Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 18 Bim, Kamu dimana?


__ADS_3

Setelah makan malam bersama-sama, seluruh anggota organisasi A dan panitia berkumpul di aula. Terlihat Bimo sedang memberikan sambutan selaku ketua baru di organisasi A, Bimo juga menceritakan pengalaman dan perjalanannya di organisasi A sampai akhirnya dia menjadi ketua. Bimo terlihat senang dan bahkan cukup memberikan gurauan kepada seluruh anggota baru. Yessi yang berada diantara puluhan anggota baru menatap bangga dan kagum kepada Bimo. Ternyata setelah mengenal Bimo cukup lama, Bimo tidak terlalu cuek seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Bimo sangat tampan dan pintar. Yessi semakin jatuh cinta kepada Bimo.


Setelah semua berkumpul di aula, kemudian para anggota baru diarahkan untuk menuju lapangan didepan villa dan melingkar di didepan api unggun untuk sesi sharing, bernyanyi bersama dan bermain beberapa games. Setelah itu malam semakin larut dimana memasuki acara selanjutnya yaitu jerit malam. Anggota baru di bagi menjadi beberapa tim dan harus melewati beberapa jalan untuk sampai ditempat yang telah diarahkan panitia.


Sebenarnya Yessi sangat tidak suka gelap, alam, dan Yessi sebenarnya penakut dan manja. Namun Yessi harus mengikuti jerit malam karena ini bagian dari acara makrab. Setelah tim Yessi dipanggil panitia, Tim Yessi maju dan memulai menyusuri perjalanan malam bersama tim. Namun, ditengah perjalanan Yessi merasa kakinya pegal, Yessi memutuskan berhenti dan duduk ditepi jalan. Tim nya yang lain mendesak Yessi untuk berdiri dan melanjutkan perjalanan. Namun Yessi tidak mau dan bilang ke yang lain menyuruh untuk jalan duluan dan bilang ke panitia kalau dia kelelahan. Akhirnya timnya yang lain berjalan duluan dan hendak bilang ke panitia. Setelah hampir 15 menit Yessi duduk menunggu panitia datang, tapi belum ada 1pun yang datang menghampirinya. Akhirnya karena tidak sabar Yessi memutuskan berjalan sendiri mencari panitia namun dia salah jalan dan tersesat.


Setelah semua sudah tiba kembali di titik kumpul. Salah satu anggota bilang bahwa Yessi belum kembali. Semua orang panik, sehingga malam itu seluruh anggota di arahkan untuk segera istirahat memasuki kamar tidur masing-masing, sementara seluruh panitia termasuk Bimo mencari Yessi. Bimo ditemani salah satu temannya terus berjalan mencari Yessi begitu juga panitia yang lain berpencar mencari Yessi. Setelah setengah jam lebih Bimo berjalan, Bimo mendengar suara perempuan menangis dan akhirnya Bimo mendekati sumber suara tersebut. Terlihat seorang perempuan yang duduk dibawah pohon sedang menangis.


"Yes.. Yessi?" Bimo memanggil perempuan tersebut dan mencoba mendekatinya.

__ADS_1


Yessi sadar bahwa ada seseorang disekitarnya dan memanggilnya, dan suara itu tidak asing, Yessi yakin itu adalah suara Bimo. Yessi pun berdiri dan menghampiri Bimo.


"Bimo.... aku takut" teriak Yessi menangis lalu memeluk Bimo.


Sontak Bimo kaget Yessi tiba-tiba lari kemudian memeluknya. Namun Bimo juga senang akhirnya menemukan Yessi, karena selaku ketua di acara tersebut Bimo merasa ini adalah tanggung jawabnya. Setelah itu Bimo memberitahu panitia lain bahwa Yessi sudah ketemu dan membawa Yessi kembali ke Villa. Sesampainya di Villa, Yessi diberikan minum hangat dan disuruh istirahat, Yessi terlihat ketakutan dan terus menangis sambil terus menggenggam tangan Bimo dan tidak melepaskan genggaman tangannya ke bimo.


--


"selamat malam mbak Rara, seperti biasa disuntik dulu ya" ucap dokter cantik itu dan Rara pun tersenyum. Kemudian dokter menyuntikan beberapa obat melalui selang infus.

__ADS_1


"Ini nanti efeknya lumayan bikin badan sakit, tahan ya. pasti kuat, dan semoga segera membaik ya" ujar dokter kemudian keluar dari kamar inap Rara.


Selang beberapa menit, Rara mulai berkeringat, badannya terasa sangat ngilu dan perih. Efek suntikan obat tersebut mulai bereaksi. Rara hanya bisa diam menahan sakit dan meneteskan air mata. Saat itu yang sedang menjaga Rara adalah Mela dan Galih. Melihat Rara kesakitan, Mela menghampiri disamping Rara dan duduk di tepi ranjang Rara kemudian mengelus tangan Rara.


"Ra... tahan ya" ujar Mela mencoba menguatkan Rara.


"Lo kuat Ra" lanjut Galih sambil melihat Rara terbaring menahan sakit.


'Bim.. kamu dimana? aku butuh kamu' ujar Rara dalam hati menahan sakit dan meneteskan air mata.

__ADS_1


Jangan lupa di like dan share ke temen-temen kalian ya🥰🙏


__ADS_2