
Setelah hampir satu minggu Reyhan tidak berkunjung ke apartemen Rara karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama ayahnya yang baru kembali dari Jepang, malam ini Reyhan mengunjungi Rara di apartemennya, karena kebetulan ini juga malam minggu. Mereka duduk di teras apartemen sembari memandangi luasnya gelap langit dengan secangkir kopi masing-masing.
"Reyhan..."
"Ya?"
Rara terdiam seakan ingin berbicara namun berfikir ulang.
"Kenapa... ngomong aja.." bujuk Reyhan.
"Reyhan.. kenapa kamu bisa yakin sama aku?"
"Apa itu butuh alasan?"
"Kalau itu tidak butuh alasan, kenapa tidak menikahi saja bu Septi kan?"
"Hahahaha... bu Septi kan sudah mempunyai suami Ra"
"Mangkannya jawab..."
"Kamu sedang mengujiku ya?"
"Engga.... aku sekedar ingin tahu aja"
Reyhan terdiam sejenak dan menyeruput kopinya lalu meletakkannya lagi di atas meja.
"Aku terlahir tanpa aku tahu siapa orang tua ku, walau pada akhirnya aku di besarkan di keluarga yang berada dan juga menyayangiku. Namun bagaimanapun, aku tetap bukan anak mereka, aku tetaplah anak yang terbuang. Dan kamu, kamu di besarkan di tengah keluargamu yang bisa di bilang tidak utuh. Karena itu aku banyak belajar dan aku punya impian dan harapan, untuk menjadi orang tua yang utuh untuk anak-anak ku nanti. Dan tidak akan membiarkan mereka kekurangan kasih sayang orangtuanya. Dan aku yakin, kamu pun pasti mempunyai harapan yang sama" jelas Reyhan.
Rara hanya terdiam memandangi laki-laki yang duduk di sebelahnya.
"Aku tahu, kamu belum mencintaiku, dan jujur aku juga belum mencintaimu. Tapi menikah bukan soal cinta saja kan? Aku percaya, seiring berjalannya waktu, kita bisa saling mencintai satu sama lain"
Rara masih terdiam.
Reyhan melirik gadis di sebelahnya.
"Bagaimana, berapa nilai jawabanku?"
Rara tersenyum. "Mmmm pas KKM lah" lanjutnya.
Rara dan Reyhan tertawa.
Drtrttt... drrttt... hp Rara bergetar.
Mora: Ra, lagi dimana?
Rara: Di apartemen. Kenapa?
Mora: Wah kebetulan. Sini nyusul aja, aku sama Galih lagi nonton live music di cafe X. Ada SO7 loh.
"Seriusss?!!" Rara terkejut. Karena SO7 adalah band kesukaan Rara.
"Kenapa sih?" Reyhan.
"Ini, Mora lagi di cafe X sama Galih, lagi nonton SO7, aku suka banget sama so7, pengen nontooonnnn"
"Yaudah mau nyusul ke sana?"
"Emang kamu mau ikut?"
"Boleh"
"Ok. Aku ganti baju dulu ya" Rara pun masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.
--
Hanya selang 15 menit, Rara dan Reyhan sudah tiba di cafe X. Rara melihat Galih dan Mora sudah duduk di meja bundar nomor 15. So7 sudah tampil bernyanyi di depan panggung. Rara dan Reyhan langsung menghampiri.
Reyhan pun berkenalan dengan Galih, karena memang mereka baru pertama kalinya bertemu walau mereka sempet berhubungan lewat telepon saat menanyakan Obie.
Tak lama kemudian datang seseorang menghampiri.
__ADS_1
"Rara??"
"Bimo?" Rara terkejut ketika melihat Bimo yang datang.
"Kesini juga?" tanyanya kemudian duduk di samping Reyhan.
Rara hanya tersenyum.
Rara berbisik dengan Mora.
"Ko bisa ada Bimo?!"
"Iya aku ga tau, ternyata Galih ngajak Bimo juga. Aku kira kamu kesini sendirian. Bimo juga baru dateng beberapa menit yang lalu terus langsung ke toilet"
Rara menarik nafas dan menghembuskannya seakan pasrah.
Terlihat Bimo memandangi Reyhan yang berada di sampingnya.
"Oh iya Bim, Ini Reyhan, teman kerjanya Mora dan Rara" ujar Galih.
Reyhan dan Bimo bersalaman dan saling tersenyum.
"Ra..." Mora berbisik.
"Hm?"
"Perlu aku fotoin ga? 2 mantan bersalaman, duduk bersebelahan, perlu di abadikan nih" ledek Mora.
"iiihhh apaan sih, ga usah!"
Seketika Rara melirik ke arah Reyhan dan Bimo, lalu tertawa kecil bersama Mora.
Untungnya, selama mereka berkumpul bersama tidak ada pembahasan yang mengarah hubungan pribadi Bimo-Rara ataupun Reyhan-Rara. Mereka bergurau dan sesekali mengobrol soal pekerjaan masing-masing. Merekapun bernyanyi seakan sedang menonton konser SO7. Apalagi Rara, dia terlihat semngat sekali bernyanyi, semua lagu yang di di bawakan SO7 malam itu, dia hapal tanpa satu lirik pun yang lupa.
Tentu saja ini kali pertamanya Reyhan melihat Rara bernyanyi dan terlihat sesenang itu, karena selama ini yang Reyhan tahu, Rara adalah sosok yang cuek dan jutek, namun baik hati.
'Lucu juga dia kalo lagi nyanyi, makin gemesin' Reyhan.
'Apa Rara datang bersama laki-laki ini?' Bimo.
"Udah yuk pulang" Mora.
Mereka pun berdiri dan berjalan menuju parkiran.
"Ih seru bangettttt" ujar Rara girang sambil berjalan bersebelahan dengan Mora.
Sementara cowo-cowo berjalan di belakang Rara dan Mora. Tiba-tiba Bimo berjalan cepat dan mensejajarkan jalannya di samping Rara.
"Kamu bawa motor?" tanya Bimo.
"Hah?!"
Belum sempat Rara menjawab pertanyaan Bimo, Reyhan tiba-tiba menyambung.
"Rara bareng aku." lanjut Reyhan dari belakang.
Bimo dan Rara langsung diam. Begitu juga dengan Mora dan Galih.
--
"Siapa Reyhan ini sebenarnya? kenapa Rara bisa bareng dia?" Bimo berbicara sendiri di dalam mobilnya.
--
Di dalam mobil, Reyhan menyalakan musik SO7 sambil menyetir untuk mengantarkan Rara pulang.
"Ko diem aja?" tanya Reyhan tiba-tiba.
"Ha?" Rara bingung.
'Please.. jangan bahas Bimo' Rara.
__ADS_1
"Tadi nyanyi-nyanyi sampe happy banget. Ini aku puterin lagi lagunya ko diem aja?"
'Huftt... ku kira dia bakal nanyain soal Bimo' Rara.
"Mmm.. beda, tadi kan ada penyanyi aslinya" Rara tersenyum memaksa.
"Baru kali ini aku liat kamu nyanyi"
"Oh ya?"
"Iya... ternyata suaramu jelek" gurau Reyhan.
"iiihhh sialan!" Rara mencubit lengan Reyhan.
Hahahah. Reyhan tertawa. Seketika Rara dan Reyhan terdiam. Hanya terdengar suara musik so7 yang memenuhi ruang mobil.
"Kayaknya Bimo suka deh sama kamu" celetuk Reyhan tiba-tiba.
"Hahh??!!" Rara terkejut.
"Iya.. keliatan banget kalo dia suka sama kamu" lanjut Reyhan.
'Duhhh... aku harus ngomong apa nih. Bener kan tiba-tiba dia nanyain Bimo. Kalau aku cerita semuanya, pasti dia bakal ngamuk. Reyhan kan cemburuan. Arrghhh aku harus ngomong apa nih' Rara.
"Kamu udah tau kalau dia menyukaimu?" tanya Reyhan lagi ketika melihat Rara hanya terdiam.
"Hahh? Mmm... Bi-Bimo itu... dia sahabat lama ku, sama kaya Galih" Rara berusaha tersenyum.
'Ku mohon.. jangan tanya-tanya Bimo lagiii' Rara berharap.
"Ohh... begitu...."
'Huft... syukurlah. Maaf Reyhan, belum waktunya aku menceritakan semuanya' Rara.
--
Sesampainya di apartemen, Rara langsung membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Seperti biasanya, sebelum memejamkan mata, Rara bermain hp terlebih dahulu. Dan ternyata ada sebuah pesan.
Bimo : Sudah sampai?
Setelah kedatangan Bimo di apartemen waktu itu dan menjelaskan semua kesalahpahaman, akhirnya Rara membuka lagi semua blokir kontak Bimo dan semenjak itu Bimo bisa berhubungan lagi dengan Rara.
Rara : Sudah.
Bimo : Yasudah.. selamat istirahat Ra🥰
'Hufft..... kenapa kepalaku tiba-tiba pusing' Rara.
Tak lama kemudian hp Rara berdering.
'Ayah?!'
"Hallo ayah....?"
"Nak.. belum tidur? whatsappmu masih online jam segini"
"Hehe iya yah"
"Apa kamu sedang galau?"
'Tumben sekali ayah menanyakan hal begini?' Rara.
"Haha ayah.. galauin apa, emangnya aku anak SMA?!"
"Oh iya.. gimana, apakah kamu sudah menerima lamaran Reyhan?"
'Hahhh? kenapa ayah tahu Reyhan melamarku?' Rara.
"Kenapa ayah menanyakan itu?"
"Beberapa waktu yang lalu.. Reyhan datang menemui Ayah, katanya dia ingin melamarmu"
__ADS_1
'Reyhan menemui ayahku????!!' Rara.
Terimakasih jangan lupa di like, share ke siapapun, dan juga vote sebagai dukungan kamu untuk author agar rajin update🙏😊