Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
senang


__ADS_3

Matahari telah terbit, malam telah berganti dengan pagi Nayla turun menuju dapur untuk membuat sarapan sebagai awal memulai hari, ia mulai mempersiapkan semua bahanya.


"Selamat pagi nyonya" Sapa bibi May yang entah datang dari mana.


"Pagi bibi May"Jawab Nayla.


"Dua hari yang lalu kakak anda berkunjung kemarikan. Selama tuan menikah baru kali ini dia berkunjung lagi kemari" Jelas bibi May


"Bibi May anda mengenal kakakku dengan baik" Tanya Nayla penasaran.


"Tentu saja nyonya dia sudah berteman dengan teman tuan Aska semenjak di bangku kuliah" Jawab bibi May dengan senyum menawan.


"Oh jadi bibi May juga tahu persahabatan mereka bertiga" Jelas Nayla datar.


"Tentu saja nyonya mereka kan sering kemari" Jelas bibi May.


"Jadi bagaimana rasanya mengurus mereka merepotkan kan bibi May?mereka itu biang kerok yang suka bikin ulah, menyebalkan" Tanya Nayla memastikan bahwa apa yang dirasakannya sama dengan perasaan bibi May.


"Tidak ....mereka semua bersikap manis" Bela bibi May.


"Bersikap manis dari mana, bibi May pasti kerepotan jika mereka datangkan, mereka itu suka makan jadi pasti mereka suka numpang makan disini" Jelas Nayla sebagai tukang masak mereka dulu.


"Tidak nyonya mereka hanya numpang makan di sini ketika .......jurus andalan anda keluar" Bibi May terkekeh.


"Jurusku ...." Nayla membulatkan matanya


"Bibi May anda juga tahu jurusku" Tanya Nayla memasang wajah kecut.


"Jurus andalan anda yang tidak mau memasak jika sedang kesal pada mereka. Jika anda mengucapkannya mereka baru akan makan disini" Jelas bibi May ia seperti menahan tawanya.


"Berarti saat aku kesal mereka menumpang makan disini, berarti bibi May tahu kalau aku sedang marah dong ?" Tanya Nayla memastikan


Bibi May kembali menahan tawanya lalu mengangguk "ia nyonya jika di lihat dari pola makan mereka disini ternyata anda kalau sedang marah lama juganya ........" Goda bibi May.


Nayla terdiam obrolannya dengan bibi May membuatnya sedikit tersentuh ternyata ke tiga Dj itu lebih memilih masakannya dari pada koki terbaik dari rumah ini. Ia berfikir sudah lama juga ia tidak memasak untuk Aska semenjak menikah, karena dia berfikir masakan disini lebih baik dari pada masakannya yang seadanya. Tujuannya mengurus dirinya sendiri di rumah ini kan hanya agar ia tak menjadi benalu di rumah ini, ia kembali dengan masakannya kali ini ia juga menyiapkan untuk Aska karena menurut pesan kakakknya ia harus memasak untuknya


*******

__ADS_1


KAMAR


Bibi May datang dengan dua pelayan membawa nampan sarapan untuk Aska di dalam kamar Aska sedang bersiap berangkat kekantor.


"Selamat pagi tuan Aska saya membawakan sarapan anda" Sapa bibi May.


"Taruh saja bibi di situ bibi May" Aska sibuk dengan urusan dasinya.


Bibi May lalu menyuruh pelayan meletakkan di meja lalu ia duduk di sofa, ia tidak ingin beranjak dulu keluar ia ingin melihat wajah tuannya jika tahu itu buatan istrinya, ia tak ingin melewatkan moment ini.


"Tuan Aska sarapan ini dibuat oleh nyonya Nayla" Ujar bibi May memancing Aska, bibi May terus memperhatikan gelagat Aska dari jauh dia yang masih sibuk mondar mandir.


"Apa...." Aska membelalakan matanya ia seperti mendegar kabar bahwa ia menang undian lalu berlari kecil menghampiri bibi May dia melihat ke atas meja disana hanya sepiring nasi goreng, ia tersenyum melihat masakan ini lagi. sarapan yang biasanya dia santap berdua dengan Nayla sebelum ia mengantar gadis itu kesekolah. Bibi May terkekeh meliha tingkah Aska lalu duduk termenung melihat menu yang ada didepannya dia memegang tangan bibi May.


"Bibi May akhirnya" Ucap Aska terus tersenyum dengan rasa kebahagiaan melihat dihadapannya.


"Bibi May itu artinya suasana hatinya telah menjadi baik sekarang" Jelas Aska sangat tahu sifat Nayla dengan bersemangat.


"Anda senang tuan" Tanya bibi May tersenyum


bibi May terharu"silahkan tuan" persilahkan Bibi May


Aska kemudian melahap sarapan yang ada di depannya dengan terus tersenyum wajah tampan semakin bersinar bibi May terharu melihat tuannya hanya Nayla yang bisa membuatnya selalu bahagia dari dulu hingga sekarang.


*******


Di gedung Dirgantara Mitra yang menjulang tinggi diruangan predir Aska sedang duduk dikursi kebesarannya memandang laptopnya tapi fikirannya entah kemana tatapannya kosong sambil terus tersenyum seperti ada yang sesuatu yang sedang menggelitik dihatinya pak Chan yang berada di sampingnya merasa aneh dengan atasannya,kejadian tadi pagi telah mengacaukan fikirannya.


"Apa yang sedang anda fikirkan tuan?" Tanya pak Chan penasaran.


"ah.....tidak ada.."Sambil terus tersenyum dan kembali dengan lamunannya menaruh tangannya di meja menopang dagunya dengan telapak tangan.


"Apa anda sedang sakit tuan" Tanya pak Chan memastikan tuannya baik-baik saja atau apakah tuannya sudah sakit jiwa atau kesentuh roh halus.


"Tidak..." Jawabnya singkat masih tersenyum memandang laptopnya.


Pak Chan terdiam pasrah dari tadi bertanya lelaki itu tak mau bertanya.

__ADS_1


"Pak Chan"Panggil Aska


"Ia tuan, ada apa?" Tanya pak Chan


"Kau urus semuanya aku akan pulang" Menutup laptopnya lalu berdiri dari kursi kebesarannya.


"Tapi tuan ini masih jam kantor, anda masih punya pertemuan penting, jadwal anda sangat padat sampai malam ini" Jelas pak Chan.


"Tunda semuanya aku mau pulang" Jelas Aska sudah berada di depan pintu ia tak peduli dengan semua pekerjaannya yang dia inginkan hanya pulang ia sangat merindukan Nayla ia sangat senang Nayla sudah memasak untuknya kejadian tadi pagi telah membuatnya tak tenang hatinya berbunga-bunga .


"Baiklah tuan jika itu yang anda inginkan" Ucap pak Chan kecewa baru kali ini tuannya mengacaukan agenda kerjanya dan bertanya tanya kenapa tuannya hari ini selalu ingin pulang.


Aska keluar dari ruangan dia benar merindukan bule Jerman itu, bayangan Nayla dari tadi menari-nari difikirannya membuat semua pekerjaan pentingnya menjadi tertunda.


******


Aska sudah sampai di depan pintu kamar ia memegang handel pintu membukanya dengan perlahan ia ingin memberi kejutan pada Nayla, ia mendengar suara Nayla sedang tertawa keras, ia mengedarkan pandangannya mencari dimana orang yang telah merusak harinya itu lalu pandangannya tertuju pada Nayla yang sedang tertawa.


Ia berfikir keberuntungan apa yang dia buat kenapa hari ini begitu indah, tadi pagi Nayla sudah memasak untuknya sekarang ia pulang melihat Nayla tertawa lepas dari kejauhan sudah lama ia tidak melihat Nayla tertawa seperti itu, garis bibirnya tertarik melihat pemandangan itu.


"Ia semakin mendekat dengan Nayla, Nayla sama sekali tidak menyadari kedatangan Aska ia terus saja tertawa hati Aska tergelitik ingin mengetahui apa yang menbuat Nayla tertawa begitu lepas, ia semakin dekat ia, sudah berada dibelakang nayla .


Nayla sedang duduk bersandar di sofa menghadapkan wajahnya ke meja yang disana handphonenya dia taruh dan dia sandarkan sedemikian rupa agar nyaman melayani video call dengan Endy, Aska melihat objek yang di lihat Nayla dari belakang Nayla yang tanpa ia sadari dan ketika Aska melihat wajah Endy di handphone Nayla. wajahnya yang tadi senang telah berubah, garis bibir yang dari naik berubah menjadi marah wajahnya memerah menahan amarah, rahangnya mengeras, tangannya terkepal, ia sudah seperti siap menerkam mereka ia sangat marah sudah tak ada bunga-bunga dihatinya saat melihat layar handphone Nayla melihat wajah Endy sedang melakukan video call, ia seperti sedang menemukan perselingkuhan istrinya.


Nayla dan Endy masih asik dengan obrolan mereka tanpa menyadari Aska dari tadi berdiri dibelakannya dan akhirnya Endy mulai melihat Aska di belakang Nayla.


"Aska" Endy tercengang melihat Aska hadir dibelakang Nayla tanpa disadari oleh Nayla. ia menjadi panik merasa terciduk senangkan Aska sudah memasang wajah marah dengan tatapan mematikan ......


.


.


.


.


.Like,coment,vote ya........

__ADS_1


__ADS_2