Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 65 Bertemu dengan Galih


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok...


Rara memandang ke arah pintu kerjanya, dan terlihat Mora sedang berdiri di sana.


"Ra.. ntar malem keluar yuk"


"Kemana?"


"Ke cafe X mau ga? ada livemusic disana"


"Mmm bolehh"


"Tapi jemput aku di rumah ya, motorku kayaknya nanti di pake abangku deh"


"Iyaaa nanti shareloc aja. Eh.. berdua aja?"


"I...yaa, ya kalo kamu mau ajak orang lain gapapa sih"


'apa aku ajak Galih ya? sekalian aku kan belum ketemu dia selama di Jakarta' Rara.


"Oke"


--


Jam istirahat, Rara pun menelpon Galih.


"Hallo Ra? kenapa?" Galih.


"Ntar malem keluar yuk" ajak Rara.


"Keluar? keluar kemana? lo nyuruh gue ke Bandung?"


"Hahaha enggaa, gue di Jakarta nih, Jakarta Selatan"


"Hah?!! serius lo? Ngapain?"


"Ngamen!!! eh ntar malem ketemu di cafe X mau?"


"Cafe X yang deket perusahaan ABC itu?"


"Iyaaaa"


"Boleh, kontrakan gue juga ga jauh dari situ"


"Seriusss???!!. Yaudah sampe ketemu ntar malem ya. Dandan yang ganteng lo"


"Gue mah bo*er aja tetep ganteng Ra"


"Najissss"


--


20.00 Galih sudah tiba di cafe X dan duduk di meja nomor 20. Galih memang paling semangat kalo diajakin nongkrong, datengnya ga pernah telat. Beda kalo mau berangkat kuliah, kuliah udah di mulai setengah jam dia baru dateng, ga mandi pula.


Setealh menjemput Mora di rumahnya, Rara dan Mora langsung bergegas ke cafe X. Mereka memasuki cafe dan terlihat Galih sedang duduk menunggu. Rara dan Mora langsung berjalan mendekati Galih di meja nomor 20.


"Hey Gal, lama ya?"


"Engga ko. Apa kabar lo?!"


"Baik dongg"

__ADS_1


Rara dan Galih saling bersalaman dan berpelukan sejenak ala sahabat.


"Oh ya, kenalin ini Maura, temen kerja gue. Mora, ini Galih, sahabat kuliah ku dulu"


Rara memperkenalkan dua sahabatnya itu, lalu mereka saling bersalaman dan memperkenalkan diri masing-masing. Rara dan Mora kemudian duduk begitu juga dengan Galih.


"Lo udah kerja Ra?" Galih.


"Udah"


"Dimana?"


"Di perusahaan ABC"


"Serius lo??!! keren juga. Kantor gue juga ga jauh dari sini. Kenapa ya dimana-mana ketemunya lo lagi lo lagi" gurau Galih.


"Sialan!!"


"Gimana? udah moveon?!!"


"Apaan sih lo!!!"


"Lo sama sekali ga pernah berhubungan sama Bimo lagi?"


"Ga"


"Kenapa sih Ra?"


"Apaan sih Gal, udah deh gausah bahasin dia"


'Bimo siapanya Rara?' Mora.


"Hah?!! ngapain dia di Bali?"


"Hahahaha Ra.. Raa... tetep aja kan lo peduli. Kasih umpan dikit langsung kepancing"


"Brengs*k emang lo!!" Rara kesal.


"Ah udah ah. Eh Gal, Mora ini orang Palembang loh, sama kaya lo" lanjut Rara mengalihkan pembicaraan.


"Emang Galih orang Palembang juga?" Mora.


"Iya, tapi bukan di kotanya sih" Galih meringis.


"Berarti suka sama pempek juga dong?" Mora.


"Pastiii... Sampe bosen malah" Galih.


"Hahaha samaaaa, tapi tetep aja sih bawaannya kangen gitu ya kalo lagi ga di Palembang" Mora.


"Iya.. kadang pengen banget pulang cuma buat makan pempek dari pada ketemu keluarga" Galih.


"Iya iya bener... Hahaha" Mora.


"Berarti di Jakarta ngekos apa gimana?" Galih.


"Engga, aku tinggal dirumah dinas sama Ayah dan Abangku, kebetulan ayah pindah dinas disini dan Aku sama abangku juga dapet kerja di Jakarta. Jadi kita pindah kesini, tapi Ibu sama adekku tetep di Palembang" jelas Mora.


"Tapi sering balik ke Palembang kan?" Galih.


'Sialan gue jadi di kacangin' Rara.

__ADS_1


"Ehhmmm eehhmmmm asik bener ngobrolnya" ledek Rara.


Galih orangnya memang sangat humble, sama persis dengan Mora. Karena itu Rara sengaja mempertemukan mereka.


'Sapa tau mereka cocok kan, wkwk' Rara.


'Ngomong-ngomong, Bimo ngapain ya ke Bali? Apa dia mau melangsungkan pernikahan di Bali? atau jangan-jangan... Mereka sedang bulan madu? Arrgghh sialan, ngapain sih Galih cerita Bimo segala, padahal aku sudah tidak terlalu memikirkan dia' Rara.


--


"Eh Gal, anterin Mora pulang mau ya?" Ujar Rara berjalan bersama Galih dan Mora menuju parkiran cafe hendak pulang karena hari sudah hampir tengah malam.


"Hahhh??!!" Ucap Galih dan Mora bersamaan.


"Hahahaha kalian kompak banget. Maaf ya Mor bukannya gamau anterin kamu balik, tapi aku mau mampir dulu beli sesuatu nah karna kebetulan kontrakan Galih ngelewatin rumah kamu, ga salah kan kalo kalian pulang bareng sekalian?"


"Raaa...." Mora merengek.


"Yaudah gapapa... Ayok" Galih.


'Yess.... Semoga usahaku berhasil' Rara.


Rara memang berbohong, sebenrnya dia tidak ingin mampir kemana-kemana, tapi dia sengaja melakukan itu agar Galih dan Mora bisa lebih akrab.


--


Selama perjalan pulang, Galih diam sambil membonceng Mora. Galih salah tingkah dan bingung harus ngobrolin apa.


"Kamu sama Rara keliatan deket banget" Mora.


"Haha iya, Rara sama aku itu udah besplen polepel kalo kata orang alay mah" gurau Galih.


"Hahaha" Mora tertawa. "Emang gimana ceritanya bisa seakrab itu sama Rara?"


"Gimana ya, ga gimana-gimana sih. Berjalan seiring waktu aja, kebetulan dia temen satu kelas pas kuliah, terus ga tau kenapa bisa sahabatan sama dia"


"Tapi ko tadi Rara keliatan gimana gitu, padahal di kantor dia banyak diem dan jatuhnya cuek" ucap Mora.


"Hahah kamu belum kenal lebih jauh aja sama dia, nanti kalo kamu udah kenal jauh sama dia, dia itu orangnya baik banget, apalagi sama sahabat. Emang sih kalo belum kenal mah dia keliatan cuek banget orangnya, jutek, galak. Tapi aslinya asik banget, saking asiknya kadang becanda kita kelewatan hahaha" jelas Galih.


"Maksdunya kelewatan?" Mora bingung.


"Ya kelewatan.. kadang gombal-gombalan, kadang caci makian, kadang ngomong-ngomong kasar, ya begitu deh. Tapi itu cuma buat asik-asikan aja sih, aslinya dia orang baik banget" jelas Galih lagi.


Galih dan Mora berbincang banyak hal selama perjalanan.


--


Sesampainya di apartemen, Rara membersihkan diri dan berganti pakaian, kemudian berbaring di atas tempat tidur hendak ingin istirahat.


Drrtt drrttt.. hp Rara bergetar dan ada pesan masuk.


Galih : Ra, Mora orangnya asik juga, dia udah punya pacar belum?.


"Hahahahhaha kena kan lo. Yes usahaku berhasil nih kayaknya" Rara.


Rara : Kayaknya sih belum. Coba aja lo tanya langsung ke dia, nih nomornya 081#########. Balas Rara.


'Semoga kali ini Galih bisa jadi sama Mora' Rara.


Jangan lupa like dan vote sebagai dukungan, terimakasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2