Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 13 Pengertian


__ADS_3

Dari arah pintu keluar stasiun berjalan seorang gadis memakai kemeja kotak-kotak dan celana jeans panjang dan sepatu putih, membawa ransel di punggungnya, rambutnya terikat namun tidak terlalu rapih tapi tetap cantik dan menggemaskan, siapa lagi kalau bukan Rara. Sudah hampir 15 menit Bimo menunggu di stasiun akhirnya Rara tiba di Jogja. Melihat gadis manis itu berjalan mendekatinya, rasanya Bimo ingin memeluk dan mencium Rara, namun sayangnya itu adalah tempat umum dan akhirnya Bimo hanya bisa tersenyum bahagia melihat Rara sudah kembali.


"Ko tumben bawa mobil?" ucap Rara sambil membuka pintu mobil.


"Iya biar tuan putriku ini tidak kepanasan" ujar Bimo bergurau kemudian memasuki mobil.


"Ih serius bim. Aku lebih suka naik motor. Motor kamu lagi di bengkel?" tanya Rara sambil melepaskan tasnya dan kemudian memakai seat belt.


"Engga. Tadi habis nganter mas Dani ke bandara terus langsung jemput kamu" jawab Bimo sambil menyalakan mesin mobil.


"Mas Dani mau kemana emangnya?" tanya Rara.


"Ke Palembang, dinas di sana selama 1 bulan. oh iya ini kita mau kemana dulu?" ujar Bimo.


"Mmmm makan seafood ditempat biasa gimana? aku kangen banget makan cumi di sana" jawab Rara memohon.


"Boleh... tapi syaratnya cium aku dulu" ujar Bimo tersenyum nakal namun bergurau.


"ih apaan sih Bim. Ga mau" balas Rara singkat namun sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Oh gitu, ga kangen sama aku ya, yaudah" jelas Bimo seolah ngambek.


"kangen bangeeeeettt" teriak Rara kemudian menggandeng lengan kiri Bimo dan bersandar di bahu Bimo yang sedang menyetir. Dan kemudian.. Rara mencium pipi kiri Bimo. Dan Bimo tersenyum bahagia.


"Oh iya Bim. Lusa aku mulai kerja di salah satu restaurant di dekat Malioboro" jelas Rara kepada Bimo.


"Kerja? kuliah kamu nanti gimana?" tanya Bimo khawatir.


"Kerjanya ga terlalu berat ko dan jam kerjanya mengikuti jadwal kuliah, jadi aku bisa kuliah sambil kerja" jawab Rara menjelaskan.


"Kenapa ga fokus kuliah aja, uang bulananmu kurang?" tanya Bimo lagi.


"Tapi jangan terlalu cape loh ya, kamu juga perlu istirahat dan jangan males ngerjain tugas kuliah" tegas Bimo.


"Iya sayaaang..." jawab Rara tersenyum manja menatap Bimo yang masih menyetir.


"Jangan pasang muka kaya gitu ah" ujar Bimo kemudian memalingkan wajahnya dan fokus ke arah depan.


"ih kenapaaa?" tanya Rara bingung.

__ADS_1


"Nanti aku khilaf" gurau Bimo lalu Bimo dan Rara tertawa bersama.


"Oh iya Ra, aku juga mencalonkan diri jadi ketua di organisasi A" ucap Bimo.


"Bagus dong Bim. Pacar aku ternyata hebat ya" ujar Rara senang.


"Iya, tapi mungkin aku bakal sibuk banget ngurus banyak kegiatan. Dan kayaknya semester depan aku bakal di pindah ke kelas unggulan (kelas khusus yang nilainya bagus dan bisa wisuda 3.5 tahun)" jelas bimo dengan pelan seolah sedih.


"Berarti nanti kita ga satu kelas lagi? dan kita ga bisa wisuda bareng karna kamu bisa wisuda duluan?" tanya Rara berusaha menyimpan kesedihannya.


"Iya Ra..." jawab Bimo pelan.


"Yaudah gapapa. Aku ngerti ko. Bim.. apapun yang kamu lakukan, apapun pilihan kamu, selagi itu positif/baik, aku bakal terus dukung kamu" ujar Rara sambil tersenyum menatap Bimo yang sedang duduk menyetir di sampingnya.


"Makasih ya Ra.. I love you" ucap Bimo sembari tersenyum menatap Rara dan tangan kirinya membelai rambut rara.


Rara tersenyum dan bersandar di bahu Bimo. Tangan kirinya melingkar ke tubuh Bimo yang sedang menyetir. "Aku juga mencintaimu Bim" balas Rara sembari memeluk Bimo dari samping.


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa di like dan share ke temen-temen kalian ya🥰

__ADS_1


__ADS_2