
Malam harinya, Bimo datang mengunjungi Rara di apartemennya. Rara duduk bersama Bimo di ruang tengah. Terlihat wajah Rara yang sembab penuh dengan sedih.
"Apakah Reyhan sangat marah?" tanya Bimo.
"Iya" jawab Rara lemas.
"Kenapa tidak coba kamu jelaskan?"
"Sudah Bim.. tapi dia tidak mau mendengarkan..." Rara sedih.
--
Mora : Ya kamu tuh lebay deh, ngapain sih harus marah segitunya? lagian cuma masa lalu, kan Rara juga sudah menerima lamaran mu dari pada lamaran Bimo.
Di dalam kamarnya, Reyhan teringat kata-kata Mora yang di sampaikan Mora melalui telepon.
'Aaarrgghh kenapa sih sekarang aku mudah marah dan sulit mengatur emosi. Apakah ini yang benar-benar orang rasakan ketika sedang jatuh cinta?'
Reyhan berdiri, mengambil jaket dan kunci mobilnya, dan segera menuju apartemen Rara dan memberi kesempatan kepada Rara untuk menjelaskan.
--
"Sudah jangan menangis" Bimo berusaha menenangkan Rara.
"Apa kamu mencintainya?" lanjut Bimo.
"Belum.. aku rasa Reyhan pun belum, cintaku masih milik Obie, tapi tanpa di sadari kita sudah saling sayang. Dan aku percaya seiring berjalannya waktu aku dan Reyhan akan saling mencintai"
Bimo hanya diam tersenyum.
"Selama ini kamu tahu Mia sudah bercerai?" Rara.
"Iya" jawab Bimo singkat.
"Lalu kamu tidak memberinya kesempatan kedua?"
"Entahlah.. sulit sekali untuk ku menerimanya kembali"
"Lalu bagaimana kamu ke depannya?"
"Bagaimana apanya.. ya mau gimana lagi, kamu juga ku ajak nikah ga mau, kembali sama Mia juga terlalu sakit, mungkin aku lebih baik sendiri dulu"
"Maaf Bimo.. walaupun kamu lebih tahu tentang diri aku, walau kamu lebih lama mengenalku, aku tetap yakin dengan Reyhan.. walau pun dia belum mengerti semuanya tentang aku, aku yakin dia begini hanya karena dia merasa cemburu"
'Sebenarnya, saat Reyhan memintaku untuk menjadi pacarnya, aku sempat menolak dan bilang bahwa aku masih terluka dan trauma karena masa lalu ku, namun Reyhan tidak tahu siapa yang di maksud masa lalu ku, Reyhan pasti berfikir dia adalah Obie, tapi dia kecewa setelah mengetahui bahwa ternyata dia adalah Bimo, sekarang Reyhan pasti berfikir, bahwa aku terpaksa menerimanya hanya untuk membalas Bimo' Rara.
"Iya.. pilihanmu tepat Ra.."
"Maaf kan aku Bim..."
"Yasudah.. aku harus pulang, mungkin kamu perlu waktu untuk sendiri. Segeralah perbaiki semuanya dengan Reyhan"
"Terimakasih Bim"
Bimo berjalan hendak keluar apartemen Rara.
Jegrek!!!! Bimo membuka pintu kemudian melangkah keluar dan menutup pintu kembali. Baru beberapa Bimo melangkah, Bimo sadar ada seseorang berdiri di tembok dekat pintu. Bimo pun berbalik badan dan benar saja, ada seseorang yang berdiri dengan gagahnya.
"Reyhan?" Bimo.
Bimo pun akhirnya melangkah mendekati Reyhan.
"Apa urusanmu dengan Rara sudah selesai?" ucap Reyhan.
__ADS_1
Haha.. Bimo tertawa pelan.
"Dia hanya menerimamu. Jagalah dia. Hatinya sangat rapuh, namun dia wanita yang tangguh. Kamu laki-laki yang beruntung" ujar Bimo menepak punggung Reyhan kemudian melangkah pergi meninggalkan apartemen.
'Ternyata Rara benar-benar menerima ku, bukan karena terpaksa apalagi untuk membalas Bimo. Aku benar-benar salah mengerti Rara' Reyhan.
Setelah kejadian Reyhan menghancurkan foto Obie, dan Reyhan tahu Obie sudah tidak ada di bumi, sejak itu Reyhan mengerti, siapa laki-laki yang Rara cintai. Dan sejak itu pula Reyhan berusaha ingin menggantikan Obie, menjaga Rara selamanya dengan cara menikahinya.
Kemarahan Reyhan setelah di resto itu, bukanlah karena Rara tidak menceritakan masa lalunya, melainkan Reyhan tidak tahu, bahwa selama dia menunggu jawaban Rara, ternyata Rara juga di lamar Bimo yang ternyata masa lalu Rara. Reyhan berfikir bahwa Rara membohonginya, mempermainkannya, dan hanya menjadikannya alat untuk membalas sakit hatinya kepada Bimo.
--
Diary Bimo
Aku menyadari betapa bodohnya aku di masa lalu, membuang batu berlian hanya untuk keindahan perhiasan, yang tenyata perhiasan itu adalah palsu.
Aku sudah tidak punya muka untuk meminta kesempatan kedua, yang jelas-jelas kesempatan kedua itu sudah Rara berikan entah saat dia memaafkan perbuatan ku dengan Yessi, atau saat kematian Obie, atau saat Mia menghilang setelah wisuda.
Entahlah.. yang aku sadari, begitu cintanya Rara dulu kepada ku, dia banyak berkorban, dia banyak memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya tapi aku menyiakan kesempatan itu, dulu dia sangat berjuang untuk ku. Dan sekarang.. saatnya giliran ku yang berjuang dan berkorban, dengan cara melepasnya, membiarkan dia bahagia dengan pilihannya. Karena bagaimanapun Rara berhak bahagia atas apa yang sudah ia perjuangkan sejauh ini, dan aku hanyalah laki-laki penghianat yang tak pantas bersanding dengan dia yang sangat menjaga kesetiaannya.
Aku bisa memahami keputusan Rara.. ketika aku di lukai Mia hanya sekali, rasanya sakit bahkan aku enggan untuk kembali. Dan Rara.. entah sudah berapa puluh kali atau bahkan ratusan kali aku melukainya, wajar jika dia tidak memilih ku. Karena kini aku sadar, bagaimana rasanya sakit, hancur, dan kecewa sangat dalam. Karena itu aku bisa mengerti posisi Rara sekarang. Dan aku tetap bersyukur karena Rara masih dan selalu menerima ku sebagai sahabatnya.
Rara.. terimakasih selama ini sudah berjuang untukku sekalipun sering kali ku buat hatimu teriris. Aku menyayangimu, sahabatku, mantan terhebatku.
Salam, Bimo.
--
Reyhan masuk ke dalam apartemen Rara, dan mendapati gadis kesayangannya sedang duduk menangis.
"Reyhan?" Rara terkejut melihat Reyhan datang.
"Reyhan maafkan aku.. aku tidak pernah terpaksa menerima lamaran mu. Aku.. aku hanya..." Rara terbatah.
Reyhan memang sudah tidak butuh penjelasan karena sedari tadi Reyhan sudah berdiri lama di depan pintu dan mendengar semua yang di bicarakan Rara dan Bimo.
"Apa?!" Rara heran.
"Aku sudah mendengar semua percakapanmu dengan Bimo. Sudahlah, kemari!" Reyhan berjalan mendekat ke arah Rara sambil melebarkan kedua tangannya seakan memerintahkan untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Stop!" ujar Rara sambil melangkah mundur.
"Kenapa?" Reyhan bingung.
"Kamu mau ngapain?"
"Memelukmu"
"Enak saja, tunggu sampai menikah!"
"Apa?!"
"Itu hukuman untukmu karena memarahiku dan mengusirku dari ruang kerjamu!"
'Huft... ingin memeluk saja harus menunggu sampai menikah?!!' Reyhan.
***
Saya, selaku penulis mohon maaf kalau ada yang kecewa. Bagaimanapun, pilih Reyhan atau Bimo, tetep serba salah, dan tetap ada yang kecewa, memang seperti itu lah ketika kita mengambil keputusan😊
Saya sendiri selaku penulis yang membuat cerita ini benar-benar galau teman-teman😌 tapi saya sendiri banyak belajar dari apa yang aku tulis. Misalnya:
Thor.. hubungan itu harus saling mencintai (benar) tapi ko Rara bilang hanya butuh di cintai
__ADS_1
Kita lihat posisi Rara ya, Rara sadar bahwa dia mencintai Obie tapi Obie sudah tidak ada. Rara juga sadar, masih menyimpan rasa dengan Bimo karena bagaimanapun Bimo adalah cinta pertamanya. Tapi... kita lihat, bahwa Bimo masih mencintai Mia, Bimo pun masih mempunyai rasa kepada Rara karena bagaimanapun dia pernah menjalin hubungan dengan Rara, namun kenyataannya kembalinya Bimo hanya karena merasa menyesal sudah menyia-nyiakan Rara. Sedangkan Reyhan, Reyhan belum mencintai Rara, yang artinya Reyhan maupun Bimo, keduanya tidak mencintai Rara saat itu. Namun Rara melihat bagaimana kesungguhan Reyhan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, dan Rara tidak ingin kehilangan kedua kalinya sama seperti saat kehilangan Obie. Rara dan Reyhan, mereka menyadari bahwa mereka memang belum saling mencintai, tapi mereka berjanji satu sama lain dalam ikatan 'sah' dan berusaha untuk saling mencintai nantinya. Dan mereka percaya bahwa mereka akan saling mencintai seiring berjalannya waktu.
Padahal sudah berjuang buat Bimo kenapa tidak bersatu?
Bimo adalah laki-laki yang mudah bosan dan goyah, dan juga belum memiliki ketegasan. Karena itu Rara lebih memilih Reyhan walaupun dia baru mengenal Reyhan, karena di mata Rara, Reyhan adalah laki-laki yang memiliki niat dan ketegasan yang kuat dan dia lebih berani mengambil keputusan. Walau Reyhan cemburuan, namun dia tidak 'kasar'.
Ini ga adil thor buat Bimo
Apakah jika Rara memutuskan untuk menikah dengan Bimo, akan adil untuk Rara?. Jika Bimo di kecewakan Mia sekali dia tidak ingin kembali. Bagaimana dengan Rara yang di kecewakan berkali-kali?
Bagi Rara..
Penghianatan adalah sesuatu yang keji, sekalipun sudah berubah, namun tidak menutup kemungkinan untuk tidak melakukannya lagi. Karena itu Rara takut akan masuk ke dalam lubang yang sama.
Perjuangan Bimo dan Rara sia-sia dong?
Tidak ada perjuangan yang sia-sia teman :). Seperti kata Obie, perjuangan pasti akan berakhir indah, namun indahnya bukan hanya di jalan itu saja.
Obie kan sudah bilang untuk memperjuangkan Bimo
Memang kenyataannya Rara berjuang untuk Bimo, namun ketika Obie datang kembali dalam mimpinya, Rara akhirnya sadar, bahwa Obiepun pasti menginginkannya untuk bahagia. Dan Rara mempercayai arti dari kalimat Obie yang 'indah bukan hanya di jalan itu saja' , maksudnya.. Bahwa Reyhan adalah ke indahan itu sendiri.
Kasihan Bimo, pihak yang di rugikan adalah Bimo.
Ketika kita melakukan kesalahan, tentu kita juga mendapat ruginya kan? tanpa di sadari, bahwa memang apa yang kita tanam, itulah yang akan kita dapat. Setidaknya semua itu membuat Bimo sadar dan berubah menjadi lebih baik.
Dan dari Bimo kita belajar bahwa..
Pergi disaat jenuh bukanlah keputusan yang benar.
Meninggalkan orang yang ada di samping kita hanya untuk orang yang kita kagumi bukanlah pilihan yang tepat.
Dan ketika seseorang sudah berkhianat, maka sulit bagi orang lain untuk mempercayainya lagi.
Dan ketika sudah sampai di titik penyesalan, maka hanya ada keterlambatan yang tersisa.
Thor ko tega sih sama Bimo
Kalau Obie masih hidup, Rara pasti tidak memilih Reyhan ataupun Bimo😁.
Teman-teman pernah ga sih kita berada di pilihan antara keinginan dan kenyataan yang tidak seimbang bahkan bertolak. Kadang kita ngotot untuk mendapatkan A, padahal jelas-jelas Tuhan tahu bahwa yang kita butuhkan adalah B.
Sehingga membuat kita berfikir bahwa Tuhan tidak adil. Padahal jelas-jelas semua itu karena Tuhan menyayangi kita dan Tuhan lebih paham apa yang sebenarnya kita butuhkan untuk yang terbaik buat kita.
Ya singkatnya, Bimo adalah keinginan Rara, namun ternyata Tuhan memberi Reyhan yang mungkin itu adalah sebuah jawaban untuk apa yang sebenarnya Rara butuhkan selama ini😁✌️
Rara nikah sama Reyhan ga seru, ga ada tantangannya karena baru kenal
Eiitttsss... justru mengenal orang baru adalah tantangan besar. Kita harus belajar keras untuk memahami orang tersebut. Tentunya akan banyak cobaan yang di hadapi Rara dan Reyhan setelah menikah, apa itu? apakah mereka kuat bertahan? tunggu kelanjutannya, up setiap hari jam 00.15🤭
Kalau kalian apa yang dapat kalian pelajari?😁
Bagaimanpun itu semua tergantung sudut pandang kalian masing-masing, karena setiap manusia mempunyai pola pikir yang berbeda dan setiap manusia mempunyai cerita cinta yang unik masing-masing😊
*
"Ah aku males jadinya, tidak mau melanjutkan membaca"
Tidak apa-apa. Dari awal saya tidak memaksakan siapapun untuk membaca tulisan saya. Dan saya sangat berterimakasih kepada kalian yang sudah dan yang tetap akan membaca😊❤️
*
Sekali lagi saya minta maaf jika ada yang kecewa🙏 pis✌️
__ADS_1
Terimakasih jangan lupa di like, share ke siapapun, dan juga vote sebagai dukungan kamu untuk author agar rajin update😊🙏