
Setelah Bimo menuruti keinginan Rara untuk makan siang bersama, kemudian Bimo mengantarkan Rara ke tempat kerjanya. Dan Bimo melanjutkan kegiatannya ke kampus. Setibanya di kampus Bimo memasuki markas dan duduk di kursi sambil memeriksa beberapa laporan kegiatan makrab kemarin yang sudah dibuat oleh beberapa panitia.
"Hy Bim" seorang gadis menghampiri Bimo.
"Oh Yessi. hey" Bimo membalas sapaan.
"Nih!" Yessi menyodorkan tempat makan berwarna pink.
"Apa ini?" Tanya Bimo.
"Tadi aku masak di kos. Aku bawa untukmu juga. Cobain ya, sebagai tanda terimakasih aku. Kalo ga ada kamu aku ga bakal bisa balik villa malam itu" Yessi.
"Ya ampun Yes, sebenarnya ga perlu repot. Itu kebetulan aja aku yang nemuin kamu. Semua panitia juga ikut mencarimu waktu itu" Bimo.
"Udah terima aja. Untuk makan siang" Yessi tersenyum.
Sebenernya Bimo kan sudah kenyang karena sudah makan bersama Rara. Tapi karena tidak enakan jika menolak, akhirnya Bimo terpaksa menerima sekotak makanan itu.
"Kamu kenapa ga bales chat aku?" tanya Yessi kemudian duduk di samping Bimo.
"Hah? chat?" Bimo terheran.
"Iya tadi agak siang aku chat kamu" jelas Yessi.
"Ini?" Bimo menyodorkan layar hp nya dan memperlihatkan nomor baru yang mengirimnya pesan tadi pagi.
"Iya. Itu aku. Di save ya" balas Yessi kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Bimo.
'Dapat dari mana dia nomor telfonku' Bimo.
--
Setelah sholat maghrib di kampus, Bimo segera menuju tempat kerja Rara untuk menjemputnya. Setelah menjemput Rara Bimo membawa Rara ke salah satu tempat makan karena Rara merasa lapar.
__ADS_1
"Kamu ga pesen Bim?" tanya Rara karena melihat Bimo hanya memesan minuman.
"Engga, aku belum lapar. Aku pesen jus aja" jawab Bimo.
Setelah Bimo memesan jus dan Rara memesan makanan, Bimo permisi untuk ke toilet. Sementara Rara menunggu makanan datang, Rara baru ingat kalau batrei hp nya sudah hampir habis, sementara dia lupa membawa charger. Rara berfikir pasti Bimo membawa charger karena dia memang sering membawanya, namun karena Bimo cukup lama ke toilet dan batrei Rara sudah hampir habis, Rara berusaha mencari charger tersebut di tasnya Bimo yang tergeletak di atas meja makan didepannya.
'apa ini? kotak makan pink? sejak kapan Bimo mempunyai kotak makan seimut ini. Ini punya siapa? siapa yang membawakan Bimo bekal?' Rara.
Setelah urusan di toilet selesai, Bimo kembali ke meja makan. Bimo sempat diam beberapa saat dan dia merasa heran dengan Rara yang hanya diam.
'Tumben nih anak diem. Biasanya langsung heboh cerita ini itu. Apa dia masih sakit?' Bimo.
"Gimana di tempat kerja tadi? ga pingsan kan kamu?" gurau Bimo.
"Ga" Rara singkat.
'Kenapa lagi sih nih anak. Kalau udah singkat gini ada sesuatu yang mengganggu moodnya nih' Bimo.
"Kamu habis dari mana?" Rara.
"Kampus sayang" Bimo.
"Ketemu siapa di kampus?" Rara.
"Ketemu satpam. Temen-temen. Dosen. Tukang parkir. Dan...." belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Rara langsung memotong penjelasan Bimo.
"Siapa yang membawakanmu bekal? Pantes kamu cuma pesen jus doang, karena udah ada yang kasih kamu makan?" Rara kesal.
'Loh.. kenapa dia bisa tau' Bimo.
"Maksudnya?" Bimo bertanya berpura-pura tidak mengerti.
"Ada kotak makan pink di tasmu itu milik siapa?" terlihat Rara sudah sangat kesal.
__ADS_1
"Kamu buka-buka isi tas ku?" Bimo.
"Iya"
"Lancang"
"Ko lancang? aku cari charger di tasmu, tapi aku malah menemukan kotak makan itu"
"Kenapa ga nunggu aku sampe dateng dulu?"
"Karena hp aku udah lowbat banget. Sekarang aku tanya itu milik siapa?"
"Aku ga suka kamu buka-buka tas orang sembarangan gitu"
"Loh ko jadi kamu yang kesel?"
"Ya karena kamu lancang"
"Oke maaf. sekarang jawab itu punya siapa?"
'Harus jawab apa ini' Bimo.
"Bim!"
"Itu punya Salsa. Kemarin pas aku makrab tasku di pinjem Salsa"
'maaf Ra, aku harus berbohong karena tidak mau kamu salah paham nanti' Bimo.
"Oh yaudah.."
'Kalau itu punya salsa kenapa tidak jawab dari awal dan harus berdebat soal buka tas dulu. Aku tau kamu berbohong Bim. Sebenarnya apa sih yang sedang kamu sembunyiin dari aku' Rara.
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa likenya🥰🙏
__ADS_1