Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
pulang kerumah


__ADS_3

Nayla bersiap pulang ke rumah dari tadi tak hentinya dia menebar senyuman, ia sudah berada di dalam mobil menunggu Aska yang yang dari tadi mengajak bicara geng pemuda tanpa masa depan. Setelah beberapa saat kemudian pintu mobil terbuka Aska masuk duduk di samping Nayla karena kali ini Aska membawa supir untuk mengemudi .


"Kamu senang?" Tanya Aska menatap senyum Nayla


"Sangat senang" Jawab Nayla.


Mobil pun melaju meninggalkan rumah dengan gerbang pintu yang megah itu. Nayla menyandarkan kepalanya melihat keluar kaca mobil menikmati semua pemandangan yang ia lalui. selang beberapa saat kemudian mereka telah sampai ditujuan, Nayla lalu turun dari mobil tak memperdulikan Aska ia terhenti di depan pagar rumahnya yang hanya setinggi pinggangnya, matanya menyusuri keadaan di depan rumah semuanya masih sama ia masih tak menyangka kembali lagi dirumah ini. Ia membuka pagar rumahnya melangkahkan kakinya dengan perlahan melihat dengan teliti apa ada suatu perubahan dirumahnya sepeninggalannya. Ia terhenti sejenak melihat bunga-bunga yang dia tanam dengan tangannya sendiri, sekarang masih sama masih segar terawat garis bibirnya tertarik. ia kembali melangkah berjalan menuju teras rumahnya tempat yang dulu selalu penuh dengan canda tawa riang dan petikan gitar dari geng pemuda tanpa masa depan yang ternyata adalah pengawal Aska yang menyamar untuk menjaga Aska dan rumahnya. Ia mempercepat langkahnya menuju depan pintu sambil berteriak riang memanggil kedua kakaknya yang ada didalam.


"Kak Dika, kak Endy, Nayla pulang nih" Teriak Nayla ceria kembali seperti semula


Aska yang berada disampingnya tersenyum melihat tingkah Nayla ikut bahagia untuknya


"Kak Dika, kak Endy, Nayla pulang nih..."Nayla berdiri di depan pintu terkunci terus berteriak, semakin tak ada jawaban semakin besar teriakan dan gedoran itu.


Dika dan Endy yang berada di dalam rumah duduk berdua di depan tv yang mengoceh namun tidak mereka tatap hanya sedang sibuk dengan handphonenya masing-masing.


"Dika sepertinya aku mendengar suara Nayla" Ucap Endy masih menatap handphonennya bermain game seru.


"Ia, tapi Ngak mungikin, Aska tak akan mengijinkkannya kemari" Lanjut bermain game.


"Kak Dika, kak Endy, Nayla pulang nih" Teriak Nayla


Suara Nayla mulai jelas terdengar oleh mereka


"Nayla" Kompak mereka megucapakannya setelah mereka mulai mendengar dengan jelas, mereka berlari kencang ke depan berlomba untuk membuka pintu.


"Aku dulu yang buka pintu" Endy menarik tubuh Dika kebelakang.


"Tidak aku dulu siapa yang membuka pintu lebih dulu dia yang memeluk Nayla lebih dulu" Ucap Dika tarik menarik dengan Endy hingga akhirnya Endy yang menang ia lebih dulu membuka pintu ia melihat Nayla yang berada di hadapannya.


"Nayla" Endy teriak senang membuka lebar lengannya siap memeluk Nayla.


"Kak Endy" Teriak Nayla senang, Kemudian Aska menarik mundur tubuh Nayla kebelakang lalu ia maju dan akhirnya Endy memeluk tubuh Aska lalu berbisik.


"Jangan peluk dia istriku "Bisik Aska sinis.


Endy dengan cepat melepaskan pelukannya "Ih geli aku pelukan sama kamu" Ujar Endy mengusap seluruh tubuhnya.


Nayla dan Dika terkekeh melihat tingkah mereka berdua.

__ADS_1


"Kakak senang Nay, kamu akhirnya pulang peluk Dika mencium puncak kepala Nayla kemudian melepaskannya yang langsung diserobot oleh Endy.


"Nayla kakak merindukanmu" Endy menarik tangan Nayla agar mendekat padanya lalu merangkul bahunya, membawanya masuk kedalam rumah. Nayla masuk mereka tertawa ceria tak memperdulikan Dika dan Aska yang masih berada di depan pintu. Dika memberi pengerian pada Aska tentang sikap Endy yang masih hangat pada Nayla.


"Biarkan saja Endy, ia hanya akan menujukan sayangnya pada adiknya jangan khawatir jika mereka bertemu. Nayla hanya mengaggapnya kakaknya dari dulu hubungan mereka seperti itukan, Naylakan hanya mengaggap kalian berdua kakak". Jelas Dika meledek dan memberi pengertian pada Aska.


"Kau tenang saja, aku bisa mengerti perasaannya, jika situasi terbalik Endy yang menikah Nayla aku juga akan melakukan hal yang sama mungkin aku bisa terang-terangan merebutnya." Jelas Aska.


"Kau tak cemburu pada Endy" Tanya Dika dengan wajah sinis.


"Gila .....tentu saja aku cemburu padanya tapi aku memberikan toleransi padanya, setidaknya aku tidak akan menghajarnya, karena ia sahabatku dan menyukai Nayla juga telah lama anggap saja kami lelaki seperjuangan, tidak seperti dengan lelaki yang mendekati Nayla yang berakhir tragis" Jelas Aska serigai licik diwajahnya.


"Lelaki seperjuangan mengejar bocah polos dan hanya dianggap kakak ck....ck......tragis" Ledek Dika


"Dika" Ucap Aska memukul bahu Dika.


Nayla berdiri di dapur menyusuri semua kenangan rumah dapur, ini merupakan tempatnya tempat favoritnya yang begitu banyak kenangan, dapur yang menjadi saksi bisu bagaimana perjuangannya mengurus ke tiga dj pemabuk itu. Dia duduk dimeja makan memandang menyeruluh letak letak barangnya, terbayangan ketika ia selalu berdebat dengan kakaknya karena masalah masa depan hingga, akhirnya kakaknya memaksannya menikah dengan Aska. membayangkan ia bertengengkar dengan kakaknya tentang sahabatnya yang menyusahkan, pekerjaannya yang hanya seorang Dj, pemuda tanpa masa depan. Semua itu adalah pematik pertengkaran mereka.


Nostalgianya selesai ia berjalan menuju kulkas membuka mencari apa yang bisa ia makan dan minum. Ternyata isi kulkas mereka sangat lengkap Nayla meraih beberapa minuman kaleng bersoda dan beberapa camilan untuk dia bawa keluar bergabung dengan dengan mereka bertiga.


Mereka berkumpul di ruang keluarga berbincang santai dengan tv menyala namun tak ada yang menatapnya.


"Ia kakak hebat, Nayla jadi sedikit tenang" Ujar Nayla duduk di samping Endy meletakkan minuman bersoda dan beberapa makananan ringan.


"Nayla senang banget bisa pulang ke rumah ini, tinggal di rumah kak Aska sepi" Curhat Nayla melihat Aska lalu melengos. Aska hanya tersenyum melihat tingkah Nayla.


"Bukankah di rumah Aska semuanya ada" Tanya Dika meraih minuman.


"Semua ada tapi sepi ngak ada yang mau bicara dengan Nay, sekali bicara kepalanya nunduk mulu, Nay jadi kawatir lehernya mereka keseleo."Jelas Nayla yang membuat Dika dan Endy terkekeh.


"Trus kakak tahu geng pemuda tanpa masa depan mereka udah tak mau lagi bernyanyi disana , Setiap Nay nyuruh nyanyi dia ngak mau, malahan Nay nyuruh, mereka nyindir Nayla mereka juga ngak mau" Jelas Nayla, sudut bibir Aska terangkat mendengar keluhan Nayla baru kali ini Nayla bicara begitu banyak.


"Apa kakak ngak salah dengar Nay, bukannya kamu sebel sama mereka" Ujar Endy mengernyitkan dahinya.


"Ia itu dulu sekarang ngak lagi Nayla kangen dengan suara mereka"Jelas Nayla.


"Kasian kamu Nay nikah sama Aska kesepian, coba dulu kamu nikah sama kak Endy" Jelas Endy menggoda Nayla, memancing emosi Aska yang lagsung dibalas dengan ketukan dikepalanya ,"aduh"


"Bebas sih tapi bakalan makan hati nikah sama kak Endy kan playboy, belum lagi kalau jalan sama kak Endy nunggu malam jumat dulu" Jelas Nayla

__ADS_1


Aska dan Dika terkekeh dengan ocehan Nayla.


Dret.......Dret.... ponsel Aska bergetar ia yang duduk di dekat Nayla beranjak untuk menerima telpon penting berdiri menuju ruang tamu duduk disofa yang berada tak tahu dari tempat mereka berkumpul.


Aska melihat layar handphone yang bertulis Aldy ia lalu menekan ikon hijau diponselnya


"Ada apa Aldy" Tanya Aska


"Saya hanya ingin memberi tahu tuan tadi ada dua mobil yang mengikuti mobil tuan saat menuju rumah nyonya Nayla" Jelas Aldy.


"Lalu apa mereka masih ada" Tanya Aska


"Saya melihat beberapa meter dari rumah nyonya Nayla ada gerombolan yang mencurigakan" Jelas Aldy.


"Berapa jumlah mereka" Tanya Aska.


"sekitar 8 orang tuan saya curiga dia adalah anak buah tuan Yuga"Jelas Aldy.


"Paman Yuga"


"Ia tuan mungkin ia mau kembali menyerang anda berhati-hatilah"


"Awasi terus mereka, jangan lengah, baiklah kabari aku tentang mereka nanti setiap saat, jika gerombolan itu masih ada disana, perketat keamanan" Jelas Aska


"Tuan saya harap anda tidak keluar rumah, tetap di sana sampai situasi aman" Saran Aldy.


"baiklah"


Aska memutuskan telponnya. Ia kembali menatap handphonenya, mengirim beberapa pesan yang entah siapa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Like,koment,vote ya.......


__ADS_2