
Jam istirahat. Rara dan Mora turun dari lantai 2 hendak makan siang di kantin belakang kantor.
"Mau beli makan apa nanti Ra?" Mora.
"Mmm... aku mau beli siomay aja deh, lama ga makan siomay" Rara.
"Aku mau beli..... eh eh bentar" Mora memegang peurtnya.
"Kenapa Mor?"
"Duh Ra... perutku mulessss, ku ke toilet dulu deh, kamu duluan aja ke kantin nanti aku nyusul" Mora langsung berlari ke toilet.
'issshh belum makan udah mules' Rara.
---
Tiba di kantin, Rara langsung pergi ke tempat penjual siomay. Pembeli belum terlalu antri, karna belum banyak yang keluar kantor. Beda dengan Rara dan Mora, jam 11.55 udah siap-siap keluar ruangan kerja. Hanya menunggu 1 pesanan kemudian giliran Rara yang memesan.
"Pak, 1 porsi ya, pedes. Kecapnya jangan terlalu banyak, nih uangnya, 10rb kan?" ucap Rara kepada penjual siomay sambil membayar.
"Iya mba, sebentar ya" jawab penjual.
Rara berdiri menunggu pesanannya.
"Pak, biasa ya!!" ujar seorang laki-laki yang tiba-tiba datang.
Penjual siomay hanya mengangguk dan meneruskan menyiapkan makanan.
"Oyyy bentar ya!!!" ujar laki-laki itu lagi sambil mengangkat tangan, rupanya sedang menyapa teman-temannya yang sudah duduk di meja yang jaraknya cukup jauh.
Rara hanya diam dan melirik kearah laki-laki yang berada di sampingnya. Laki-laki itupun juga melirik ke arah Rara yang berada di dekatnya.
Tak lama bapak penjual siomay sudah selesai menyiapkan pesanan, dan ketika hendak memberi pesanan itu kepada Rara, laki-laki yang berada di sampingnya langsung menyerobot mengambilnya.
"Makasih ya pak!! kemaren masih ada uang di sini kan 20rb?" lanjut laki-laki itu.
"I-Iya mas" jawab penjual siomay.
Rara hanya terdiam heran dan bengong.
Laki-laki itu langsung berjalan menjauh ke meja sambil membawa sepiring siomay di tangannya.
__ADS_1
"Pak!!! itu kan pesanan saya!" protes Rara.
"Udah mba gapapa, ini saya siapkan lagi ya pesenannya" jawab penjual siomay.
Rara diam dan rasanya ingin marah. Rarapun berjalan mendekati laki-laki itu yang sedang bergurau bersama temannya-temannya.
"INI PUNYA SAYA!" Rara kesal sambil merampas paksa sepiring siomay yang tergeletak di meja dan sedang di aduk oleh laki-laki itu.
Laki-laki itu pun hanya diam dan terkejut.
"Makan tapi gamau antri, dasar manusia" gumam Rara lirih namun tetap terdengar laki-laki itu.
'haha manusia katanya, emang dia sendiri apa kalo bukan manusia' suara hati laki-laki itu.
Rara kemudian berjalan memesan es teh, saat Rara sedang memesan es teh Rara berbalik ke arah meja laki-laki itu lagi dan terlihat laki-laki itu masih memperhatikan Rara bersama teman-temannya.
Setelah Rara mendapatkan segelas es teh, Rara berjalan mencari meja yang kosong dan kemudian duduk memakan siomay tersebut.
'haha berani juga nih cewe' gumam laki-laki itu masih memperhatikan Rara yang sedang duduk dan mulai melahap siomay.
Laki-laki itu berjalan mendekati meja dimana Rara sedang duduk memakan siomay. Kemudian laki-laki itu duduk di depan Rara dan mengambil garpu yang berada di dalam kotak garpu di atas meja.
Kedatangan laki-laki itu yang mendadak membuat Rara terkejut namun Rara hanya diam karena di dalam mulutnya masih ada siomay yang belum selesai di kunyah.
"Hmmm enak juga ya makan sepiring berdua" ucap laki-laki itu tersenyum penuh dendam memandang wajah Rara tepat di di depannya.
Rara terkejut dan langsung menelan siomay yang sedang ia kunyah kemudian meminum es tehnya.
"Pergi!!" ujar Rara membentak.
"Gamau." jawabnya singkat.
"Pergi atau mau ku siram?" ancam Rara.
"Silahkan aja kalau berani" laki-laki itu menantang.
Byuurrrr!!!! seketika Rara langsung menyiram laki-laki itu dengan sisa es teh yang Rara minum, tepat di wajah laki-laki itu.
"Manis-manis dah tuh muka" teriak Rara kemudian berjalan meninggalkan kantin.
Semua orang yang berada di kantin menyaksikan kejadian itu.
__ADS_1
'Berani-beraninya dia menyiramku' gumam laki-laki itu.
--
"iiiiiiihhhhhh kesel banget sih hari ini" gumam Rara kemudian duduk kembali di kursi kerjanya.
Tak lama kemudian, Mora datang ke ruang kerja Rara.
"Ra.. ku cari-cari di kantin kok ga ada, adanya disini"
Rara hanya diam melirik ke arah Mora dengan wajah masih kesal.
"Kenapa Ra?"
"Aku kesel bangeeettttttttt. Tadi aku habis nyiram orang di kantin"
"Nyiram orang?" Mora terkejut.
"Iya, ku siram mukanya pake es teh"
"Ko bisa sih Ra...."
"Ya abis dia ngeselin banget. Makan gamau antri. Tiba-tiba dateng makan di piringku pula, kan nyebelin"
"Emang siapa yang kamu siram?"
"Mana aku tau"
"Terus sekarang udah kenyang? aku laper Ra...."
"Ya suruh siapa kamu lama. Aku juga laper tapi udah ga nafsu makan, lagian jam istirahat hampir habis, mending kita gofood aja deh"
Akhirnya mereka memesan makanan melalui gofood.
--
Jam kerja selesai, Rada dan Mora berjalan keluar kantor bersamaan menuju parkiran motor sambil mengobrol.
"Hati-hati ya Raaaa, duluan" ucap Mora kepada Rara yang masih bersiap di motornya, kemudian Mora pergi meninggalkan parkiran.
Dari balik kaca mobil yang terparkir di parkiran kantor, seorang laki-laki memperhatikan Rara dari jarak cukup jauh.
__ADS_1
"Perempuan itu? perempuan yang tadi menyiramku. Dia kenal Mora? oke baiklah, tunggu tanggal mainnya" laki-laki itu tersenyum licik. Kemudian menyalakan mesin mobil dan pergi.
Terimakasih, jangan lupa like dan vote sebagai dukungan kamu agar author rajin untuk update🙏🥰