
Jalanan Jogja mulai ramai, anginnya yang khas dan para warga juga pengemudi yang ramah membuat jalanan terasa tentram, setiap sudut jalan kota Jogja memang mempunyai kesan tersendiri bagi Rara. Memang benar kata orang Jogja itu istimewa, seistimewa dibonceng Bimo saat mengendarai motor. Salah satu hal yang membuat Rara merasa bahagia adalah memeluk Bimo dari belakang sambil menyusuri jalanan-jalanan Jogja. Rasanya... Nyaman.
"Sayang..." Rara.
"hmm" Bimo.
"Aku sekarang sudah di angkat jadi SPV di tempat kerjaku. Tanggung jawab ku lebih besar, tapi kerjanya tidak berat, jam kerjanya pun sangat fleksibel"
"Bagus dong"
"Iya. Aku juga dikasih libur 3hr. dan aku mau manfaatin itu buat naik gunung, besok aku berangkat. gapapa?"
"gapapa"
"Kamu ga mau ikut?"
"Engga, aku banyak urusan di kampus Ra"
"Yasudah. Terimakasih sudah mengizinkan" Rara mengeratkan pelukannya ke Bimo dan menempelkan dagunya di pundak Bimo.
Bimo dan Rara sedang dalam perjalanan menuju kontrakannya Aldi dan Galih, di sana juga sudah ada Mela dan Sasa. Hari itu mereka punya agenda untuk kuliner dan jalan-jalan keliling Jogja. Hari itu Rara sudah menelfon dan mengajak Yessi juga, sayangnya Yessi sedang ada urusan lain sehingga tidak bisa ikut.
--
__ADS_1
Rara sudah berkumpul dengan komunitas pendaki lainnya, semua sudah beres dan siap berangkat. Rara mengeluarkan hp dan memberi kabar ke Bimo.
'Sayang.. aku berangkat dulu ya. 3hr ku tinggal jangan nakal loh' sebuah pesan yang dikirim Rara untuk Bimo melalui whatsapp.
'Hati-Hati ya' Bimo.
'Gitu aja balesannya? kenapa sih Bimo sekarang jarang banget panggil aku sayang, dan bahkan sudah mulai kaku dan cuek, ah sudahlah.' Rara
--
Bimo sedang duduk di kursi sambil menonton tv, Salsa sedang keluar rumah bersama teman-temannya. Sedangkan mas Dani sedang Dinas di rumah sakit. Tiba-tiba Bimo mendengar hp nya berdering.
"Hallo"
"Lagi santai aja, Gimana Yes?"
"Kalo gitu temenin aku beli jam dinding buat di markas mau?"
'huft.. bosen juga di rumah sendirian. Lagian ini juga mau beli perlengkapan buat markas organisasi' Bimo.
"Yaudah boleh.. mau ketemu dimana Yes?"
"Kamu jemput aku ke kos gapapa? soalnya motorku bannya kempes"
__ADS_1
"Yasudah aku kesitu"
"Oke, aku tunggu ya Bim"
--
Saat Bimo menjemput Yessi di kos, Sasa tidak ada, kata Yessi Sasa sedang pergi bersama Galih. Yessi dan Bimo memutuskan pergi kesebuah mall. Setelah Yessi dan Bimo mendapatkan jam dinding, mereka bingung mau kemana lagi.
"Bim, nonton film yuk"
"Ah engga deh Yes"
"Ayoklah Bim.. sekali-kali ya, lagian dari pada kita bingung mau kemana, ini juga masih jam segini yakin mau pulang? ayolah Bim, mau ya?" ajak Yessi berusaha membujuk Bimo sambil menarik-narik lengan Bimo.
"Yaudah tapi aku yang pilih filmnya ya" Bimo.
Bimo memilih film bergenre horor. Dan Yessi meng-iya-kan film yang dipilih Bimo. Saat di dalam Bioskop pun, Yessi sempat sesekali memegang lengan Bimo karena ketakutan ditambah Yessi kan tidak suka gelap.
'Yessi benar-benar kebalikannya Rara. Boro-boro Rara mau di ajak nonton film horor, sebenarnya Rara bukan penakut, justru Rara lebih suka film yang bergenre action karena dia pemberani, kata Rara film horor itu bikin jantungan, bukan karena hantunya, tapi karena musiknya yang mengagetkan. Berbeda dengan Yessi ketika di kasih tau film horor dia langsung antusias' Bimo.
Tentu saja Yessi antusias, itu bisa menjadi peluang untuknya agar bisa mendekati Bimo.
Jangan lupa di like dan share ke teman-teman kalian🥰🙏
__ADS_1