
1 Bulan kemudian.
'Hari ini, aku dan Reyhan sedang menuju sebuah tempat yang tak lain adalah tempat yang akan menjadi bersejarah bagi seseorang yang bagiku spesial dulunya. Ya, Bimo. Hari ini adalah hari pernikahan Bimo, hari yang bersejarah dan membahagiakan bagi Bimo. Namun hari ini juga akan sedikit berbeda dengan hari biasanya. Entah.. entah apa yang aku rasakan, rasanya seperti sedih, haru, namun bahagia juga. Itu semua bercampur menjadi satu.
Bukan, bukan karena aku masih mencintai Bimo. lebih tepatnya, bagaimanapun Bimo pernah mengisi hati ini. Dan ketika melihat dia menikah dengan orang lain, rasanya bukan sakit, namun sedih, sedih bukan karena Bimo tapi karena melihat mimpi yang dulu pernah ada kini hanya sebatas bunga tidur yang tumbuh dalam ikatan yang ternyata salah.
Bahagia, tentu saja. Karena bagaimanapun aku selalu berharap yang terbaik untuk Bimo. Termasuk pasangan yang tepat untuk dia.
Haru, dari awal mengenalnya sebagai sahabat, dan berakhir sebagai sahabat kembali. Dan selamanya, aku hanya dan akan menjadi sebagai sahabat'.
Sedari tadi, di dalam mobil sambil melihat ke arah luar jendela, memperhatikan pohon yang berlalu bergantian dengan rerumputan dan kendaraan lainnya. Rara mencurahkan segala rasa yang muncul hari ini, mulutnya hanya mampu berusara dalam hati.
"Sayang..." ucap Reyhan.
"Ya?" suara Reyhan menyadarkan lamunan Rara.
"Are you ok?" tanya Reyhan sambil mengemudi.
Rara hanya tersenyum lalu menggapai telapak tangan Reyhan dan mencium punggung tangan Reyhan.
__ADS_1
"I love you, Reyhan" lanjutnya.
Reyhan tersenyum lebar mendengarnya.
'Ya, aku tidak pernah menyesali apapun yang sudah terjadi. Karena kini, ada seseorang yang begitu berharga berada di sampingku, Reyhan' Rara.
"Cantik sekali istriku" Reyhan memuji penampilan Rara dengan gaun berwarna Biru yang menyelimuti tubuhnya, dan juga rambut yang melengkung-lengkung membentuk bunga di kepalanya.
"Suamiku juga sangat tampan, sampai-sampai aku takut, teman-teman kuliahmu nanti mengira kamu masih bujangan" balas Rara bergurau sambil memuji Reyhan yang memakai kemeja yang berwarna senada dengan gaunnya.
--
Setelah kata 'SAH' menggema di dalam gedung, berjalan seorang gadis bak bidadari dengan gaun putih yang terjuntai terurai panjang, terbawa langkah menuju jiwanya. Ya... Mentari begitu sangat cantik seperti ratu di kerajaannya hari ini, ia berjalan menuju pangerannya yang berdiri tersenyum menunggu pujaan hatinya yang tentu saja dia adalah Bimo.
Melihat Mentari berjalan semakin mendekat di hadapannya, Bimo mulai merasakan sesuatu, yaitu rasa kagum yang luar biasa bercampur dengan syukur yang tak terhingga tumbuh berkembang di dalam benaknya.
'Sesuai dengan namanya, ia datang di tengah gelapnya kehidupan, ia datang menerangi redupnya jiwa yang bimbang, ia datang sebagai Mentari pagi setelah badai semalam.
Ia adalah Mentari yang akan selalu ku nanti setiap malam yang sunyi, Mentari yang selalu ku impi setiap menjelang pagi.
__ADS_1
Terimakasih Mentari, telah bersedia menjadi Mentari yang bersinar disetiap hari-hari' .
Suara hati Bimo terus memuja dalam syukur melalui lubuk hatinya.
Semakin langkah Mentari mendekat, Bimo langsung meraihnya dengan peluk hangat dan bahagia. Bimo mendaratkan kecup mesra di kening istri tercinta.
Tak sadar, Rara pun meneteskan air matanya.
"Sayang.. kamu menangis?" Reyhan terkejut melihat ke arah istrinya yang berada di sebelahnya.
Rara langsung mengusap lembut pipinya untuk menyingkirkan air mata yang bisa menjadi bukti kesalahpahaman.
"Aku terharu Mas, mereka sangat cantik dan tampan, aku bisa merasakan bagaimana bahagianya mereka" ujar Rara kemudian memeluk Reyhan.
"Haha.. setampannya Bimo, tetap lebih tampan aku dong Sayang" Reyhan membalasnya dengan gurau lalu memeluk erat istrinya.
"Ah kamu selalu becanda di tengah-tengah suasana haru seperti ini" Rara memukul kecil dada Reyhan dengan senyum di wajahnya.
'Bimo.. akhirnya kamu menemukan gadis yang akan berada di sampingmu di setiap bangun tidurmu. Dan Mentari, kamu adalah penjaga hati yang tepat, semoga kamu bisa menjadi pelipur lara dan pencipta tawa bagi Bimo. Selamat menempuh hidup baru Bimo dan Mentari' Rara.
__ADS_1
Terimakasih dan jangan lupa di like dan vote๐๐