
"Masa sih bimo pacarnya rara?. Tapi ko mereka ga mesra ya, kaya temenan biasa. lagian kalo diliat-liat ga mungkin seleranya bimo itu seperti rara. secara bimo itu tampan, cool, dan sepertinya pintar, sedangkan rara bisa dibilang tomboy dan kaku, ga ada anggun-anggunnya. ah sasa pasti bohong. pokoknya aku ga akan nyerah sampe aku bisa dapetin bimo" gumam yessi sambil tiduran diatas ranjang meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia bisa mendapatkan bimo.
--
"bim. kamu dimana?" rara bertanya kepada bimo melalui telfon.
"aku dirumah. baru aja pulang habis jemput salsa bimbel" jelas bimo. "kenapa sayang?" lanjut bimo bertanya.
"bim, kamu bisa ke kos aku sekarang? antar aku kestasiun" ujar rara tergesa.
__ADS_1
"kamu mau kemana? ada apa ra?" bimo mulai panik mendengar suara rara yang tegasa dan sepertinya sambil menangis.
"kamu kesini aja dulu. aku tunggu ya bim" jawab rara.
Bimopun langsung mematikan telfon dan bergegas mengambil kunci motornya. sepanjang jalan ia mengebut agar segera sampai dikos rara.
"kamu kenapa?" tanya bimo heran. Namun rara tidak menjawab. rara tetap menangis.
"sayang, ada apa?" tanya bimo kembali. Dan rara tetap tidak menjawab. Rara semakin menangis dan terus memeluk bimo semakin erat. Bimopun bingung dan memutuskan untuk diam. Bimo membalas pelukan rara sembari mengelus rambut rara yang terurai. Rara terus menangis dipelukan bimo. Cukup lama rara dan bimo berpelukan, rarapun akhirnya melepaskan pelukannya. rara mengusap air mata yang membanjiri pipinya, kemudian rara melanjutkan mem-packing pakaiannya. Bimo terdiam sejenak. Lalu bimo berjalan mendekati rara.
__ADS_1
"Ra.. bisa cerita sebenarnya apa yang terjadi? kamu mau kemana?" tanya bimo dengan pelan.
Rara meletakkan pakaiannya dan berhadapan dengan bimo. "Ayah ku masuk rumah sakit bim. Aku harus ke jakarta" ujar rara sambil meneteskan air mata. "tapi aku bingung bim. aku ga mau ketemu perempuan itu (istri kedua ayahnya rara). tapi disatu sisi aku ingin melihat keadaan ayahku. aku juga udah hampir 1th belum ketemu ayahku lagi" lanjut rara menjelaskan.
"Ra... keputusan kamu benar. jangan fokus ke perempuan itu dulu. yang terpenting kamu temui ayahmu dulu. dan beri beliau dukungan agar beliau bisa sehat kembali. ayah kamu pasti lebih butuh kamu" jawab bimo berusaha meyakinkan rara sambil memegang tangan rara.
"iya bim. thanks. antar aku kesatasiun ya" ujar rara kemudian melanjutkan packing barang2.
Setelah semua sudah beres dan siap, sebelum mereka pergi kestasiun, bimo mendekati rara, menarik rara lalu memeluk erat rara. rara membalas pelukannya dan melingkarkan tangannya ke tubuh bimo. rara menangis namun dengan pelan. bimo memegang pipi rara dan mengarahkan wajah rara tepat dihadapan wajahnya. bimo mengusap air mata rara. "Pacar aku kuat. Rara pasti bisa" ujar bimo berusaha memberi kekuatan kepada rara. kemudian bimo mencium bibir rara dengan penuh cinta.
__ADS_1