Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
jangan pergi


__ADS_3

Beberapa dokter telah mencoba mengupayakan seluruh kemampuannya untuk menolong Nayla, dokter memegang sebuah alat kejut jantung yang ia pakai untuk membuat detak jantung Nayla kembali normal.


Aska terdiam disamping tubuh Nayla memperhatikan Nayla berjuang untuk hidup, Aska mendekap mulutnya ia menahan diri agar ia tidak berteriak histeris, melihat tubuh Nayla yang kejang karena alat kejut jantung yang terletak ditubuhnya, air mata Aska tumpah membasahi bajunya, ia sangat kacau melihat Nayla sepertinya sangat menderita dan kesakitan.


Aska mendekat ke arah Nayla kemudian membungkuk membisikkan sesuatu"Nay bertahanlah ....Aku mencintaimu .....Aku mencintaimu dengan seluruh jiwa dan ragaku, hanya kamu yang aku inginkan, jangan pergi ...Beri aku kesempatan membuktikan cintaku, kita akan bahagia" Ucap Aska berbisik ditelinga Nayla dengan lembut ia telah mengungkapkan perasaan terdalamnya pada Nayla.


***


Nayla berada di dalam alam bawah sadarnya, jarak antara kehidupan dan kematian, ia sedang berjuang. Ia berada ditempat yang begitu indah disana ia melihat sosok yang begitu amat ia rindukan selama bertahun-tahun, sosok perempuan begitu cantik yang telah meninggalkannnya di saat ia masih berusia enam tahun sedang tersenyum kepadanya. Nayla berlari memeluknya.


"Ibu" Nayla menangis dalam dekapan ibunya seperti anak kecil, ia sangat merindukan ibunya. Saat ia masih mengingkan kasih sayangnya, ia terpisah ibunya meninggalkannya.


"Ibu ...Nay kangen ......Nay mau ikut ...Ibu...." Rengek si kecil Nayla


"Sayang, kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, kakakmu pasti menjagamu dengan baik" Ucap ibu Nayla lembut mengelus rambut Nayla.


"Ibu, setelah ibu pergi Nay ikut pesan ibu, Nay jadi anak baik, Nay rajin belajar, Nay jadi juara kelas di sekolah dan Nay menjaga kakak dengan baik" Ucap Nayla menceritakan semua pada ibunya dengan antusias telah lama ia ingin bercerita semua ini pada ibunya.


"Tapi sayang bu" Nayla tertunduk sedih menangis sesugukan


"Kakak jahat bu, kakak menikahkan Nay diusia muda, Nay ngak bisa meraih cita-cita Nay. Nay gagal bu" Ucap Nayla mengaduh pada ibunya sambil terus memeluk ibunya, menangis dalam pelukan ibunya.


"Kakak kamu benar sayang, dia laki-laki yang baik ibu suka menantu ibu" Tersenyum lembut pada Nayla


"Bu Nay ikut, Nay ngak mau tinggal dengan mereka " Renggek Nayla memeluk erat ibunya.


"Tidak sayang belum waktunya, kasian kakakmu sendiri disana, dia sudah sangat sedih karena ayah dan ibu meninggalkannya, jangan tinggalkan ia juga" Jelasnya penuh kelembutan dan kasih sayang.

__ADS_1


"Ibu tak akan membawamu sayang, Nay masih punya tugas"


"ibu"tangis Nayla


"Ibu sedih, Nay belum jadi istri yang baik untuknya.


"Ibu"


"Nay belum jadi istri yang baik, Nay belum pernah membahagiakan suamimu sekalipun"


"Nay dengar itu"


Nay terdiam ia mendengar suara Aska memanggilnya dan mengatakan cinta padanya


"Kamu ngak bisa pergi sayang ,tinggallah jaga kakakmu, dia belum bahagia, jadilah istri yang baik, kau mencintai suamimu kan? sayang, kembalilah bahagiakan dia"


"Ibu.....Ibu ........


Diluar ruangan Dika duduk di kursi depan ruangan tertunduk mencengkram tangannya, ia sudah terasa begitu lemah dan ketakutan dengan kemungkinan terburuk terjadi pada adiknya.


"Aku mohon, jangan pergi jangan adukan aku pada ibu. Maafkan aku beri, aku kesempatan memulai semuanya,aku akan membahagiankamu, aku berjanji aku tak akan memaksamu lagi. Jalani hidupmu dengan pilihanmu sendiri" Batin Dika


"Dika kau harus yakin, dia pasti bertahan. Bule Jerman ngak mungkin meninggalkan kita " Ucap Endy merangkul pundak sahabatnya, pipinya basah mencoba menguatkan Dika padahal ia juga sangat ketakutan.


Dika menatap wajah Endy memengang tangan sahabatnya itu.


"Endy masuk bujuk dia untukku, kau sangat dekat dengannya kan?" Ucap Dika lirih penuh harapan karena Dika tahu, Nayla dan Endy sangat dekat hanya Endy yang bisa bicara dari hati ke hati dengan Nayla, tidak seperti dirinya yang selalu berakhir dengan perdebatan.

__ADS_1


"Dia tidak mau mendengar kata-kataku lagi ia pasti marah, ayo bujuk bule Jermanmu itu untuk bangun, katakan untuk bangun, katakan padanya jangan marah lagi, kau sahabatku kan? "Dika memegang bahu Endy sahabatnya.


Endy hanya terdiam dia telah mencoba bicara pada Nayla meluapkan seluruh isi hatinya, namun bule Jermannya juga tak mau mendengarkannya sekarang harapan mereka hanya ada pada Aska yang sedang berada didalam ruangan, apakah suaminya itu bisa membuat Nayla bangun dan pengakuan cintanya bisa didengar oleh Nayla.


"Dika harapan terakhir kita hanya Aska semoga Aska bisa membujuk Nayla bertahan" Endy kembali merangkul tubuh sahabatnya.


"Aska ...."Dika menatap ragu kearah Endy


" Kau tahu hubungan Nayla dengan Aska kan? seperti apa? Nayla selalu menghindarinya" Dika meragukan ucapan Endy disangat tahu hubungan Nayla dan Aska tak seperti pasangan suami istri.


"Dika percayalah pada cinta Aska, dan Nayla juga mencintainya semoga ia bisa bertahan" Ucap Endy mencoba menyakinkan sahabatnya ia berharap ini hanya ujian untuk persahabatan mereka.


"Boleh aku bertanya sesuatu? apa semua yang terjadi kau marah padanya" Tanya Endy mengalihkan perhatian mereka.


" Aku tidak bisa marah pada kalian, aku hanya sedikit kecewa padanya, dia gagal menepati janjinya menjaga Nayla, tapi untuk menyalahkan atas semua yang terjadi itu tidak adil, dia juga merasakan hal yang sama dengan kita, ia juga tak menyangkah ini terjadi, ini diluar kendalinya, dunianya hanya untuk Nayla" Jelas Dika bijak membuat Endy lega ia sudah takut setelah semua yang terjadi Dika akan marah dan menyalahkan Aska sehingga persahabatan mereka menjadi berantakan.


"Kau menang sahabat terbaik" Ucap Endy kembali merangkul tubuh sahabatnya, mengalihkan perhatian atas apa yang terjadi di dalam ruangan.


Setelah beberapa lama menunggu dokter akhirnya keluar dari ruang Nayla dengan wajah datar, membuat Dika dan Endy memasang wajah takut akan kabar yang ia terima, mereka lalu bergegas menghampiri dokter menanyakan kabar Nayla.


"Bagaimana keadaan adikku dokter?" Tanya Dika berharap dokter memberikan kabar baik.


"Kondisinya kembali stabil, detak jantungnya telah kembali normal" Jelas dokter


Dika dan Endy menarik nafas lega tersenyum tipis lalu kompak menyeka air matanya masing-masing.


Dokter yang memeriksa Nayla pamit meninggalkan mereka, saat dika ingin masuk melihat keadaan adiknya Endy menahannya

__ADS_1


"Biarkan mereka berdua, biarkan Aska bicara pada Nayla dan membujuknya" Endy menyuruh Dika kembali duduk, untuk memberikan Aska kesempatan bicara pada Nayla, mereka pun menunggu didepan pintu ruangan memberikan kesempatan pada Aska untuk mencoba membangunkan Nayla.


.huy readers yang lupa like,coment dan vote ya terimah kasih jadikan cerita ini favorit.


__ADS_2