
Tak butuh waktu lama untuk Reyhan jatuh cinta kepada Rara. Bahkan Reyhan tak menyangka Rara sudah menjadi miliknya kurang lebih selama 1 bulan. Pertemuan pertamanya dengan Rara memang sungguh unik, bahkan mengenalnya setiap hari semakin membuat Reyhan tertarik bahkan mulai benar-benar ingin menjaga Rara. Semenjak Rara ada di perusahaan ayahnya, memberi warna baru di kehidupan Reyhan. Begitu juga dengan Rara, dia sendiri masih bingung dan tidak percaya apakah dia benar-benar sudah menjadi pacarnya Reyhan?, Rarapun tidak bisa berkutik ataupun menolak semua keinginan Reyhan, entah karena di satu sisi Reyhan adalah kepala HRD dan anak pemilik perusahan, atau karena memang Rara sendiri perlahan sudah menerima Reyhan sebagai pacarnya sekarang, semua terjadi begitu saja.
Hampir setiap malam, Reyhan mengunjungi apartemen Rara hanya untuk ingin di masakkan makan malam oleh Rara. Masakan Rara memang tidak selezat masakan restaurant, namun entah mengapa masakan Rara selalu istimewa di lidah Reyhan. Apalagi kue buatan Rara, selalu membuat Reyhan ketagihan memakannya.
Setelah makan malam dengan menu masakan Rara, Reyhan duduk di ruang tv apartemen Rara, sambil fokus ke layar laptop sedang memeriksa laporan perusahaan ayahnya. Sementara Rara kembali di dapur dan mengerjakan sesuatu.
"Kamu sedang apa sih?" tanya Reyhan dari tadi mendengar kericuhan di dapur dan melihat Rara mencari-cari sesuatu.
"Aku sedang mencari bahan-bahan kue ku, di kulkas ga ada, di lemari dapur juga ga ada. Apa habis ya?" jawab Rara.
"Kamu mau membuat kue?"
"Iya. Ada pesanan kue dari anak marketing, besok ada yang ulang tahun di kantor"
"Sekarang kamu juga menerima pesanan kue?"
"Iya.. udah lama sih, tapi ga selalu aku terima. Kalo lagi banyak kerjaan di kantor dan waktunya ga sempet, aku ga bakal nerima pesenan"
"Oh.. begitu. Buatkan untuk ku juga ya" Reyhan meringis.
"Iisshhhh... Yasudah aku mau keluar dulu beli bahan kue di toko"
"Memang jam segini masih buka?"
"Ini kan masih setengah 8 malam, tutupnya jam 9 ko"
"Biar aku antar"
"Tidak usah, kamu kan sedang bekerja. Aku naik motor saja, biar cepet. Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu"
"Yakin?"
"Iyaaa.. yasudah aku keluar dulu" Rara pun berjalan keluar dari apartemennya.
--
Setelah hampir setengah jam Rara keluar membeli bahan-bahan kue kemudian Rara kembali ke apartemennya. Rara masuk dan langsung berjalan menuju dapur, meletakkan belanjaannya di atas meja dapur.
"Kemana Reyhan?" Rara tidak menemukan Reyhan di sofa ruang tv namun laptopnya masih ada di atas meja.
Rara berjalan menuju kamarnya untuk menaruh dompet dan jaket yang ia pakai saat berbelanja tadi.
"Reyhan??!!!" Rara terkejut saat membuka pintu kamar dan melihat Reyhan duduk di tepi tempat tidurnya.
__ADS_1
Reyhan hanya diam dan menatap Rara tanpa ekspresi.
"Kamu ngapain masuk kamar aku?" Rara.
'Apa yang harus aku lakukan? ingin sekali aku memberimu pelajaran' Reyhan.
Reyhan masih diam.
Rara melihat ke arah meja yang berada persis di samping tempat tidurnya. Dan tiba-tiba Rara membelalakkan kedua matanya.
"Kamuuuu???!!!!!" Rara berteriak dan kemudian mendekat ke arah Reyhan.
"Kamu yang melakukan ini???!!!" teriak Rara lagi menunjuk ke arah sesuatu yang berada di atas meja.
'Kenapa dia berteriak? kenapa dia yang tiba-tiba marah?' Reyhan.
"Iya!!!" jawab Reyhan dengan berteriak juga dan kemudian berdiri berhadapan dengan Rara.
"Dimana fotonya?!!!" Rara berteriak sambil memegang sebuah bingkai yang kosong.
"Kamu apa-apaan sih Ra!"
"Kamu yang apa-apaan! kamu masuk ke kamarku tanpa permisi dan sekarang kamu menghilangkan foto yang ada di dalam kamarku. Maksud kamu apa sih?!!!!"
"Dimana foto itu!!!" Rara semakin berteriak.
Reyhan diam.
"Dimana?!!!!" Rara semakin marah dan mencengkram baju Reyhan.
'berani-beraninya!' Reyhan.
"Sudah aku musnahkan!" jelas Reyhan.
"Aku tanya lagi untuk yang terakhir kali, kamu jawab atau aku akan membencimu seumur hidupku. Dimana Reyhan, Dimanaa??!!!"
Reyhan menatap wajah Rara yang terlihat sangat marah.
"Sudah ku buang" jelas Reyhan.
Rara menengok ke arah tempat sampah yang berada di pojok kamarnya. Rara berjalan mendekati tempat sampah tersebut dan kemudian berlutut. Rara mengobrak-abrik seisi tempat sampah tersebut.
Rara diam sejenak dan "Aaaaaaa........ hiks.. hiks.. hiks.."
__ADS_1
Rara berteriak dan kemudian menangis, melihat foto-foto tersebut sudah menjadi kepingan kertas kecil-kecil yang sudah tersobek-sobek.
Rara terduduk di lantai, menangis sambil menggenggam kepingan kertas-kertas tersebut.
"Pergi kamu dari sini" ucap Rara dengan pelan dan menangis.
"Kamu mengusirku?" Reyhan.
Rara diam dan masih menangis.
"Ra.. aku pacar kamu. Aku berhak melakukan ini. Seharusnya aku yang marah, karena kamu menyimpan foto laki-laki lain" ujar Reyhan.
Rara berdiri dan berbalik badan, menatap Reyhan dengan tajam.
"Pacar? pacar kamu bilang? kalau begitu, kita putus!"
"Apaa?!" Reyhan terkejut.
"Pergi kamu dari sini"
"Ra..."
"Pergi Reyhan" Rara membalikkan badannya lagi seolah tak mau melihat Reyhan lagi.
Reyhan pun akhirnya keluar dari kamar Rara, membereskan laptop dan tasnya, kemudian pergi dari apartemen Rara.
"Sialan!! Siapa sebenarnya laki-laki itu?!! kenapa Rara sampai marah seperti ini?!!" gumam Reyhan sambil mencengkram setir mobil.
--
"Kenapa.. kenapa kamu menghancurkan salah satu hal berhargaku Reyhan..." Rara masih menangis di dalam kamarnya sambil memandangi kepingan kertas foto tersebut di tangannya.
Epilog
"Huffttt laporan ini membuat kepalaku jadi pusing" Reyhan mengeluh menatap pekerjaannya di layar laptop.
Reyhan berdiri dan berjalan hendak mengambil air putih di dalam kulkas. Namun pandangannya teralihkan dan tertuju ke arah pintu kamar Rara.
"Dasar anak itu, pintu saja lupa di tutup" Reyhan berjalan menuju kamar Rara.
Ketika Reyhan hendak menutup pintu kamar Rara yang sedikit terbuka, matanya melihat sebuah bingkai foto yang berada di atas meja samping tempat tidur Rara. Dan karena penasaran, akhirnya Reyhan memberanikan diri untuk melihat secara dekat bingkai foto tersebut. Ada 2 bingkai foto berada di atas meja tersebut. Dalam bingkai tersebut, 1 berisi foto seorang laki-laki, dan 1nya lagi berisi foto Rara bersama laki-laki tersebut.
'Berani-beraninya dia menyimpan foto laki-laki lain di dalam kamar' Reyhan.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote sebagai dukungan kamu agar author rajin untuk update. Dan sambil menunggu update-an berikutnya, baca juga tulisan keduaku berjudul 'Kos Pak Darso'. Terimakasih🙏😊