
Bulan terus berganti, tahun terus menanti, tiap semester telah di lalui, kini tiba masa dimana para mahasiswa melaksanakan magang untuk menyiapkan tugas skripsinya masing-masing.
Galih melaksanakan kegiatan magang di kantor keuangan yang berada di Jakarta Selatan, Sasa melaksanakan magang di salah satu bank swasta di kota Purworejo bersama Aldi, Mela dan Rara melaksanakan magang tetap di Yogyakarta namun berbeda kantor.
Sedangkan Mia dan Bimo, karena mereka kelas khusus/unggulan, mereka hanya melaksanakan kuliah selama 3.5th dan bisa wisuda lebih awal, sebelumnya mereka sudah lebih dulu melaksanakan kegiatan magang, bahkan Mia sudah selesai mengerjakan tugas skripsi dan tinggal menunggu jadwal wisuda bulan April mendatang, namun karena Bimo mengalami beberapa kendala di kantor tempatnya melaksanakan magang, membuat tugas skripsi Bimo sedikit bermasalah, dan harus menunda jadwal wisudanya yang seharusnya April bareng dengan Mia namun harus mundur mejadi di bulan Agustus. Sementara jadwal wisuda Rara, Mela, Sasa, Galih dan Aldi adalah bulan Desember.
Lain halnya dengan Obie, Obie harus menunda kegiatan magangnya dan mengulang 2 semester karena nilainya yang turun akibat sering tidak masuk karena balapan. Sehingga Obie harus mengikuti wisuda tahun depan.
--
Selama Rara melaksanakan magang, Rara cuti dari tempat kerjanya dan di perbolehkan bekerja kembali saat sudah selesai melaksanakan magang. Rara cukup sedih karena harus berpisah dengan Sasa, Aldi, dan terutama Galih. Karena tidak ada Galih, Rara bingung harus kepada siapa Rara mencurahkan isi hatinya setiap Rara merasakan kegelisahan. Walaupun Mela dan Bimo tetap berada di Yogyakarta, Mela sibuk dengan magang dan juga Bimo yang sedang sibuk menyusun skripsinya yang hampir selesai.
Karena semua sahabatnya sibuk dengan urusan masing-masing, Rara lebih sering menghabiskan waktu luang bersama Obie. Sedangkan Mia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya selagi sambil menunggu jadwal wisuda, karena itu Mia jarang terlihat karena jarang berada di Jogja.
Jadwal Rara melaksanakan magang yaitu hari Senin-Jumat dalam satu minggu, dari jam 08.00 WIB sampai 16.00 WIB setiap harinya. Hari libur Rara adalah hari Sabtu-Minggu dan seringkali Rara memanfaatkannya untuk menemani Obie berlatih balapan atau bahkan menemani Obie bertanding balapan di beberapa kota terdekat.
--
Jam menunjukkan pukul 16.05 WIB, Rara berkemas dan membereskan meja kerja di kantor magangnya. Rara bergegas pulang kemudian mandi dan berganti pakaian. Seperti biasa Rara akan mengunjungi Obie di kosnya karena nanti malam mereka ada janji untuk makan bersama. Karena motor Obie sedang di bengkel, Rarapun harus menjemput Obie.
"Bie, ko lo belum mandi? udah hampir petang lo" ujar Rara memasuki kamar Obie dan melihat Obie berbaring di atas tempat tidurnya.
Obie tidak menjawab. Rarapun mulai merasa panik.
'Dia tidur atau kumat?' Rara.
__ADS_1
"Bie?" Rara mendekarti Obie dan benar saja, wajahnya sangat pucat dan menggigil.
Rara langsung menutup pintu dan menguncinya, karena jangan sampai ada orang yang melihat keadaan Obie. Rara mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Obie, Obie terus menggigil tidak berkata apapun.
"Aaarrrggghhhhh" sesekali Obie meraung merintih kesakitan sambil memukuli kepalanya, menjambak rambutnya, memukuli badannya sendiri. Rara meraihnya, meletakkan kepala Obie di pangkuannya, kedua tangan Rara menggenggam tangan Obie berharap agar tangan Obie tidak lagi memukuli kepalanya sendiri. Rara memeluk Obie dengan hangat, namun tangannya Obie terus berontak berusaha lepas dan ingin memukuli kepalanya sendiri.
"Tahan Bie, tahan, gue ada di sini" ujar Rara berbisik di telinga Obie dan meneteskan air mata.
Selama ini Obie memang berusaha keras untuk tidak memakai barang itu lagi, namun selama itu juga Obie menahan sakit yang luar biasa ketika hasrat ingin memakai barang itu muncul, karena itu Obie sering kali kumat atau sak*u. Karena lepas dari barang itu bukanlah perkara yang mudah. Momen ini tentu momen yang menyakitkan buat Obie, tidak hanya Obie, Rarapun tentu merasakan sakit karena sering kali melihat Obie dalam keadaan seperti itu sementara Rara tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menyaksikan Obie kesakitan. Rara hanya berharap suatu saat usaha Obie untuk berhenti bisa terwujud.
--
Paginya.
Rara membuka kelopak matanya berlahan, dan mendapati wajah Obie tepat di hadapannya. "Bie.. lo udah gapapa?"
"Gue baik-baik aja, bangun udah subuh. Kamu harus ke kantor kan ntar jam 8?" tanya Obie yang masih memandangi wajah Rara yang terlihat masih mengantuk.
'Bangun tidur aja mukanya tetep gemesin' Obie.
"Iya" Rara mengusap wajahnya lalu duduk. Rara memandang jam dinding dan hari menunjukkan jam 05.00 pagi.
Obie terlihat duduk di depan tv dan menyalakan rokok.
'orang ini kadang terlihat sama sekali ga sakit dan bersikap seolah gada apa-apa' Rara.
__ADS_1
"Bie...." Rara mendekati Obie dan duduk di samping Obie. "Jangan" lanjut Rara merampas rokok yang ditangan Obie dan kemudian mematikan dan membuangnya di asbak.
"Kenapaaaaa..." ujar Obie tersenyum.
"Gue gamau lo sakit"
Obie tertawa.
"Gue serius Bie" Rara cemberut.
"Kalo yang ini ga bikin gue sakit Ra"
"Belum. tapi nantinya bakal bikin lo sakit juga" Rara jutek.
"Sekarang udah berani ngelarang-ngelarang?" Obie bertanya namun tersenyum pertanda sedang meledek.
Rara hanya terdiam kesal.
Obie mendekati Rara, menarik tangan Rara hingga badan Rara terjatuh di dada Obie. Obie memeluknya erat dan membelai rambut Rara yang halus.
"Maaf ya selalu merepotkan dan membuat lo sedih saat liat gue lagi sak*u"
'gue takut lo kenapa-kenapa Bie' gumama Rara dalam hati kemudian membalas pelukan Obie.
Terimakasih dan jangan lupa di like dan klik vote di halaman depan novel samping nama author agar author semangat dan rajin untuk update🥰🙏
__ADS_1