Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
pengganggu


__ADS_3

Hari ini adalah lembar yang baru untuk buku Nayla, ia harus kembali mempelajari buku keduanya yang tak kalah tebalnya dengan buku pertama, Ia sekarang berada di kamar duduk santai sejenak memberi jeda istirahat setelah tadi ia turun ke bawah untuk makan siang. Setelah ia merasa cukup dengan rehatnya. Ia mengarahkan pandangannya ke buku yang ada di meja .


Nayla menarik nafas dalam memperhatikan buku tes kedua berjudul Target Mananjemen, melihat judulnya saja dia sudah tak bersemangat.


"Dari kemarin belajar manajemen terus-terusan otakku rasanya sudah panas, mungkin ngak lama lagi gila kalau begini terus" Oceh Nayla.


"Kenapa mempertahankan ciuman pertama ini sangat sulit, memangnya ia ingin sekali menciumku hingga memberikan aku tugas seberat ini, sepertinya dia sengaja terus memberikanku tugas agar aku gagal lalu ia bisa menciumku" Nayla bergidik ngeri membayangkan jika dirinya gagal.


"Tapi semoga itu tidak terjadi, aku harus berusaha" Seru Nayla.


Kembali mengambil buku yang ada dimeja dengan kasar dan cepat hingga akhirnya buku itu terjatuh dilantai.


"Auw .....sakit" keluhnya ia merasa tangannya kesakitan.


"kenapa tanganku sakit" Sambil memijat lenganya perlahan ia teringat apa penyebab tangannya merasa sakit .


Nayla memperhatikan telapak tangan kanannya lalu senyuman menggembang di bibirnya, teringat kejadian kemarin ketika ia dan Aska kencan di lantai tiga, bagaimana laki-laki itu mengenggam erat tangannya dan tak mau melepaskanya walaupun sesaat, setiap ia akan menarik tangannya semakin kuat pula cengkeraman Aska hingga ia mulai pasrah lalu semakin semakin lama semakin menikmatinya, ada perasaan nyaman di genggaman itu .


"Kemarin kenapa semua terasa nyaman padahal itu tak sesuai dengan harapanku, itu hanya kencan di lantai tiga, kenapa rasanya sesenang ini padahal seharusnya aku marah karena ditipu olehnya?" Oceh Nayla sambil masih memandang tangannya sambil tersenyum.


Ia memikirkan penyebab bubarnya kencan itu karena lagu geng pemuda tanpa masa depan, ia berfikir apa arti isi lagu tersebut. ia melihat handphonenya ingin mencari arti lagu itu namun saat meraihnya mencari tahu, dering telpon berbunyi hingga buyarlah tanda tanya itu. Ia membaca nama yang dilayar, lalu kembali garis bibirnya naik, sebuah panggilan video call dari orang yang ia tunggu-tunggu selama ini, ia menekan ikon di layar handphonenya terlihat wajah seorang lelaki.


"Kak Endy" Ucap Nayla kemudian turun duduk di lantai mengatur posisi, meletakkan handponenya di meja dengan buku sebagai ganjalannya.


"Hai Nay" Sapa Endy lirih melambaikan tangan.


"Kak Endy kemana saja akhir-akhir? ini ngilang begitu aja udah ngak pernah hubungi Nayla" Jelas Nayla sangat bersemangat.


"Kak sibuk Nay" Suaranya terdengar berat namun wajahnya merona bahagia akhinya ia melihat wanita yang begitu dia rindukan walaupun cuma melalui handphone.


"Sibuk .....sibuk apa?sampai ngak bisa hubungi Nayla ?" Tanya Nayla.


"Sibuk melupakanmu tapi ngak bisa ,aku menyerah" Gumam dalam hati lalu menjawab kakak sibuk di club malam Nay.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu? " Tanya Endy menatap dalam wajah dari layar handphone.


"Baik kak, kakak tahu disini sangat sepi, Nayla jadi kangen rumah "


"Kakak kangen sama kamu Nay, di rumah juga sepi ngak ada kamu"


"Tapi disana ada kakak Dika, kak Caren dan kak Serena, kakak juga bisa jalan-jalan kemana pun kakak mau, ngak seperti di sini sepi ngak ada teman" Curhat Nayla.


"Mereka semua ngak ada yang asik Nay, ngak kaya kamu"


Endy terdiam memikirkan kejadian kemarin yang merupakan alasan kenapa ia menghubungi lagi perempuan yang begitu ingin dia lupakan setelah berbulan tidak berhubungan dan memberi kabar akhirnya pertahanannya rapuh juga


flasback on


"Endy ayo kita pergi, kita jalan-jalan keluar, kamu mau kemana?ke mall,ke cafe atau kemana aja" Tanya Sarena.


"Aku tidak mau pergi, kau saja yang pergi sendiri sana" Jawabnya ketus.


"Endy ayo lah kita jalan-jalan kau butuh suasana baru untuk menjernikahkan fikirannmu, jangan memikirkan Nayla terus" Ujar Serena.


"Endy sudah berbulan-bulan kau hidup seperti ini tak bersemangat, aku khawatir padamu, hidup terus berjalan dan kau masih di sini dengan patah hatimu, mungkin di sana juga Nayla sudah membuka hatinya pada Aska mereka sudah bahagia"Jelas Serena


"Diam kau.....Tutup mulutmu.....Jangan ceritakan kebahagian mereka padaku, berapa kali aku mengatakan berikan aku waktu, jauhi aku, kau hanya membuat hatiku bertambah sakit" Ujar Endy emosi.


"Kau lihat aku sudah memberikan waktu untukmu, tapi kau tak melupakkannya dan berkali-kali juga aku katakan cobalah padaku, aku akan menghapusnya dari ingatanmu beri aku kesempatan" Jelas Serena air matanya mengalir.


"Pergilah berhentilah mengejarku, carilah pria yang lebih baik dariku aku tak punya perasaan apa pun padamu " Ujar Endy suaranya bertambah keras.


Dika mendengar pertengkaran itu keduannya mencoba menjadi penengah membela Serena dia sudah melihat bagaimana wanita itu berkorban banyak untuk sahabatnya. Akhirnya Serena pun pergi


"Endy hentikan, kau tidak iba dengannya, ia selalu datang menghiburmu, jangan perlakukan dia seperti ini "Bela Dika.


"Apa aku memintanya untuk mengejarku, aku sudah bilang itu akan menyakitkan baginya tapi dia masih juga datang, bukan salahku jika dia tersakiti saat ini " Ujar Endy sekarang menyerang Dika.

__ADS_1


"Endy lupakan Nayla dia sekarang istri sahabatmu, berhentin memikirkannya" Saran Dika.


"Aku sudah melupakannya dan kau lihat aku sudah tidak berhubungan dengannya" Kilah Endy


"Kalau memang kau telah melupakannya jalan lah dengan Serena" Bujuk dika


"Tidak ...untuk saat ini aku tak bisa" Endy menghindar.


"Kenapa kau masih memikirkannya kan?" Desak Dika.


"Aku bilang aku cuma butuh waktu, sudah aku tak ingin bertengkar denganmu" Jelas Endy menghindar.


"Jangan mencari alasan kau masih berharapkan, lupakan dia aku khawatir denganmu akhir-akhir ini " Ujar Dika.


"Kalian semua menekanku menyuruhku melupakannya, kalian fikir ini mudah, kau kira aku tidak tahu usaha kalian agar aku melupakan Nayla, aku tahu semua, Aska menjauhkanku dengan Nayla ia tak pernah membawa Nayla pulang kemari karena dia tak mau Nayla bertemu denganku, kau memaksaku melupakannya dengan menyuruh berkencan dengan Serena dan Serena juga susah payah masuk ke dalam hatiku, itu semua usaha kalian agar jauh dengannya kan, seberapa banyak kau berusaha itu tak kan bisa membuatkan aku melupakkannya" Jelas Endy.


"Kau apa yang kau dapat dari mencintai istri orang" Tanya Dika emosi nadanya meninggi.


"Kau tahu Dika aku sudah menyiapkan diriku patah hati dari tiga tahun lalu dan sekarang karena tekanan kalian aku semakin sadar aku tak akan bisa menghapusnya, aku akan kembali menghubunginya, aku tak akan menghindar lagi, biarlah terus seperti ini hubungan kakak adik dengannya. Aku tak akan menghindarinya lagi." Jelas Endy.


"Bodoh ...aku peringatkan padamu sebesar apa pun cintamu, Aska tak akan melepaskan Nayla"Jelas Dika emosi.


"Aku tak peduli biarlah perasaan ini terus bertambah dan sakit ini juga bertambah, aku sudah tak peduli yang penting aku bisa kembali menjadi kakaknya seperti dulu " Endy lalu pergi meninggalkan Dika.


flashback off


Itulah alasan Endy kembali menghubungi Nayla


"Nay, mulai hari ini kakak akan menelepon setiap hari " Ujar Endy.


"Setiap hari baiklah Nay juga bosan ngak punya teman cerita udah dulu yak kak Endy, Nay mau belajar dulu nih" Ujar Nayla.


"Jangan putus dulu Nay kak masih mau dengar suaramu kakak masih kangen" Pinta Endy

__ADS_1


"Baiklah" Timpal Nayla.


Merekapun larut dalam obrolan video call bercanda, tertawa, saling curhat meluapkan keluh kesah hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat bagi mereka Nayla sudah tidak memperhatikan bukunya.


__ADS_2