Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
kembali ke rumah


__ADS_3

Tiga bulan setelah kelahiran anak Aska dan Nayla mereka memutuskan untuk kembali kerumah utama ke kediaman keluarga Dirga. Setelah semua yang telah terjadi di rumah itu bukan lagi rumah yang memberi kisah buruk. mereka ingin menghapus kenangan menyedihkan dari rumah itu mereka ingin mengisi dengan cinta dan kebahagian, tawa dan tangis anak mereka mencoba melupakan semua yang telah terjadi.


Nayla berdiri dibalkon kamar. Sebuah tempat dirumah Dirga yang begitu memiliki banyak kenangang. Kenangan ketika ia hampir saja mengakhiri hidupnya dengan melompat dari balkon saat malam pengantinnya ketika menolak Aska menyentuhnya. Sudut bibirnya tertarik mengingat betapa dulu ia sangat membenci lelaki yang telah merebut masa depan dan masa mudahnya, lelaki yang sekarang sangat ia cintai dengan segenap jiwa dan raga. Nayla mengarahkan pandangannya pada taman bunga favoritnya, taman yang selalui ia kunjungi setiap hari untuk menghindari saat bertemu dengan Aska. Nayla menatap lurus kebawah seketika air matanya tak terasa menetes mengingat disana Aldy berdiri dengan sigap berjaga untuk keamanan rumah ini. Geng pemuda tanpa masa depan yang dulu juga selalu menjadi luapan kekesalannya jika terus saja berisik dan memetik gitar didepan rumahnya.Andai saja geng pemuda tanpa masih ada, hidup mereka pasti sangat berwarna.


Nayla terus berdiri sesekali menyeka air matanya dengan telapak tangan. Bernostalgia dengan kenangan. tak terasa ada tangan yang melingkar di pinggangnya, ia pun melihat kearah perutnya.


"Kamu kenapa sayang" tanya Aska dengan lembut mengecup pipinya.


"Nay teringat aja kenangan rumah ini" jelas Nayla mengelus tangan suaminya.


"Kenangan kamu akan lompat dibalkon ini, karena takut aku akan menyentuhmu," canda Aska yang membuatnya mendapatkan cubitan dilengan.


"Aduh sakit sayang" keluh Aska.


"Kamu sih,tempat ini kan banyak kenanganya" jelas Nayla mengerucutkan bibirnya.


"Aku juga kamu tahu dulu setiap pagi kakak selalu berdiri dibalkon ini, melihat mu ditaman bunga" jelas Aska tak pernah melewatkan kegiatan paginya menatap Nayla dari jauh


"Masa sih kok Nay ngak liat" ucapnya merasa aneh.


"Kamu kan ngak peka sayang, bahkan setiap geng pemuda masa depan menyanyi selalu mengungkap persaan kakak tapi kamu ngak perduli" jelas Aska betapa ia sangat mencintai istrinya ini.


Aldy selalu mengungkapkan perasaan Aska pada Nayla hanya saja gadis ini tak pernah mengerti sama sekali hanya sibuk memarahinya karena berisik bahkan sampai harus memotong gaji mereka jika lagu-lagu mereka sudah terang-terangan menyinggungnya.


Nayla membalikkan badan memeluk tubuh suaminya yang begitu mencintainya dan banyak menderita karena cintanya.


"Aku sangat mencintaimu Nay semoga kita selalu bersama, apa pun yang terjadi kita ngak boleh terpisah lagi." ucap Aska mengecup puncak kepala Nayla.


"Aku mencintaimu, aku akan berjanji selalu hidup denganmu"ungkap Nayla.


Aska melepaskan pelukkannya. melihat kursi yang berada dibelakang Nayla.


"Nay kamu berdiri dikursi ya," pinta Aska mengakat tubuh mungil istrinya menaikkan dikursi jika sudah begini Nayla udah mengerti suaminya ini pasti ingin menciumnya.


"Ih kakak Aska, masa kalau kita mau ciuman mesti cari kursi atau meja dulu, masa ciuman kita harus berdiri kursi atau duduk di meja sih" Protes Nayla suasana yang tadinya romantis tiba-tiba buyar karena masalah tinggi badan.


"Dari pada leherku patah sayang, kamu sih pendek banget" ledek Aska.


"Bukan Nay yang pendek kakak yang ketinggian" protes Nayla.


"Sudahlah, kenapa kita jadi bahas tinggi badan sih sayang" Aska berdiri dihadapan Nayla yang telah berada diatas kursi.


"I Love U " Aska lalu menempelkan bibirnya dibibir istrinya mereka saling bertaut Nayla mengalungkan tangannya dileher Aska. lalu menggendongnya menuju kamar terus berpungut hingga ia meletakkan tubuh istrinya diranjang siap melakukan pertempuran.namun tiba-tiba gangguan kembali hadir.


Oeeek...oeeek Suara tangisan baby Aldy yang berada dibox bayi. yang tadinya tertidur tiba-tiba bagun menghentikan kegiatan mereka.


"Sayang Baby Aldy bangun" Nayla tersenyum pelik kearah Aska yang telah menindihnya.


"Aduh Al, sayang jangan menangis," Aska bangun dan menghampiri putranya lalu menggeluarkannya dari box bayi menaruhnya diranjang.


"Sayang anak mommy, haus ya" ucap Nayla menggendong putra kecilnya dengan kasih sayang.


Aska mengelus kepala putranya dengan lembut.


"Sayang kamu ngerasa ngak sih, anak kita ini jangan-jangan titisan Aldy" ucap Aska datar


Nayla mengeryitkan dahinya tak mengerti ucapan Aska.


"Ia asal kita berdekatan dia pasti menangis, sama seperti Aldy asal kita berdekatan ia pasti akan menyanyi," keluh Aska yang takut anaknya memilki kesamaan dengan Aldy cukup namanya saja yang sama jangan juga sifatnya isengnya.


"Sayang ada-ada aja deh, masa anak sendiri dibilang titisan Aldy" Mereka kemudian tertawa bersama.melihat baby Aldy yang selalu menggangun kemesraan mereka.


Aska dan Nayla bermain dengan baby Al semenjak memiliki anak kehidupan mereka terasa lengkap baby Al merupakkan anugrah yang tuhan berikan pada mereka.


"Sayang kamu udah telepon kakak kamu masalah kita akan mengadakan pesta kecil besok" Aska mengingatkan ia akan mengadakan pesta sederhana untuk mengumunkan Nayla sebagai istrinya dan baby Aldy sebagai pewaris keluarga Dirga.


"Ya ampun aku lupa telpon, memberi kabar" Nayla meraih ponselnya dinakas lalu melakukan panggilan video call dengan Dika.


Panggilan tersambung Nayla melihat wajah kakaknya dilayar ponsel.


"Halo kakak Dika" Nayla melambaikan tangannya lalu mendekatkan poselnya pada baby Al Agar kakaknya juga melihatnya.

__ADS_1


"Baby Al ini, ini ayah sayang, ayah kangen banget sama kamu," Dika melambai-lambaikan tangannya gemas melihat keponakannya dari layar ponsel.


"Ia Nay ada-apa?" Dika


"Kak Dika dimana" Nayla mengernyitkan dahinya melihat tempat kakaknya melakukan video call itu bukan rumahnya.


"Dirumah Nay" Dika


"Kok Dindingnya lain"


"lain gimana benar kakak dirumah itu kak Aulia" Aulia melambaikan tangan dari tempat tidur.


"Kakak dimana" Nayla.


"Diatas lemari" ucap Dika pelan.


"Ngapain kakak diatas lemari" Nayla


"Ngak tahu Nih kakak ipar kamu senang banget liat kalau kakak manjat, katanya ia suka, ia teringat saat kakak manjat pohon mangga katanya lebih ganteng, lebih hebat " Dika.


"Lalu"Nayla


"Sayang istri Nay, lagi ngidam harus diturutin"


"hahahaaaha" Nayla.


"Bucin kan" Saut Aska yang mendengar keluhan Dika.


"Besok ada pesta dirumah datanglah bersama kak Lia"Nayla.


"Ia besok kakak akan datang" Dika


Nayla memutus sambungan telponnya, tertawa bersama Aska melihat Dika yang cuek ternyata begitu sayang dan perhatian pada istrinya rela melakukan apa pun demi gadis yang ia cintai bahagia.


****


Hari ini adalah pesta untuk memperkenalkan Nayla sebagai istri Aska dan memperkenal Nayla jika Aska telah memiliki pewaris untuk Dirgantara Mitra. pesta kecil itu berjalan dengan lancar hingga saat hari sudah mulai sore tamu undangan mulai pulang.


"Kak Dika" terdengar suara panggilaan yang begitu keras dan bersemangat.


Mata Dika seketika membelalak tiba-tiba, wajahnya berubah pucat pasi mendengar suara panggilan itu. Dia sangat mengenali suara itu. Suara yag telah menghantui hari-harinya selama setahun penuh ia pun berbalik dengan harapan semoga ia salah mengenalin suara itu.


Jeduarrrr Dika sangat terkejut


"Gadis berisik" Ucapnya saat melihat dua gadis yang telah hadir didepannya ia pun berdiri gadis itu lalu mengambil tangannya.


"Kak Dika kami merindukanmu" kompak luna dan Hana menempelkan kepalanya dilengan Dika.


Dika rasanya ingin pingsan melihat kenapa gadis berisik yang percaya diri ini bisa berada ada disini dan memeluknya.


"Siapa?" Tanya Endy dan Aska yang juga berdiri


"Sahabat Nayla saat ia kami tinggl diluar dulu." jelas Dika


"Hei kalian kenapa kalian kemari" tanya Dika ketus.


"Kami diundang Nayla katanya ia sudah menikah dan memiliki anak, jadi dia ingin kami kemari menemui keponakan kami" jelas Luna dengan wajah senang.


"Ini suaminya Nayla dan disebelah kakaknya juga" Dika memperkenalkan Endy dan Aska. Endy dan Aska hanya tersenyum melambaikan tangannya pada Luna dan Hana. yang tiba-tiba tercengang didepan Aska dan Endy.


"Hei tutup mulut kalian, nanti kemasukan lalat" Bentak Dika yang melihat abg labil ini terpukau melihat dua wajah didepanya.


"Ya ampun hana suami Nayla ganteng banget, pantas saja dia ngak naksir dengan cowok manapun" jelas luna yang dulu selalu mengatakan Nayla gadis yang tak normal karena ngak pernah jatuh cinta pada lelaki seganteng apa pun.


"Kakak Nayla itu loh ngak kalah gantengnya juga lun" Puji hana sigadis kaca mata ini.


Aska dan Endy hanya meresa aneh melihat dua gadis sahabat Nayla yang benar kata Dika kepercayaan dirinya tinggi.


"Hei lepaskan tangan kalian" bentak Dika mengibasakan tangannya tapi tak bisa mereka begitu menempel.


"Ngak mau kok kak Dika ngak pulang sih lamar Luna, aku nungguin tahu" ucap Luna manja menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


"Ia kak Dika Hana juga udah bilang sama orangtua Hana untuk menunggu kakak" jelas Hana.


Kini giliran Aska dan Endy yang tercengang mendengar dua gadis ini kecil ini menggoda dika dan meminta untuk dinikahi Aska dan Endy kompak membuang muka menahan tawa. melihat dika yang frustasi. Endy tak tahan untuk tidak mengejeknya.


"Gila Dika daun muda dua lagi" ejek Endy tak tahan melihat kekesalan sahabatnya.


"Diam kau Endy, mereka ini gila" bentak Dika kesal.


"Udah nempel gitu sikat aja, kawinin tuh anak orang, udah cinta mati" ejek Endy yang mendapatkan tendangan dari Dika.


Dika mulai kewalahan dengan sikap gadis berisik ini lalu mulai memanggil Nayla untuk membantunnya.


"Nayla ....Nayla ..." teriak Dika keras membuat Nayla dan Aulia datang menemuinya. Aulia membulatkan mata mulutnya terbuka melihat suaminya diapit dua gadis muda.


Dika yang melihat wajah kaget istrinya denaga cepat melakukan pembelaan.


"Lia aku ngak selingkuh gadis ini yang tergila-gila padaku" jelas Dika tak mau istrinya menjadi salah padanya.


Aska dan endy sudah memegang perutnya dengan susah payah menahan tawanya.


"Hebat Dika, as digilain daun muda dan dia menolak, dia memang payah" Endy.


"Dia bukan kau semua kamu terima" Aska.


"Aku juga ngak mau kalau gadisnya seperti ini abg berisik."


"Luna, Hana, kalian baru sampai?"Senyum Nayla mengembang melihat dua sahabatnya, melihat Nayla gadis itu melepaskan cengkramanya. Dika lalu berjalan berdiri disamping istrinya.


"Nay.Kami merindukanmu" Luna Dan Hana berhabur kepelukan Nayla


"Ternyata kamu tinggal dikota ini, kalau tahu kami nyusul kemari"


"Nay kenapa sih , Kamu ngundang dia" ucap Dika kesal melihat dua gadis berisik yang selalu menggangunya.


"kak diakan sahabat Nayla, Nay mau berbagi kebahagiaan dengan mereka," jelas Nayla.


"Kak Dika" Luna berjalan mendekat kearah Dika.


"Jangan mendekat, aku sudah menikah dan aku sudah menghamilinya" Dika merangkul bahu istrinya menunjukkan jika gadis ini sudah tak punya peluang.


"Menikah, kakak sudah menikah" raut wajah kecewa terpancar diwajah Luna.


"Ia dan Ini istriku sangat cantik kan" jelas Dika memperkenalkan Aulia hanya tersenyum merasa aneh dengan suaminya kenapa ia sangat sebal pada gadis manis ini.


"Ya ampun kak Dika, apa kurangnya Luna, kak ninggali Luna, apa lebihnya dia dari Luan" Luna tertunduk sedih lalu dengan polos Hana menjawab.


"Luna, istri kakak Dika lebih cantik dari kamu, lebih dewasa, kelihatanya juga lembut" puji Hana pad Istri Dika. membuat Luna tercengang lalu berdecak kesal mendengar jawaban polos Hana sigadis kacamata.


"Hana kamu kok bilang begitu kenapa kamu ngak belain aku"


"Maaf Lun aku udah ngak suka sama kak Dika, aku suka sama yang itu" tunjuk Hana malu-malu kearah Endy.Dika yang melihat telunjuk hana menunjuk Endy langsung menyambar


"Pintar Hana, sama dia aja, dia jombloh" sambar Dika yang tersenyum menyeringai.


Endy tercengang dengan susah payah ia menelan ludahnya saat gadis ini menunjukknya.


Aska terkekeh didekatnya


"Endy daun muda, sikat aja, dua lagi" ejek Aska terus terkekeh memegangi perutnya.


"ih aku juga ngak mau, aku pulang" tolak Endy bergidik ngeri lalu dengan cepat melangkah untuk pulang


Merekapun berkumpul untuk makan malan bersama. Aulia menyukai Luna dan Hana yang ceria yang selalu membuatnya tertawa apalagi jika melihat wajah suaminya yang selalu memasang wajah masam membuatnya semakin gemas.


.


.


Like, coment,vote...


Hai kalian pecinta Nayla, Aska, Endy dan Dika siap- siap kalian telah berada bab-bab Akhir dari cerita ini akan tamat.

__ADS_1


__ADS_2