
Pagi ini matahari bersinar dengan cerah, memberikan kehangat dan energi positif untuk melakukan aktivitas, diruang presdir Dirgantara Mitra, Aska duduk dikursi kebesarannya memasang wajah kesal dengan tatapan membunuh dihadapannya dua orang laki-laki berdiri dengan tubuh bergetar ketakutan, kepalanya mereka tertunduk diam mendengarkan dan pasrah dengan kekesalan Aska.
Endy duduk disofa yang berada diruang itu menjauh dari Aska. Ia sedang tak ingin menerima cipratan amarah sahabatnya yang menggila, melihat kegilaan Aska dipagi hari, membuatnya memasang wajah malas semangat paginya rusak karena melihat Amarah Aska yang memulai paginya. Endy berdiri beranjak dari diduduknya, kemudian ia berdiri didepan kaca besar melihat pemandangan kota dari ketinggian gedung kantor, ia menarik nafas panjang menunggu Aska selesai menuntaskan amarahnya pada orang ada dihadanpannga, sambil memiikirkan kata-kata Aska semalam yang memberikan tawaran membujuk Nayla, ia akan menbujuk Nayla pulang untuk kebahagiaan sahabatnya.
Endy merogoh saku celananya meraih handphonenya, mencoba menghubungi seseorang, ia mulai mengeser layar handphonenya lalu mengarahkan wajahnya kekamera, tak beberapa lama senyuman mengembang diwajahnya, ketika panggilannya terjawab.
"Nay" Ucap Endy tersenyum, matanya berbinar penuh semangat, akhirnya ia bisa menghubungi Nayla, sebuah panggilan iseng yang ia coba untuk mengalihkan rasa kesalnya karena semangat paginya yang hancur berbuah manis, akhirnya bule Jermannya menjawab panggilannya.
"kak Endy" Teriak Nayla heboh seperti dulu jika ia berhadapan dengan Endy.
"kakak kangen banget sama kamu bule Jerman" Endy
"Nay juga kangen kak Endy.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Endy menyalurkan rindunya menatap handphonenya lekat.
"Nay baik-baik aja" Nayla tersenyum manis.
"Nay kakak kangen, Kapan kamu pulang" Endy.
Nayla hanya tersenyum manis tak menjawab pertanyaan Nayla
"Gimana kabar kak Endy?" Nayla
"Kak baik-baik aja, cepat pulang Nay" Endy.
"Kakak sedang berada dimana?" Tanya Nayla yang heran melihat penampilan Endy yang terlihat rapi, mengenakan jas.
"Kakak sekarang kerja di kantor Aska, kakak sekarang kerja jadi asistennya." Endy
"Lebih tepatnya menjadi pawangnya" ralat Endy terkekeh mencurahkan isi hatinya.
"Kak Aska kenapa?" Tanya Nayla.
"Semenjak kamu pergi dia menjadi gila, menyebalkan, dia memarahi semua orang yang ada didekatnya, menindas dan memotong gaji bawahannya dengan seenaknya, kakak dibayar Nay, digaji besar oleh pak Chan untuk menjinakkannya" Jelas Endy yang melihat sahabatnya sebagai hewan buas.
"Hahahahahha" Nayla tertawa mendengar curhatan frustasi Endy, jantung Endy berdegup dengan kencang melihat Nayla tertawa wajahnya semakin memancarkan aura kecantikan yang membuatnya terpukau.
"Jangan tertawa Nay, ini semua gara-gara kamu, kamu tahu, gaji kakak aja dipotong terus oleh Aska, dia kejam Nay, gaji kakak aja bulan ini aja udah dipotong 40 persen" Keluh Endy memasang wajah sedih.
"Hahahahaha" Nayla hanya tertawa mendengar keluhan Endy.
__ADS_1
"Kamu ingin melihat kegilaan?" Endy mengarahakan kamera ponselnya pada Aska yang sedang memarahi dua lelaki yang ada dihadapannya.
"Pak Chan laporan apa ini? perusaahan ini akan mengadahkan acara besar, kenapa membuat laporan seperti ini, kenapa kalian lambat sekali mengurus semua" Melempar berkas laporan ke meja kerjannya memarahi Pak Chan, kemudian setelah memarahi pak Chan Aska beralih ke lelaki disebelah Pak Chan.
"Kamu... aku bilang buatkan aku kopi pahit dengan tiga sendok teh gula, kenapa rasa kopinya tidak pahit, malah jadi manis," Aska mendorong cangkir di meja dengan kasar.
Nayla memperhatikan tinggkah Aska dari layar ponselnya, hatinya berdesir rindu untuk pertama kalinya selama satu tahun perpisahan, ia melihat wajah yang begitu ia rindukan, rasanya ia sangat bahagia, rasa rindunya sedikit berkurang dengan melihat wajah suaminnya.
Aska hanya sibuk dengan dua orang yang dihadapannya, tak tahu jika Endy sedang bicara pada Nayla andai, ia tahu ia pasti datang berlari menghampiri Endy.
Endy kembali mengarahkan kamera handphonenya kewajahnya.
"Tuh...kan Nay kamu lihat, kegilaan Aska dia memarahi Pak Chan orang yang paling dihormati dikantor bersamaan dengan Ob, bikin pak Chan ngak punya harga diri aja." Keluh Endy.
"hahahahahaha" Nayla hanya bisa terus tertawa mendengarkan keluhan curhatan frustasi Endy.
"Pulang ya Nay, jinakkan dia?" Mohon Endy.
"Ia Nay pasti pulang, tapi ngak sekarang" Jawab Nayla.
Setelah puas memarahi dua lelaki yang ada dihadapannya dan mengusirnya keluar dari ruangan, Aska menarik nafas panjang memijat pelipisanya untuk meredahkan emosinya, ia telah menyalurkan rasa kesalnya, kemudian ia memutar kursi kebesarannya mengarahkan pandangnya pada Endy. seketika ia kembali kesal melihat Endy sedang berdiri sibuk tertawa mememegangi handphonennya.terlihat sedang menghubungi seseorang, ia mengira Endy video call menghubungi gadis-gadis bodohnya.
"Endy kau berani menelpon gadis-gadis bodoh itu disaat jam kantor, kupotong gajimu 10 persen" Ucap Aska meninggikan Suaranya dengan tatapan tajam menatap Endy, ia tak tahu Endy sedang bicara pada orang ia cari selama ini, yang begitu ia rindukan.
"Kamu dengar kan Nay, ia memotong gaji kakak lagi itu berarti sudah 50 persen, setengah gaji kakak udah habis terpotong bulan ini" keluh Endy.
"Ya, baiklah udah dulu kak, gaji kakak udah dipotong tuh, ntar semakin lama semakin habis lagi" Ucap Nayla kembali terkekeh.
Endy yang kesal pada Aska hendak berniat mengerjainya, Aska ia ingin memberikannya pelajaran karena telah merusak paginya yang damai.dan mengatakan Nayla gadis bodoh, ia ingin membuat Aska menyesal.
"Udah dulu yah Bule Jerman, gaji kakak udah dipotong tuh, ntar gaji kakak habis lagi" Ucap Endy mengeraskan suaranya, menekan kata bule Jerman agar Aska mendengarnya siapa gadis bodoh yang dia maksud.
Mendengar ucap Endy yang meninggi menyebut kata Bule Jerman, Aska membelalakan matanya terkejut, dengan cepat berlari kearah Endy, namun ia melihat Endy telah melambaikan sebelah tanganya kearah ponselnya.
"Nayla" Ucapnya berlari kearah Endy lalu dengan cepat merebut ponsel ditangan Endy memeriksannya, namun saat ia melihat layar ponsel itu sudah tak ada wajah Nayla lagi.
"Endy kenapa terputus" Tanya Aska kesal, memperhatikan layar ponsel.
"Bukankah kau bilang tidak boleh video call dijam kantor" Ucapnya datar seringai diwajahnya.
"Ayo hubungi dia lagi" Aska mengulurkan tangannya mengembalikan ponsel Endy agar ia menghubungi Nayla lagi.
__ADS_1
"Tidak mau, kau telah memotong gajiku" Endy melipat tangannya didada kemudian membuang pandangannya.
"Aku akan menggajimu 5 kali lipat,yang penting kau hubungi dia lagi." Tawar Aska dengan tawaran yang mengiurkan.
"Tidak mau"Kekeh Endy ia tak tertarik dengan penawaran Aska,
" Ayolah Endy hubungi dia lagi" pinta Aska.
"Tidak mau kenapa bukan kau saja yang menghubunginya" Saran Endy
"Aku takut padanya, aku malu berhadapan dengannya" ucap Aska tertunduk disatu sisi ia sangat merindukan Nayla disisi lain ia tak mampu berhadapan dengan Nayla.
"kalau kau malu kenapa menyuruhku menghubunginya"
"Aku ingin mendengar suaranya, tawanya, ayo hubungi dia lagi" Perintah Aska.
"Tidak mau" kekeh Endy tidak goyah keputusannya tidak berubah sedikitpun.
"Kau" Aska mulai kesal lalu seperti biasa dia akan memberi pelajaran pada sahabatnya, Aska menaruh kepala Endy di bawah ketiaknya, mengapit lehernya dengan kuat.
"Hubungi dia lagi" Perintah Aska mempererat kapitannya.
"Tidak ....tidak....tidak, Aska lepaskan" berontak Endy dalam kapitan lengan Aska.
begitulah kembali dua sahabat ini bertengkar, setiap hatinya hanya ada perdebatan, sudah tak kompak lagi.
🌺🌺
Nayla berdiri di balkon rumah setelah memutuskan sambungannya dengan Endy, ia memegangi dadanya yang jantungnya berdetak dengan cepat, setelah melihat wajah Aska, kemudian tersenyum penuh kebahagian, wajahnya memerah tersipu malu ketika memikirkan Aska, rasanya sangat malu untuk berhadapan dengannya,ia benar-benar telah jatuh cinta pada suaminya. perpisahan membuatnya sadar bahwa ia mencinta Aska, ia lega rasa rindunya yang besar sedikit berkurang setelah melakukan panggilan tadi.
.
.
.
.Like,coment ,Favorit, vote .....
.
.Maaf upnya cuma sedikit dikarenakan kesibukan, tapi akan diusahakan untuk Up setiap hari.
__ADS_1
"tidak
l