Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 21 Nomor Baru


__ADS_3

Sesuai apa yang dikatakan Bimo, jam 7 pagi dia sudah tiba di kos Rara.


"Kamu membawa apa?" Rara terlihat penasaran isi kantong kresek yang dibawa di tangan Bimo.


"Sarapan untukmu. Bubur. Dan beberapa buah untuk nambah vitamin kamu" jawab Bimo.


"Padahal niatnya aku ingin mengajakmu keluar beli soto" Rara pasang muka sedih.


"Heyyy! kamu itu sedang sakit. Jangan keluar-keluar dulu. Sudah makanlah, dan banyak-banyak istirahat" Bimo duduk disamping Rara.


"Bim.."


"Hmm"


"Kamu kemana aja?" Rara bertanya namun dengan nada pelan karena takut dia salah bertanya.


Bimo diam sejenak dan mengeluarkan bubur dari kantong kresek dan menaruhnya didepan Rara kemudian mengambil air minum di galon.


"Bim.. maafkan tingkahku kemarin yang ke kanak-kanakan" Rara mengulangi dengan pelan.


"Sudahlah, ayo di makan" Bimo menjulurkan bubur yang sudah siap untuk dilahap. Karena Bimo memaksa Rara hanya bisa menerima bubur itu dan kemudian memakannya.


"Aku ada acara makrab di kota sebelah selama 3hr. Maafkan aku yang tidak memberitahumu. Maafkan aku juga yang ga ngangkat telfonmu. Aku jarang memegang hp akhir2 ini" jelas Bimo sambil mengupas beberapa buah dan menyiapkannya untuk nanti dimakan Rara setelah makan bubur.


Rara ingin sekali bertanya tentang apa saja yang Bimo lakukan saat makrab namun Rara tidak ingin memperpanjang urusan dan mendengar penjelasan Bimo barusan rasanya sudah cukup.


"Bim.. makasih ya bunganya. Aku suka. Ini pertama kalinya aku mendapatkan bunga" Rara mengalihkan pembicaraan dan memasang muka yang sangat gembira.


"Bunga? siapa yang ngasih bunga?" Bimo berlagak lupa"


"Apaan sih jelas-jelas kartu ucapan itu tertulis nama kamu" gumam Rara kesal.

__ADS_1


Bimo hanya tersenyum.


Setelah Rara memakan bubur, Bimo menyerahkan segelas air putih dan obat-obatan. Rarapun meminumnya.


"Istirahatlah" gumam Bimo sambil meluruskan kaki rara dan menarik selimut untuk menutupi kaki Rara.


"Kamu mau kemana?" tanya Rara.


"Kamu ingin aku kemana?" balas Bimo.


'apa-apaan sih ditanya malah balik nanya' Rara.


"Aku ingin kamu disini, menemani aku menonton tv" Rara.


"Iya. Aku yang menonton tv tapi kamu harus tidur" Bimo.


Rara berbaring diatas tempat tidur dan tak butuh waktu lama Rara tertidur kembali. Rara memang sangat butuh banyak istirahat agar cepat pulih. Sedangkan Bimo duduk disamping Rara.


'anak ini, sudah kenyang langsung tidur' Bimo.


'Bimo.. nanti siang kamu ke markas kan?' (markas\=tempat berkumpulnya anak-anak organisasi A, tempatnya di kampus lebih tepatnya di bagian depan samping kampus).


'Dari siapa ini?' Bimo.


Rara menggulat dan membuka matanya perlahan. Terlihat Bimo masih duduk di sampingnya.


"Bim....." mendekati Bimo dan memegang lengan Bimo.


Rara yang tiba-tiba bangun dan memegang lengan Bimo sontak membuat Bimo kaget dan kemudian langsung menyingkirkan hp nya dan menaruhnya di saku celena.


"Kenapa?" tanya Bimo.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" Rara.


"Kamu sedang menggodaku?" Bimo.


"Apaan sih kamu GR banget" Rara beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil handuk.


"Kamu mau kemana?" tanya Bimo.


"Mandi. ikut?!" Rara dengan nada galak.


"Mandi memangnya mau kemana? kamu harus banyak istirahat" jelas Bimo.


"Biar seger Bim. Lagian nanti sore juga aku berangkat kerja. Aku udah gapapa" jelas Rara sambil membuka lemari dan mengambil pakaian.


"Kerja? kamu kan masih demam dan belum pulih Ra"


"Engga, nih pegang!" Rara menarik tangan Bimo dan meletakkan telapak tangan Bimo di dahinya. "Sudah ga demam kan? aku gapapa Bim. Aku bete di kos terus dan bosen tidur terus. Lebih baik aku berangkat kerja itung-itung aku berolahraga kan" gumamnya sambil tersenyum kemudian keluar ke kamar mandi.


'Dasar keras kepala' Bimo.


Setelah Rara selesai mandi dia duduk di ujung tempat tidur dan kemudian melihat tv.


"Sayang kamu mau makan apa? kita gofood yuk, atau mau keluar aja?" Rara.


"Aku mau ke kampus, ada perlu, aku makan siang di kampus aja nanti" Bimo.


Mendengar jawaban Bimo, Rara kesal dan sedikit sedih. Padahal dia kan sebenernya masih sakit dan ingin di manja walau sekedar makan bersama.


Melihat ekspresi muka Rara, akhirnya Bimo meng-iya-kan keinginan Rara.


"Yaudah iya.. yuk beli soto" Bimo.

__ADS_1


"Yeyyyy" Rara Kegirangan.


Jangan lupa di like dan share ke teman-teman kalian🥰🙏


__ADS_2