
Rara menunggu kedatangan Mela di parkiran kampus. Hari ini Rara dan Mela izin dari kantor magang untuk ke kampus karena ingin memberi selamat kepada Bimo yang sidang pagi ini. Tak lama Mela datang dan memarkirkan motornya.
"Yuk, Bimo di gedung depan ruang sidang kan" ujar Mela.
Rara dan Mela berjalan menuju ruang sidang. Bimo sudah berdiri di depan pintu sambil memasukkan laptop dan bukunya ke dalam tas.
"Bimoooo selamat yaaaaa" Mela bersalaman dan menepak-nepak pundak Bimo menunjukkan rasa bangga.
"Makasih mel" Bimo membalas dengan tersenyum.
"Selamat ya Bim" Rara tersenyum sambil menyerahkan bingkisan sebagai hadiah.
Bimo melangkah selangkah dan langsung memeluk Rara, "Makasih ya" lanjut Bimo.
'tumben meluk' Rara.
"Oh gituuuu, kalo Rara di peluk, aku engga" Mela.
Bimo tertawa meringis, Rara tersenyum malu.
"Kalian udah makan?" tanya Bimo.
"Belum lah, kita dari kantor langsung kesini, dan nanti jam 1 harus balik ke kantor lagi" Mela.
"Yaudah ayok makan, aku traktir deh" Bimo.
"Nah gitu dong" Mela.
Bimo, Rara dan Mela memutuskan untuk makan siang bersama, Bimo dan Rara berjalan berdampingan ketika menuju parkiran motor, sedangkan Mela berjalan sambil sesekali memainkan hp didepan Rara dan Bimo.
"Nanti malem kamu kemana?" Bimo.
"Ga kemana-kemana" Rara.
"Keluar yuk"
"Kemana?"
"Ya kemana kek gitu"
"Mela?"
"Gausah, berdua aja"
"Kalian pikir aku ga denger?, yaudah sana jalan berdua aja. Tapi Rara jangan di bawa ke semak-semak ya Bim" Mela.
Rara dan Bimo tertawa.
--
Setelah sholat isya, Bimo datang menjemput Rara di kosannya. Bimo membawa Rara ke salah satu cafe yang tempatnya cukup bagus, karena di cafe tersebut dapat melihat pemandangan malam kota Jogja dari lantai atas. Cafenya pun tidak terlalu ramai sehingga membuat suasana cukup tenang. Bimo dan Rara memesan beberapa makanan dan minuman, mereka memilih meja outdoor sehingga suhu dingin malam lebih terasa alami.
"Mia ga dateng pas lo sidang?" Rara
"Dia kan pulang ke kampung halamannya" Bimo.
__ADS_1
"Yaaaa... sapa tau kan dia bela-belain ke sini buat liat lo sidang"
"Kamu"
"Kamu?"
"Panggilnya kamu, jangan lo-gue".
'Issshhh' Rara.
"Entah kenapa semenjak Mia pulang ke kampung halamannya, dia berubah"
"Berubah? berubah gimana?" Rara bingung.
"Skripsi kamu sampe mana?" lanjut Bimo bertanya.
'ih malah mengalihkan pembicaraan, kebiasaan' gumam Rara kesal.
"Bab 4" jawab Rara singkat.
"Udah jauh, hampir selesai"
"Yap"
"Selesai magang kapan?"
"Minggu depan juga udah selesai"
"Terus langsung lanjut masuk kerja lagi?"
"Naik gunung mau?"
"Hah???!" Rara terkejut.
"Ayok naik gunung, kamu kan kosong seminggu, aku juga udah selesai tinggal nunggu wisuda"
"Berdua?"
"Nanti ku ajak temen-temen SMA ku"
Rara diam sesaat.
'Duh, gimana nih, Obie marah ga ya kalo aku naik gunung sama Bimo. Tapi aku udah lama ga naik gunung, kangen banget mendaki. Yaudah deh, lagian juga kan rame ada temen-temennya Bimo. Nanti habis ini aku cerita ke Obie' Rara.
"Tapi aku kan ga kenal mereka" lanjut Rara.
"Ya nanti kenalan, kan udah tau, udah pernah aku ceritain, mereka juga udah tau kamu"
Karena saat Bimo dan Rara masih pacaran, Bimo sempat cerita tentang Rara ke sahabat-sahabat SMA nya dan juga Bimo pernah bercerita tentang sahabat-sahabatnya itu kepada Rara.
"Ya maksudnya aku kan belum pernah ketemu mereka, malu tau"
'apa lagi sekarang udah jadi mantan, kan tambah malu' Rara
"Tumben malu, biasanya juga malu-maluin" ledek Bimo.
__ADS_1
Rara melemparkan sehelai kentang goreng ke arah Bimo. Bimo tertawa.
Bimo dan Rara melahap makanan yang sudah tersedia di atas meja, mereka juga mengobrol banyak hal, bercanda tertawa sambil melihat pemandangan malam kota Jogja dari lantai atas cafe. Berkali-kali Rara melihat layar hp nya, namun tidak ada pesan masuk atau notif apapun. Sebenarnya dari siang Rara menghubungi Obie, tapi tidak ada jawaban. Bahkan berkali-kali Rara mengirim pesan melalui whatsapp, tapi hanya centang satu.
'Kemana dia, seharian menghilang' Rara.
--
'Huffftttt' Rara bersandar di kursi duduknya. Matanya masih memandang ke layar laptop.
'Sudah dulu yaaa, aku cape' gumam Rara berbicara dengan laptop tersebut.
Rara melihat jam yang melingkar di lengannya, sudah jam 15.45 pertanda jam kantor akan segera selesai. Rara berjalan berdiri ke arah jendela kantor, memandangi keadaan di luar dari balik kaca jendela. Mengambil hp di saku jasnya.
'Masih centang satu, dia kemana ya, habis dari kantor aku ke kosnya aja deh' Rara.
Obie masih sulit di hubungi, whatsappnya masih centang satu, nomornya tidak aktif. Membuat Rara cukup khawatir, dan akhirnya Rara memutuskan untuk mampir ke kos Obie sepulang dari kantor, untuk mengecek keberadaan Obie.
--
Sesampainya di kos Obie, Rara berhenti di depan gerbang memarkirkan motornya. Rara berjalan ke depan kamar Obie. Motornya yang biasa terparkir di depan kamar, tidak ada. Rara berusaha membuka pintu namun terkunci.
'Ga ada orang' Rara.
Seseorang keluar dari kamar sebelah Obie.
"Mas.. Mas.." Rara berjalan mendekati seseorang tersebut.
"Iya mbak?"
"Obie ga ada di kos ya?"
"Iya mbak. Kemaren pagi-pagi pergi naik motor dan bawa tas ransel. Sampe sekarang belum balik lagi" jelas laki-laki tersebut.
"Kira-kira kemana ya mas?"
"Aduh.. saya juga kurang tau mbak"
"Yaudah.. makasih ya mas"
Rara berjalan ke depan gerbang kembali.
'Kemana ya Obie? bukannya minggu-minggu ini ga ada jadwal balapan, apa dia pulang ke Purwokerto? tapi biasanya kalo pulang ngomong dan hpnya tetep aktif. Kenapa sekarang ga ngomong dan hpnya ga aktif? Kemana sih sebenernya?' Rara.
Epilog.
Mia Berubah.
Setelah kehangatan di teras hotel hari itu, esok hari nya Mia dan keluarga kembali ke kampung halaman. Satu minggu setelah kepulangan Mia, hubungan Mia dan Bimo berjalan masih seperti biasanya, mereka masih saling berkomunikasi walaupun hanya melalui telepon genggam, sesekali mereka juga berjumpa walau hanya melalui videocall.
Memasuki minggu kedua, pesan Bimo melalui telepon jarang sekali di balas Mia, panggilanpun jarang di jawab. Mia mulai sibuk meneruskan pekerjaan papahnya. Semakin hari, semakin bertambah Minggu, Mia semakin sulit di hubungi. Sampai di suatu hari, Mia pernah mengupload status instagram bersama teman-teman kantornya, semua terlihat seperti normal-normal saja, Mia bersama teman-teman kantornya berkumpul dan memakai pakaian kerja, namun mata Bimo tertuju ke satu titik, di mana seorang laki-laki berada dalam foto tersebut, berdiri tersenyum di samping Mia, dan satu tangannya merangkul pundak Mia.
Entah hanya rasa cemburu atau sebuah firasat, yang jelas Bimo merasa ada yang janggal antara Mia dan laki-laki di dalam foto tersebut, membuat Bimo merasa curiga.
Kira-kira Obie kemana ya guys?😁
__ADS_1
Berhubung lagi wfh/#dirumahaja jadi insyaallah mulai hari ini jika keadaan memungkinkan up 2x, jam 00.15 dan jam 13.00 ya. Terimakasih dan jangan lupa di like dan klik vote di halaman depan novel samping nama author agar author semangat dan rajin untuk update ya🥰🙏