Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
diejek


__ADS_3

Nayla berada didapur duduk dikursi meja makan, ia menarik nafas lega, setelah berhasil keluar dari ruang dj. Untuk pertama kalinya ia sangat malu berhadapan dengan Aska, apa lagi ia terlihat bertingkah konyol tadi. Ingin rasanya ia tenggelam ke dasar bumi karena perasaan malunya, ia tak tahu kenapa ia bisa merasakan hal seperti ini, jantungnya selalu ingin melompat keluar jika berdekatan dengan Aska, rasanya ia kehabisan oksigen jika melihat suaminya, sebuah perasaan yang aneh, jika bertemu malu tak bertemu rindu.


Nayla terdiam masih mengumpulkan nyawanya, menenangkan detak jantungnya. Ia mendegar langkah kaki sedang menuju dapur, ia mengarahkan pandangannya kearah sumber suara. Ternyata orang yang ia hindari menyusulnya, Ia menelan salivanya dengan susah payah, sejenak ia terkagum melihat sesosok laki-laki tinggi dengan wajah tampan tersenyum manis berjalan kearahnya, perasaannya mulai kacau kembali, seketika detak jantung yang coba ia normalkan kembali berpacu cepat, melihat Aska mendekat kearahnya, ia tak tahu harus berbuat apa, ia mencoba menghindarinya lagi, tapi tak mungkin, kali ini ia tak bisa menghindar lagi. Ia pun memilih sok sibuk menata makanan yang ada dimeja menutupi rasa gugupnya mencoba bersikap biasa.


Aska menarik kursi yang berada disamping Nayla menggesernya, agar mendekatkannya pada Nayla, kemudian mendudukkan tubuhnya disamping Nayla, menghadapkan badan dan pandangannya pada pada gadis pujaan hatinya ini. Gadis ini masih berpura-pura menata meja, Aska duduk hanya diam, memperhatikan tingkah laku dan wajah Nayla, ia belum puas memandang wajah yang semakin cantik itu, Nayla semakin salah tingkah melihat Aska yang berada disampingnya terus menatapnya .


"Kakak mau makan kan, Nay ambilkan ya" Tawar Nayla mengusir kecanggungan meraih sesuatu, entah apa yang ingin raih, ia menjadi salah tingkah.


"Nanti aja, kakak cuma mau dekat dengan kamu, kakak masih kangen banget" Ucap Aska pelan memegang tangan istrinya yang telah dingin seperti bongkahan es, terus menatap wajah yang semakin cantik saja saat merona malu. Aska menarik sudut bibirnya menjadi gemas melihat experesi Nayla.


"Kakak laparkan, Nay ambilkan" Paksa Nayla bangun dari duduknya berdiri mencoba mencairkan ketegangannya, ia meraih piring untuk Aska, namun Aska dengan cepat menarik tangan Nayla hingga tubuh mungil itu terjatuh dan duduk dipangkuan Aska.


Aska memangku tubuh istrinya melingkarkan tangannya di pinggang Nayla membuat gadis ini tak bisa bergerak, tubuhnya telah terkunci tak bisa menghindar lagi.


"Kak Aska lepaskan..." Pinta Nayla merasa sangat malu wajahnya terasa panas semakin memerah.


" Ngak mau" Ucapnya singkat meletakkan kepalanya dipunggung Nayla


"Kak, nanti ada yang lihat." Protes Nayla mencoba berontak dari pangkuan Aska.


"Jangan menghindariku lagi, semakin kau menjauh, aku akan mengejarmu" Ucap Aska pelan dengan suara terendah semakin mengeratkan lingkaran tangannya dipinggang Nayla.


Nayla merasa sedikit aneh dengan sikap Aska, setelah satu tahun tak bertemu, benar lelaki ini telah berubah, dia telah berani menyentuhnya, tanpa ragu mengungkapkan isi hatinya, tidak seperti dulu ia akan menjaga jarak memposisikan dirinya sebagai kakak, sekarang ia sudah memperlakukannya sebagai gadis yang ia suka.


Nayla tertunduk malu menerima perlakuan Aska padanya, Aska mengeratkan pelukkannya, melepaskan seluruh rindunya yang menggunung pada isrtinya ini, Ia menikmati aroma tubuh Nayla yang menenangkan hatinya, telah lama ia merindukan moment ini.

__ADS_1


"Nay...I Love You.." Bisik Aska ke telinga Nayla


Deg.... Nayla membulatkan matanya terkejut, mendengar pengakuan isi hati Aska yang terdalam padanya. hatinya seketika berdesir, Nayla mengangkat kepalanya membalikan wajahnya menatap Aska, mata mereka bertemu, ia melihat manik mata yang menatapnya tulus dan penuh kelembutan dari wajah Aska, yang terus tersenyum memancarkan aura ketampannanya, membuat Nayla seakan meleleh. Ia kembali tertunduk tak mampu menghadapi tatapan suaminya, ia diam seribu bahasa hanya tersipu malu di dalam hati ia sangat bahagia mendengar pengakuan cinta Aska.


Nayla hanya diam di pangkuan Aska, membuat Aska semakin gemas padanya, apalagi gadis ini sudah tak meronta lagi, Aska kemudian beralih mengecup ceruk leher Nayla dengan lembut dan mulai menyusuri leher jenjangnya, terus melepaskan kecupannya, membuat Nayla menggepalkan tanganya menahan rasa geli rasanya jutaan kupu-kupu menggelitik hatinya, ia hanya menutup matanya pasrah, saat Aska meluapkan seluruh rindunya dan ia hanya mematung, kali ini ia tak akan menolak apa pun yang di inginkan suaminya, ia tak bisa berbuat apa pun tubuhnya lemas, jantung berdetak kencang, ia seperti tak bisa bernafas, ia hanya menerima sentuhan lembut dari Aska dan mulai menikmati sentuhan yang diberikan suaminya.


Kehangatan dan Sentuhan lembut membuat mereka terbuai dan terlupa jika dirumah ini bukan hanya mereka berdua, mereka menghentikan kemesraan saat mendengar suara orang berbincang sedang menuju dapur, dengan cepat Nayla berdiri dari pangkuan Aska, kemudian duduk diposisinya. Dika dan Endy masuk ke dalam dapur menatap heran pada sepasang manusia yang ada di hadapan mereka yang wajahnya malu-malu dan saling salah tingkah.


Tanpa kata Dika dan Endy kemudian duduk berdampingan, berhadapan dengan pasangan yang wajahnya seperti orang terciduk. Mereka mulai makan, sepanjang makan suasananya sepi hanya suara dentingan sendok menyentuh piring, kedua sahabat ini terus menatap lurus dengan fikiran masing-masing. Endy menjadi gemas melihat mereka malu-malu tak tahan tak menggodanya.


"Hei kenapa wajah kalian memerah begitu?" Goda Endy tersenyum puas saat melihat kedua pasang itu salah tingkah apalagi bule Jerman yang tak biasanya diam.


"Aku seperti melihat anak sma yang lagi menjalani cinta monyet" Timpal Dika. sambil menyuapkan makanan kemulutnya.


"Kalian hentikan." Aska melotkan matanya pada sahabatnya ia tahu Nayla sekarang merasa tak nyaman, ia tak ingin gadis ini marah mendengar ejekkan sahabatnya.


"Aska, Nayla sudah disampingmu kenapa kau hanya diam?" Goda Endy ia gemas melihat bule jerman yang biasanya cerewet sekarang tak bersuara sedikitpun.


"Sudah hentikan" Ucap Aska kesal melihat sahabatnya tak berhenti menggodanya, ia berdiri ia sudah tak tahan dengan ejekkan sahabatnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Endy.


"Ke kantor menyelesakan pekerjaan kemudian libur" Jelas Aska akhirnya ia ingin mengambil waktu berlibur.


Sebelum pergi ia pamit pada Nayla, ia juga jadi ikut salah tingkah akibat ejekkan sahabatnya..

__ADS_1


"Kakak pergi dulu Nay....Nanti sore kakak jemput," Ucapnya cepat dan malu-malu, menunduk kearah Nayla. Kemudian berjalan cepat meninggalkan dapur, Nayla hanya menyembunyikan wajahnya. Dika mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah mereka yang seperti anak remaja apalagi Aska yang seperti Abg. setelah lama tak bertemu wajar saja jika mereka masih canggung.


"Wah...Aska kau akan kencan ya!" Endy mengeraskan suarannya.


"Kami ikut ya" Kompak Endy dan Dika.


Aska berbalik melototkan matanya, pada sahabatnya, dan mereka hanya tertawa.


Makan bersama pun berakhir, Endy dan Dika telah pergi meninggalkan dapur, Nayla membersihkan bekas makan mereka, ia merapikan meja dan melihat handpone Aska, tertinggal di meja makan akibat ulah Dika dan Endy yang membuat Aska buru-buru meninggalkan rumah hingga handphonenya tertinggal. Nayla mempercepat gerakan lalu memberitahukan kakaknya perihal handphone Aska yang tertinggal.


.


.


.


.


.


.


Tolong tinggalkan jejak Like,coment,vote ya .....😍😍😍


"

__ADS_1


"


__ADS_2