
Seperti biasa, jam makan siang Obie datang ke resto tempat Rara bekerja untuk mengajak Rara makan siang bersama.
"Lo selesai kerja jam berapa?" Obie
"Jam 3an. Tapi jam 2 juga udah boleh pulang sih soalnya kerjaan udah kelar tinggal dikit lagi" Rara.
"Kalo gitu gue tungguin di sini ya sampe lo kelar. Abis itu lo ikut gue ke kosan ambil baju dan anterin gue ke stasiun. Mau?"
"Hah? Emang lo mau kemana?"
"Balik ke Purwokerto, mau persiapan latihan buat ikut event di Majalengka"
"Kenapa ga latihan di sini aja?"
"Ini event cukup gede, tim ku banyakan di Purwokerto, motor dan alat-alat juga lebih lengkap di sana"
"Balik Jogja lagi kapan?"
"2 Mingguan lagi"
"Ko lama?"
__ADS_1
"Lo kenapa sih? ga kuat LDR 2 minggu doang?" ledek Obie.
"Apaan sih lo pede banget" pipi Rara merah.
Obie tertawa.
--
Setelah 1 jam lebih Obie menunggu, akhirnya Rara menyelesaikan pekerjaannya dan pulang ke kos Obie bersama Obie. Sesampainya di kos Obie, Obie memasuki kamarnya di ikuti Rara di belakangnya. Ini pertama kalinya Rara main ke kos Obie, kamarnya rapih dan wangi, Rara cukup terheran melihatnya karena jarang sekali ada anak laki-laki yang bisa merawat kamarnya. Rara duduk di tepi tempat tidur sementara Obie sedang sibuk di depan lemari mempersiapkan pakaian yang akan ia bawa.
"Lo sering keluar kota begini?"
"Iya"
"Biasanya aku balik Purwokerto Sabtu-Minggu, karena event biasa seringnya hari itu. Tapi ini event yang cukup gede yang di ikuti wilayah lain luar jawa juga, biasanya event kaya gini 3th sekali, atau waktu tertentu aja. Kalo lagi keadaan kaya gini ya gue ga masuk kuliah, tapi untungnya ada temen-temen gue yang baik yang suka absenin dan ngerjain tugas gue jadi gue ga terlalu khawatir" ujar Obie sambil tertawa meringis.
"Dasar.. kenapa lo lebih milih balapan?"
"Ya mau gimana, ga balapan gue ga makan, ga balapan gue ga kuliah juga. Mau ga mau harus berkorban sedikit, mending ga masuk kuliah 2 minggu dari pada ga masuk kuliah 2 semester kan" Obie tersenyum.
"Kalo boleh tau, emang ayah lo kemana? itu kan tanggung jawab beliau buat biayain kuliah lo, jadi lo juga ga harus kerepotan gini kan"
__ADS_1
"Ada.. ayah gue ada. Gue cuma mau bantu aja sih biar beban beliau ga terlalu berat"
Rara mengangguk tanpa bertanya lagi. Obie melanjutkan menyiapkan pakaiannya.
'Obie emang mandiri. Dia juga pekerja keras' Rara.
"Sip selesai" ujar Obie pertanda sudah siap. "Lo kenapa?" tanya Obie melihat Rara yang sedang duduk dan menunduk dengan wajah yang cukup sedih.
"Hah? gapapa" jawab Rara pelan.
Obie menghampiri Rara dan duduk berjongkok di depan Rara.
"Sedih ya ditinggalin 2 minggu?" Obie tersenyum meledek.
"Pede banget sih lo" Rara kesal.
Obie tersenyum tak berbicara apapun. Obie memandangi Rara dan sekilas mencium kening Rara kemudian beranjak mengambil tas yang sudah disiapkannya.
'Barusan dia nyium gue?' Rara bingung dan herannya Rara tidak bisa marah atau membalasnya dengan pukulan, Rara hanya diam dan pasrah.
"Udah ayo ko malah bengong? ntar ketinggalan kreta" suara Obie yang menyadarkan Rara dari lamunannya.
__ADS_1
Rara berdiri dan mengikuti langkah Obie keluar meninggalkan kamar Obie. Dan mereka segera bergegas ke stasiun.
Terimakasih dan jangan lupa di like🥰🙏