
Setelah pertemuan Yessi dengan Rara dan Bimo malam itu, Yessi tak pernah sedikitpun merasa untuk menyerah. Justru dia merasa bersemangat untuk mendapatkan Bimo dan bahkan dengan sengaja ingin merebut Bimo dari Rara.
Semakin lama, Bimo merasa hubungannya dengan Rara semakin jauh. Bimo selalu sibuk dengan urusan kuliah dan organisasi, sedangkan Rara sendiri sibuk kuliah sambil bekerja sampingan. Sebenarnya, Rara masih sering mengajak Bimo untuk keluar bersama, bahkan sepulang dia bekerja, Rara hampir setiap hari mengajak Bimo pergi bersama entah untuk makan bersama atau sekedar ngobrol bersama. Namun.. entah mengapa, Bimo justru mulai berjaga jarak dengan Rara, Bimo sulit untuk di temui, bahkan Bimo pernah dengan sengaja menghindari Rara saat bertemu dengan Rara secara tidak sengaja.
--
"Al, lo dimana?" tanya Rara sambil menelfon Aldi.
"Di tempat kerja nih"
"Gue mampir kesitu boleh ya"
"Iya sini aja Ra"
"Ok, otw"
Dari awal Aldi memang sudah bekerja sambil kuliah, dan kebetulan di tempat kerjanya Aldi juga terdapat cafe yang cukup besar, jadi sering kali Rara juga mampir kesana untuk sekedar ngobrol/makan, biasanya Rara datang bersama Galih, namun hari itu Rara sudah berusaha menelfon Galih dan mengajaknya, tapi Galih tidak merespon dan akhirnya Rara pergi sendirian.
"Tumben sendirian Ra" tanya Aldi menghampiri meja pesanan Rara kemudian duduk di di kursi depan Rara.
"Iya, Galih susah banget di hubungin, tidur deh kayaknya. Emang dasar tuh kebo satu susah banget kudu disamperin terus" gurau Rara.
__ADS_1
"Emangnya lo habis dari mana?" tanya Aldi.
"Habis kerja, terus males pulang ke kos jadi mampir sini dulu deh" jelas Rara sambil tersenyum.
Dan kemudian mereka memesan minum dan beberapa cemilan. Terlihat Aldi diam namun sedikit gelisah.
"Lo kenapa Al? mules?" tanya Rara bercanda.
"Haha apaan sih" jawab Aldi.
'Duh mau ngomong tapi gimana ya, takut salah' Aldi.
"Haha engga Ra.. santai aja. Bosku kan ga di sini, kerjaanku juga lagi selow ko" balas Aldi.
"Lah terus lo kenapa? muka lu gitu amat, jangan-jangan lu ga punya duit dan mau nyuruh gue bayarin pesenan lo ya?" Rara terus bergurau.
"Engga Ra... gini, duh gimana ya ngomongnya" ujar Aldi sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Apaan sih? ngomong tinggal ngomong ko. Jangan bikin gue penasaran" jelas Rara mulai gelisah juga.
"Gini Ra.. bukannya gue maksud gimana-gimana nih ya, tapi lu juga jangan keburu emosi dulu dengernya" Aldi.
__ADS_1
"Ya mangkannya buruan, yang bikin emosi tuh lu Al, langsung aja to the point gitu loh.." Rara.
"Kemaren gue ngeliat Bimo lagi makan, tapi... sama Yessi" jelas Aldi dengan penuh hati-hati.
Rara terdiam sejenak.
"Oh.. mungkin habis dari markas terus mereka makan bareng. Mereka kan satu organisasi Al" balas Rara berusaha positif thinking.
"Tapi.. tapi itu malem Ra...." jelas Aldi lagi.
DEG!! rasanya ada sesuatu yang memukul dada Rara. 'malem? padahal setiap pulang kerja malam, aku mengajak Bimo makan keluar, tapi alesannya dia sudah makan di rumah' Rara.
"Mungkin kebetulan aja mereka ketemu pas lagi makan Al" Rara tersenyum berusaha menahan sesak di dadanya.
"Itu bukan pertama kalinya aku ngeliat mereka makan berdua Ra. Sebelum-sebelumnya... aku juga sering liat Ra" jelas Aldi berusaha jujur walaupun sebenarnya dia tidak ingin bicara soal itu karena pasti membuat Rara sakit.
'Ya tuhan.. apa ini alasan Bimo akhir-akhir ini sulit di temui? aku harus bagaimana?' Rara.
Rara hanya terdiam terpaku dengan mata yang berkaca-kaca.
Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa di like🥰🙏
__ADS_1