
Paginya, Rara berpamitan kepada Obie, dan Rara pulang ke kos. Sesampainya di kos terlihat Bimo sudah berdiri di depan pintu kamar Rara.
"Ngapain lo pagi-pagi udah ada disini?" tanya Rara sambil membuka kunci pintu kamarnya.
"Kamu habis dari mana?" Bimo bertanya balik kepada Rara.
Rara diam tidak menjawab dan berjalan memasuki kamar di ikuti Bimo dari belakang.
"Aku tanya kamu habis dari mana?!" Bimo kembali bertanya namun dengan nada tinggi seolah marah.
"Kenapa sih lo" Rara heran dan memandangi wajah Bimo.
"Semaleman kamu ga pulang, tidur dimana?" semakin jelas Bimo terlihat marah.
"Lo semaleman berdiri di depan kamar gue?" Rara mulai kesal.
"Kamu lupa semalem ada janji sama anak-anak buat ngumpul? dan kamu ga dateng, di hubungin ga aktif. Bahkan jam 1 malem aku kesini buat liat keadaan kamu karna anak-anak ngira kamu sakit, tapi kamu ga ada. Bahkan kata temen sebelah kamarmu katanya kamu ga pulang. Pergi sama siapa semalem?" Bimo benar-benar melepaskan amarahnya.
'Duh sampe lupa semalem ada janji sama anak-anak' Rara.
Rara diam menunduk dan tidak menjawab apapun.
"Jangan bilang kamu pergi sama Obie?" lanjut Bimo.
Rara tetap menunduk tidak menjawab.
"Kalau aku ngomong di liat Ra!!!" Bimo menarik tangan Rara agar badan Rara tepat di depannya.
"Kalau iya kenapa?" jawab Rara kesal sambil sedikit mengangkat kepalanya agar bisa memandang wajah Bimo yang lebih tinggi darinya.
"Kamu tidur di kosnya? iya?" Bimo berteriak di depan wajah Rara.
Rara diam tidak menjawab.
"Semenjak kamu deket sama dia, kamu jadi ga bener" ujar Bimo.
"Apa lo bilang? gue jadi ga bener? terus menurut lo, lo baik? Mia baik? perempuan yang lo anggep baik dan cerdas itu, yang udah buat lo jadi lupa sama tanggung jawab lo ke gue, lo pergi dan khianatin gue, lo berubah jadi jahat, dan sekarang lo bilang gue ga bener?. Lo pergi demi perempuan lain, oke gue terima dan bahkan gue masih berusaha baik-baik aja di depan lo karena lo sahabat gue, tanpa lo tau seberapa hancurnya gue Bim. Terus sekarang gue punya temen cowo ga boleh? salah? mau lo apa sih Bim?" mata Rara mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Bukan gitu maksud aku Ra.." Bimo berusaha memegang tangan Rara.
"Lo ga berhak ngomong ini itu kalau lo gatau apa-apa Bim" Rara melepaskan genggaman Bimo.
"Ra...."
"Mending sekarang lo pergi Bim, gue pengen istirahat" Rara berjalan dan membukakan pintu, mengusir Bimo secara halus.
Bimo tidak bisa berbicara lagi dan menuruti keinginan Rara. Bimo berjalan keluar dari kamar Rara. Dan kemudian Rara menutup pintu kamarnya. Dari balik pintu Bimo mendengar suara Rara menangis.
'Maaf Ra.. bukan maksud aku begitu. Aku hanya ga suka kamu dekat-dekat dengannya apalagi sampai tidur bersamanya' Bimo.
'Gue sayang sama lo, tapi kenapa lo selalu bikin hati gue sakit Bim' Rara.
--
Sepulang kerja Rara mengunjungi Obie di kosannya dan membawakan makanan yang biasa Obie pesan di resto tempat Rara bekerja.
"Ya ampun Ra.. jadi ngrepotin terus" Obie.
"gapapa, nih di makan. Biar lo cepet sembuh" Rara mengambil piring dan menyiapkan makanan tersebut.
'Makannya selalu banyak dan lahap, tapi kenapa semalem keliatan sakit parah' gumam Rara dalam hati sambil memperhatikan Obie yang hampir menghabiskan makanannya.
"Bie" panggil Rara.
"Iya sayang?" jawab Obie.
"Ih apaan sih. Serius...."
"Iya gue juga serius loh..." Obie tertawa.
"Lo sakit apa sih Bie?"
"Gue ga sakit"
"Lupa kemaren ngerengek kesakitan?" Rara kesal.
__ADS_1
Obie tidak menjawab dan menghabiskan sisa makanannya, lalu meletakkan piringnya dan kemudian minum dan duduk persis berhadapan dengan Rara. Dan sesekali menarik nafas.
'Semoga lo ga pingsan denger ini Ra' Obie.
"Yang lo liat kemaren, itu gue lagi sak*u" ujar Obie sambil memandang wajah Rara.
"Sak*u? apa itu?" Rara bingung.
Obie tertawa meringis 'Serius dia ga ngerti istilah itu?Dasar gadis polos'.
"Tunggu-tunggu, bukannya itu....." Rara tidak melanjutkan kalimatnya.
"Iya Ra, gue pemake"
Rara diam dan terkejut.
"Ngga.. ngga.. kali ini becanda lo ga lucu Bie, sumpah"
"Gue serius Ra"
'Dan sekarang, perlahan lo tahu siapa gue sebenernya' Obie.
"Udah lama, sejak gue masuk kuliah" ujar Obie jujur.
'Apa?!! udah bertahun-tahun?' Rara benar-benar terkejut namun berusaha menutupi.
"Tapi.. 5 bulan belakangan ini, tepatnya semenjak gue kenal lo, gue berusaha lepas dari barang itu" lanjut Obie.
Rara diam sejenak, memandang wajah Obie seketika, dan tanpa berbicara apapun, Rara langsung memeluk Obie.
"Gue yakin lo bisa" lanjut Rara berbisik di telinga Obie.
'Dia ga marah, bahkan dia meluk gue? Lo emang gadis spesial Ra' Obie.
"Dan gue yakin, lo yang bisa bantu gue" Obie tersenyum sambil membalas pelukan Rara.
--
__ADS_1
Kalian tim Bimo-Rara atau tim Obie-Rara?😁
Terimakasih dan jangan lupa di like dan klik vote di halaman depan novel samping nama author ya agar author semangat dan rajin untuk update🥰🙏