
'Jenuh katamu? jelas-jelas kau mencintainya. Apa salahku? Apa kurangku? Sampai-sampai kau membuatku seperti ini. Kemana Bimoku, kemana pria yang mencintaiku? Kenapa Bim? Kenapaa??!!!!' Jerit hati Rara sepanjang jalan.
Malam semakin larut, roda motor terus berputar membawa Rara tanpa tujuan, air mata terus mengalir, pandangan mata entah kemana, sunyi malam hanya terdengar angin, rintik hujan semakin mendinginkan keadaan.
'Ya ampun deres banget nih hujan, duh gerbang belum di kunci pula' Galih teringat belum mengunci gerbang dan bergegas keluar kontrakan memakai payung.
"Rara????" Galih terkejut melihat Rara sedang berdiri di depan gerbang.
"Ra, lu ngapain tengah malem hujan-hujanan? lu ga waras ya? buru masuk!" ajak Galih.
Rara memasuki gerbang dan memarkirkan motornya.
"Sumpah gue kira setan lagi berdiri depan gerbang, tapi ko setan mana yang bawa motor" gurau Galih. Rara hanya berdiri terdiam.
"Ra, lu kenapa sih?" Galih heran.
Rara tetap berdiri terdiam.
'Jangan-jangan nih orang kesurupan' Galih.
"Woyyy!! Ngomong napa. Ah ganti baju dulu deh lu sana. Gila apa ya tengah malem hujan-hujanan" melihat Rara yang masih belum mau berbicara dan pakaiannya basah kuyup, akhirnya Galih mengajak Rara masuk kontrakan dan memberikan Rara pakaian kering. Rara bergegas berganti pakaian sedangkan Galih duduk menunggu di ruang tengah. Tak lama Rara keluar dari kamar Galih dan sudah berganti pakaian, kemudian duduk di ruang tengah bersama Galih. Saat itu Aldi belum pulang, masih di tempat kerjanya. Galih terus memandang dan memperhatikan Rara.
"Eh curut, lu habis nangis?" tanya Galih melihat wajah Rara yang tidak ceria di tambah matanya yang sembab.
"Aku laper" balas Rara.
"Sumpah ya nih orang, tengah malem dateng ke kontrakan basah kuyup, nangis ga karuan di tanya kenapa malah minta makan pula. Emang tamu ga tau diri lu ya" gurau Galih.
"Bikinin aku mieeeeee..." teriak Rara menangis.
__ADS_1
"Ya Allahhh tau gini tadi ku biarin kau di depan gerbang! Iya iya bentar" jawab Galih kemudian pergi ke dapur hendak memasak mie instan.
Tidak sampai 10 menit, Galih kembali membawa sepiring mie instan.
"Nih!" Galih menyodorkan sepiring mie dihadapan Rara.
"Ko ga pake telor?" protes Rara.
"Astagaaaa mau ku ambilin di wc?" balas Galih. Rara hanya terdiam cemberut lalu melahap mie instan tersebut.
"Lu kenapa sih Ra?" Galih heran melihat tingkah Rara yang aneh. Rara tidak menjawab dan terus makan. "Oyyyy lu kenapa kampre*!" lanjut Galih.
"Gue putus sama Bimo!!!" teriak Rara menangis namun melanjutkan makan.
'Ada ya orang nangis sambil makan' Galih.
Tak lama Rara menghabiskan sepiring mie tersebut lalu meletakan piring kosong itu ke meja di depannya. Namun Rara terus menangis tak bisa menahan air matanya.
"Cuci piringnya. Aku mau tidur" balas Rara kemudian masuk ke kamar Galih dan mengunci pintu kamar.
"Anjay nih anak kurang ajar, mentang-mentang lagi putus cinta jadi gila" gumam Galih.
Akhirnya Galih tiduran di ruang tengah sambil bermain hp, tak lama kemudian Aldi datang.
"Gal, ko ada motor Rara sih di luar?" Aldi heran melihat motor Rara berada di kontrakannya padahal ini sudah lebih dari tengah malam.
"Iya, tuh habis numpang makan" balas Galih menunjukkan piring kotor yang tergeletak di atas meja.
"Tumben, terus mana orangnya?" Aldi.
__ADS_1
"Tuh" mata galih mengarah ke pintu kamarnya.
"Dia nginep disini?"
"Kayaknya sih gitu"
"Yaudah berarti lu tidur disini kan (ruang tengah)?"
"Ih, enggalah. Aku tidur sama kamu dong sayang.." gurau Galih sambil menggandeng lengan Aldi
"Ta* jijik!" balas Aldi berusaha melepaskan tangan Galih.
Tenang, mereka ga homo, mereka memang sering begitu. Itu salah satu alasan Rara bersahabat dengan Galih dan Aldi, mereka berdua selalu punya cara untuk membuat orang tertawa.
--
Sementara itu, Rara berbaring di kamar Galih sambil memandangi foto Bimo melalui layar hp nya. Matanya tak henti mengeluarkan air mata. Ingatannya terus mengarah ke momen saat-saat bersama Bimo. Kini Rara hanya bisa menggenggam Bimo melalui hp nya.
'Bim.. apakah setelah ini aku bisa menjalani hari tanpamu?' Rara.
Jangan lupa di like🥰🙏
Gambaran Galih dan Aldi
1. Galih
2. Aldi
__ADS_1