Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 68 Kepala HRD


__ADS_3

"Reyhan itu kepala HRD di sini Ra" ungkap Mora.


"Hahh??!"


"Harusnya kamu baik-baik sama dia, karena dia yang menilai kinerja karyawan di sini, apalagi kamu masih training, butuh penilaian yang bener-bener baik"


'Habislah akuuu' Rara mulai khawatir.


"Dia juga anak pak Santoso, pemilik perusahan ini" lanjut Mora.


"APAAAA??!!!!" Rara benar-benar terkejut.


'Mati aku matiiiiiii' Rara.


"Aduh... gimana ini Mor..."


"Kamu sih maen siram-siram aja"


Mereka masih mengobrol di ruang kerja Mora dan mereka berdua mulai terlihat cemas akan masa depan Rara di perusahaan ABC.


--


Romi memasuki ruangan Reyhan.


"Bro.. bro..." ucap Romi seperti ingin memberikan informasi.


"Hmmm" balas Reyhan namun masih fokus dengan laptop di atas mejanya.


"Satu kantor heboh, terutama di lantai 2. Rara pingsan"


"Apaa?!" Reyhan cukup teekejut.


"Iyaaa dia pingsan di dalam ruangannya. Ide balas dendammu kayaknya berhasil" ujar Romi.


'Masa dia liat cicak aja sampe pingsan? ternyata dia ga seberani nyalinya nyiram aku waktu itu' Reyhan.


Drrrttt drrrtttt Hp Reyhan bergetar.


Mora : Hey Pak Reyhan yang terhormat. Kamu ya yang ngerjain Rara? pantes aja kamu nanya-nanya dia ternyata untuk mengerjainya?. Tanggung jawab kamu! kepala Rara kebentur tembok sampe pingsan!


'Hah? kebentur tembok?!!' Reyhan.


--


Jam kantor selesai. Rara dan Mora berjalan keluar kantor menuju parkiran. Di pintu keluar tiba-tiba seseorang memanggil Mora.


"Mora!" katanya.


Mora dan Rara seketika menengok ke belakang dan melihat Reyhan di dekat pintu.


"Ngapain kamu berdiri di situ?" tanya Mora.


Reyhan berjalan ke arah Mora dan Rara. Rara hanya diam menunduk malu.


'Duh ngapain sih dia, malah nyamperin, apa dia mau mecat aku?' Rara.


"Mau pulang Mor?" tanyanya.


"Iyalah, masa mau nginep di kantor?!"


'Kok Mora akrab ya sama dia, apa jangan-jangan dia pacarnya Mora?' Rara.


"Yaudah, hati-hati" lanjutnya.


'Yes! selamatlah hidupku' Rara.


"Ya kamu juga pulang sana" balas Mora kemudian melangkah hendak menuju parkiran motor, dan di ikuti Rara di samping Mora.


"Eh kamu, tunggu" teriaknya.


'Aduuhhhh apaan lagi sih' Rara cemas.


Mora berbalik badan kembali. Dan Reyhan berlari kecil menghampiri Mora dan Rara.


"Apaan lagi sih Reyhan?" Mora.


"Yeeeee sapa juga yang manggil kamu. Aku ngomong sama yang di sebelahmu" Reyhan.


'Akuu??!!!!' Rara.


"Kamu ikut saya!" lanjut Reyhan.


"Hah?!! Kemana?" Rara terkejut.


"Ikut saja!" Reyhan mulai melangkah.


"Mor gimana niiiih...." bisik Rara di telingan Mora dan merengek.


"Udah ikutin aja maunya Ra, dari pada nanti kamu di pecat" bisik Mora.


Reyhan berbalik badan. "Hey! ngapain bisik-bisik?! buruan" lanjutnya.


"Habis sudah riwayatkuuuu" Rara.


"Semangat Ra" Mora tersenyum nakal.


Akhirnya Rara berjalan di belakang Reyhan sementara Mora menuju motornya dan segera pulang.


"Masuk!" perintah Reyhan saat berhenti di sebuah mobil. Dan Reyhan kemudian masuk kedalam mobil dan di ikuti Rara.


Reyhan menyalakan mesin mobilnya dan memasang seat belt. Rara hanya diam dan bingung bercampur cemas.


'Aku mau di bawa kemana nih' Rara.


"Hey pasang seatbeltmu!"

__ADS_1


"Iya iyaaa" Rara pasrah.


Reyhan melajukan mobilnya. Dan Rara teringat sesuatu.


"Motor aku!!!!!" teriak Rara.


Reyhan hanya diam.


"Motor aku gimanaaaaa?"


"Di kantor ga bakal ilang, ada satpam yang jaga 24jam!"


'Kirain aku bakal di turunin, padahal aku berharap di turunin di jalan gapapa' Rara.


"Kamu tinggal dimana?" tanya Reyhan.


"Hah?!!' Rara bengong dan terkejut.


"Apa aku harus mengulangi pertanyaanku?!"


"Di... di jl.Sudirman" Rara terbatah.


"Jl.Sudirman itu panjang, di sebelah mananya!"


"Di apartemen Graha"


'Gaya juga nih cewe tinggal di apartemen' Reyhan.


"Ok" Reyhan melanjutkan menyetir.


'apa dia mau mengantarku pulang?' Rara.


"Pak Reyhan...." ucap Rara pelan dan menunduk.


Reyhan hanya diam.


"Maafkan saya waktu itu menyiram anda" Rara memberanikan diri meminta maaf.


'Haha gadis pemberani seperti singa waktu itu, kini menciut seperti tikus, dia pasti sudah tahu siapa saya, pasti Mora yang menceritakannya' Reyhan.


"Aku bukan bapakmu. Jangan panggil saya Pak, panggil Reyhan saja. Memang saya keliatan sudah bapak-bapak?!!" balasnya.


'Kamu kan atasan saya dasar beg*' Rara.


"Eh eh eh.. ko lurus? apartemennya kan ke kenan?" Rara protes setelah mengetahui Reyhan salah jalan.


"Sudah diam" perintahnya.


'Duhhhh aku mau di bawa kemana sih' Rara.


"Awas saja kalau aku di bawa ke semak-semak" Rara ngedumel dengan pelan.


"Hahahahahahaah" Reyhan tertawa mendengar gumaman Rara.


--


Akhirnya Reyhan memberhentikan mobilnya di sebuah supermarket.


'Ngapain coba kesini?' Rara.


Setelah Reyhan memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dan di susul dengan Rara. Reyhan memasuki supermarket dan mengambil sebuah trolley. Rara berjalan mengikuti Reyhan dari belakang. Terlihat Reyhan berhenti di bagian bahan-bahan pokok, dia memilih sebuah daging dan beberapa sayuran kemudian memasukkannya kedalam trolley.


'Dia di suruh belanja sama ibunya apa gimana?' Rara.


"Nih lanjutin, cari bumbu-bumbunya" Reyhan memberi trolley itu kepada Rara.


"Maksudnya???" Rara benar-benar bingung.


"Aku udah milih sayuran buat bikin capcay, dan juga daging terserah mau di masak apa, apartemenmu ada dapur kan? malam ini buatkan aku makan malam untuk mengganti kesalahanmu karena menyiramku waktu itu"


"Apaaa?!!!" Rara terkejut.


"Kalau tidak mau, masa trainingmu tidak lolos" ancamnya.


'Apes banget sih akuuuuuu' Rara.


"Masak daging itu lama, butuh berjam-jam biar empuk, ini sudah maghrib, aku juga belum mandi, nanti kelamaan, kamu pasti sudah lapar kan? mending masak lauk yang lainnya" Rara menawar.


"Ya sudah terserah kamu, yang penting harus ada capcay!"


'Padahal karna aku ga bisa masak daging haha' Rara.


"Yasudah kamu tunggu di luar aja" usir Rara.


"Yakin? nanti kamu yang membayarnya?"


'Waduh'


"Ehh.. yaudah jangan, di sini aja, tapi jangan banyak protes ya? oke?!" Rara.


"Hm" jawabnya singkat.


'Apaan hm doang, padahal aku udah berusaha akrab. Dasar. Ku kerjain lagi ah, ku masakin tempe aja sama tahu wkwk' Rara.


Setelah semua bahan terbeli, Reyhan dan Rara memasukkan belanjaan mereka ke dalam mobil dan mereka melajukan mobilnya kembali menuju apartemen.


Selama perjalan, Rara terlihat menghitung sesuatu sambil memegang struk belanjaan.


"Nih!" Rara memberikan beberapa lembar uang.


"Apaan?!" Reyhan.


"Tadi aku membeli bahan-bahan kue juga, ini aku ganti uangnya"


"Tidak usah!"

__ADS_1


"Serius?! banyak loh aku belanja bahannya"


"Kalau begitu bikin kue juga buat ganti uangnya" ujar Reyhan.


'isssshhhhhh'


Sebelum apartemen Rara, ada sebuah apotek, dan Reyhan memberhentikan mobilnya di depan apotek tersebut dia kemudian turun dari mobil dan masuk ke apotek membeli sesuatu. Tak lama kemudian dia datang kembali ke mobil dan melanjutkan perjalan ke apartemen Rara.


--


"Aku mandi sebentar ya, taruh dulu aja belanjaannya di atas meja dapur" Rara


'Sialan ko aku malah di suruh-suruh dia?' Reyhan.


Rara masuk ke dalam kamarnya mengambil handuk dan pakaian kemudian pergi ke kamar mandi. Sementara Reyhan menunggu di teras apartemen. Setelah mandi dan sekaligus berganti pakaian, Rara keluar kamar mandi dan masuk kembali ke kamarnya untuk menyisir rambut dll.


Rara keluar dari kamar, dan menghampiri Reyhan yang sedang duduk di teras.


"Kamu ga mandi?" tanya Rara.


"Boleh?" Reyhan bertanya.


"Ya mandi aja, biar capenya sedikit hilang. Cape kan habis kerja dan belanja? Nih!" Rara menyerahkan sesuatu.


Reyhan menerimanya dan mengecek apa yang di berikan Rara.


"Sarung??!!!"


"Iyaaa, itu kaos dan sarung ayahku, untungnya ada itu di lemari. Pakailah buat ganti" balas Rara sambil menahan tawa.


"Kamu pikir aku mau sunatan di kasih sarung?!!!!" teriaknya.


"Hahahahhahaha" Rara tertawa keras.


'Ngerjain aku nih anak' Reyhan.


"Haduhhhh sakit perutku. Yaudah... bentar aku coba cariin celana sapa tau ada celananya ayah" Rara pergi kembali kekamarnya mencoba mencari celana di lemari.


Dan ternyata ada beberapa celana pendek milik ayahnya dan kemudian memberikan celana itu kepada Reyhan. Dan Reyhan langsung memasuki kamar mandi untuk mandi, sementara Rara memulai untuk memasak. Setelah Reyhan selesai mandi, ia menunggu Rara memasak sambil memainkan hp di teras apartemen.


Kurang kebih 1jam Rara memasak dan membuat kue, akhirnya makanan sudah siap di atas meja. Rara memanggil Reyhan dan Reyhan langsung duduk di kursi makan.


"Sambil teri? tempe dam tahu?!"


'wkwk dia pasti kesel tapi mau ga mau tetep makan karena laper' Rara.


"Iya, dan ini capcay pesenan kamu" Rara membawa sepiring capcay dan meletakkannya di atas meja.


"Sambel teri emang paling enak makan sama tempe, apalagi ada capcay juga" ujar Reyhan.


'Apa?!!!! dia malah suka?!' Rara.


Reyhan pun melahap masakan Rara sampai poringnya bersih.


"Mana kuemu?"


"Kamu masih belum kenyang?"


"Mana kuemuuuu"


'Issshhh' Rara pun pergi mengambil kue yang sudah di dinginkan dan memotongnya meletakan potongan kue tersebut ke piring kecil lalu kembali lagi ke meja makan untuk memberikannya ke Reyhan dan Reyhan memakannya.


"Mmmm... enak juga" komentarnya.


"Seriusss??" Rara senang mendengarnya.


"Iya" lanjutnya kemudian menghabiskan kue di piringnya.


'Kenapa dia yang pertama kali mencoba kue bikinanku, padahal aku sudah berniat akan memberikan potongan kue pertamaku untuk Bimo. Ah sudahlah.. lagian Bimo sedang bersenang-senang di Bali bersama Mia' Rara.


"Oh ya ada yang lupa" Reyhan berjalan mengambil sesuatu di jas yang ia taruh di kursi tv. Dan kemudian dia kembali ke meja makan dan menarik kursi yang tadi ia duduki persis berdekatan dengan Rara.


"Sini wajahmu" perintahnya.


"Apaaa?!!" Rara terkejut dan sedikit menghindar karena tiba-tiba jarak mereka semakin dekat.


"Sini mukanya... gimana aku bisa ngobatin kalo kamu ngejauh gitu" Reyhan. Akhirnya Reyhan mengalah dan memajukan lagi kursinya mendekati Rara.


Reyhan membuka bungkus kecil di tangannya yang ternyata berisi salep. Kemudian Reyhan mengibas rambut Rara ke belakang dan mengoleskan salep itu ke dahi Rara yang mulai membiru keunguan.


Rupanya selama ngobrol di mobil, Reyhan memperhatikan Rara dan melihat dahinya memar.


"Maaf ya, membuatmu pingsan hari ini" Reyhan.


Rara hanya diam.


"Aku yang menaruh kotak itu di mejamu" lanjut Reyhan.


"Iya aku tahu, Mora melihat kamu saat keluar dari ruang kerjaku" jelas Rara.


"Sekarang kita impas ya"


"Hah??!!"


"Yasudah.. aku pulang dulu, besok ku jemput"


"Apaaa?!!!"


"Motormu kan di kantor, jadi besok biar ku jemput"


"Ga usah, aku naik ojol aja"


"Besok ku jemput setengah 7, harus sudah siap. Belum siap, habis kau nanti" ujar Reyhan kemudian dia membereskan pakaiian dan jasnya. "Baju ayahmu ku bawa dulu, terimakasih" lanjutnya kemudian pergi keluar dari apartemen.


Terimakasih dan jangan lupa di like dan vote๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2