
Bimo mengetuk pintu kos Rara kemudian Rara membuka pintu dan menatap Bimo namun diam tidak berbicara apapun. Rara kemudian masuk kembali di ikuti Bimo di belakangnya. Rara duduk bersandar ditembok sambil menatap layar hp nya. Sementara Bimo duduk didepan Rara.
"Kamu jadinya udah makan belum?" tanya Bimo namun Rara diam tak menjawab.
"Tadi pulangnya bareng temen kerja apa naik ojek online?" Tanya Bimo kembali namun Rara tetap diam sambil menatap layar hp nya.
"Ra..." sapa Bimo dengan nada yang pelan. Dan Rara tetap diam. dan akhirnya Bimo menarik paksa hp Rara.
"apaan sih Bim. Balikin" akhirnya Rara bersuara walau nadanya tinggi dan memaksa meminta hp nya kembali.
"Kalo aku ngomong tuh di liat Ra" balas Bimo.
"Balikin hp aku!" teriak Rara terlihat kesal. Kemudian Bimo menyerahkan kembali hp Rara.
"Aku tau kamu kesal. aku minta maaf. udahlah jangan ngambek lagi" ujar Bimo berusaha berbicara baik-baik.
__ADS_1
"ngambek kamu bilang? Bim, sadar ga sih kamu udah bikin aku nunggu dan kelaparan 2 jam lebih" Rara pun akhirnya meluapkan kekesalannya.
"Yaudah ayo siap-siap terus kita cari makan" ujar Bimo berusaha membujuk Rara.
"Udah ga laper!" balas Rara singkat.
"Tadi temenku motornya mogok. muter2 cari bengkel tapi tutup, jadi aku nolongin benerin motornya" Bimo berusaha menjelaskan.
"Jadi lebih penting temen kamu dari pada aku?" tanya Rara dengan nada marah.
"Ra, apa-apaan sih. Ada orang kesusahan ya aku tolongin. Salah? Lagian kasian cewe sendirian motornya mogok ga bisa pulang" ujar Bimo jujur.
"Ra.. kamu kenapa sih" Bimo bingung dengan Rara yang menjadi sensitif dan gampang marah.
"Kamu yang kenapa Bim. Kamu sadar ga sih kita satu kampus, satu kota, tapi kita udah satu minggu lebih ga ketemu. Susah banget minta waktu kamu padahal cuma mau makan bareng sebentar. Giliran ngajakin ketemu kamu malah mentingin cewe lain dan bikin aku nunggu 2 jam" Rara ngomel meluapkan emosi.
__ADS_1
"Kamu kan tahu aku sibuk, aku harus ngejar materi di kelas baru, belum lagi banyak tugas, jadi asdos (asisten dosen), rapat organisasi, dan kadang harus ngantar mas Dani dan Salsa. Kita udah ngomongin ini dari awal ya Ra, dan kamu jawab bisa ngerti. Kenapa sekarang kamu seolah nuntut aku?" Bimopun akhirnya meluapkan perasaannya.
"Bukan hanya waktu untuk ketemu Bim, tapi komunkasi kita juga berkurang. Kamu jadi jarang chat aku apalagi nelfon aku" ujar Rara mulai berkaca-kaca.
"aku lagi ngasdos, rapat, kuliah di kelas, ga mungkin dong ra aku telfonan sama kamu. Aku sampe rumah seringnya langsung istirahat. Kamu kenapa sih jadi ke kanak-kanakan gini?" tanya Bimo heran dengan sikap Rara yang sekarang.
"Aku juga butuh kamu Bim" ujar Rara pelan mulai menangis.
"Terus aku harus gimana Ra? pindah kelas lagi? berhenti jadi asdos? keluar dari organisasi? Biar kita berdua terus tiap hari. Baru satu minggu loh Ra kita ga ketemu, tapi kamu udah kaya gini. Gimana kalo berbulan-bulan? " ujar Bimo.
"Kamu punya perempuan lain ya Bim?" tanya Rara pelan dan sedih.
"Sekarang kamu udah ga percaya sama aku Ra?" Bimo berbalik bertanya, namun Rara diam menunduk.
"Yaudah terserah kamu aja Ra" ujar Bimo kemudian keluar dari kos Rara dan pergi pulang.
__ADS_1
Rara menangis di dalam kamar. Rara sangat sedih karna ini kali pertama mereka berantem dan berdebat sampai Bimo pergi gitu aja tanpa pamit.
Jangan lupa di like🥰🙏