Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 43 Berdebat dengan Galih


__ADS_3

Di sebuah cafe, Bimo, Rara, Galih, Aldi, Mela dan Sasa sedang berkumpul sambil memandangi layar laptop masing-masing. Mereka sedang mengerjakan tugas bersama sekalian memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama. Berbagai minuman dan cemilan sudah siap di atas meja. Bimo duduk di sebelah kiri Rara, Aldi dan Galih duduk didepan Rara, sedangkan Mela dan Sasa duduk di sebelah kanan Rara. Rara merasa haus dan mengambil secangkir matcha hangat di depannya dan seketika melihat Bimo yang berada di sampingnya sedang memakai headset dan memandangi hp yang di letakkan di atas laptopnya. Terlihat dari layar hp seorang perempuan berambut panjang yang sedang videocall bersama Bimo, siapa lagi kalau bukan Mia.


'Lebay banget sih dimana-mana videocall' Rara.


"Ra, lo mau kemana?" tanya Aldi melihat Rara sedang berkemas.


"Pulang" jawab Rara singkat.


"Emangnya udah selesai Ra?" tanya Mela.


Rara diam tak menjawab dan terus berkemas, wajahnya terlihat sangat kesal. Dan kemudian berdiri dan berjalan keluar meninggalkan cafe. Semua heran memandangi Rara yang tiba-tiba aneh.


--


Malamnya, Rara datang ke kontrakan Aldi dan Galih. Aldi tidak ada di kontrakan karena sedang bekerja, dan Galih sedang menonton tv di ruang tengah.


"Ngapain lo kesini?" Galih.


"Mana laptop lo, liat tugas yang tadi siang" Rara.


"Lah belum selesai? terus ngapain lo tadi buru-buru balik, kirain udah selesai" ujar Galih kemudian berjalan ke kamar mengambil laptopnya.


"Tadi gue kesel"


"Kesel kenapa?"


"Emang lo ga liat tadi Bimo ngapain?"


"Ngerjain tugas kan di samping lo"


"Ngerjain tugas apanya! dia lagi asik videocall-an sama cewe"


"Hahhaahha Ra... Ra... lo cemburu?"

__ADS_1


"Ga" Rara menunduk malu.


"Kalo ga, ngapain lo harus kesel?" Galih terus tertawa.


Rara mengabaikan gurauan Galih dan melanjutkan mengerjakan tugasnya yang hampir selesai.


"Ra, gue mau tanya sesuatu" ucap Galih tiba-tiba sok serius.


"Apaan" Rara masih menatap layar laptopnya.


"Kemaren-kemaren gue sempet liat story lo nonton balapan"


"Terus?"


"Lo nonton sama siapa?"


"Temen"


"Obie?"


"Lo kenal Obie? ko bisa tau?"


"Gue follow-followan sama ig nya Obie dan dia pernah bikin story bareng lo. Lo lagi deket ama dia?"


"Ga sih"


"Kalo ga, ngapain lo sampe nonton dia balapan?"


"Gue gatau Gal deket apa engga, yang jelas gue emang lagi sering sama dia"


"Ko lo bisa kenal dia?"


"Panjang ceritanya. Lah ko lo juga bisa kenal dia? sampe follow-followan ig juga"

__ADS_1


"Sapa sih Ra yang ga kenal Obie di kampus, secara dia pembalap"


"Gue malah ga tau, tadinya. Emang kalo deket kenapa?"


"Ya gapapa sih.. lo yakin?"


"Maksudnya?"


"Ya... lo kaya ga tau aja pembalap gimana?"


"bentar-bentar maksud lo apaan sih? ko kesannya lo kaya ga suka gitu ya"


"Bukan gitu Ra..."


"Terus gimana? gini ya Gal, lo kan yang pernah ngomong ke gue supaya gue belajar buka hati, dan gue sedang berusaha nurutin apa kata lo, tapi kenapa sekarang kesannya tetep salah juga? cuma gara-gara dia pembalap, lo belum kenal dia Gal, lo ga berhak ngehakimi dia"


"Wih.. santai dong Ra, kenapa jadi sewot?"


'Kenapa gue belain Obie ya' Rara.


"Ah udah deh Gal, jadi bete gue. Balik aja lah. Makasih. Bye" Rara berkemas kemudian pergi dari kontrakan Galih.


'Gue cuma ga mau lo kenapa-kenapa Ra' Galih.


--


'Kamu kapan pulang?' sebuah pesan yang dikirim Rara kepada Obie melalui whatsapp. Entah kenapa malam itu rasanya Rara ingin sekali menanyakan kepulangan Obie sampai akhirnya Rara memberanikan diri mengirim pesan tersebut.


Tak lama kemudian Obie membalas.


'Sebentar lagi aku pulang. Simpen kangennya sebentar lagi ya❤️' Obie.


"Ih apaan balesnya pake love love segala iiiihhhhh" Rara meringis seolah geli namun tetap saja mukanya tersenyum.

__ADS_1


Terimakasih dan jangan lupa di like🥰🙏


__ADS_2