
Menjelang terbitnya matahari, Mia sudah berada di salon untuk mempersiapkan diri di acara wisudanya. Tubuhnya yang langsing dan tinggi dengan kebaya biru menambah terangnya kecantikan Mia. Pakaian formal yang di kenakan membuat Mia semakin anggun bak bidadari.
"Cantik" Bimo tersenyum sambil memandangi Mia.
Bimo datang mengendarai mobil untuk menjemput Mia dari tempat salon dan mengantarnya ke gedung acara wisuda. Selama acara berlangsung, Bimo menunggu di depan gedung. Begitu acara selesai, Mia keluar dari gedung dengan senyum bahagia, begitu juga dengan Bimo yang menyambutnya dengan senyum penuh bangga. Bimo berdiri sambil memegang buket bunga besar di tangan kirinya, Mia berjalan menghampiri Bimo, mereka saling berpelukan.
"Aku bangga sama kamu" ujar Bimo berbisik di telinga Mia.
"Makasih ya Bim. Dan sebentar lagi kamu akan menyusul, aku pun bangga sama kamu" balas Mia.
"Ini" Bimo menyodorkan sebuah buket bunga yang besar nan cantik.
"Waahh cantik sekali" Mia tersenyum bahagia menerimanya.
'Bunga ini ga ada apa-apanya di banding kecantikan kamu' Bimo.
"Ayok kita temui Mamah Papah, mereka sudah menunggu di halaman gedung" ajak Mia.
Laki-laki memakai jas hitam dan perempuan memakai kebaya biru menyambut kedatangan Mia dan Bimo, siapa lagi kalau bukan kedua orang tua Mia. Mereka memeluk Mia dengan bangga, anak perempuan satu-satunya kini sudah menyelesaikan pendidikannya. Mia pun memperkenalkan laki-laki di sampingnya kepada kedua orang tua dan keluarganya, yang tak lain adalah Bimo. Bimo meyalami satu persatu keluarga Mia dan memperkenalkan dirinya. Seluruh anggota keluarga Mia menyambutnya dengan bahagia.
"Wah tampan ya.. setelah ini tinggal acara pernikahan nih" ujar papah Mia bergurau sambil merangkul pundak Bimo.
Seluruh anggota keluarga tertawa, dan mereka memutuskan untuk makan bersama di salah satu restaurant. Bimopun ikut dalam acara makan siang bersama keluarga besar Mia. Ini sebuah pertanda baik bahwa hubungan Bimo dan Mia sangat di dukung keluarga Mia.
--
Jam makan siang Rara memesan makanan melalui aplikasi gofood, selagi menunggu makanan datang, Rara berada di ruang kantor tempatnya magang. Rara berdiri didekat jendela, melihat pemandangan kota Jogja dari atas gedung lantai 3. Dari kantong saku jasnya, hp Rara bergetar dan Rara melihat ada sebuah pesan masuk dari Mela yang mengingatkan bahwa nanti malam ada janji untuk keluar bersamanya. Setelah membalas pesan whatsapp dari Mela, Rara masih memandangi layar hp nya, melihat status whatsapp Bimo yang sedang merangkul perempuan cantik dan anggun yang membawa sebuket bunga indah dan memakai toga, tentu saja perempuan itu adalah Mia. Bahkan Bimo juga mengupload kebersamaannya saat makan bersama keluarga besar Mia.
__ADS_1
'Kamu terlihat sangat bahagia, bahkan sudah bersama keluarga besarnya, apakah kamu akan segera menikah dengannya Bim?' tak sadar Rara pun meneteskan air mata dan langsung menghapusnya kembali.
'Kenapa aku masih saja menunggunya' Rara.
--
Mela dan Rara makan malam bersama di tempat makanan cepat saji.
"Are you ok Ra?" Mela duduk berhadapan dengan Rara dan melihat kesedihan di wajahnya.
"I'm fine" jawab Rara singkat dan tersenyum memaksa.
"Lo ga bakal bisa bohong sama gue Ra" ujar Mela percaya diri.
Rara melirik ke arah Mela namun tangannya fokus menyiapkan makanan yang sudah mendarat di atas meja.
"Ra.. Ra... ya lo nikah juga lah. Gitu aja ko repot" Mela.
"Maksud gue... apakah gue kuat nerima keadaan?"
Mela diam sejenak dan memandang Rara sinis.
"Ra.. gue heran deh, banyak cowo yang menurut gue lebih dari Bimo yang mau sama lo, tapi lo masih aja berharap sama Bimo. Apa sih yang bikin lo secinta itu sama Bimo?. Yaaa... walaupun Bimo sahabat gue juga tapi kalo gue jadi perempuan lain ogah banget nikah sama Bimo yang galak, jutek, judes, kaku, ih" Mela.
"Gue ga bisa jawab pertanyaan lo Mel, karna gue aja ga ngerti kenapa gue yakin banget sama Bimo"
"Terus, lo sama obie gimana? bukannya lo masih sering sama dia?"
__ADS_1
"Dia... dia udah jujur semua soal perasaannya, jujur gue nyaman, tapi... gue susah buat nerima dia"
"Ya gimana lo bisa nerima dia, kalo lo ga sepenuhnya buka hati lo buat dia. Lo buka hati, tapi cuma setengah-setengah, Ra... Ra..."
--
Setelah upacara wisuda selesai, Bimo, Mia dan beserta keluarganya pergi berjalan-jalan di beberapa tempat di Jogja dan kemudian makan malam bersama, setelah makan malam keluarga berakhir, Mia beserta keluarganya kembali ke hotel tempatnya menginap selama di Jogja. Mia sendiri memesan 1 kamar untuk dirinya sendiri. Kedua orang tua Mia beserta kakek, om, dan tantenya, sudah memasuki kamar masing-masing untuk istirahat, karena besok mereka akan terbang kembali ke kampung halaman. Mia dan Bimo berdiri di teras hotel lantai 5 sambil memandangi gemerlapnya kota Jogja di malam hari.
"Kamu yakin besok langsung balik ke kampung halaman?" tanya Bimo kepada Mia yang berdiri di sampingnya.
"Iya Bim.. bareng sama keluargaku, aku harus bantu kerjaan papah ku" jawab Mia sambil memandang Bimo.
"Mi..."
"Ya?"
Bimo memegang tangan Mia.
"Apa kamu siap menungguku?" Bimo.
Mia tersenyum dan kemudian memegang tangan Bimo juga. "Jangan terlalu lama ya Bim" lanjut Mia.
Mendengar apa yang di katakan Mia, membuat Bimo cukup lega dan bahagia, mendorong Bimo untuk lebih bekerja keras agar segera bisa melamar Mia. Bimo melangkah lebih dekat di hadapan Mia, melingkarkan tangan kirinya ke tubuh Mia, sementara tangan kanannya membelai pipi Mia. Mia diam dan menatap mata Bimo. Bimo memiringkan kepalanya, perlahan mendekati wajah Mia. Mia memejamkan matanya, begitu juga dengan Bimo. Mereka hanyut dalam aliran cinta.
'Terimakasih Mia, tunggu aku ke rumahmu' Bimo.
Mia memutuskan untuk langsung pulang esok hari bersama keluarga besarnya kembali ke kampung halaman, meninggalkan kota Jogja dan juga Bimo. Namun itu bukanlah penghalang bagi Bimo, Bimo akan terus berusaha keras untuk segera menghalalkan Mia suatu hari nanti.
__ADS_1
Terimakasih dan jangan lupa di like dan klik vote di halaman depan novel samping nama author agar author semangat dan rajin untuk update ya🥰🙏