
Didalam kelas Rara duduk di bagian belakang dan berdekatan dengan tembok. Kursi di samping Rara terlihat kosong. Dosen datang dan Galih segera pindah duduk di samping Rara.
"Ssst Ssstt" Galih berbisik.
"Apaan sih lo pindah ke sini" Rara.
"Nemenin lo biar ga kesurupan" gurau Galih.
"Apaan sih"
"Lagian duduk di belakang, pojokan, nglamun pula, kalo kesurupan kan ga lucu"
"Lucu lah, kan biar jam kuliah bubar" balas Rara bergurau.
Rara dan Galih tertawa kecil (karena takut kedengeran dosen)
"Lo kenapa lagi sih?" tanya Galih berbisik.
"Kenapa apanya, sok tau banget sih lo" jawab Rara.
"Ya tau lah, kaya kenal baru seminggu aja. Gue udah kenal lo lama, kalo lo kenapa-kenapa gue tau lah" ujar Galih.
"Emang ya lo tuh punya bakat jadi dukun. Gosip soal Bimo sama temen kelasnya itu bener. Bahkan Bimo mau nikahin tuh cewe" jelas Rara berbisik pelan.
"Apaaa??!!!" Galih terkejut sehingga membuat se-isi kelas juga terkejut termasuk dosen yang sedang menjelaskan di depan tiba-tiba berhenti dan memandang ke belakang karena suara Galih yang cukup keras.
Rara hanya tertawa meringis.
--
__ADS_1
Seusai jam kuliah selesai, Rara keluar dari ruang kelas di susul Galih dari belakang berlari kecil mengejar Rara.
"Ra, serius yg tadi lo omongin di dalem?" tanya Galih.
"Iya, tapi lo diem-diem aja gausah cerita ke siapapun nanti gawat" jawab Rara berbisik.
"Lah emang lo tau dari siapa?" lanjut Galih bertanya.
Tiba-tiba hp Rara bergetar pertanda ada pesan masuk.
'Ra lagi dimana? aku di tempat kerjamu nih, makan yuk' isi pesan dari Obie.
Semenjak kejadian Rara menabrak Obie di resto tempat Rara bekerja waktu itu, Rara dan Obie menjadi akrab, Obie juga sering mampir di tempat kerja Rara untuk makan siang/malam, bahkan mereka juga sudah saling bertukar nomor WA. Walau Obie sering ngechat Rara mengajak keluar jalan-jalan ataupun sekedar makan bersama di luar, tapi Rara tidak pernah meng-iya-kan. Namun Obie sering kali datang ke resto dan mengajak Rara untuk makan bersama. Hari itu sebenarnya Rara sedang libur bekerja, namun entah kenapa Rara ingin menyusul Obie untuk makan bersama di tempat kerjanya.
"Nanti gue ceritain deh lain kali. Gue duluan ya buru-buru ada perlu" lanjut Rara kemudian jalan cepat menuju parkiran dan meninggalkan Galih di belakangnya.
"Wah anjay gue di cuekin" Galih.
--
"Maaf ya lama" Rara.
"Gapapa. Habis kuliah?" Obie.
"Iya. Lo ga kuliah?"
"Engga, hari ini kosong. Habis ini lo langsung kerja?"
"Engga, gue libur hari ini"
__ADS_1
"Kalo gitu ntar malem keluar yuk" ajak Obie.
"Hah? kemana?" Rara cukup terkejut dengan ajakan Obie yang tiba-tiba.
"Pokoknya ikut aja. Ntar habis ini gue ikut antar lo pulang biar tau kos lo dan ntar malem gue jemput" jelas Obie.
"Ga ah" Rara menolak.
"Kenapa? aku jamin seru" Obie berusaha meyakinkan.
"Gamau, ga jelas kemana, ntar gue di bawa ke semak-semak" gurau Rara.
"Hahahahah Ra.. Ra... lucu juga. Engga engga, tenang aja. Gue jamin ga di apa-apain, kayaknya lo bakal suka deh, kalo lo ga suka nanti gue ga akan ajak lo keluar-keluar lagi deh"
'Jadi ke inget apa kata Galih, Gue berhak bahagia. Buat apa juga aku bertahun-tahun menjaga jarak dengan laki-laki lain demi Bimo yang sudah jelas sekarang mencintai perempuan lain. Mungkin sekarang saatnya gue keluar dari zona nyaman dan mencoba membuka hati untuk orang lain' Rara.
"Oke deh. Awas aja ya kalo bawa gue ke semak-semak hahaha" Rara tertawa begitu juga Obie.
--
Setelah sholat isya, Obie datang dan menunggu di depan kos Rara. Rara langsung keluar menemui Obie. Tak banyak basa-basi Obie langsung membawa Rara ke suatu tempat.
"Ngapain kesini?" Rara terheran setelah Obie memberhentikannya dan memarkirkan motornya.
"Udah ayok masuk" ajak Obie.
"Ga ah" Rara menolak.
"Gapapa. Ada gue. Ayok" Obie menggenggam tangan Rara dan menariknya berjalan masuk.
__ADS_1
Terimakasih dan jangan lupa di like🥰🙏