
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tak terasa Rara dan Bimo menjalani hari masing-masing sudah hampir 1 tahun, Rara sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya begitu juga Bimo yang selalu sibuk dengan kuliah dan organisasinya. Rara selalu dengar dari banyak orang bahwa Bimo sudah mempunyai wanita lain, namun Rara tidak begitu memperdulikannya. Bimo memang belum pernah cerita apapun apalagi soal wanita kepada Rara, maupun Galih, Aldi, Sasa ataupun Mela. Bimo juga tidak pernah membawa perempuan ikut bersamanya saat berkumpul dengan yang lainnya.
Rara tidak pernah menyesal pernah menjalin hubungan dengan Bimo, begitupun sebaliknya. Walau luka yang di rasakan Rara masih terasa, Rara tetap baik dan tak berubah kepada Bimo, karena bagaimanapun mereka adalah sahabat. Sebenarnya Rara selalu kepikiran dengan apa yang dikatakan Yessi waktu itu, bahwa Bimo masih menyayanginya, tapi Rara juga tidak punya hak untuk menanyakan itu langsung kepada Bimo. Karena itu juga Rara menyimpan semua perasaannya sendiri, menutup rapat luka dan kenangan, juga menutup hati untuk pria lain.
"Habis kerja Ra?" tanya Galih kepada Rara yang sedang duduk di ruang tengah kontrakannya.
"Iya Gal. Cape banget" jawab Rara.
"Cape kerja apa cape nunggu? haha" Galih tertawa.
"T*i emang lo!!" Rara melempar Galih dengan cemilan yang sedang ia makan.
"Udah hampir 1th loh Ra, lo gamau move on gitu?"
Rara hanya terdiam dan melirik Galih dengan kesal.
"Ceweknya Bimo sekarang yang mana sih?" lanjut Rara.
"Mana gue tau! Dia emang ga banyak cerita bahkan sama sekali ga pernah. Tapi denger-denger dia sama temen kelasnya yang sekarang" ujar Galih.
"Iya gue juga denger tuh gosip itu. Yang mana sih orangnya?" tanya Rara.
"Yaelah Ra. Yakin lo mau tau orangnya? ntar lo bunuh diri liatnya" gurau Galih.
"Kampret!!!!" Rara melempar toples ke arah Galih.
"Lo berhak bahagia kali Ra, ngapain juga lo nungguin Bimo yang belum tentu nungguin lo" ujar Galih jujur.
Rara diam sejenak dan melirik ke arah Galih.
__ADS_1
"Tapi.. kata Yessi sebenarnya Bimo masih sayang sama gue" ungkap Rara malu-malu.
"Hahahaha Ra.. Ra... itu kan setahun yang lalu, sekarang apa kabar? kalo dia masih sayang sama lo, harusnya dari dulu dia balik ke elo Ra" jelas Galih jujur.
Mendengar apa yang di ucapkan Galih, seketika menyadarkan Rara.
'Bener juga apa yang katakan Galih. Kalaupun Bimo masih menyayangiku, harusnya dia dari dulu pulang ke aku, dan tentunya ga deket sama perempuan lain. Tapi kenyataannya......' Rara.
"Udahlah Ra, ga seharusnya lo nyiksa diri sendiri. Lo coba deh belajar buka hati, banyak ko yang mau sama lo, tapi lo sia-siain cuma gara-gara Bimo yang ga jelas" lanjut Galih.
Rara masih terdiam sejenak.
"Banyak cingcong ih, udah yuk cabut cari makan" Rara mengalihkan pembicaraan.
Bukan maksud Galih menghasut Rara ataupun tidak mendukung Bimo. Galih sudah berusaha membujuk Bimo untuk memperbaiki hubungannya dengan Rara, tapi Bimo hanya tersenyum dan tidak bertindak. Sudah 1 tahun berlalu Rara tenggelam dalam lukanya dan tetap menunggu Bimo, membuat Galih tak tega dan berfikir bagaimanapun Rara berhak bahagia.
--
"Ya ampun, maaf mas maaf" Rara panik dan segera mengambil tisu untuk membersihkan tumpahan makanan yang mengotori baju seorang pria.
Pria itu hanya diam dan cukup terkejut sambil berusaha membersihkan bajunya juga.
"Duh.. saya bener-bener minta maaf ya mas, ga sengaja" Rara tambah panik dan terus berusaha membersihkan baju pria tersebut.
"Gapapa mba, gapapa.." jawab pria tersebut kemudian tersenyum dan memandang wajah Rara.
"Rara?" pria tersebut terkejut dan ternyata mengenali Rara.
"I.. Iyaa?" Rara heran kenapa pria tersebut mengenalinya padahal Rara merasa tidak kenal.
__ADS_1
"Kamu ngapain di sini?" tanya pria tersebut
"Aku kerja di sini" jawab Rara.
"Oh begitu... Aku Obie" pria tersebut menjulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.
Rara hanya tersenyum dan kemudian menyalami tangan pria tersebut. Rara masih bingung dan heran, karena sebenarnya Rara merasa tidak mengenalinya.
"Mari mas duduk dulu, biar ini di bersihkan dulu" Rara mengajak pria tersebut untuk duduk dan kemudian memanggil pegawai resto untuk membersihkan makanan yang tumpah dan menggantinya dengan yang baru.
"Sekali lagi saya minta maaf ya mas. Tadi saya ga sengaja dan mohon di tunggu sebentar ya makanannya sedang di buat kembali" ujar Rara memohon.
"Gapapa Ra, santai aja, ga perlu di ganti juga gapapa sebenarnya"
"Gapapa mas, itu kesalahan saya dan sudah kewajiban saya mengganti apalagi saya juga crew di sini"
"Kamu masih bingung ya sama aku?" tanya pria tersebut. Dan Rara hanya meringis malu.
"Aku satu univ sama kamu, satu fakultas juga, aku kelas C, kamu kenal Rudi?"
"Rudi? Rudi..... Rudi Dermawan?"
"Iyap. Itu temen kosku" jelas pria tersebut.
"Oh... itu temen kelasku" balas Rara.
"Iya, mangkannya aku mengenalimu, karena aku tau kamu dari Rudi" ujar Obie.
Pada hari itu akhirnya Rara dan Obie berkenalan dan mengobrol banyak hal bahkan tertawa bercanda bersama.
__ADS_1
Terimakasih dan jangan lupa di like🥰🙏