Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
mengagumi


__ADS_3

Waktu saat ini masih pagi buta, Nayla telah membuka matanya, ia telah terbiasa bangun lebih awal kala ia mengurus ketiga Dj dahulu. kini ia kebingungan hal apa yang dilakukkan dirumah sebesar ini begitu fikirnya. Ia menggeliat di kasur mengumpulkan separuh nyawanya lalu duduk di kasur, dia melihat guling yang menjadi benteng pertahan masih tersusun rapi pada tempatnya tak bergerak sedikit pun, Hatinya tergelitik untuk mengintip wajah Aska ketika sedang tidur, ia menggeser tubuhnya mendekat keguling yang bertumpuk lalu mendongakkan kepalanya melihat kesamping terlihat Aska masih yang tertidur pulas, ia memandangi wajah Aska memperhatikannya, baru kali ini dia melihat wajah Aska tertidur pulas dengan tenang, biasanya dia melihat Aska yang kacau tertidur dalam keadaan mabuk .


Nayla beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, setelah mandi Nayla merapikan diri. Ia melangkahkan kakinya keluar kamar ke lantai bawah untuk melihat situasi rumah di sana, dia sudah banyak bertemu pelayan yang sedang membersihkan rumah padahal ini masih pagi sekali, Nayla menanyakan di mana letak dapur dirumah ini dan pelayanpun mengantarkan Nayla dan pemandangan yang kontras dengan dapur rumahnya sangat jauh berbeda .


Nayla melihat isi dapur sedang mencari sesuatu yang akan dia masak untuk sarapannya.


"Kenapa anda berada di sini nyonya?" Sapa bibi May mengagetkan Nayla yang entah dari mana tiba-tiba muncul.


"Bibi May saya ingin sarapan" Jawab Nayla.


"Kami akan menyiapkannya untuk nyonya" Ujar bibi May dengan senyum ramah.


"Tidak usai bibi May biar saya saja, saya sudah terbiasa" Dengan perasaan tak enak, tak ingin merepotkan sadar ia bukan siapa-siapa dan tak ingin menjadi beban.


"Tidak apa-apa nyonya jangan sungkan, kami punya koki yang terbaik dan berpengalaman disini" Tawar bibi May


"Terima kasih bibi May tapi biar saya saja, lagi pula ini hanya sarapan untuk saya, saya akan memanggil anda nanti jika saya bantuan anda" Pinta Nayla.


"Baiklah nyonya" Menundukkan kepalanya lalu pergi meninggal Nayla.


bibi May mengingat pesan Aska bahwa"jangan perlakukan Nayla seperti nyonya besar di rumah ini karena dia tidak akan suka, biarkan saja apapun yang dia lakukan, dia sudah terbiasa dengan kegiatannya mengurus rumah jadi biarkan saja dia yang penting dia nyaman di rumah ini." Pesan Aska.

__ADS_1


Nayla menikmati sarapannya, dia tidak menyiapkan untuk Aska karena dia berfikir koki di rumah ini lebih hebat darinya jadi biar pelayan yang melayaninya, ia cukup hidup di rumah ini dengan tidak menjadi beban dan mengurus semua keperluannya sendiri.


Setelah sarapan Nayla meminta pelayan mengantarkannya ke taman bunga yang dia lihat dari atas balkon kemarin, menuju taman bunga dia masih melewati kolam renang dalam rumah dan kolam ikan dengan banyak ikan didalamnya, ia ternganga lagi .


Ya tuhan kumohon semoga ini bukan rumahnya.... jika memang ini rumahnya mati aku, aku sering menghinanya benalu, numpang hidup, pemuda tanpa masa depan, aku bisa mati karena malu jika benar ini rumahnya ......


tapi kalau ini rumahnya kenapa ia selalu berada dirumahku padahal dia punya rumah semewah ini......,apa karena ia menyukaiku dan sedang mengincarku? .... ih.......sadar Nayla .....itu tidak mungkin dia hanya kakak bagimu dan dia juga menggapmu adiknya. dia di rumahmu hanya mencari kak Dika dan kak Endy.fikir Nayla.


Aska mulai terbangun dia menggeliat kekanan dan kekiri membuka matanya, dia melihat guling yang ada disampingnya lalu refleks bangun terduduk dia mengintip di balik guling dan tak mendapati Nayla di tempat tidur, dia beranjak dari tempat tidur mencari Nayla. Ia menyapu pandangannya keseluruh sisi kamar memanggil nama istrinya mencari keruang pakaian lalu menuju kamar mandi hingga balkon sambil meneriakakan nama Nayla namun tak ada jawaban.


"Kemana dia, apa dia kabur" Mulai panik lalu bergegas kembali mendekati kasur, mengangkat gagang telepon rumah yang ada disamping tempat tidur, menekan angka lalu menaruhnya di telinga begitu terdengar suara ia langsung.


"Bibi May istriku hilang" Teriak Aska panik.


"Tuan Aska anda baru ditinggal sebentar anda sudah seperti orang tak melihatnya bertahun-tahun." Ledek bibi May


"bibi May, aku serius, apa kau tahu dimana dia" Tanya Aska penasaran.


"Dia ada di taman bunga tuan" Jawab bibi May


Aska menutup teleponnya lalu menuju balkon dia mengarahkan matanya ke taman bunga. Di sana dia melihat istri kecilnya sedang berada di taman bunga memegang selang sedang menyirami tanaman.

__ADS_1


Dia memperhatikannya dengan lekat, memperhatikan setiap gerakan Nayla dengan senyum lebar dan wajah yang begitu bahagia dan penuh kekaguman, terpesona tak melepaskan pandangannya sedikitpun kali ini ia menikmatinya dari jauh. Mencintai diam-diam tak masalah baginya yang penting ia masih bisa memandangnya. Ia menarik nafas panjang.


Aku fikir setelah menunggunya bertahun-tahun dan menjadikan milikku, aku sudah bisa tenang tapi ternyata derita baru muncul, memilikinya membuat rasa cintaku bertambah berlipat-lipat dan rasa sakitnya juga bertambah berlipat-lipat cuma bisa memandangnya, mengaguminya, tak bisa berbuat apapun ingin rasanya memeluknya, ternyata rasa sakitnya lebih besar dari pada saat menunggunya menyedihkan sekali kisah cintaku dan sekarang jantung ini mau membunuhku berdetak lebih kencang jika didekatnya rasanya mau lepas .gumam Aska


Aska menarik nafas panjang masih memandang Nayla dari jauh dan diam-diam.


Nayla menikmati bunga indah yang ada didepannya senyum terus menghiasi wajahnya dari semua tempat yang ada di sini ini akan menjadi tempat favoritnya mengawali hari berbeda dengan dengan taman rumahnya baru menempatkan beberapa tanaman kakak ya sudah mengira dia kan membuat rumahnya menjadi hutan.


"Nyonya tuan Aska memanggil anda" Sapa pelayan itu ramah.


senyumnya tiba-tiba menghilang mendengar nama Aska namun ia harus pergi menemuinya dan meninggalkan taman yang menakjubkan itu .


Pelayan rumah mengantar Nayla menemui Aska memasuki ruangan yang ada di samping kamarnya. Aska sudah menunggu di dalam duduk di sofa mengenakan setelan jas yang membuatnya terlihat sangat tampan hingga Nayla mengernyitkan alisnya baru kali ini dia melihat laki-laki hadapannya ini mengenakan jas sungguh sangat berbeda.


Lalu membuang pandanganya melihat keadaan sekelilingnya hanya buku yang terlihat dan ternyata sebuah ruanganan khusus buku yang tersusun dan tertata rapi terlihat seperti perpustakaan rak buku yang besar berjajar di dinding entah ada berapa banyak buku didalam, meja besar, sofa empuk membuat orang betah jika harus berlama-lama berada diruang itu.


"Ini adalah ruang baca, kamu sangat suka membacakan! jadi kakak memperlihatkan ruangan ini " Jelas Aska berjalan pelan menuntun Nayla.


"Kakak akan kekantor hari ini, jika kamu bosan di rumah, kamu bisa membaca di sini " Jelas Aska namun tidak di gubris oleh Nayla ia hanya memperhatikan buku-buku dan membuka buku yang ada didepannya.


Sebenarnya ingin sekali Nayla bertanya tentang semua misteri ini, namun dia urungkan ia sedang tak ingin bicara pada Aska.

__ADS_1


.


.like,coment,vote Ya.


__ADS_2