Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
Malu-malu


__ADS_3

Malam telah larut dua sababat yang baru bertemu lagi ini, berbincang melepaskan rindu, bertukar cerita selama hidup berjauhan, Endy dan Dika duduk berdampingan disofa.


"Apa kau masih mau bekerja dikantor Aska lagi?" Tanya Dika.


"Tidak, aku sudah berhenti, dunia kantor ngak cocok untukku, sangat membosankan, aku lebih suka bekerja di Club malam" Tutur Endy yang selama setahun terpaksa bekerja dikantor mendampingin Aska.


Sedang asik berbincang terdengar mobil terhenti di depan rumah. Mereka sudah bisa menebak siapa yang datang.


Aska keluar dari mobil kemudian bergegas melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, didalam ia melihat Dika dan Endy duduk berdampingan disofa, ia pun mendekat.


"Aska" Ucap Dika menatap sahabatnya yang berdiri memasang wajah datar.


Aska mendekat kearah Dika yang berdiri kemudian.


"Buk" Aska melayangkan kepalan tangannya ke perut sahabatnya.


"Aduh" Keluh Dika kesakitan memegang perutnya, Endy hanya diam memperhatikan pertemuan sahabatnya.


"Itu hukuman karena kau pergi diam-diam dan ngak pamit padaku" Aska meluapkan kekesalannya.


"Memangnya kalau aku katakan padamu, kau akan memberi Izin." Ucap Dika tak kalah kesalnya.


"Ngak" Ucap Aska singkat, kemudian tersenyum memeluk sahabatnya yang sekaligus menjadi kakak iparnya.


"Kenapa kau jadi galak begini" Membalas pelukkan Aska.


"Bagaimana kabarmu?" Aska melepaskan pelukkannya.


"Aku baik-baik saja" Jawab Dika


Mereka bertiga duduk disofa setelah berpisah selama setahun mereka akhirnya kembali berkumpul bersama.


"Mana Nayla? Tanya Aska mengarahkan pandangannya menyusuri isi rumah.


"Ini sudah larut, kenapa kau baru pulang, ia sudah tidur?" Jelas Endy.


Aska sedikit kecewa tak mendapati Nayla, kemudian mengalihkan pandangannya pada Dika, Aska masih penasaran dengan hidup Dika, selama ini.


"Kenapa kau lama sekali?" Tanya Aska sedikit kesal


" Nayla ngak mau pulang di betah disana, dia suka suasana disana" Jawab Dika.


"Ceritakan kehidupan kalian selama disana" Pinta Aska dengan Antusias, ingin tahu kehidupan mereka, selama berpisah terutama kehidupan Nayla.


Endy dan Aska siap untuk mendengar cerita Dika, kemudian Dika memulai ceritanya.


"Nayla sangat suka tempat itu, itu adalah dunia baru untuknya, benar-benar impiannya, ia punya banyak teman, ia belajar, membantuku diclub malam."


"Club malam" Sambar Aska.


" kau membawanya ke club malam" Aska terkejut mendengar kehidupan baru Nayla, ia sedikit kesal mendengar istrinya masuk ketempat seperti itu.


"Ia bahkan dia sudah pintar meracik musik, Ia menjadi Dj disana" Ucapnya santai. memancing kemarahan sahabatnya


"Apa Dj" Ucap Aska semakin Frustasi, ia sangat tahu dunia malam yang penuh dengan kegilaan.


"Kau tahu Nayla kan, dia gadis pintar dan suka belajar, ia selalu ingin tahu sesuatu, disana ia belajar semua tanpa batasan" Ucap Dika menekankan kata batasan pada kalimatnya yang ia tujukan pada Aska, yang sejak dulu mengatur kehidupan Nayla.


Aska hanya memasang wajah masam mendengar kata Dika yang menyinggungnya.sedangkan Endy hanya diam menyimak hidup Nayla ia berbeda dengan Aska ia malah bahagia gadis itu hidup dengan baik, seperti anak seumurannya


"Ia punya banyak teman dan begitu banyak pemuda yang mengejar bule Jerman itu." Ucap Dika sengaja mengungkap kehidupan adiknya tentang banyaknya pemuda yang tergila-gila pada bule Jerman itu karena ia tahu Aska pasti tidak suka mendengar cerita.


"Dan kau diam saja, melihat dia didekati pemuda itu" Aska frustasi mendengar cerita Dika, jika dia ia pasti sudah menghajar pemuda itu.

__ADS_1


"Ia, aku hanya ingin melihat bagaimana ia mengendalikan hidupnya sendiri dan ternyata hidupnya lebih gila dari pada kita"


"Lebih gila" Timpal Endy, semakin pemasaran


"Ia, dia juga punya dua sahabat yang begitu berisik dan percaya diri, dialah yang mengajari dunia wanita pada Nayla, setiap hari berkumpul dimall menjadi gadis genit, belanja sepuasnya, kebahagiannya menjadi gadis remaja seusianya. Bule Jerman itu benar-benar tak ingin pulang"Jelas Dika.


Endy terus tersenyum bahagia mendengar kehidupan baru Nayla.


"aku semakin sadar, ternyata kita tak adil padanya, kita tak pernah membebaskannya, ia hidup sesuai arahan kita, rasa sayang kita yang begitu besar padanya telah menekan hidupnya" Jelas Dika yang sekarang lebih menghargai adiknya, ia akan membebaskan adiknya.


Mereka terdiam sejenak memikirkan kata-kata Dika yang menurut mereka benar, Nayla memang tak pernah menjalani hidup sesuai pilihannya, semua diatur oleh mereka terutama Aska yang telah tahu Nayla akan menjadi istrinya begitu menjaganya dan tak membiarkan seorang mendekatinya.


"Aska jika nanti ia meminta ijinmu untuk kuliah, apa kau akan mengijinkannya? Tanya Dika pada suami Nayla yang lebih berhak pada keputusan hidup adiknya sekarang.karena itulah impian Nayla kuliah dan memiliki banyak teman.


Aska diam, bimbang sebenarnya ia telah memikirkan rencana ini sejak penyerangan itu berakhir, ia ingin Nayla hidup bahagia melakukan apa pun yang ia inginkan, namun jika Nayla kuliah ia tahu, pasti banyak pemuda yang mengejarnya ia takut Nayla yang masih memiliki jiwa labil, seperti gadis remaja lainnya, jatuh cinta pada lawan jenis, apalagi dia belum tahu perasaan Nayla padanya, ia masih mengirah Nayla hanya menggangapnya kakak, itu fikirnya


"Dia boleh kuliah atau apa pun dia mau, aku membebaskannya"


"Benarkah" Kompak Endy dan Dika mendengar ucapan sahabatnya mereka sangat senang atas keputusan itu.


"Syarat ...apa syaratnya itu?" Tanya Dika penasaran


"syaratnya, Jika dia ingin kuliah, aku ingin mengadakan pesta pernikahan yang mewah untuknya, aku ingin semua orang tahu dia istriku" Jelas Aska syaratnya, senyum mengembang diwajahnya.


"Ha....itu sama saja, mana ada yang mau berteman dengannya, jika orang tahu dia istrimu" Ucap Dika ketus tak bersemangat mendengar syarat Aska


"Gila... Nayla mana mau, Setelah orang tahu dia istrimu, dia juga ngak bisa berteman, orang akan menghormatinya" Ucap Endy yang juga tak setuju dengan syarat Aska.


" Hanya itu Syaratku, aku hanya ingin melindunginya dari pemuda yang mencoba menggodanya, kau lihat dia semakin dewasa dan sekarang semakin bertambah cantik pasti banyak yang menggodanya, kau tak ingat tadi dikantor dia diganggu buaya darat kantor" Jelas Aska.


"Bilang Saja kau takut kalah saing dengan Abg itu" Ucap Endy ketus.


"Endy kau" Aska menjadi kesal.


🌺🌺🌺


Matahari bersinar dengan cerah bias cahayanya masuk melalui celah jendela, Nayla perlahan membuka matanya, ia menggeliat mengumpulkan separuh nyawanya kemudian Nayla bagun turun dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, ia akan melalui harinya lagi sama seperti dulu mengurus lelaki itu.


Nayla menuju dapur menyiapkan makanan untuk mereka. Setelah berkutat dengan bahan dan peralatan masaknya. Makanan pun terhidang di meja, Nayla kemudian mencari kakaknya untuk mengajaknya makan, ia menuju kamar Dika namun ia tak menemukan keberadaannya, kamar itu kosong, kakaknya tidak berada di kamar itu, berarti ia menebak kemana kakaknya pergi, pasti diruang favoritnya, ia pun melangkahkan kakinya ke ruang Dj tempat mereka sering berkumpul seperti dulu.


Nayla masuk ke dalam ruangan dia melihat kakaknya dan Endy sedang mengutak katik peralatan Djnya. Ia menghampiri mengajak mereka makan bersama.


"Kalian disini, Nay sudah masak ayo makan" Ajak Nayla.


"Bentar dulu Nay, tanggung, ini peralatan dj kakak ngak pernah dipakai" Jelas Dika, serius dengan pekerjaannya.


Nayla duduk disamping Endy yang memperhatikan Dika mengutak katik alat Djnya. Endy mengarahkan pandangannya pada Nayla ia mengajaknya mengobrol,


"kata kakak kamu, kamu kamu udah pintar nge dj" Tanya Endy seolah tak percaya kata sahabatnya, karena ia tahu Nayla sangat membenci pekerjaan Dj.


"Ia, kak ternyata jadi Dj itu asik ya, selama ini aku udah salah paham sama kalian" Ucapnya tersenyum pelik menyadari kekeliruannya.


"Ya ialah kamu aja yang ngak tahu" Ucap Endy tersenyum menggusap puncak kepala Nayla.


"Makanya jangan membenci sesuatu yang belum kamu tahu kebenarnya" ketus Dika,


"Ia, aku minta maaf"


"Gitu dong"


"Nay menari yuk, sudah lama kita tidak menari," Ajak Endy bangun dari duduknya, akan mengulang kembali kebiasaan heboh mereka saat berada diruang ini.


"Boleh, udah lama kita tidak menari bersama" Nayla ikut berdiri berdampingan dengan Endy mengambil ancang-ancang.

__ADS_1


"Kak Dika mainkan musiknya" pintah Nayla yang telah siap.


"Oke ...kalian siap,"


Ia mengangakat jarinya mulai menghitung three....two, one ....Go...


Alunan musik keras menghentak, Nayla dan Endy mulai menari dengan riang dengan gerakan bebas meliuk-liukan tubuh mereka melepas seluruh ketegangan selama ini, kehidupan ceria mereka telah kembali seperti dulu lagi.


Nayla menari dengan riang tak memperdulikan apa pun, tanpa sadar dan tidak ia ketahuai, Aska dari tadi berdiri di depan pintu ruangan dj, dengan menyandarkan sebelah bahunya di dinding melipat tangannya didadanya, kemudian tertawa melihat Nayla yang menari seperti dulu lagi. ia terharu melihat wanita yang ia cinta kembali ceria seperti dulu, sesekali ia menggelengkan kepalanya perlahan melihat kegilaan mereka, ia terus tertawa kecil dari jauh melihat kehebohan mereka menari. Ia begitu menikmati pemandangan yang ada didepannya


Dika dan Endy yang tahu Aska dari tadi berdiri didepan pintu saling melempar senyuman penuh makna, Nayla benar-benar larut dalam alunan musik hingga tak menyadari keberadaan Aska.


"Ayo Nay terus goyang ,teruslah menari" Pancing Endy sambil meliuk-liukkan badannya, ia akan membuat bule Jermannya ini semakin larut dalam tariannya dan semakin menggila. ia ingin melihat Wajah Nayla saat tahu Aska berdiri dibelakang dan memperhatikkannya.


"Ampun Dj" Teriak Nayla menaikkan tangannya melompat-melompat.


ketiga lelaki itu tertawa pelan melihat Nayla semakin menikmati racikan musik Dika.


Endy kemudian menarik sebelah tangan Nayla lalu memutar tubuh Nayla dibawah lengannya seperti gerakan berdansa, Nayla pun berputar mengikuti arah tangan Endy dan


Deg..... tubuhnya berhenti bergerak, ketika melihat Aska berdiri dan memperhatikkannya menari, Ada perasaan malu dihatinya, Aska melihat kegilaanya, entah sejak kapan ia malu pada Aska padahal dulu ia bebas menari tanpa malu, sekarang semuanya berbeda, Endy yang melihat tingkah Nayla yang mati gaya didepan Aska menjadi gemas dibuatnya.


"Nay kenapa berhenti," Goda Endy melihat wajah Nayla yang memerah.


"Kok ada Aska sih" bisik Nayla pelan, kearah Endy yang mengirah Aska tak ada dirumah.


"Dia kan menginap dirumah ini semalam, masa kamu ngak tahu" Endy tersenyum melihat tingkah Nayla.


"Nay, Kenapa diam, ayo lanjut" Ucap Dika ia sebenarnya tahu, Nayla malu ia senang menggoda adiknya, melihat wajah malu-malunya.


"Nay lapar" Alibinya bergegas meninggalkan ruangan pergi menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya. ia Sangat malu ingin rasanya ia menghilang kedasar bumi paling dalam.


"Ayo menari lagi" Goda Endy kemudian terkekeh merasa puas, mengerjai Nayla.


"Jangan bilang kamu malu sama Aska" Timpal Dika yang membuat adiknya ini jadi semakin salah tingkah.


Nayla melangkahkan kakinya, dengan kepala tertunduk melewati Aska yang masih berdiri di depan pintu, ia tak mampu menatap wajah itu, rasanya ia sangat malu, terlihat gila didepan orang yang ia cintai.


Aska tersenyum gemas melihat Nayla yang berjalan tertunduk, dihadapannya hendak meninggalkan ruangan. Aska kemudian menahannya menarik sebelah tangan Nayla hingga langkah kakinya terhenti, jantungnya semakin berdebar kencang saat Aska memegang tangannya.


"Mau ke mana? " Tanya Aska kemudian membungkuk, menatap wajah Nayla yang merona, ia bertambah gemas dengan tingkah malu-malu istrinya.


"Nay lapar" Ucapnya singkat melepaskan tangannya, kemudian dengan cepat kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Aska.


Cie....cie....bule Jerman malu-malu lagi" Ejek Endy. membuat Nayla mempercepat langkahnya.


Dika dan Endy yang telah tahu perasaan Nayla, akan terus berusaha agar hubungan mereka membaik, dan menjalani hidup sebagai pasangan sebenarnya lagi, tanpa paksaan tapi benar-benar keinginan Nayla yang ingin bersama Aska.


.


.


.


.


.


.


.Like, Coment, Vote ya...


yang sudah like,coment, vote terima kasih banyak atas dukungannya.....

__ADS_1


__ADS_2