Ketulusan Cinta Wisnu

Ketulusan Cinta Wisnu
Bab 89 Menjemput Mantan Rival


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Depe melambaikan tangan, memandang penuh senyuman ke arah wanita yang sempat membuatnya cemburu karena dekat dengan Wisnu.


Pria itu! Ternyata tidak ada dari keduanya yang mampu meluluhkan hati si patung hidup.


Sudahlah, Depe kini tidak lagi memikirkan masa itu. Baginya itu hanyalah iklan sesaat yang lewat seperti para pria yang lain pada umumnya.


"Lama, ya?" sapanya sambil memeluk sejenak tubuh kuyu itu.


"Enggak, gue sudah satu ronde mimpi di kursi tunggu," canda Yashna sambil melepaskan pelukan.


"Alan?"


"Sendiri aja," sahut Yashna sambil mengendikkan bahu.


Depe segera mengangguk, memahami sebagai wanita. Mungkin saja ia butuh liburan sendirian. Semua wanita membutuhkannya, ia pun demikian.


"Yuk," ajaknya seraya mengambil alih barang bawaan Yashna.


Yashna segera berjalan mengikuti langkah Depe. Menuju ke area parkiran lobi Bandara. Tanpa berbicara lagi, semua terdiam tanpa mencoba untuk memulai mencairkan suasana.


Depe bukan tipe wanita yang suka mencampuri urusan orang lain, begitu pun Yashna.


Setelah perjalanan selama kurang lebih satu jam, kini keduanya telah sampai di Kafe Nee Depe. Keduanya hanya mengobrol hal-hal ringan di sepanjang perjalanan.


Jet lag! Depe memahami bahwa wanita yang duduk di sampingnya itu lelah setelah menempuh perjalanan panjang, ia membiarkan Yashna tertidur lelap.


Sebenarnya ia cukup terkejut ketika mendapatkan telepon dari Yashna, ingin liburan sewaktu-waktu sekaligus menginap di rumahnya. Sebuah kejutan yang tidak dinyana-nyana. Ia pun merasa senang, setidaknya hubungan mereka membaik.


Yashna melepas tawa ketika turun dari mobil, menyusul Depe yang sudah lebih dulu berjalan mengitari mobil untuk mengambil koper bawaan Yashna.


"Ngapain Lo ketawa? Gila aja deh," komentar Depe berjalan diiringi Yashna di sampingnya.


"Lucu, aja. Inget nggak sih kita dulu rival," celotehnya masih melempar kekehan geli, mau tak mau Depe pun ikut tertawa.


"Gila, Lo kuat banget waktu menyalami gue. Sumpah keder juga kalau inget," balas Depe sambil menoleh ke arah Yashna yang menganggukkan kepala setuju.


Mengingat momen ketika Wisnu ingin menguji keduanya untuk beradu siapa yang berhasil membuatnya tergoda.


Ah, rasanya Depe dan Yashna ingin menepuk jidat pria sok ganteng itu kalau seandainya saat ini sedang ada di sana.


"Kita korban kebaperan nggak, sih?" oceh Yashna lagi terkekeh.


"Cuma elo keles. Setidaknya gue udah bikin dia patah hati, wek!" Depe menampakkan wajah mengejek.


"Astaga! Yakin lo?" cibir Yashna mencibir.


"Yakinlah ... pas gue ijab qabul, dia kaget tahu." Depe memperlihatkan wajahnya yang terlihat bersinar, mengingat momen sakral baginya itu.


"Beh, bangga, sih. Ok, gue ngaku kalah."

__ADS_1


"Hahaha ... kita nggak ada yang menang," sahut Depe membukakan pintu Kafe untuk Yashna.


"Istinya cantik pasti, ya nggak? Alan jadi saksi pernikahan mereka."


Depe terdiam sesaat, memandang Yashna sejenak kemudian mengangguk. Yashna pun kemudian ikut manggut-manggut.


"Orangnya sederhana, sangat cocok sama Wisnu. Ramah, anak rumahan. Jujur aja, gue udah mulai suka bahkan sebelum Wisnu kenal sama Almira," ungkapnya sambil meletakkan koper di pojokan bagian Pantry.


Yashna yang menyeret kursi hendak duduk segera menoleh. Ia cukup terkejut dengan apa yang diuraikan Depe mengenai sosok istri Wisnu. Wanita yang dipuji Alan sebagai wanita baik yang layak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari pamannya.


"Dia mantan pacar adik gue, for your information," lanjut Depe kemudian.


"What? Seriousely?" Yashna terkesiap.


Depe mengangguk seraya ikut duduk.


Suasana kafe ramai, seperti biasanya. Kini tangan perempuan itu melambaikan tangan ke arah pegawainya untuk menjamu Yashna dengan minuman. Yashna hanya bisa duduk dengan hati bertanya-tanya.


"Adik gue bikin kesalahan fatal hingga mereka putus. Menyesal sih, cuman gue puas aja. Almira layak dapet pria yang baik, dan itu bukan adek gue." Depe tersenyum memandang Yashna yang lagi-lagi mengangguk.


"Katanya mereka nggak pacaran, ya?" Yashna memberanikan diri untuk bertanya.


"Enggak, mereka pacaran setelah menikah."


"Gue udah keburu tua, Pe. Sumpah terjerat bocah bikin gue sesak tahu nggak, sih." Wajah Yashna kembali muram.


"Iya, gue ngerasain, kok. But not too bad."


Depe tertawa kecil menanggapi curahan hati Yahsna. Ya, ia memaklumi kegundahan hati wanita itu, juga bagaimana perasaan Alan yang sangat mencintainya, tetapi belum bisa menikahi. Rumit memang kalau menyangkut hati.


"Sabar, aja. Setidaknya elo masih berstatus single. Lah, gue, Yash."


"Maaf, Pe. Bukan maksud gue ...."


"Enggak, sih. Gue bersyukur sudah memiliki Azka," sahutnya tersenyum.


"Ikut berduka cita, ya. Gue nggak nyangka elu bakal ... ya, you know ... nasib manusia nggak bisa ditebak." Yashna meraih jemari lentik Depe, mengusap lembut mengentaskan rasa simpati. Ia cukup sedih dengan kabar itu.


"Imran ... dia ... gue nggak nyangka dia sama elo ...."


"Iya, dia mantan musuh gue," jawab Yashna melepaskan tautan tangan itu.


"Imrandira Shaka dan Yashna ... mantan kekasih?" Depe tertawa menggeleng sambil mengusap wajah.


"Pusing, ya?"


"Banget," balas Depe.


"Dia itu ... suka ambil bodyguard di perkumpulan gue, naksir gue sampai nggak tahu malu," urai Yashna.


"Saat gue menyadari kalau dia juga punya kenangan. Gue baru sadar kalau gue juga sayang sama dia, Yashna."

__ADS_1


"Okay ... Lo mau ngasih nasihat biar gue nggak nyia-nyiain Alan, kan?" serobot Yashna menghela napas.


"Kita nggak tahu, seberapa berat masa lalu mereka mencoba keluar dari kenangan itu hanya untuk menyongsong kita, right?"


"Yes, i know. Walau gue nggak tahu apa yang membuat Alan begitu berpikir kalau gue ini layak buat dia."


"Kamu keren, gue aja nge-fans berat sama elo. Udah jadi mantan terindah mendiang suami gue, saingan dapetin Wisnu. Gue merasa elo cocok buat Alan," terang Depe memandang Yashna dengan wajah serius.


"Really?"


"Yess. So stop looking for another guy."


"Enggak, gue balik ke sini karena butuh refreshing otak aja, Pe. Capek lihat Alan dikelilingi cewek-cewek muda sexy. Meski gue tahu hati dia cuma buat gue ... tetapi memberi dia ruang kayaknya nggak masalah," jelas Yashna segera diberi anggukan setuju.


"Yup. Lo bener."


"Momi!"


Teriakan anak kecil membuat perhatian mereka teralihkan. Azka terlihat tersenyum lebar, masuk ke area kafe digandeng pria gagah nan tampan.


Depe melambaikan tangan dengan wajah ceria. Kini anaknnya yang tampan berjalan menarik tangan pria itu mendekat. Yashna yang menyadari Depe yang mendadak salah tingkah segera tersenyum.


"Ternyata nasib kita selalu sama aja, ya? Kalau nggak dikejar pria menyebalkan macam Imran, mengejar si patung hidup, ini malah sama-sama dikejar berondong ... ish! Intinya aneh," komentar Yashna sukses membuatnya sukses mendapat lototan mata.


"Calon papahnya Azka, ya?" sapa Yashna memilih berdiri dan mengulurkan tangan lebih dulu untuk menyambut kedatangan Ihsan dan Azka.


"Apaan, sih, Yash." Depe mulai sewot.


Ihsan segera menyambut uluran tangan itu sambil tersenyum simpul.


"Yashna."


"Ihsan," jawab pria itu membalas.


"Kalau Depe nggak mau, gue nganggur lho, Mas Ihsan," canda Yashna bermaksud memanaskan Depe.


Sukses, wanita itu segera mencebikkan bibirnya. Hampir saja Yashna meledakkan tawa kalau saja tidak mengingat sedang menggodanya.


"Begitu?" sambut Ihsan terpancing.


"Iyalah, bukankah perawan tua lebih menggoda daripada janda?" kelakarnya membuat Ihsan tertawa ringan.


Depe hanya bisa menghela napas, menahan gerah.


Ihsan dan Yahsna menggelengkan kepala bersamaan. Menyadari ada yang diam-diam memendam gengsi mengakui sudah dilalap api cemburu.


***


'Haruskah ada penegasan bahwa akan ada saingan orang ketiga baru kamu mau mengakui bagaimana seharusnya hatimu tertuju untukku? Jangan ... kamu hanya akan memakan banyak waktu dan terbuang sia-sia dalam ketidakpastian, karena sesungguhnya di hatiku tidak ada lagi ruang kosong yang tersisa untuk yang lain.' (Ihsan Paundra).


❤️ Semoga kalian semua menyukai dan terhibur dengan extra part yang Syala tulis, ya. 😍

__ADS_1


Salam pecinta bunga matahari 🌻🌻


__ADS_2