
Malam telah larut lelaki paruh baya duduk disofa tunggal dengan puluhan orang berdiri dihadapannya, dia adalah Yuga Dirga yang telah siap mendengar laporan dari anak buahnya yang bertugas mencari informasi mengenai keponakannya yaitu Aska.
"Sam ...Informasi apa yang kau dapatkan?" Tanya tuan Yuga penasaran pada salah satu orang yang berdiri paling depan diantara perkumpulan itu. Dia adalah ketua kelompok dari anak buah paman Yuga
Dengan tertunduk dan suara bergetar Sam mulai menjelaskan pada tuannya ia menarik nafas dalam mengumpulkan keberanian.
"Tuan menurut seluruh informasi yang berhasil kami kumpulkan dan pengintaian kami selama berhari-hari pada tuan Aska dan sahabatnya, kami menyimpulkan bahwa gadis itu memiliki hubungan dengan tuan Aska" Jelas Sam ketakutan tubuhnya bergetar ia tahu informasi ini pasti akan membuat tuannya marah.
"Apa maksudmu?" Tanya tuan Yuga dengan tatapan tajam dan memastikan, ia sudah merasa kabar yang di berikan anak buahnya ini adalah kabar buruk.
Sam tertunduk tak mampu menatap wajah tuannya lututnya bergetar.
"Kami melihat gadis itu masuk kedalam lingkungan rumah keluarga Dirga namun gadis itu tak pernah keluar lagi. Gadis itu selama ini menghilang bukan ke Jerman namun ia tinggal dirumah tuan Aska, saat kami melakukan penyerangan beberapa bulan yang lalu kami melihat di jari gadis itu ada cincin seperti cincin pernikahan, kami juga pernah melihat gadis itu jalan dengan sahabat tuan Aska yang bernama Endy ke sebuah rumah sakit bersama gadis itu, walaupun kami tidak mendapat informasi apapun. Beberapa hari terakhir kami mengintai kedua sahabat tuan Aska telah membeli beberapa perlengkapan bayi lalu menuju rumah tuan Aska ."Jelas Sam
"Katakan cepat jangan berputar-putar" Bentak tuan Yuga sebenarnya ia mulai mengerti namun ia seakan tak ingin meyimpulkan, ia sangat tak ingin mendengar kabar itu.
Sam kembali menarik nafas panjang agar keberaniannya terkumpul.
"Tu...tuan kami memastikan bahwa tuan Aska telah menikah dengan gadis itu dan saat ini telah mengandung anak dari tuan Aska" Suaranya bergetar.
"Apa kau bilang" Teriak tuan Yuga bangun dari duduknya lalu menghampiri Sam mencengkeram leher baju sam.
Plak......menampar pemuda itu dengan keras hingga tersungkur kelantai.
"Menikah dan mengandung.....sialan.......bodoh kalian. Kalian semua tidak berguna " Maki tuan Yuga sangat marah, ia menampar satu persatu lelaki yang berdiri dibaris depan.
"Bagaimana bisa kalian terlambat tahu masalah ini apa yang kalian kerjakan?" Teriak paman Yuga ia sangat marah ingin rasanya ia membunuh seluruh anak buahnya karena kelalaiannya
dalam mengawasi Aska.
"Maafkan atas kegagalan kami tuan "Seluruh anak buah yang tadi berdiri dihadapannya kompak berlutut memohon pengampunan dari tuan Yuga.
"sial....aku terlalu mengaggap remeh dirimu..... Aska bisa-bisanya kau menikah dengan gadis yang lebih pantas menjadi adikmu, yang sudah kau anggap adikmu sendiri, kau benar benar cerdas aku bahkan tak menduganya" Tuan Yuga mengepalkan tangannya mengendus menarik sebelah garis bibirnya, sebenarnya tuan Yuga tak pernah menyangka Aska menikahi gadis kecil yang tumbuh dalam penjagaannya itu, ia tak pernah mengincar Nayla karena ia tahu hubungan Aska dengan gadis itu sudah terjalin lama dan hanya kakak-adik lagi pula Nayla tidak tahu jika Aska adalah presdir dia hanya tahu Aska sahabat kakaknya,itu fikirnya.
__ADS_1
"Maaf tuan gadis kecil itu sekarang tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik, cerdas ia mandiri dan memiliki pemikiran yang dewasa, banyak pria yang menginkannya wajar jika tuan Aska juga menyukainya dan memilihnya sebagai istri." Jelas Sam dari dulu ia selalu mencurigai Aska menyukai Nayla namun tuan Yuga selalu tak percaya dan selalu menganggap remeh Nayla saat ia memberikan informasi mengenai Aska ia selalu mencegah Sam untuk menyelidiki Nayla karena hubungan kakak adik itu.
"Tidak mungkin Aska menikahinya karena cinta, ia pasti hanya ingin memperkuat posisinya" Sangkal tuan Yuga masih tak bisa terima Aska menikah dengan Nayla.
"aa......harta keluarga Dirga semakin sulit saja didapatkan karena kalian tidak berguna semua" Teriak paman Yuga lalu menendang satu persatu anak buahnya.
Paman Yuga kembali kesofa tunggal ia duduk terdiam mengurut pelipisnya berfikir sejenak hingga ia menemukan sebuah ide.
"Sam siapkan penyerangan besar, aku ingin semua ini tuntas, keluarkan dana yang besar untuk penyerangan kali ini, kalian tidak boleh gagal lagi, ini penyerangan terakhir kita" Ujar tuan Yuga memincingkan matanya dengan senyum menyeringai.
"Tapi tuan .....Keamanan tuan Aska sangat ketat, pengawalnya semakin banyak dan terus mengikutinya, sangat susah menembus pertahan tuan Aska" Jelas Sam tertunduk masih ketakutan.
"Apa kalian semua bodoh?,aku akan mengeluarkan uang yang sangat besar untuk penyerangan ini" Bentak tuan Yuga," Perbanyak juga orang kalian, pelajari besar kekuatan dan siasat Aska. Kalian harus mengumpulkan kekuatan, jika perlu kalian harus mengumpulkan orang kalian tiga kali lipat lebih banyak dari pengawal Aska," Titah tuan Yuga yang tak bisa dibantah.
"Baiklah tuan kami akan mengatur siasat mulai sekarang" Tertunduk
"Ingat kalian tidak boleh gagal lagi." Tuan Yuga memberi peringatan.
๐บ๐บ๐บ๐บ
* Kediaman Aska*
Nayla dan Aska berada ditempat tidur berbaring untuk terlelap, entah mengapa malam telah sangat larut. Mereka berdua belum bisa terlelap ada perasaan yang tak enak, serasa mengganjal dihati mereka, entah apa itu membuat mereka tak bisa tidur dengan nyenyak, Aska dan Nayla sibuk membolak-balikan tubuhnya diatas tempat tidur mencari posisi yang nyaman agar bisa terlelap.
"Belum tidur Nay" Tegur Aska berbaring menyamping menghadapkan tubuhnya kearah Nayla
"Ngak tahu nih, Nay ngak bisa tidur" Jawab Nayla dari balik guling pemisah yang tinggal satu berada ditengah mereka.
Aska menggeser guling pemisah kebawah agar ia bisa melihat wajah Nayla lalu tersenyum manis menatap wajahnya lekat, membuat Nayla salah tingkah dibuatnya.
"Kak Aska jangan liatin Nay terus, Nay semakin susah untuk tidur" Protes Nayla
Aska mengambil guling pemisah diantara mereka lalu melemparnya ke lantai, menggeser tubuhnya ke arah Nayla.
__ADS_1
"Kakak mau apa " Tanya Nayla panik melihat Aska mendekat kearah Nayla.
Aska menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya membenamkan kepala Nayla di dadanya dengan lengannya sebagai bantal
"Biar kakak memelukmu malam ini, hati kakak sedang gelisah, kakak ngak bisa tidur"Jelas Aska meresapi pelukkannya
Nayla terdiam dalam pelukakan Aska ia tidak melakukan penolakan seperti biasanya, ia menikmati kehangatan tubuh suaminya dan entah mengapa hatinya juga merasakan kegelisahan sama seperti Aska.
Cukup lama mereka terdiam hanyut dalam pelukan yang hangat dan menenangkan.
"Nay jaga anak kita dengan baik ya! nanti kalau anak kita sudah besar jangan suka kamu omelin ya! apalagi dengan nasehat masa depan cerahmu itu, biarkan ia menjadi apapun yang ia mau" Pesan Aska kepada Nayla seolah ia tak bisa melihat anaknya tumbuh besar, ia mengelus kepala Nayla lembut lalu mengecup puncak kepala istrinya.
Nayla tersenyum membayangkan anak mereka nanti.
"Kalau dia nurunin kenakal kakak, mau ngak mau Nay jewer kupingnya" Ujar Nayla santai.
"Ih Nay ..Jangan galak sama anak kita" Protes Aska ia sangat tahu jika istri kecilnya ini sangat galak dan mengerikan mereka bertiga saja takluk jika Nayla sudah marah.
"Nay jangan keluarkan jurusmu pada anak kita ya! ...Kalau kamu marah, kasian dia ntar kelaparan, biar ayahnya yang merasakan jurus kamu" Canda Aska terkekeh
"Pokoknya awas aja dia ....Jangan sampai sama dengan ayah dan pamanya " Ancam Nayla lalu menaruh sebelah tangannya dipinggang Aska
Aska semakin memeluk Nayla mencium puncak kepala Nayla rasanya ia tak ingin melepaskan pelukan itu.
"Tidurlah ini sudah larut malam" Ucap Aska lembut kembali mengecup puncak kepala Nayla tersenyum bahagia, karena hubungannya dengan Nayla telah berubah, semenjak Nayla hamil ikatan mereka menjadi kuat.
Nayla akhirnya terlelap dalam pelukan Aska yang menenangkan, sedangkan Aska masih terjaga menikmati pelukannya bersama Nayla. pikirannya mulai dihantu rasa takut apa dia bisa terus bertahan hingga anaknya lahir kedunia dan melihatnya tumbuh besar, mendampingi Nayla membesarkan anak mereka.
.
.
like dan comentnya ya .vote juga.
__ADS_1