ucap Endy membalas Aska memancing kemarahan Aska perdebatan sahabat ini semakin seru.
"Kenapa aku harus takut?" Tanya Aska nadanya meninggi dengan tatapan tajam mereka sudah tidak mengingat persahabatan mereka.
__ADS_1
"Karena aku berperluang besar membuatnya jatuh cinta padaku dari pada kau, hanya aku yang begitu dekat denganya , kau lihat tadi bagaimana aku bisa membuatnya tertawa sedangkan kau tak ada yang bisa kau lakukan, hanya bisa menyembunyikan perasaanmu. Karena itulah kau takut aku menghubunginnya kan" Jelas Endy mengungkapkan fakta melukai hati Aska
"Takut,untuk apa aku takut jelas-jelas dia sudah jadi milikku dan kau pasti juga tahu aku kan? bahwa sampai mati aku tak akan melepaskannya jadi menyerahlah lupakan dia " Jawab Aska bangga dengan tersenyum sinis
"Ayolah Aska jangan berpura-pura aku tahu sampai sekarang dia masih menganggapmu kakak ,tidak ada yang berubah dari hubungan ini kecuali statusnya, dimatanya kau hanya kakaknya begitu juga dengan aku" Jelas Endy masih menggungkap fakta hubungan segitiga ini.
"Kau "Aska geram, seandainya Endy berada disini mungkin ia sudah melayangkan tinjunya pada sahabatnya itu.
"Ini terakhir kalinya aku katakan padamu jauhi dia lupakan dia" Jelas Aska.
"Maafkan aku Aska tapi sampai kau belum menyatakan cintamu padanya atau Nayla jatuh cinta padamu, aku tak akan mundur, aku akan terus menghubunginya" Ujar Endy kekeh pada pendiriannya.
"Kau"Aska kehilangan kata-kata
"Baikklah sudah duluya....." Ucap Endy
Sambungan video call terputus menyisahkan amarah pada Aska, perkataan Endy barusan membuat darahnya mendidih pengakuan itu terang-terangan seperti sedang mengibarkan bendera perang .
"Jadi ini yang membuatmu tak fokus akhir-akhir ini, pantas saja kau belum siap dengan tes ini, ternyata kau bukannya tak mengerti tapi kau tidak membacanya, kau bahkan tak takut kehilangan ciuman pertamamu hanya untuk melayaninya bicara, lihat saja Nayla aku akan membuatmu menyesal dan dan takkan berniat menghubunginya lagi. Batin Aska.
.
.
..
__ADS_1
.Like,Coment,Vote ya ........