Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 89 Persiapan Toko Kue


__ADS_3

Setibanya di Jakarta, Rara dan Reyhan langsung beristirahat karena perjalanan yang cukup lama dan melelahkan dari Purwokerto-Jakarta.


--


Sementara itu, Malam hari Bimo berada di salah satu restaurant bersama pak Yosep menunggu kedatangan seseorang. Bimo di ajak pak Yosep bertemu dengan pemegang anak perusahaan cabang Bekasi, dimana Bimo akan di tempatkan bekerja.


Seseorang laki-laki yang sudah cukup umur, datang. Badannya tinggi, berkacamata, dan wajahnya sudah terlihat banyak garisan-garisan.


"Bimo ini pak Jefri, pak Jefri ini Bimo" pak Yosep memperkenalkan Bimo dan pak Jefri.


Kemudian mereka bersalaman dan sedikit berbincang basa-basi untuk memulai obrolan.


"Saya sudah mendengar banyak tentang kamu. Terutama bagaimana kamu dalam bekerja. Saya harap saya tidak salah memilih kamu untuk memimpin perusahaan cabang Bekasi ini" ujar pak Jefri kepada Bimo.


"Saya berterimakasih banyak pak, karena bapak sudah mempercayakan saya. Dan saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan" jawab Bimo sambil menunduk seakan menghormati.


Kemudian mereka pun melanjutkan dengan makan malam dan membicarakan mengenai rencana bisnis kedepannya.


Pak Jefri adalah pemegang perusahaan cabang Bekasi tempat Bimo bekerja. Namun karena umurnya yang sudah termasuk tua, pak Jefri meminta pak Yosep mencarikan orang yang tepat untuk memimpin anak perusahan cabang Bekasi, namun masih tetap dalam pemantauan pak Jefri. Dan Bimo lah yang terpilih.


--


Jendela kamar mulai terang perlahan, menandakan matahari mulai muncul dengan malu-malu.


Seperti biasanya, Rara menyiapkan sarapan untuk Reyhan dan mereka makan bersama di ruang makan.


Hari ini, Rara ada janji bersama seseorang yaitu pemilik yang berniat menjual rukonya kepada Rara. Dan Rara akan menjadikannya sebuah toko kue.


"Sayang.. jam berapa kamu akan menemui pemilik ruko?" tanya Reyhan yang hampir menghabiskan sarapannya di meja.


"Jam 9an Mas..." jawab Rara.


"Perlu ku antar?" tawar Reyhan.


"Tidak perlu Mas.. kan ada motor, nanti aku naik motor aja. Sudah, Mas kerja aja yang fokus, aku bisa mengurus semuanya" Rara tersenyum.


'Benar kata ibu mertua, Istriku ini memang mandiri' Reyhan.


"Yasudah.. aku berangkat dulu ya" Reyhan.


Rara pun mengantar suaminya ke depan rumah, tak lupa Rara mencium tangan Reyhan sebelum suaminya itu masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Reyhan yang selalu mendaratkan kecupan di kening Rara.

__ADS_1


--


Pagi hari Bimo sudah tiba di kantor Mia untuk melakukan syukuran atas proyek di Jakarta yang sudah selesai dan berjalan lancar.


"Hy Bim" sapa Mia ketika melihat Bimo turun dari mobilnya.


"Pagi" Bimo membalas dengan tersenyum.


"Mmm... aku dengar, kamu tidak kembali ke Surabaya dan di tempatkan di cabang Bekasi ya?" tanya Mia sambil berjalan di samping Bimo memasuki kantor.


"Pasti pak Yosep yang memberi tahu, sepertinya dia sudah seperti agen rahasia mu ya" gurau Bimo.


Mia tersenyum. "Aku senang mendengarnya, walau proyek ini sudah selesai, kita masih bisa sering bertemu kan?" lanjut Mia.


Bimo hanya tersenyum tipis tanpa berbicara apapun.


--


Di sebuah cafe Rara duduk satu meja bersama laki-laki yang merupakan pemilik ruko.


"Uangnya sudah saya transfer ya mas, ini sisanya" Rara menyerahkan bingkisan coklat yang berisi uang.


"Terimakasih ya mba. Semoga usaha kuenya lancar" balas laki-laki itu.


Setelah pertemuan di cafe, Rara pergi berbelanja alat-alat dan beberapa perabotan untuk kebutuhan toko kue nya nanti. Rara juga mencari beberapa aksesoris untuk menghias toko kuenya nanti.


Rara sangat bersemangat dalam hal ini, karena akhirnya impiannya mempunyai toko kue akan terwujud. Toko kue yang sebenarnya di bangun dari sebagian uang Reyhan, karena uang Rara yang masih kurang. Namun Rara senang, karena Reyhan tetap mendukungnya.


--


22.20 WIB Reyhan baru sampai rumahnya. Lalu segera mandi untuk menghilangkan lelahnya.


"Tumben sih Mas kamu pulang malem begini" ujar Rara yang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil memperhatikan suaminya yang sedang berdiri di depan lemari memakai baju seusai mandi.


"Iya tadi meeting bareng klien diluar sekalian makan malam" jawab Reyhan.


"Klien perempuan?" tanya Rara.


"Haha..." Reyhan tertawa.


'ish emangnya ada yang lucu apa?' Rara cemberut.

__ADS_1


"Sepertinya istriku ini mulai curigaan" Reyhan meledek.


"ih engga" Rara langsung menyambar dengan jutek.


Reyhan menghela napas dan menghembuskannya. Lalu naik ke atas tempat tidur.


"Kamu mulai takut kehilangan aku?" Reyhan meledek lagi.


"Pede banget sih Mas"


"Ih ko mukanya jadi bete gitu?"


"Sudahlah jangan menggoda ku terus" seru Rara.


Reyhan duduk menghadap Rara.


"Tadi meeting bareng papah juga, papah menitipkan salam untuk mu. Percayalah sayang" Reyhan memegang tangan Rara.


"Aku percaya ko Mas.. tapi kabari aku jika kamu akan pulang larut ya" pinta Rara.


"Iya maaf, tadi aku terlalu fokus mengobrol dengan papah. Maaf ya membuatmu khawatir"


"Kamu juga harus berhati-hati Mas, sekarang pelakor sudah seperti debu, ada di mana-mana, dan menempel pada siapa saja" ujar Rara masih terlihat sedikit ngambek.


Reyhan terdiam namun terlihat menahan tawa dengan tingkah istrinya yang mulai cemburu.


"Bagaimana pertemuan tadi siang? sudah fix rukonya?" tanya Reyhan mencoba menenangkan kekhawatiran istrinya.


"Sudah Mas.. jadinya aku beli ruko itu. Dan mulai besok mau di renovasi sedikit, 3hr paling selesai. Barang-barang untuk toko kue juga aku sudah beli, nanti tinggal kirim saja kalau rukonya sudah beres" jelas Rara.


"Syukurlah.. aku bangga dengan mu" Reyhan tersenyum.


"Kamu sendiri, bagaimana pekerjaanmu hari ini? kamu keliatan kelelahan" Rara.


"Lumayan..." Reyhan.


"Sini, biar aku pijitin supaya lelah mu berkurang"


"Tidak perlu.. layani aku saja" Reyhan tersenyum nakal.


Rara hanya diam seakan pasrah. Hanya selang beberapa detik, Reyhan langsung melancarkan aksinya.

__ADS_1


'Salah satu hal yang membuatku bahagia adalah, bisa melakukan salah satu kewajiban ku yaitu melayani mu Reyhan, suamiku' Rara.


Terimakasih jangan lupa di like, share ke siapapun, dan juga vote sebagai dukungan kamu untuk author agar rajin update😊🙏


__ADS_2