Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 59 Menghibur


__ADS_3

Setelah perbincangan di cafe itu. Efan mengantar Rara dan Bimo di stasiun.


"Makasih banyak ya Fan" Rara.


"Santai aja Ra, gue yang harusnya makasih. Makasih lo udah hadir di dalam kehidupan Obie. Dan membuatnya merasa beruntung" balas Efan.


"Obie juga beruntung punya sahabat seperti lo Fan. Lo jaga diri, jangan sampe bunuh orang lagi" Rara tertawa namun sambil meneteskan air mata.


Efan tertawa. "Semoga lo selalu bahagia Ra. Please... sering doain dia, doa dari orang tulus seperti lo pasti di dengar Tuhan dengan cepat" lanjut Efan.


"Pasti, pasti gue bakal doain Obie selalu" Rara berjabat tangan dengan Efan.


--


Di dalam kereta, Rara terus memandangi jendela sepanjang perjalanan. Momen kebersamaannya dengan Obie selalu menari-nari di dalam mata dan ingatan Rara. Tak sadar Rarapun meneteskan air matanya lagi.


"Ra....." melihat Rara menangis, Bimo memegang tangan Rara.


Rara menoleh ke arah Bimo yang berada di sampingnya.


"Udah.. jangan nangis terus, ga baik. Obie juga pasti ga suka liatnya" Bimo berusaha menghibur.


Rara mengangguk dan mengusap air matanya.


"Pesen makan ya, kamu belum makan dari kemaren"


"Aku ga laper Bim"


"Yaudah. Sini, tidurlah, istirahat. Kamu banyak menangis dari menangis, pasti kamu lelah" Bimo meregangkan tangan kirinya, menyentuh pundak Rara dan menyuruh Rara masuk dalam dekapannya.


Rara menggeser badannya agar lebih dekat dengan Bimo, lalu menjatuhkan tubuhnya di dada Bimo dan Bimo memeluknya dengan hangat.


'Sekarang aku yang akan jagain kamu lagi Ra' Bimo.


--


Rara berbaring di atas tempat tidurnya, selimut yang membungkus tubuhnya masih terasa begitu dingin, jiwanya masih sangat terpukul. Rara memandangi ikan yang berenang di dalam Aquariumnya, namun fikirannya terus mengarah memikirkan Obie. Sesekali air matanya terjatuh namun Rara langsung mengusapnya lagi.


'Gue pengen liat lo Bie' Rara.

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok.. Seseorang mengetuk pintu kamar Rara.


Rara beranjak dan berjalan membuka pintu.


"Kaliaan???!!!!" di depan pintu berdiri Mela, Sasa, Bimo, Galih dan Aldi.


"Raraaaaaaaaaa aku kangeeeeen" Sasa langsung memeluk Rara.


"Gue juga kangen pengen peluuuuukkkk" gurau Aldi.


"Aduhhh sayang sini-siniiiii" Galih merangkul Aldi.


"Iiiihhh najisssssssss" Aldi menghindar.


Semua orang tertawa.


Sebenarnya mereka sudah tahu atas kepergian Obie. Setelah tiba di stasiun, Bimo langsung menghubungi sahabat-sahabatnya satu persatu, dan memberi tahu bahwa Rara sudah berada di kos lagi. Dan akhirnya mereka berkumpul untuk menghibur Rara karena Rara pasti masih merasa terpukul.


Semua masuk ke dalam kamar Rara, ada yang duduk di depan tv, ada yang tiduran di atas kasur, ada yang tiduran di lantai, ada yang duduk di lantai, yang jelas Rara duduk bersebelahan dengan Bimo.


"Nih makan nihhhhh, gue bawain makanan banyak buat lo Ra, lo belum makan dari SD kan?" gurau Galih.


"Gue juga beli, nih beli aqua buat kalian minum" Galih mengeluarkan Aqua besar.


Semua tertawa.


"Ko kalian udah di jogja, kapan pulangnya?" Rara.


"Gue pulang dari jakarta pagi, tadi sore baru sampe jogja" Galih.


"Aku sama Aldi sebenernya dari kemaren udah balik Jogja Ra" Sasa.


"Kalian udah selesaj magangnya?"


"Udah donnggg" jawab Galih, Aldi, Sasa bersamaan.


"Eh, Bimo bentar lagi wisuda kan?" Mela.


"Iya, Minggu depan. Dateng loh awas aja kalo ga pada dateng" ancam Bimo.

__ADS_1


"Ga asik wisuda duluan" Aldi.


"Iya huuuu huuuuuuu" menyoraki Bimo berbarengan.


Rara hanya tersenyum.


"Udah, di makan tuh, belum makan kamu pasti" Bimo berbisik di telinga Rara dan menunjukkan makanan yang di bawa oleh anak-anak.


"Iyaaaa" jawab Rara pelan.


"Eh eh gue mau cerita, selama gue magang, ada karyawan yang deketin gue" Mela.


"Bagus dong Mel, lanjut lah, biar lo ga jomblo terus" balas Sasa.


"Bagus apanya, dia udah bapak-bapak gaiiisssss bahkan udah hampir jadi kakek-kakek, hiiii" Mela geli.


"Hahahahhahahaha" semua tertawa.


"Eh ya bagus lah, ntar tinggal nunggu is deadnya aja terus lo dapet warisan Mel" Aldi.


"Ogah banget, mending gue jomblo terus" Mela kesal.


"Jangan gituuuu, sama aku aja gimanaaaa" gurau Galih merayu.


Cieeeeeeeee, semua menyoraki.


"Mending lo Mel, lo di sukai aki-aki. Lah Aldi? dia di taksir sama karyawan yang homo" ujar Sasa.


Hahahahahhahahaha semua tertawa. Rara terlihat tersenyum dan tertawa kecil walaupun masih terlihat kesedihan di wajah sembabnya. Namun Rara beruntung kehadiran sahabat-sahabatnya malam itu meringankan kepiluan jiwanya dan mampu membuat Rara tertawa.


Bimo memperhatikan Rara yang perlahan mau sedikit makan dan sambil tertawa mendengar gurauan anak-anak.


'Kamu ga sendirian Ra, ada kita, ada aku' Bimo.


Temen-temen jangan sedih atas kepergian Obie ya, aku kasih bocoran sedikit, bakal ada beberapa tokoh/pemain baru. Ditunggu, ikutin terus kelanjutannya🙏😊


Btw ada yang mau berbagi sedikit ceritanya bersama mantan?🤭 atau pandangan kalian terhadap mantan gimana sih? apakah pantas memperjuangkan seorang mantan? 😁


Terimakasih dan jangan lupa like dan vote🥰

__ADS_1


__ADS_2