Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
mencari nayla


__ADS_3

Aska, Endy dan Dika berjuang sekuat tenaga melawan anak buah paman Yuga, mereka masih tertahan didepan gerbang tinggi rumah Aska. Langkah mereka terhenti dengan hadangan anak buah paman Yuga yang begitu banyak tiada hentinya menyerang mereka.


"Ah....Sial ....Mengapa meraka bertambah banyak " Teriak Aska frusrasi dan melayangkan tinju pada musuh yang berada dihadapannya, ia mulai kewalahan dengan serangan yang betubi-tubi.


"Kurang ajar ......Benar-benar tak ada cara untuk masuk kedalam " Timpal Endy tak kalah kesalnya.


"Kita sudah banyak membuang waktu disini, dimana Max kenapa ia belum datang" Dika berteriak sambil berputar menendang lawannya


Aska, Dika dan Endy semakin cemas memikirkan Nayla dari tadi mereka hanya berada diluar rumah, fikiran buruk telah memenuhi kepala meraka sambil terus bertarung, tenaga mereka hampir habis nafas mereka mulai tersengal karena kewalahan, beberapa saat kemudian mobil berhenti didepan gerbang, mereka kompak menarik nafas lega bala bantuan telah datang untuk mereka.


Puluhan mobil terhenti didepan rumah Aska seluruh orang didalam mobil berhambur keluar ikut bergabung dengan mereka bertiga. Kumpulan ini siaga berdiri dihadapan Aska mengambil alih perkelahian itu membuat mereka bertiga bisa istirahat sejenak.


"Aska" Sapa salah satu orang yang membantu mereka adalah Max, yang berteman baik dengan mereka bertiga, Aska selalu meminta pertolongannya saat ia kewalahan menghadapi serangan pamanya .


"Max kenapa kau lama sekali" Tegur Endy kesal


Max hanya terdiam memasang wajah dingin.


"Max" Bantu aku masuk kedalam rumah" Pinta Aska


Lelaki berwajah dingin itu mendengus menyeringai.


"Bukankah dari dulu aku bilang, bunuh pamanmu yang tidak berguna itu, ia hanya akan meyusahkanmu " Oceh Max malah kedatangannya untuk hanya memarahi Aska.


"Max, aku tak punya banyak waktu, istriku adalah di dalam"Jelas Aska panik


"What? Istri " Tanya Max terkejut mendengar ucapan Aska " Sejak kapan kau menikah" Tanya Max lagi.


"Panjang ceritanya, sekarang bawa aku kedalam"


"Aku tidak mau!!! Kau menikah tidak mengundangku, kita bukan teman "Jelas Max merajuk dalam keadaan genting seperti ini.


"Max nanti aku ceritakan, tolong aku dulu" Mohon Aska dengan sangat.


"Baiklah" Ucap Max lalu mengarahkan anak buah membentuk lingkaran untuk melindungi Aska masuk kedalam rumah lalu berjalan perlahan.


"Dika ikutlah dengan Aska, aku akan tetap disini" Saran Endy dari tadi ia melihat Dika tak tenang, ia ingin melihat adiknya lebih dulu.

__ADS_1


"Baiklah hati-hati" Pesan Dika


Aska dan Dika masuk dalam lingkaran perlindungan yang Dibuat Max. Pelan mereka telah hampir masuk kedalam rumah ia melihat banyak anak buah Aldy yang tergeletak Max dan anak buahnya mulai menguasai perkelahian dan menghajar lawan yang menghadang mereka.


Akhirnya setelah sekian lama ia masuk kedalam kamar, Aska dan Dika tercengang melihat kondisi kamar dimana orang-orang tergeletak bersimbah darah. Mereka mengedarkan pandangannya mencari Nayla, namun mereka mereka tak menemukannya .


Aska terus berjalan masuk diantara orang yang tergelak itu ia melihat bibi May terkapar tak sadarkan diri dilantai . Aska lalu mendekat dengan cepat ia duduk mengangat tubuh bagian atas Bibi May menaruh kepala bibi May dilengannya


"bibi amay" Ucapnya lirih air mata Aska menetes. Melihat bibi May yang seperti ibunya sendiri itu sangat menyedihkan tubuhnya terdapat banyak luka wajah perempuan itu berdarah dan memar. Mereka begitu tega memukul wanita lemah seperi bibi May.


"Bibi May .....Bangun......Kenapa jadi begini" Aska Mengeraskan suaranya, ia mendekap tubuh bibi May kedalam pelukannya, ia menggoyang-goyangkan tubuh lemah itu namun tiada reaksi, Aska menggendong tubuh wanita yang berjasa merawatnya dari kecil itu ke tempat tidur, air matanya meleleh hatinya teriris tak kuasa melihat tubuh itu penuh dengan luka.


"Kuarang ajar kalian, aku akan membalas semuanya" Ratap Aska dalam kesedihan.


Seketika amarahnya meluap ia sangat membenci pamannya mengapa ia harus melukai orang yang ia sayangi, selama ini ia diam karena hanya ia target pamannya, namun saat pamanya menyerang rumahnya ia tak akan tinggal diam ia akan membuat perhitungan.


Tak jauh dari tubuh bibi May. Dika melihat Sam yang meringis kesakitan memegangi perutnya akibat mendapatkan dua luka tembak diperut yang diarahkan oleh Aldy padanya. Dika yang tahu itu anak buah paman Yuga yang merupakan tangan kanan dan orang kepercayaan paman Yuga. Dika lalu mengarahkan langkahnya menuju Sam dengan penuh amaran ia yakin laki-laki ini adalah otak penyerangan ini. Dika mengenalinya karena laki-laki itu selalu ada saat penyerangaan Aska, dengan tatapan membunuh Dika meraih kerah baju Sam hingga tubuh Sam sedikit terduduk.


"Dimana adikku?" Bentak Dika suaranya menggema memenuhi ruangan ia menggertakan giginya ia sangat benci pada lelaki yang dihadapnnya ini.


Aska yang mendengar suara marah Dika langsung bergabung mendekat. Ia melihat Dika berada dia atas tubuh Sam menggantung kepalan tangannya siap meninju Sam.


Buk....namun lelaki itu hanya diam menarik sebelah garis sudut bibirnya.


"Aku tanya sekali lagi dimana adikku" Tanya Dika semakin emosi lalu kembali melayangkan pukulan kewajah Sam.


Sam masih tersenyum remeh tak menjawab pertanyaan Dika tubuhnya sangat lemah perutnya terus mengeluarkan darah, ini adalah saat terakhirnya ia hanya pasrah, Sam melihat kearah Aska yang berada di belakang Dika ia tersenyum remeh melihat Aska, membuat Aska juga menjadi kesal.


"Dimana istriku " Giliran Aska yang bertanya pada Sam berdiri dibelakang Dika yang masih mengcekeram leher bajunya dan mengangkat sebelah tangannya .


Sam tidak gentar dengar dengan ancaman Dika dan Aska dengan enteng ia menjawab.


"Istrimu dan Aldy sama sepertiku, tinggal menunggu kematian menjemput mereka" Ujar Sam pelan ia seperti sudah tak kuat lagi, namun masih bisa memancing kemarah Dika dan Aska.


"Apa kau bilang? brengsek, sialan" Dika kembali melayangkan pukulan kewajah Sam.


"Ha...Ha....Ha ...Istrimu dan Aldy berhasil kabur dariku tapi mereka tak akan bertahan lama karena aku telah melukai dan menembak mereka, mereka tinggal menunggu kematian sama sepertiku,kami akan bertemu disana dan kau juga akan kehilangan anakmu " Ujar Sam tersenyum menyeringai membuat Aska dan Dika naik darah mendengar kata-kata Sam.

__ADS_1


"Kurang ajar beraninya kau melakukan itu pada istriku" Aska terduduk ia mengambil alih tubuh Sam.


Buk....Buk.....Aska memukul tubuh lemas sam bertubi tubi kemarahannya telah membuatnya gelap mata.


"Aku akan membunuhmu" Buk ......Aska terus memukul Sam hingga laki-laki itu tak bergerak lagi.


"Aska hentikan" Dika menarik tubuh Aska yang mengamuk diatas tubuh Sam dengan susah payah ia membuat Aska berhenti memukuli Sam dengan menarik tubuh Aska menjauh.


"Kau dengar dia telah melukainnya Nayla" Teriak Aska geram berdiri menatap tajam pada tubuh yang telah menjadi mayat dengan tangan terkepal.


Endy datang bergabung dengan dengan Aska dan Dika dia melihat suasana kamar sangat kacau dengan noda darah dimana-mana.


"Dika mana Nayla" Tanya Endy mengarahkan pandangnnya pada Dika yang menatap dengan tatatap kosong, duduk dilantai tubuhnya bergetar seperti tak punya tenaga lagi untuk berpijak dibumi setelah mendengar ucapan Sam yang telah melukai Nayla, ia sangat menyayangi adikknya ia tak pernah berfikir adik satu satunya dan menjadi kesayangannya mengalami hal tragis seperti ini adiknya pasti sangat terguncang melihat semua kejadian ini.


"Nay jangan pergi jangan tinggalkan kakak sendiri didunia ini, kak cuma punya kamu, jangan menemui ayah dan ibu dalam keadaan seperti ini ...Maaf kakak gagal menjagamu......" Batin Dika dalam hati. Fikirannya sudah memikirkan kemungkinan terburuk .


Tak mendapatkan jawaban dari Dika. endy bertanya pada Aska.


"Aska mana Nayla" Tanya Endy penasaran dari tadi ia melihat wajah dua sahabatnya ini bertambah cemas namun tak mendapatkan jawaban.


Aska mengarahkan pandangannya pada Max


"Max habisi mereka semua dan aku butuh anak buahmu mencari Nayla dan Aldy" Aska menatap geram


"Baiklah Aska" Max yang dari tadi berdiri melihat Aska dan Dika menghabisi Sam tak ingin membantah ia tahu Aska dalam keadaan sangat marah kali ini.


"Aska, tapi menurutku mereka pasti masih dalam rumah bersembunyi, ia tak akan pergi jauh" Ungkap Max.


"Semoga kau benar" Ujar Aska pelan


Aska sangat khawatir ingin rasanya ia meledak dan melampiaskan amarahnya, Nayla sedang lemah dan dalam keadaaan mengandung anaknya, ia terpukul mendengar ucapan Sam tentang anaknya, apa lagi kata Sam. Nayla terluka membuatnya semakin kacau hatinya dipenuhi ketakutan memikirkan istri dan calon anaknya.


"Aaaaaaaahhhhhhhhggggggg" Teriak Aska frustasi mengcengkeram kepalanya lalu duduk lemas dilantai mendengar ucapan Sam mengenai Nayla dan calon anaknya.


"Nay bertahanlah jangan pergi meninggalkan aku, aku sangat mencintaimu Nay, kau harapanku dari dulu hingga sekarang hanya kamu yang ada dihatiku Nay,jangan hancurkan hatiku dengan kepergianmu dan anak kita ....jangan meninggalkan aku sendiri disini Nay." Batin Aska dalam hati tak mampu memikirkan keadaan terburuk Nayla pergi air matanya menetes memikirkan Nayla dan calon anaknya.


.

__ADS_1


.


hay readers jangan lupa like dan comentnya......


__ADS_2